
Berpikir tenang hal ini, Brayden memandang Rey dengan terkejut. Dia menarik nafas panjang. Kemudian dia mendekati Rey. Dia berkata.
"Kau benar benar mengerikan Rey."
Brayden berusaha memperbaiki hubungan mereka, walaupun dia tidak bersalah. Identitas Rey terungkap sebagian. Itu normal bahwa Brayden mengambil hati Rey. Walaupun dia lahir di keluarga kaya, dia adalah seorang pengusaha. berteman dengan Rey tidak akan rugi. Mendengar pujian itu, Rey tersenyum tipis dan tidak menanggapinya. Rey masih asik dengan mainan barunya.
"Ini dia! Aku akan membangun sirkuit balap di pulauku dan mencobanya di sana!" Melihat mobil barunya, Rey berkata sambil tersenyum.
Kata katanya mengejutkan Brayden.
"Rey, tolong pinjamkan faktur pembelianmu." Menunjuk kontrak di tangan Rey, Brayden tersenyum dan berbicara.
"Buat apa?" Rey tidak mengerti.
Brayden tersenyum dan berkata.
"Aku mau pamer."
Rey terkejut dengan kejujurannya. Dia tersenyum dan menyerahkan berkas itu pada Brayden. Brayden tersenyum dan mengambil foto berkas itu. Lalu dia mengirim foto itu kepada Jacob, teman karibnya.
[Jacob! Lihat ini!] @Brayden_Morton
Setelah melakukan semua itu, Brayden menyeringai seram. Dia mengembalikan berkas itu dan berkata.
"Terima kasih Rey."
Pada saat yang sama, Brayden menjelaskan kelakuannya sambil tersenyum.
"Sahabatku Jacob, dia dan aku berada di level yang sama. Dia membeli porsche 918. Dan berhari hari dia pamer kepadaku. Aku telah memamerkan ferrari monza milikmu padanya. AKu yakin manusia itu akan segera menelepon aku."
Rey menganggukkan kepalanya dengan tenang dan berkata sambil tersenyum.
"Oke, santai saja."
Saat Brayden menyelesaikan kata katanya, ponselnya berdering.
"Dia menelponku. Hehehe."
Brayden mengerutkan alisnya dan menjawab panggilan itu. Saat telepon tersambung, terdengar suara yang berisik.
[Bajingan! Brayden, dari mana kau dapat fakturnya? Siapa yang membeli monza sp2?]
__ADS_1
Mendengar seruan Jacob, Brayden semakin tersenyum. Dia berkata tanpa ragu.
[Milikku! Mobil itu milikku! Memangnya kenapa! Bagaimana? Apa lebih bagus dari porsche 918 yang kau banggakan itu hah?]
Setelah selesai, Jacob berkata dengan santai.
[Aish! Jangan bohong! Aku tahu itu pasti. Kau dan aku tidak cukup pantas untuk membelinya! Faktur siapa itu? Hanya ada sedikit orang yang mampu membelinya di sini!]
Brayden menghela nafas saat mendengar ucapan Jacob. Dia tidak bisa menipu Jacob. Brayden menjelaskan semuanya dan berteriak saat tahu yang sebenarnya.
[WAAAH!! Rey sangat mengerikan! Badass sekali orang itu! Hahahaha!]
[Apa otakmu meleleh?]
Posisi Jacob saat ini tidak sedang berada di kota. Kalau tidak, dia pasti sudah datang ke tempat itu dengan cepat.
[Kau berengsek sekali Bray, kenapa baru bilang sekarang! Kalau kau mengabari aku satu jam yang lalu aku tidak akan berlibur di pulau ini.]
Jacob marah marah karena tidak bisa menjadi saksi momen langka ini. Brayden tertawa keras lalu menutup telponnya.
"Bagus sekali! Aku akhirnya membalas dendam! Oiya, ini adalah kesempatan langka bagi kita untuk bertemu. Bagaimana kalau kita makan malam bersama?" tanya Brayden melihat ke arah Rey. Tujuan utamanya membangun koneksi dengan Rey.
Mereka berjalan jalan sebentar di pameran itu untuk cuci mata, sesekali Hitomi mencubit pinggang Rey setiap mata Rey tidak pindah dari beberapa model cantik disana. Setelah puas melihat lihat apapun di pameran itu, mereka akhirnya meninggalkan lokasi. Brayden memesan sebuah restoran. Mereka melaju menuju ke restoran.
Brayden akan mentraktir, dia bukanlah orang yang pelit. Restoran itu berada di pusat kota, sebuah restoran pribadi dengan koki yang luar biasa. Mereka tiba di restoran dengan sangat cepat. Mereka memesan beberapa hidangan dan mulai makan.
