Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Wakil Komandan


__ADS_3

Tiba tiba ponsel Vonta berdering. Seorang teman dari sasana menelponnya. Vonta menerima panggilan itu.


[Hei, kenapa kalian belum kembali? Ini sudah waktunya latihan sore.]


"Sepertinya aku tidak akan mengikuti latihan sore, tolong katakan pada coach, aku ijin dulu." jawab Vonta santai.


[Haish, baiklah.]


Vonta menutup telponnya dan kembali melanjutkan makan siangnya.


"Sepertinya kita akan bolos latihan sore ini." kata Vonta.


"Ya tidak apa apa, lagipula aku sedikit malas hari ini." jawab Lee sambil mengunyah makanannya.


"Rey, maaf kalau aku mengajakmu ke sini sampai kamu tidak bisa latihan hari ini." kata Teddy.


"Tidak masalah, lagian benar apa yang dikatakan Lee, aku juga tidak berminat latihan sore." jawab Rey santai.


"Ya benar, lanjutkan saja makannya, hehehe." seru Lee belepotan.


***


Di tempat lain,


Perusahaan Pirates Group terus mendesak MegaCore Tech agar memberikan sebagian sahamnya kepada mereka dengan dalih ingin bekerja sama dengan MegaCore Tech.


Tapi Hitomi dan Lita sudah mengetahui taktik bisnis mereka dan dengan tegas Hitomi menolaknya.


"Apa! Berani beraninya mereka menolak kita!" seru orang kaya misterius marah.


"Jika mereka benar benar menolak dengan cara seperti ini, maka aku harus menemukan jalan lain agar bisa memiliki saham di dalam MegaCore Tech itu." lanjut orang kaya misterius mengeratkan giginya.


Dia menelpon Allen Oneal untuk membantunya mendapatkan saham MegaCore Tech itu.


[Ada apa? Apa yang bisa aku bantu?]


Allen bertanya setelah mengangkat telpon dari orang kaya misterius itu.


"Hei Allen, sepertinya ada penguasa baru di kota XTown."


[Hahaha, itu tidak mungkin, jika ada yang melebihiku, maka aku yang akan tahu dari awal.]


"Apa kau tahu MegaCore Tech?"


[Tentu saja aku tahu, memangnya ada apa dengan perusahaan itu?]


"Apa kau tahu siapa pemiliknya?"


[Aku dengar dia seorang wanita kaya dari kota ini.]


"Hahaha, sepertinya kau memang tidak tahu apa apa."


[Hah? Apa yang aku lewatkan? Apa yang salah?]


"Hei, Allen, pemilik MegaCore Tech itu adalah seorang pria muda yang sangat misterius, dia bahkan sudah mengambil alih XTown Commercial Street dari tanganku, itulah yang membuatku marah. Apa kau bisa mencarinya!"


[Hah? Seorang pria muda? Kalau begitu serahkan saja padaku, aku akan mencarinya ke ujung dunia!]


"Jika kau berhasil mengetahui informasinya, maka aku akan memberimu 4 milyar untuk komisinya dan jika kamu bisa membuat dia memberikan saham MegaCore Tech itu padaku, maka masa depanmu akan cerah dan sebagai imbalanmu, aku akan memberikan 20 milyar tambahan."


[Baik, aku akan mencari tahu, aku harap kau tidak ingkar janji dengan apa yang telah kau janjikan padaku.]


"Tentu saja, kapan aku berbohong padamu."


Mereka mengakhiri percakapan di telpon,


"Sialan! Siapa dia!" gumam Allen penasaran.


Allen memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang Rey. Para anak buahnya yang berada di sekitaran kota XTown ini dengan gencar mencari informasi tentang Rey.


Bahkan mereka secara berkelompok menyusuri setiap perusahaan di kota ini untuk menanyakan informasi tentang Rey.


Hitomi dan Lita mendengar desas desus tentang pergerakan kelompok Hellfire dan mengumpulkan manajer yang menjabat di setiap perusahaan Rey.


***


Rey telah selesai dengan makan siangnya.


"Rey, apa rencanamu hari ini?" tanya Teddy semangat.


"aku tidak punya rencana hari ini, bisakah kau mengantarkan aku pulang?" tanya Rey santai.


"Tentu saja, aku akan mengantarkan kalian pulang." jawab Teddy semangat.


Teddy memerintahkan sopirnya untuk menjemputnya kembali ke Leaf Resto. Beberapa saat kemudian, sebuah Rolls-Royce datang dan berhenti tepat di pintu restoran itu.


"Silahkan, Rey." seru Teddy semangat.


"Bos, bagaimana kalau dia tahu rumahmu dan menyebarluaskannya?" tanya Vonta berbisik.


