
Hugo segera menelpon Rey, tapi Rey kebetulan ponselnya kehabisan baterai jadi ponselnya mati.
"Sialan! Kenapa malah tidak aktif!" seru Hugo penasaran.
Malam harinya, Rey dan yang lainnya telah sampai di mansion.
"Bu, menginaplah disini, biar ibu bisa berkeliling di sini setiap hari." kata Rey.
"Apakah aku tidak mengganggu nak?"
"Mengganggu apa bu? Ibu kan ibuku juga?"
"Terima kasih nak, ibu senang sekali."
"Kalau begitu ibu di kamar lantai satu saja, jadi ibu tidak repot naik turun tangga. Xena kamarmu pindah bersama ibu untuk sementara, biar ibu ada yang menjaga."
"Oke sayang." jawab Xena mengangguk patuh.
"Baiklah semuanya! Siapa yang sudah lapar!"
Para wanita Rey menjawab satu persatu.
"Leon jangan pulang dulu, kita makan malan bersama."
"Baik kakak bos." jawab Leon menghormat seperti tentara.
Mereka semua berjalan menuju ruang makan untuk makan malam bersama. Bibi sudah menyiapkan makan malam dengan bantuan para pelayan yang lain. Mereka makan malam dengan gembira.
"Ingat malam ini kita akan belajar saham, kalian bawa laptop kalian masing masing."
"Aye aye bos!" seru Yuri bercanda.
"Bu, kalau capek, sebaiknya ibu istirahat, aku akan belajar saham bersama mereka."
"Iya nak, ibu akan menurutimu."
Yuri, Sabrina, Fafa dan Xena mengikuti Hitomi berjalan ke ruang kerja Rey. Mereka membawa laptop mereka masing masing dan mulai bersiap. Leon berpamitan untuk pulang kepada Rey.
"Kakak bos, sebaiknya saya pulang dulu, mungkin ibu sudah menunggu saya."
"Baiklah, hati hati di jalan, sampaikan salamku untuk ibumu," jawab Rey.
"Tentu kak, kalau begitu saya pamit."
Rey membuka ponsel dan mengirim uang sebanyak 100 juta kepada Leon. Rey mengantar ibu Xena ke kamar untuk beristirahat.
"Hah! Banyak bener!" seru Leon saat melihat notifikasi dari ponselnya.
"Terima kasih kakak bos! Aku akan selalu setia padamu!" kata Leon dalam hati, dia berjanji akan selalu setia kepada Rey. Leon mengendarai BMW nya dan pulang dengan perasaan gembira.
Rey berjalan menuju ruang kerjanya tanpa membawa laptop, karena memang dirinya bernia hanya suruh sana suruh sini saja. Toh dia juga tidak tahu akan mengajari bagaimana. Para wanita itu sudah siap mendengar instruksi dari Rey.
"Yuri, buka saham minyak bumi. Sabrina saham gas. Fafa saham batu bara dan Xena saham properti."
__ADS_1
Mereka mulai melihat layar sahamnya masing masing.
"Yuri, bagaimana sahamnya?"
"Saham minyak bumi sedang naik, dari 500 ke 760."
"Sabrina milikmu?"
"Saham gas sedang turun 300 dari 980."
"Oke, kamu Fa?"
"Saham petrol stabil, sekarang di 430 sampai 435."
"Bagaimana denganmu Xena?"
"Properti sepertinya akan segera naik, karena sekarang di level terendahnya 75."
"Oke! Kita mulai dari Xena, beli saham properti 32 juta lembar. Hitomi tolong kirimi uang ke Xena."
Hitomi membuka ponselnya dan mulai mengirim uang ke Xena sebanyak 2,7 milyar. Xena segera membeli saham properti sesuai perintah Rey.
"Sudah sayang." kata Xena.
"Bagus! Tunggu 10 menit. Sabrina! Beli 20 juta lembar saham gasnya di poin 600. Hitomi!"
Hitomi langsung mengerti dan mengirimi uang ke rekening Sabrina sebanyak 12 milyar. Sabrina tersentak kaget melihat angka di notifikasi ponselnya.
"Apa ini? Nol nya banyak sekali." kata Sabrina dalam hati.
"Su-sudah sayang." kata Sabrina gugup.
