Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Raja Bisnis


__ADS_3

Rey di undang masuk ke dalam grup chat oleh Ivan.


Rey meliriknya dan mendengus.


"Oke, kalau gak ada hal lain, tolong jangan ganggu aku lagi!"


Menyelesaikan ucapannya, Rey segera menuju pameran mobil. Beberapa pemuda yang hadir berkomentar.


"Tuan Rey, anda sangat sial kali ini harus bertemu Ivan." kata seorang pemuda bernama Keith Jeremy.


"Jadi kau tidak menyukainya juga kan?" tanya Rey.


"Tentu saja saya tidak suka. Dia sama saja seperti orang hina!" lanjut Keith.


"Dia mendesak kami untuk bergabung dengan SSCC, kami menghormati dia pada awalnya karena dia adalah bagian dari klub. Tapi siapa yang tahu apa yang dia lakukan begitu menjijikan! Jadi, dia kehilangan rasa hormat sari sebagian besar anggota dari waktu ke waktu."


Keith tidak menjelaskan secara detail tentang apa yang di lakukan oleh Ivan.


Rey mengangguk setuju.


Ivan memang penjilat yang memanfaatkan pemilik mobil mewah. Sepertinya Ivan tidak melihat garis besarnya. Rey sempat berpikir bahwa Ivan adalah orang yang melihat ke depan, tapi nyatanya dia adalah orang yang sedang di singkirkan oleh orang lain.


Rey menggelengkan kepalanya dengan jijik. Jika Rey satu satunya orang yang tidak menyukai Ivan, mungkin hal ini biasa saja. Tapi ternyata Ivan sangat dibenci, dia jelas memiliki pribadi buruk, meskipun jabatannya sebagai ketua SSCC tidak berarti apa apa selain status.


Jika saja dia tahu caranya memenangkan hati dari pemilik mobil mewah yang kaya, orang ini bisa menjadi besar. Dan dia akan sangat berbahaya. Tapi kenyataanya adalah dia tidak tahu bagaimana mengambil hati orang orang kaya ini. Dia benar benar buruk dalam menggunakan posisinya demi kepentingan sendiri. Rey tersenyum untuk tidak terus memikirkan hal yang tidak penting.


Rey berjalan menuju pintu masuk pameran mobil. Pameran itu benar benar luar biasa. Ini menampung lebih dari dua ribu peserta pameran mobil. Di antaranya ada sekitar seratus peserta pameran mobil mewah. Bagaimanapun, pameran di adakan untuk memamerkan teknologi baru dan mutakhir dari setiap produsen ini. Perusahaan domestik menyumbang sebagian besar.


Ketika Rey masuk ke ruang pameran, dia tertarik dengan BMW di sana. Di dekat stand ada model yang dadanya besar dan cantik. Dia tampak muda dan berdiri berlawanan arah dengan mobil BMW. Saat ini pikiran Rey sempat kacau. Dia mendengar dengan jelas bahwa beberapa pria kaya menelan ludah karena terobsesi. Memang dasar sekelompok mata keranjang!


Rey menggelengkan kepalanya, mengalihkan pandangannya dari wanita itu, ada sedikit menyesal mengajak Hitomi ke pameran ini. Rey berjalan lebih jauh ke dalam aula. Mobil yang di pamerkan di dekat pintu masuk adalah BMW, Audi, Land Rover dan sebagainya. Bagi Rey dan rombongan kantong tebal itu, merk mobil seperti itu berada di bawah rata rata.


Meskipun aula di penuhi oleh orang orang kaya muda, kebanyakan dari mereka disini bukan untuk melihat mobil tapi model yang berdiri di samping mobil. Sebagai seorang pria sejati, Rey berpikir dia ada di sini bukan untuk menikmati pesona wanita. Walau tertarik juga sih, mereka sedap di pandang, dan mereka berpakaian sangat terbuka! Jika memungkinkan Rey ingin mengajak mereka makan malam dan setelah itu terserah apa yang terjadi.


