
Ketika Rey dan Yuri sedang asyik mengobrol tiba tiba seorang pria datang dan memberikan sebuah catatan kepada Rey. Catatan itu berasal dari Fafa, dia mengajak Rey bertemu di Leaf Resto. Melihat tulisan resto, Rey jelas tidak menolak, pada dasarnya Rey memang doyan makan. Rey berpamitan pada Yuri tapi ternyata Yuri malah meminta ikut. Karena Rey membawa mobil sendiri, dia meminta Yuri untuk berangkat duluan. Rey akan menyusul nanti setelah menghabiskan minumannya.
Ketika sampai di Leaf Resto, Rey melihat Yuri duduk bersama Fafa, rupanya mereka saling mengenal. Rey pun menghampiri kedua wanita itu. Rey mengambil kursi dan duduk bersama mereka.
"Eh? Dimana yang lain?" tanya Rey celingukan.
"Aku tidak mengundang orang lain... Yuri saja juga tidak aku undang!" kata Fafa dingin.
Rey melirik ke arah Yuri yang hanya bisa tertawa. Beberapa saat kemudian makanan yang di pesan datang.
"Eh kenapa banyak sekali, perasaan aku hanya pesan beberapa menu saja..." kata Fafa dalam hati.
"Tuan dan nona nona, ini anggur terbaik di restoran ini, anggur ini di produksi tahun 90, harganya sekitar 20 juta dan kami memberikan secara gratis sebagai ucapan selamat datang." kata seorang pelayan sambil menuangkan anggur ke setiap gelas. Manager restoran ini tau bosnya datang dan sengaja memberikan pelayanan terbaiknya. Sementara Fafa dan Yuri mereka tidak tahu apa apa.
"Apa?! Anggur ini gratis?" tanya Fafa. Dia tidak menyangka restoran ini menyambut mereka, dan Fafa menganggapnya seperti itu tanpa curiga sedikitpun. Pelayan yang di tanya hanya mengangguk dengan hormat.
"Kalau gitu, mari bersulang untuk perkenalan kita!" seru Rey sambil mengangkat gelas anggurnya.
"Cheers!" mereka bertiga bersulang.
"Eh? Apakah ini kaviar?" seru Yuri terkejut. Fafa menoleh ke arah Yuri menunjuk, ternyata benar ada kaviar, Fafa merasa aneh karena dia tahu apa yang sudah dipesannya.
"Baru kali ini aku makan kaviar, jangankan makan, lihat aja baru sekarang,,,hehehe..." Yuri dengan polosnya mengatakan. Walau anak orang kaya tapi keluarga Yuri hanya memiliki beberapa perusahaan saja. Kekayaannya masih dibilang wajar. Rey hanya menggelengakan kepalanya. Ketika mereka akan mulai makan, tiba tiba tingkah iseng Rey kambuh.
"Tunggu! Bagaimana kalo taruhan?" kata Rey sambil menggosokkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Taruhan apa maksudmu?" tanya Fafa.
"Siapa yang paling banyak makan di antara kalian berdua, akan aku ajak makan malam besok!" seru Rey.
Yuri dan Fafa saling bertukar pandang. Pada dasarnya mereka berdua tertarik dengan Rey dan ingin mendekatinya. Apalagi Fafa yang menganggap Yuri adalah saingannya.
"OKE!" kedua wanita itu menjawab kompak. Mereka berdua bergegas mengambil makanan sebanyak yang mereka bisa. Sementara Rey melihat pemandangan itu membuatnya tertawa senang. Mereka berdua bersaing dengan semangat. Mereka saling mengejek bahkan saling melempar makanan sesekali. Rey benar benar tertawa bahagia kelakuan kedua wanita itu.
Tadi saja mereka bersikap anggun namun kali ini benar benar berbeda. Melihat wajah mereka berdua dengan mulut penuh makanan dengan minyak yang belepotan di sekitar mulut mereka membuat Rey tertawa terbahak bahak. Dan akhirnya mereka berdua menyelesaikan makannya dengan skor seimbang. Rey pun menepati janji dan akan mengajak mereka makan malam di rumahnya.