"Bagus! Tunggu perintahku untuk menjualnya. Dan tolong fokus ke layar laptopmu. Perhatikan dengan seksama." seru Rey ditanggapi anggukan dari Sabrina.
"Oke, Yuri ada ada pergerakan?" tanya Rey.
"Belum ada."
"Baik, tunggulah sebentar lagi. Fafa gimana milikmu?"
"Masih sama seperti tadi."
"Kalau gitu beli saja 10 juta lembar di poin 430."
"Baik."
Hitomi segera mengirim uang ke rekening Fafa sebanyak 4,3 milyar. Fafa langsung membeli 10 juta lembar dengan harga 430 per lembar dan totalnya 4,3 milyar.
"Sudah sayang."
"Bagus! Yuri ganti saja saham minyak bumi dengan saham emas."
"Baiklah. Eh? Sayang, tapi saham emas sedang tinggi."
__ADS_1
"Tidak masalah, tunggu saja sebantar lagi."
"Sayang, lihat ini!" seru Fafa semangat.
Rey segera menghampiri Fafa dan melihat ke layar laptop. Grafik saham petrol mulai merangkak naik dari 430 ke 480 dan masih berjalan ke atas.
"Bagus, tunggu perintahku untuk menjualnya." jawab Rey.
Satu persatu saham yang di beli Rey mulai naik dari grafiknya masing masing, sehingga para wanitanya semakin tegang ketika mereka fokus pada layar laptopnya masing masing.
"Sayang sepertinya aku akan membuatkan minum untukmu." kata Hitomi sambil berjalan ke luar ruang kerja.
"Terima kasih Hitomi."
Rey berjalan berkeliling untuk melihat grafik saham yang sedang di perhatikan oleh para wanitanya.
"Sabrina! Segera jual sahamnya di poin 1200."
"Hah? Apa tidak sebaiknya kita tunggu dulu, lihat sahamnya masih naik."
"Tidak tidak! Sebaiknya kau segera menjual sahamnya. Dengarkan perintahku."
"Baiklah."
Sabrina menjual 20 juta lembar dengan harga 1200 per lembar, jadi total yang di dapat oleh Sabrina sebesar 24 milyar. Ketika Sabrina melihat notifikasi ponselnya, dia tercengang sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"I-ini banyak sekali."
Rey tersenyum melihat ekspresi wajah Sabrina yang terlihat sangat kaget dengan uang sebanyak 24 milyar. Sabrina melihat grafik saham itu meluncur dengan tajam ke titik 300 dengan cepat.
"Apa? I-ini tidak mungkin!" seru Sabrina.
"Nah? Gimana menurutmu?" tanya Rey.
"AKu mengerti sekarang, sayang." jawab Sabrina menundukkan kepalanya.
"Fafa! Jual semua di titik 600!"
Fafa sudah mengerti dengan perintah Rey segera menjual semua sahamnya dengan cepat. Fafa mendapat 6 milyar di notifikasi ponselnya. Fafa senang ketika mendapatkan uang dengan mudah.
Hitomi kembali dengan membawa minuman dan camilan untuk mereka semua. Hitomi melihat ke arah layar laptopnya dengan senang karena baru beberapa menit sudah mendapatkan banyak uang dari Sabrina dan Fafa yang telah mengirim uangnya kembali kepada Hitomi.
"Xena! Segera jual sahammu di titik 200 poin." seru Rey tiba tiba.
Xena mengangguk dan segera menjual semua sahamnya dengan cepat, Xena mendapatkan 6,4 milyar dari modal sebesar 2,7 milyar.
"Ah! Ini sungguh luar biasa! Keuntungannya mencapai 200%!" seru Xena terkejut.
"Sayang! Jika kita melakukan trading setiap hari mungkin kita akan menjadi orang terkaya di negara Tirba!" lanjut Xena dengan semangat.
"Hey Yuri Yuri, bagaimana denganmu?" tanya Fafa sedikit mengejek.
Yuri cemberut sambil berkata.
__ADS_1
"Sialan kau Fa! Saham yang aku lihat sangat buruk!" seru Yuri geram.
"Hahaha, tidak masalah Yuri, walau kamu belum dapat saham yang bagus, kalian semua akan dapat jatah bonus yang sama." kata Rey sambil membelai rambut Yuri.