"Tenang saja, aku sudah percaya padanya, lagipula jika dia berkhianat, dia akan menanggung akibatnya. Anggap saja ini sebagai ujian dariku untuknya." jawab Rey santai.


"Baiklah kalau begitu, bos." kata Vonta tenang.


"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Teddy yang dari tadi memperhatikan gerak gerik Vonta.


"Tidak ada apa apa, sudahlah, ayo masuk." kata Rey santai.


Mereka masuk ke dalam mobil Teddy dengan tenang. Kening Rey mengerut ketika sistem memberikan sebuah informasi padanya.


"Vonta, sesampainya di tempatku, tolong bantu Hitomi dan Lita yang sedang sibuk di kantor." kata Rey tiba tiba.


"Tentu bos, aku segera kesana nanti." jawab Vonta semangat.


"Ngomong ngomong, aku belum memberikan kendaraan, kendaraan apa yang kau sukai, Von?" tanya Rey.


"Hah? Bos, aku sudah punya kendaraan, meskipun harganya hanya beberapa puluh juta tapi aku cukup puas dengan mobil itu." kata Vonta.


"Hm, sebaiknya kau simpan saja mobilmu, atau berikan pada pacarmu, itu kurang cocok untukmu, bukankah kamu sekarang sudah menjadi tangan kananku." kata Rey.

__ADS_1


"Kalau begitu baiklah bos, terima kasih banyak." kata Vonta.


"Loh? Lalu apa pekerjaan untukku?" seru Lee.


"Hah? Apa kau sanggup bekerja?" tanya Rey mengerutkan kening.


"Hahaha, tentu saja, percuma dong aku memanggilmu bos kalau aku tidak bekerja. Apa yang tidak bisa aku lakukan di dunia ini?" kata Lee sombong.


"Hahaha, jangankan kerja, cari pacar saja tidak bisa!" ejek Vonta tertawa.


"Brengsek kau Von, jangan meledekku! Siapa tahu kalau aku sudah sukses, aku bahkan bisa mempunyai wanita lebih dari bos." seru Lee santai.


"hahahaha, sudah sudah, kalau kau ingin bekerja, bantulah Vonta, dan mengenai gajimu biar Vonta yang mengaturnya." kata Rey menggelengkan kepala dan tertawa.


"Benarkah bos!?" seru Lee senang.


"Hahahaha, akhirnya aku akan menjadi orang kaya juga!" seru Lee dengan polosnya.


Rey dan Vonta tertawa melihat tingkah Lee itu.


"Hei, Ted, bisnis apa yang keluargamu jalankan?" tanya Vonta.


"Keluargaku berbisnis di bidang properti." jawab Teddy.


"Oh, properti." kata Vonta santai.


"Lalu, berapa banyak perusahaan keluargamu?" lanjut Vonta bertanya.


"Cukup lumayan, tapi di XTown hanya ada empat perusahaan saja." jawab Teddy.


"Banyak juga ternyata." seru Vonta kaget.


"Pantas saja kamu begitu sombong." kata Lee sedikit geram.


"Hahaha, mungkin dia mengira jika hanya dia saja anak orang kaya." seru Vonta tertawa geli.


"Ya, itu adalah kesalahan yang paling buruk untukku." kata Teddy menundukkan kepala.


"Sudah sudah, jangan berlebihan, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, jika orang yang tidak pernah melakukan kesalahan maka orang itu akan susah untuk belajar." kata Rey santai.


"Aku setuju." seru Vonta.


Mereka tiba di gerbang mansion Rey namun kedua penjaga menghentikan mobil Teddy.


"Berhenti, maaf tuan, siapa anda dan ada kepentingan apa datang kemari?" tanya salah satu penjaga sopan.


Rey menurunkan kaca belakang dengan santai.


"Lah? tuan Rey! Maaf kami tidak tahu jika ini adalah anda." kata salah satu penjada itu sopan dan membungkuk hormat saat melihat Rey yang berada di dalam mobil itu.


"Tidak apa apa, kerja bagus!" seru Rey tersenyum.


Penjaga itu segera membukakan pintu gerbang dengan cepat. Mobil itu masuk secara perlahan menuju ke garasi yang ada di belakang mansion Rey.


"Rey, ternyata ini rumahmu!" seru Teddy senang.


"Aku sering melihat mansion ini dan pernah memimpikannya untuk di tinggali, tidak ku sangka kalau kamu adalah pemilik mansion ini." kata Teddy melihat sekeliling.


"Bos! Banyak sekali mobil mewahnya!" seru Vonta kagum.


"Lihat itu Mustang Shelby! Tidak mungkin! Itu adalah cita citaku selama ini untuk memilikinya!" seru Vonta semangat sambil mengelilingi mobil itu dengan senang,


"Sialan! Untung saja aku cepat sadar dengan apa yang aku lakukan kepadanya, jika selangkah lebih lambat maka semua aset keluargaku akan musnah karena kelakuanku!" gumam Teddy dalam hati sambil menggelengkan kepalanya dan terpana oleh rasa kagum saat melihat mobil sport mewah yang berjejeran itu.


