Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Winner Group


__ADS_3

Malam pun berlalu. Keesokan paginya Rey terjaga. Rey masuk ke kamar mandi dan hendak mandi. Ketika dia mandi.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 3% saham di Winner Group.]


Setelah mendengar ini, Rey agak tercengang. Apa? Winner Group? Mereka ini perusahaan rival dari SEAL Group. Bagaimana bisa?


Winner Group juga salah satu perusahaan internet terkemuka di negara ini. Nah, dalam kasus ini, artinya Rey telah menjadi pemegang saham dua perusahaan internet teratas di negara ini. Benar? Untuk sementara Rey tidak percaya apa yang terjadi. Lagipula ini memang mengejutkan untuknya. Orang bodoh mana yang menjual sahamnya kepada rival bisnisnya?


Dikatakan bahwa Winner Group tidak dapat bersaing dengan SEAL Group dalam menarik investasi di beberapa tahun terakhir. Mungkin itu masalahnya. Tapi tetap Winner Group masih di akui sebagai raksasa internet. Dan nilai pasar Winner Group bahkan berjumlah 580 triliun. Sekarang Rey memiliki 3% saham Winner Group, berarti...


Rey mengeluarkan ponsel dan mulai menghitung. Dia dengan cepat mendapatkan jawabannya, 17,4 triliun. Rey tersentak melihatnya. Apa? Ini uang yang banyak! Meski sukit menelan ludah, Rey memaksa diri untuk tenang.


"Tenanglah bodoh! Kau harus tenang! Kau adalah manusia terkaya di dunia. Uangmu itu tidak terbatas. Uang dalam jumlah ini sepertinya tidak masalah, oke?!"


Rey bergumam sendiri dan mulai menyalakan shower. Lambat laun, dia kembali tenang. Rey melanjutkan mandinya yang sempat tertunda dengan drama barusan.


Selesai mandi dia mengeringkan dirinya dengan handuk, dia masuk ke kamar tidur dan berganti pakaian. Rey baru menyadari kalau Yuri sudah tidak ada di sana, sepertinya dia sudah berangkat kuliah. Rey kemudian keluar kamar menuju ruang makan setelah melakukan morning kiss dengan Hitomi yang baru saja terbangun. Di ruang makan teleponnya berdering. Tertulis nama Kevin disana. Kevin adalah salah seorang pemuda kaya yang pernah iku kapal pesiarnya.


Dengan keraguan di hatinya, Rey mengangkat teleponnya.


[Selamat pagi tuan Rey.]


Saat telepon di angkat terdengar suara pria bernama Kevin.


[Ada apa?]


Rey bertanya dengan rasa ingin tahu dan kevin kemudian menjawab.


[Ada pameran mobil mewah di sini. Apa anda mau datang dan bersenang senang?]


[Pameran mobil? Oke! boleh juga. Kirimkan saja lokasinya. Nanti aku kesana.]


Nah! Sebuah ide yang baik bagi Rey menemukan sesuatu untuk dilakukan. Atau dia hanya akan menganggur lagi dan menghabiskan waktunya di mansion lagi.


Sudah di putuskan kegiatan bekerja hari ini adalah... Pergi ke pameran mobil mewah,


Mungkin dia bisa melihat beberapa gadis model pameran mobil disana. Ya setidaknya menghilangkan rasa bosan. Dia berpikir apa yang akan di lakukan disana. Beberapa saat kemudian sebuah pesan datang dari Kevin. Dia mengirim titik lokasi pameran mobil. Pameran itu di gelar di XTown Sport Center.


Hitomi masuk ke ruang makan dan mencium pipi Rey yang sedang duduk di sana sambil menatap ponsel.


"Hitomi, gimana kalau ikut aku ke pameran mobil hari ini? Beberapa teman mengundangku untuk kesana." kata Rey sambil menatap Hitomi.


"Tentu sayang, sepertinya menarik." jawab Hitomi tersenyum.


Setelah menyelesaikan sarapan, Rey dan Hitomi menggunakan Lamborghini Veneno milik Rey dan langsung menuju ke titik lokasi yang dikirimkan Kevin tadi. Saat mereka tiba, Lamborghini Veneno ini langsung menarik banyak perhatian.


"Astaga! Apakah itu Lamborghini Veneno?!"