Di sisi lain obrolan chat grup SSCC sangat memanas ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju restoran. Seseorang menyebarkan berita bahwa Rey membeli ferrari monza sp2. Berita itu menyebar melalui grup.
[Sebuah ferrari monza sp2? Astaga!!]
[Apakah Rey ini orang baru yang baru saja jadi anggota inti dengan kita tadi siang?]
[OH MY GOD! Dia sangat mengagumkan!]
[Seharusnya ini yang pertama di negara kita!]
[Dia sangat keren bukan?]
Mereka heboh di buatnya. Rey tidak berbicara terlalu banyak setelah dia memasuki chat grup. Mengingat bahwa dia mampu membeli monza sp2, dia memang mengerikan. Jelas bahwa Rey memiliki latar belakang yang kuat. Oleh karena itu beberapa orang dalam grup mulai menjilatnya. Tepat saat itu, seseorang di grup mengeluarkan pertanyaan.
[Apakah Jacob membeli porsche 918 sebelumnya?]
__ADS_1
[Brayden punya LeFerrari dan sekarang Rey punya Monza Sp2. Ini luar biasa bukan?]
[Mereka jadi seperti Tiga Pangeran XTown.]
[Ya! Tepat sekali! Aku jadi teringat Empat Pangeran Corano.]
[Empat orang itu tidak layak melawan jaogan XTown kita.]
[Benar juga ya. Brayden, Jacob dan Rey. Mereka bertiga sangat kaya.]
Terjadi diskusi hangat di grup. Ada juga banyak tawa. Itu sudah biasa. Kota XTown dan Kota Corano adalah dua kota metropolitan di negara Tirba. Mereka sangat representatif di selatan dan utara. Oleh karena itu, orang kaya teratas di kedia kota tersebut tidak puas satu sama lain. Mereka telah bersaing satu sama lain selama ber tahun tahun.
Anak anak kaya dari dua kota juga intens bersaing satu sama lain. Itu menjelaskan mengapa mereka sangat bersemangat. Karena Rey membeli monza sp2 pertama di negara Tirba. Ini akan menjadi ikon. Mulai sekarang orang orang kaya di kota XTown telah melampaui mereka yang ada di kota Corano dalam jumlah supercar.
Dan sebagian yang di kota Corano sudah menikah. Mereka bahkan paruh baya. Beberapa dari mereka sama sekali tidak kaya. Reputasi mereka berasal dari kesombongan mereka. Mereka tidak pantas mendapatkan pujian. Tapi orang orang kaya XTown kebanyakan belum menikah. Yang termuda adalah Rey, dengan usia 27 tahun. Kemudian seseorang di grup berbicara.
[Tapi kayaknya kita masih ada yang kurang.]
[Kita hanya memiliki tiga orang kaya pecinta supercar di XTown.]
[Benar! Mending buat jadi empat biar bersaing sama kota Corano.]
Ucapan orang itu membuat grup hening sesaat. Mereka setuju. Tapi siapa yang menjadi orang ke empat? Tidak ada yang berani berbicara. Menyadari kekayaan mereka masing masing tidak sebanding. Tepat pada saat itu Ivan menawarkan sebuah ide.
[Hanya Rey yang sudah masuk anggota inti SSC di antara mereka bertiga. Jacob dan Brayden belum. Jadi seharusnya aku yang ke empat! Jika kalian setuju aku akan mengajak mereka masuk anggota inti dan mempromosikan perkembangan SSCC!]
Orang orang lain dalam grup itu tidak bisa berkata kata. Betapa tidak tahu malunya Ivan mengatakan kata kata seperti itu. Mereka bertiga orang kaya bahkan super kaya di negara ini. Tapi Ivan ini siapa? Bukan siapa siapa! Jika dia menjadi yang keempat, nilai rata rata club akan terjun bebas. Mereka menganggap Ivan ini konyol. Dan mereka tidak perduli dengan ucapannya. Tapi Ivan masih mengoceh di grup.
[Apa ada yang keberatan? Jika tidak aku akan---...]
Melihat itu, seseorang tidak bisa menahan emosinya dan memancing ujaran kebencian banyak orang secara membabi buta.
[Apa kau sudah punya uang untuk membayar hutang 7 juta milikku?]
[Bayar juga punyaku! Aku butuh mobil baru!]
[Mobilmu apa? Balikin mobilku yang kau pakai untuk menggoda gadis gadis kemarin!]
[Ini udah berapa bulan ya? Balikin aja cepet hutangmu.]
Mereka semua tiba tiba menagih semua uang mereka yang pernah di pinjam Ivan. Di kediamannya, wajah Ivan berubah menjadi gelap seketika.
__ADS_1