Yuri dan Fafa merasa sangat kenyang dan memegang peruntnya masing masing. Sementara Rey bahagia dengan hiburan yang dilakukan oleh mereka berdua. Hingga mereka pun memutuskan untuk pulang, namun saat Fafa hendak membayar di kasir, kasir itu menolaknya. Fafa pun merasa ada yang aneh.
"Maaf nona, makanan ini sengaja kami berikan untuk bos kami, karena anda salah satu teman bos, maka kami tidak mengambil pembayaran." ucap pelayan kasir.
"Ha? Maaf tapi aku merasa tidak mengenal bos anda, ini pasti ada yang salah.." tanya Fafa kaget.
"A-Apa!" Fafa terkejut ketika pelayan mengatakan bahwa Rey adalah bos mereka, yang artinya Rey adalah pemilik Leaf Resto. Sementara Rey sedang duduk dengan santai di depan Yuri sambil mengobrol.
"Sepertinya perutku akan meledak!" seru Yuri sambil mengelus perutnya. Rey hanya tertawa mendengar ucapan Yuri. Tidak lama kemudian Fafa kembali ke meja mereka sambil menundukkan kepalanya.
"Rey! Kenapa kau tidak bilang kalau restoran ini milikmu! Seru Fafa sedikit malu.
"APA! Apa yang kau bilang barusan Fa?" tanya Yuri dengan kaget. Kemudian menatap Rey dengan wajah bodoh.
"Iya, memang, sudah lupain aja, kita teman kan? Jadi buat apa merahasiakannya..." Rey menghelas nafas sambil menatap kedua wanita itu. Lalu mereka pun mengangguk dan akhirnya mereka pulang dengan perasaan senang setelah bertukar kontak. Di perjalanan Yuri dan Fafa membicarakan tentang Rey dengan semua yang terjadi di restoran itu.
__ADS_1
"Ah sial! Bikin malu aja, niatnya aku yang traktir malah jadi sebaliknya." Keluh Fafa.
"Aku bahkan tidak menyangka jika Leaf Resto itu miliknya..."
"Jika tau, mungkin aku akan mengajak ke restoran lain.. Aku jadi makin penasaran.."
"Mana aku tahu? Dia cuma bilang baru datang dari JTown...itu saja.."
Yuri hanya diam mendengar keluhan Fafa, Yuri merasa tidak pantas untuk bersaing, dia sadar statusnya benar benar jauh berbeda. Rey kembali ke mansion dan bergegas ke lantai tiga lalu berbaring untuk melepas lelah. tiba tiba ponselnya berdering. Terlihat nomor asing di sana.
"Siapa?"
"Halo tuan Rey, Saya Xena pemilik Leaf Resto lama, saya teman Hitomi, apa saya mengganggu?"
"Ada apa nona Xena?"
"Sebenarnya saya malu untuk mengatakannya tuan Rey..."
"Hah? Kenapa malu, teman Hitomi berarti temanku juga..."
"Ah terima kasih tuan Rey, apa besok siang anda ada waktu, tidak sopan saya menjelaskan di telepon..."
"Kalo gitu, datang aja kesini besok, tanya Hitomi alamatnya, sekitar jam 2 aku tidak sibuk.."
"Baik tuan Rey, saya besok akan kesana, terima kasih, maaf sudah mengganggu waktu anda."
__ADS_1
"No Problemo!"
Setelah Rey menutup teleponnya, dia bersiap untuk tidur, Rey merasa bahwa di kota Xtown ini banyak wanita cantik, apa karena Xtown lebih besar dari Jtown. Mungkin karena Jtown di dominasi banyak organisasi mafia maka wanita wanita di sana memang lebih garang. Rey terlelap tidak menyangka dirinya akan di kelilingi banyak wanita.