"Hei, Vonta, aku sudah menelpon Leon untuk menjemputmu ke sini, pergilah dan ajak Lee bersamamu." kata Rey.


"Baik bos!" seru Vonta senang.


"Seberapa kaya orang ini? Bahkan dia memiliki 86% perusahaan di kota ini." gumam Teddy dalam hati kagum.


"Baiklah, ayo masuk dulu." ajak Rey santai.


Ketika Teddy memasuki mansion ini, Teddy lagi lagi tercengang saat melihat dekorasi mansion yang begitu menakjubkan.


"Rey, berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk mansion ini?" tanya Teddy penasaran sambil melihat sekeliling.


"Tidak banyak, hanya beberapa milyar saja." kata Rey cuek.


"Apa katamu! Milyar! Itu hanya beberapa katamu!" seru Lee.


"Aku bahkan belum pernah melihat wujud uang sebanyak itu." kata Lee polos.


"Rey, aku kagum padamu, dengan usia yang masih muda, kamu sudah sangat sukses." kata Teddy memuji.


"Hahaha, ini hanya keberuntunganku saja." jawab Rey santai.


"Aku pantas belajar darimu." kata Teddy kagum.


Selang beberapa menit kemudian, Leon datan dan segera masuk ke ruang tamu mansion untuk menemui Rey, bersamaan dengan bibi membawa minuman untuk mereka.


"Leon, kamu sudah datang." kata Rey saat melihat Leon yang baru masuk.


"Iya kakak bos, apa yang bisa aku lakukan?" tanya Leon semangat.


"Antarkan Vonta dan Lee untuk membantu Hitomi di kantor." jawab Rey santai.


"Baik kakak bos, aku akan segera mengantar mereka." jawab Leon semangat.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu bos." kata Vonta senang.


"Aku juga." tambah Lee.


"Hati hati bos." bisik Lee ke telinga Rey.


Rey tertawa melihat kelakuan Lee dan menggelengkan kepala. Vonta mengikuti Leon untuk berangkat ke kantor Hitomi.


Sebelumnya Rey sudah berbicara dengan Hitomi dan Lita tentang pekerjaan yang telah Rey berikan kepada Vonta, tapi Rey belum mengatakan kalau Lee juga ikut.


"Rey, bolehkah aku menjadi rekan bisnismu, mungkin dalam beberapa proyek yang akan datang." kata Teddy.

__ADS_1


"Tentu saja, apa yang bisa aku bantu untukmu." tanya Rey santai.


"Keluargaku memiliki proyek pembangunan sebuah perumahan elit di kota JTown dan aku di tunjuk oleh ayahku untuk bertanggung jawab atas proyek itu." kata Teddy.


"Tapi aku belum menemukan investor yang akan menyuntikkan dananya ke dalam proyek ini." lanjut Teddy.


"JTown?" tanya Rey.


"Ya, kota JTown, kenapa memangnya?" tanya Teddy penasaran.


"Kota JTown adalah kota kelahiranku, dan aku berasal dari kota itu sebelum aku pergi kemari." jawab Rey santai.


"Itu bagus! Maka dari itu sepertinya aku tidak salah memilihmu sebagai investor proyek ini, apa kamu tertarik?" tanya Teddy semangat.


"Berapa dana yang kamu inginkan untuk proyek ini?" tanya Rey santai.


"Untuk tahap awal kami membutuhkan dana sekitar 30 milyar, dan tahap kedua sekitar 50 milyar, untuk tahap akhir sekitar 120 milyar." kata Teddy teliti.


"Baiklah, aku akan memeriksanya terlebih dahulu. Kamu bisa kirimkan aku dokumennya agar aku bisa mempelajarinya." kata Rey santai.


"Sayang, kamu sudah pulang rupanya." seru Fafa berjalan ke arah Rey dan mencium bibir Rey dengan lembut.


Kedua wanita yang mengikuti Fafa dari belakang melakukan hal yang sama.


"Apa! Jadi benar mereka semua wanitanya Rey!" gumam Teddy dalam hati kaget saat melihat ketiga wanita itu mencium bibir Rey secara bergantian.


"Sayang, aku harus pulang ke rumah hari ini, ibuku menelponku tadi siang." kata Fafa merangkul tangan Rey lembut di jawab anggukan kepala Rey.


"Titip salam untuk ibumu." kata Rey.


"Tentu." kata Fafa berbalik dan pergi.


Sementara, Yuri dan Sabrina duduk di samping Rey sambil menatap Teddy dengan jijik.


"Sedang apa kamu di rumahku?!" seru Yuri cemberut.