"Ah, sayang sekali... Tau gitu datang sendirian tadi..." Rey berkata putus asa dalam hati dan berjalan masuk ke belakang bersama rombongannya.


Meskipun pameran di dekat pintu masuk agak ramai, tidak demikian di bagian tengah dan akhir. Pada pameran di sini yang utama adalah mobil mewah seperti ferrari dan lamborghini.


"Wow, lamborghini aventador dengan atap terbuka sudah di luncurkan!" Ruffio berseru kaget.


"Aku memutuskan untuk membeli jenis aventador lain, siapa tahu aventador dengan atap terbuka ini di jual. Menarik."


Tertarik kata kata Ruffio, Rey mngalihkan pandangannya ke Aventador dengan atap terbuka. Aventador itu di pamerkan di stand lamborghini. Secara umum, mobil itu memiliki desain yang ramping, yang meninggalkan kesan halus. Lampu kabut berbentuk huruf Y yang ikonik adalah bentuk lampu yang menarik dan mewah. Bumper depannya terlihat menantang. Mobil yang di bawah sorot lampu itu seolah berkilau.


Tanpa ragu, Ruffio berkata,

__ADS_1


"Tunggu sebentar di sini, aku akan memesan satu."


Lagipula, ini adalah pameran mobil yang di adakan untuk memamerkan produk terbaru dari para pembuat mobil ini. Jadi, dia harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Saat mereka menunggu, mereka tidak berhenti mengobrol. Mereka menunggu Ruffio lebih dari sepuluh menit. Tiba tiba, Kevin bertanya kepada Rey.


"Tuan Rey, apakah anda ingin membelinya juga?"


Berpikir selama beberapa detik, Rey menggelengkan kepalanya.


"Tidak, ini hanya lamborghini aventador. Aku sudah punya veneno. sepertinya aku tidak memerlukan aventador."


Kata katanya membuat mereka iri. Ruffio mendengarnya juga saat kembali membawa tanda jadi pembelian. Kegembiraanya seolah menghilang. Lagipula apa yang dikatakan Rey sangat mematikan.


"Selain itu, mobil itu akan tergeletak menganggur di garasi jika aku membelinya. Apalagi mobil itu boros, sepertinya aku akan melihat Ferrari atau porche saja."


Memangnya mobilmu yang lain itu gak boros apa! Dasar gila!


Ketika Rey menyelesaikan kata katanya, Ruffio perlahan lahan tenang. Dia melihat berkas pembelian di tangannya. Dia merasa apa yang di katakan Rey itu benar. Tiba tiba, Ruffio merasa aventador tidak begitu menarik baginya.


Mereka berjalan menuju ruang pameran ferrari sesudahnya. Saat mereka memasuki aula, mereka melihat lautan mobil merah. Sebagian besar mobil yang dipamerkan berwarna merah. Tapi tidak aneh. Bagaimanapun, merah adalah warna ikonik mereka di seluruh dunia. Oleh karena itu ferrari merah yang unik di pamerkan di sini.


Di sebagian besar pameran lainnya, mobil ferrari merah juga pasti akan terpilih untuk di pamerkan. Deretan ferrari merah ini membuat mereka takjub.


"Hei hei! Lihat stand di sana!"


Tiba tiba seseorang berteriak, menunjuk stand di depan mereka, di tengah lautan ferrari merah.


Stand itu berdiri mencolok di atas yang lainnya. Ada sebuah mobil supercar berwarna hitam. Itu adalah mobil yang paling menarik perhatian di seluruh ruang pameran ferrari. Semua orang tertarik dengan mobil itu. Mobil itu tidak memiliki kaca depan dan tidak beratap. Menarik.


"Apakah itu ferrari monza sp2?"


Keith sangat takjub. Dia tidak bisa menahan gemetar liar.