Tidak jauh dari sana, Kevin menatap mobil itu dengan sangat terkejut.


"Dan itu adalah Veneno Roadster bukan?!"

__ADS_1


"Siapa yang punya?"


Seorang  pemuda dengan jaket kulit dan rambut di cat berkata dengan kaget.


Rufio juga ada disana, dia kagum dan berbicara.


"Hanya ada tiga jenis ini di dunia, satu di beli oleh seseorang di luar negeri. Aku tidak menyangka bahwa salah satu dari tiga mobil itu di beli oleh orang lokal. Dan aku sangat penasaran untuk mencari tahu siapa pemiliknya."


Rufio menatap dalam campuran rasa iri dan kagum. Lagipula, ini adalah Lamborghini Veneno Roadster! Baginya, mobil mewah seperti ini adalah sesuatu yang hanya bisa dia pandang.


Pada saat ini, seseorang pria berusia sekitar 30an tidak jauh dari sana juga memperhatikan mobil ini. Dan kemudian, dia berjalan menuju ke arah mobil itu.


"Apa? Apaan sih? Ngapain si Ivan mendatangi Lamborghini itu?"


"Ivan? Kenapa dia datang ke sini?"


"Ya mau ngapain lagi, pasti dia mau menjilat pemilik Lamborghini itu lah. Bukankah itu menguntungkan untuk club?"


Melihat Ivan, beberapa orang di sini mengerutkan kening. Mereka sangat mengenal Ivan. Dia adalah ketua Super Sport Car Club, ya SSCC yang selama ini kita tahu. Tapi dia memiliki reputasi yang sangat buruk.


"Ayo kita kesana juga, dan melihat siapa pemilik Veneno itu."


Saat ini, Kevin menjawab.


"Baiklah."


Orang orang di sana juga setuju dan kemudian menuju ke arah Lamborghini Veneno itu.


Mereka melihat Rey dan Hitomi turun dari mobil. Dan mereka tercengang. Lagi.


Di saat berikutnya, mereka berteriak bersamaan.


"APA!"


Saat ini semua orang tercengang. Mereka menatap takjub dan rahang mereka jatuh. Melihat Rey, mata mereka penuh keheranan. Apa apaan! Lagi lagi? Tapi sampai batas tertentu, mereka baru saja terbiasa. Berapa banyak supercar yang Rey miliki? Yah, mereka hampir tidak tahu. Bagaimana kalau mereka tahu bahwa Rey juga membelikan para wanitanya masing masing mobil mewah. Mungkin mereka akan pingsan setelah muntah darah.


Rey sering mengganti mobilnya. Sulit membayangkan betapa kayanya Rey. Untuk beberapa saat, semua orang hanya terpaku. Pada saat yang sama, Ivan menghampiri Rey. Dengan senyum di wajahnya, Ivan berbicara pada Rey.


"Bung, apakah veneno ini milikmu?"


Mendengarkan apa yang di katakan Ivan, Rey meliriknya dan kemudian bertanya dengan dingin.


"Ada apa dengan mobilku?"


Rey hanya memberikan Ivan tanggapan dingin, Rey tidak tahu bahwa Ivan adalah ketua SSCC dan sebenarnya Rey juga tidak perduli. Kalau memang dia ketua SSCC kenapa baru mendekati Rey sekarang. Sudah jelas ada maksud tersembunyi di balik itu bukan?


Mendengar tanggapan Rey, Ivan terlihat cukup malu.


"Baiklah, aku hanya ingin berteman denganmu, Aku Ivan, ketua SSCC. Siapa namamu bung?"


"Rey."


Setelah selesai, Rey berbalik dan hendak pergi. Rey melihat Kevin dan yang lainnya berdiri tidak jauh. Ivan merasa malu luar biasa karena Rey tidak perduli dengannya. Kemudian, Ivan berkata dengan cepat.

__ADS_1


"Yah, aku perkirakan kamu lebih muda dari aku. Kalau begitu, aku akan memanggilmu Rey saja. Oke?"


Rey mengerutkan kening setelah mendengar ini. Dalam otaknya berpikir, kenapa manusia ini berperilaku seperti sudah mengenalku. Dasar penjilat sok akrab! Orang yang akrab dengan Rey saja tetap memanggilnya tuan Rey. Bahkan panggilan nama di perbolehkan oleh Rey apabila dia merasa nyaman. Mereka yang lebih tua saja hanya berkenalan dan menyapa dengan lebih hormat. Dia pikir siapa  dirinya berani memanggil Rey dengan namanya.