"Hush! Jangan begitu, seharusnya sambut dia dengan sopan." kata Rey mengelus rambut Yuri.


"Apa! Aku harus menyambutnya! Sayang, dia telah merusak mobilku, apa kamu ingat?" seru Yuri.


"Maafkan aku nona, waktu itu benar benar kesalahanku." kata Teddy membungkukkan badan ke arah Yuri.


"Sudah sudah, lupakan saja, lagian Hitomi yang menabrak, bukan Teddy." kata Rey kepada Yuri.


"Yuri sebaiknya kamu mandi dulu sana, aku akan mengajak kalian ke suatu tempat." kata Rey berbohong.


Rey sengaja berbohong agar Teddy tidak merasa canggung dengan perlakuan Yuri.


"Baiklah." seru Yuri masih menatap Teddy dengan kesal.


"Sayang, aku juga mandi dulu." kata Sabrina lembut.


Rey mengangguk pelan.


***


Sementara itu, Vonta dan Lee sampai di kantor Hitomi dan menuju ke lantai 76.


"Von, besar sekali kantor ini, seperti sebuah hotel bintang lima ketimbang kantor." seru Lee kagum.


Vonta menggelengkan kepala sambil menatap Lee.


"Lee, jangan sampai nanti kamu mempermalukan aku, ingat kamu sekarang adalah wakilku." seru Vonta.


"Hahaha, baik baik, aku tidak akan membuatmu malu, percayakan saja padaku." seru Lee tertawa.


Pintu lift terbuka di lantai 76, mereka bertiga berjalan ke arah ruangan Hitomi.


"Kak Hitomi." kata Leon sambil mengetuk pintu ruangan Hitomi.


"Masuk saja, Leon." jawab Hitomi sambil melihat ke layar laptopnya.


Leon segera masuk mengantar Vonta dan Lee.


"Kak, kedua teman kakak bos, ingin bertemu." kata Leon sopan.


"Hah! Lee! Baiklah Leon, terima kasih." kata Hitomi.


Leon berbalik dan pergi.


"Lee, ada apa kamu kesini? Bukankah Rey mengatakan hanya Vonta saja?" tanya Hitomi.


"Maaf nona, dia wakilku mulai hari ini." jawab Vonta sebelum Lee menjawab pertanyaan Hitomi.


"Oh begitu ya, oiya, silahkan duduk, jangan sungkan." kata Hitomi menunjuk ke arah sofa yang terdapat di ujung kantornya.


"Hitomi, sepertinya ada masalah!" seru Lita yang langsung masuk ke dalam ruang kantor Hitomi.


"Hah? Masalah apa Lita?" tanya Hitomi kaget.


"Lihat ini!" seru Lita memperlihatkan laptopnya kepada Hitomi.


"Loh? Eh? Vonta ada di sini?" tanya Lita santai.


"Iya nona, aku di suruh bos untuk kesini dan membantu nona." jawab Vonta senang.


"Kalau begitu, kebetulan, lihat ini!" kata Hitomi menyerahkan laptopnya ke arah Vonta.


Di dalam layar laptop itu sedang memutar sebuah video pendek dimana segerombolan orang masuk ke salah satu perusahaan dan mulai mengamuk dengan memecahkan kaca kaca yang terdapat di ruangan itu, dan yang paling mengejutkan, segerombolan orang itu menanyakan tentang Rey kepada setiap karyawan yang mereka temui di perusahaan itu.


"Sialan! Kenapa para preman ini mencari bos?!" seru Vonta menatap layar laptop.


Hitomi dan Lita memberitahu Vonta dan Lee tentang seorang pengusaha besar yang misterius itu dengan rinci.


"Jadi begitu ya, baiklah kalau begitu, aku akan mulai bertindak, aku akan mengumpulkan beberapa temanku untuk menjadi penjaga di setiap perusahaan milik bos."


Vonta segera memanggil beberapa temannya yang cukup di percaya olehnya dan membuat janji untuk berkumpul di depan mansion Rey malam nanti.


Saat Hitomi dan Lita melihat kemampuan Vonta yang gerak cepat, mereka merasa kagum dengan apa yang di lakukannya.

__ADS_1


"Ternyata ini tujuan Rey agar Vonta memegang pekerjaan sebagai komandan penjaga." kata Hitomi dalam hati kagum dengan pemikiran dan rencana Rey.


Padahal jika Rey mau, dia bisa saja meminta pasukan cyborg untuk menghancurkan seluruh kota, tapi Rey memiliki rencana lain untuk mengembangkan dan meningkatkan status sosial semua orang yang di anggap sebagai keluarga. Dan untuk para cyborg, untuk saat ini tugas mereka masih menjaga orang orang terdekat Rey saja, dan menurut Rey, belum saatnya pasukan rahasianya itu ikut campur dalam urusan kecil.


__ADS_2