"Apa? ferrari monza sp2? apakah---..."


Ruffio juga kaget dan memeriksa mobil itu. Kevin bingung dengan reaksi mereka karena dia tidak tahu banyak tentang mobil sport. Hanya beberapa mobil mewah kelas atas yang dia tahu. Dia bahkan tidak pernah mendengar mobil ini sebelumnya. Jadi, dia bertanya.


"Ferrari monza sp2? Mobil apa itu?"


Keith menarik nafas dalam dan mulai memperkenalkannya pada Kevin.


"Ini adalah mahakarya dari grup ferrari. Monza sp2 memenangkan gelar sebagai mobil super sport terindah. Mobil ini di rancang tanpa kaca depan, tapi sebenarnya ada lubang aerodinamis di bawah dashboard sisi pengembudi dan penutup kursi penumpang. Di kpmbinasikan dengan profil aerodinamis dan saluran vertikal di depan, hal ini dapat meredakan aliran udara ke arah penumpang."


"Saat kau mengendarainya di jalan, aliran udara berkecepatan rendah akan mengitari kokpit pengemudi."


Penjelasannya membuat semua orang tersentak kaget. Rey berdiri di sana dengan sungguh sungguh. Sementara Ruffio berkicau secara spontan.

__ADS_1


"Aku sangat ingin membelinya!"


Ucapannya di jawab dengan suara tenang.


"Membelinya bukan hal mudah. Ini adalah seri terbatas, hanya 200 unit di seluruh dunia. Ada syarat ketat untuk pembeli."


Semuanya berbalik untuk melihat siapa yang berbicara. Seorang pemuda yang sedang menuju ke arah mereka.


"Apa? Tuan Morton?"


Ruffio berseru. Seruan itu menarik perhatian banyak orang. TIba tiba, ruang pameran Ferrari menjadi gempar. Lagipula, Brayden Morton adalah raja bisnis terkenal di seluruh negeri. Dan sebagian besar pengunjung adalah orang biasa. Niat mereka kesini untuk para model daripada mobil itu sendiri. Mereka tidak menyangka akan melihat Brayden di sini.


"Halo Ruffio. Sedang apa?"


Brayden melihat Ruffio dan tersenyum.


"Saya datang untuk melihat pameran mobil bersama beberapa teman."


Ruffio, agak samar menyebutkan Rey. Brayden kemudian mengalihkan pandangannya ke Rey. Dia merasa sedikit terkejut melihat Rey. Sepertinya dia pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi dia tidak ingat pernah bertemu dengan Rey di mana. Seperti yang Ruffio lakukan secara khusus dan menghormati Rey untuk menarik perhatiannya. Brayden memutuskan untuk berkenalan.


Dia mengulurkan tangannya ke Rey sebagai tanda salam.


"Halo, aku Brayden Morton."


Banyak pengunjung yang tertarik dengan tingkahnya yang mengejutkan.


"Siapa orang ini?"


"Kenapa tuan Morton menyambutnya dengan sukarela?"


"Siapa orang ini? Apakah dia orang kaya juga?"


"Siapa tahu? Aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi tidak banyak orang kaya di seluruh negeri yang bisa mendpatakan perlakuan seperti itu dari Brayden Morton."


Tiba tiba banyak pengunjung mulai berkomentar. Rey tersenyum dan berjabat tangan dengannya.


"Halo juga tuan Morton. Senang berkenalan denganmu, Rey Demonforge."


Brayden ikut tersenyu, dan melanjutkan.


"Tuan Rey, senang berkenalan denganmu juga. Tidak perlu terlalu sopan."


"Baiklah, kalau begitu kau juga."


Mereka berdua tertawa dan bertukar sapa sebentar. Lalu Rey bertanya.

__ADS_1


"Brayden, apa maksudmu tadi bahwa ferrari monza sp2 tidak mudah di dapat?"


__ADS_2