Rey melirik Ivan dengan dingin lalu segera berhenti. Dia bertanya dengan dingin.


"Apa ada yang lain yang mau kau katakan?"


"Nah, ini masalahnya. Aku ingin tahu apakah kamu tertarik untuk bergabung dengan anggota inti SSCC?"


Senyum membeku di wajah Ivan karena ketakutan. Tetapi ketika dia memikirkan Lamborghini Veneno milik Rey, senyumnya menjadi semakin ceria. Jika Rey bergabung dengan resmi dan menjadi anggota inti, dia merasa akan memiliki kesempatan untuk meminjam mobil itu dan berfoto dengan mobil itu. Dia ingin meminjam mobil orang untuk pamer? Ketua macam apa ini?


Memikirkan hal ini, senyum di wajah Ivan menjadi semakin cerah. Mata Rey dingin dan di penuhi rasa jijik. Dia menjawab dengan dingin.


"Tidak."


Setelah mengatakan itu, Rey berjalan menuju Kevin. Sedangkan Ivan, wajahnya langsung membeku. Kevin dan lainnya juga datang untuk menyambut Rey.


"Tuan Rey!"


"Senang sekali anda datang tuan Rey!"


Semua yang ada di sana tersenyum. Rufio menatap Hitomi di sebelah Rey, dia ingat sering melihat wanita itu menemani Rey di beberapa acara tapi belum sempat bertanya tentang hal ini dan dia pun bertanya.


"Apakah ini nona Rey?"


"Ya, bisa di katakan begitu, dia wanitaku, Hitomi."


Rey mengangguk lalu berkata sambil tersenyum. Setelah mendengar ini, wajah mereka berbinar. Mereka harus mengenali wajah wanita ini apabila tidak ingin menyinggung Rey. Kemudia, mereka mulai memperkenalkan diri kepada Hitomi satu demi satu.


"Senang bertemu dengan anda. Saya Kevin."


"Hai, saya Rufio."


Setelah beberapa perkenalan, Hitomi segera berkenalan dengan orang orang di sana. Wajah Hitomi sedikit memerah. Di panggil nona Rey benar benar membuatnya bahagia. Namun, Ivan yang tidak jauh, segera datang. Melihat Ivan, Ruffio berkata dengan sentuhan sarkasme.


"Bukankah ini tuan Hume, ketua SSCC? Masa sih anda punya waktu buat nonton pameran mobil?"


Semua yang dikatakan Ruffio menetesi asam di hati. Ivan tidak kesal setelah mendengar hal tersebut. Dia hanya tersenyum canggung lalu berkata.


"Nah, karena kalian semua ada di sini, semuanya menjadi jauh lebih mudah. Aku pikir kamu tidak begitu akrab dengan SSCC kami Rey. Biarkan aku menjelaskan keanggotaan inti ini, SSCC ini---..."


Ivan berbicara tanpa henti. Sama seperti nyamuk, dia terus berdengung di telinga Rey dan Hitomi. Ini membuat Rey kesal. Kevin mengerlingkan matanya ke arah Ivan. Dan kemudian, Kevin berbicara dengan Rey.


"Mungkin sebaiknya anda menerima keanggotaan inti itu tuan Rey, kalau tidak, saya rasa anda bisa mendengar ocehannya sampai tua."


Rey mengangguk setelah mendengar ini, dan kemudian dia tidak punya pilihan lain selain setuju untuk bergabung dengan anggota inti SSCC. Serius, jika itu bukan tempat umum, Ivan pasti sudah di bunuh oleh One yang selalu diam diam mengawasi tuannya. Apalagi Ivan terlalu berisik. Mendengar tanggapan Rey, Ivan menepuk bahu Rey dengan lembut.


Dan Ivan berkata.


"Baiklah Rey, aku yakin kalau kamu akan berterima kasih padaku nanti. Kamu akan senang bahwa kamu telah membuat keputusan ini di masa mendatang."


Rey mengerutkan kening dan semakin muak dengan Ivan setelah mendengar ini.

__ADS_1


__ADS_2