
Pagi hari pintu kamar Rey diketuk oleh bibi untuk membertiahukan bahwa sarapan sudah siap. Bibi kaget karena bukan Rey menjawab tapi Hitomi. Rey dibangunkan oleh Hitomi dengan lembut. Setelah Rey terbangun, dia meminta Hitomi untuk menemaninya mandi. Rey beranjak dari tempat tidur dan menggendong Hitomi ke kamar mandi.
Hitomi memeluk pundak Rey dengan wajah yang bersemu merah. Di kamar mandi Rey membantu Hitomi melepaskan pakaiannya satu persatu. Dengan wajah yang masin merah, Hitomi tersipu sipu dengan perlakuan Rey kepadanya. Ketika Hitomi akan berjalan ke arah shower, Rey menarik lengannya. Rey memutuskan untuk mandi dengan bathub dan mulai mengisi bak mandinya itu.
Hitomi hanya menganggukkan kepalanya dengan patuh. Mereka berdua segera berendam di bak yang telah terisi bersama. Rey berada tepat di belakang sambil menggosok punggung Hitomi dengan lembut. Hitomi yang wajahnya bersemu terlhiat semakin cantik. Rey membalikkan badan Hitomi dan melanjutkan menggosok bagian depan tubuh Hitomi yang seputih salju dan selembut kapas itu.
Perlakuan Rey itu membuat Hitomi merasakan sesuatu yang berdenyut di sarang naganya. Hitomi memeluk Rey dengan lembut dan mencium bibir Rey. Rey juga membalas ciuman Hitomi dengan lembut dan mereka berdua melakukan pergelutan seperti biasa. Mereka berdua menyelesaikan mandinya setelah bercinta dan mulai memakai pakaian masing masing.
Suara ketukan pintu terdengar lagi, tapi kali ini lebih ke suara gedoran keras. Dan terdengar suara teriakan Yuri di luar kamar. Hitomi yang mendengar iitu menuju tangga pribadi untuk turun ke kamarnya dengan cepat. Rey berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Sayang, kenapa pintunya di kunci?" tanya Yuri mengerutkan kening.
"Aku lupa, semalam terlalu lelah bekerja." jawab Rey santai.
Mereka berdua turun ke ruang makan dan Hitomi sudah menunggu di sana, Mereka menikmati sarapan sambil mengobrol.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Sebuah mobil Pagani Zonda Revolicion]
Rey berhenti makan sejenak, lalu menggelengkan kepalanya senang. Mereka menyelesaikan sarapan mereka dengan tenang.
Rey berjalan ke ruang santai di ikuti oleh Yuri dan Hitomi. Rey dan Yuri sedang bersantai sedangkan Hitomi membuka laptopnya untuk memeriksa beberapa email karena tidak pergi ke kantor.
"Yuri, kemana Fafa? Kok sepertinya dua hari ini aku tidak melihatnya." tanya Rey,
"Eh? Benar juga ya. Coba aku telpon." jawab Yuri.
Yuri mencoba menghubungi Fafa, tapi telponnya tidak diangkat. Setelah di telpon beberapa kali juga tidak di angkat. Rey ikutan penasaran dan mencoba menelpon Fafa. Tapi ternyata sama saja. Rey mengerutkan kening sambil melihat ke arah Yuri sambil menggelengkan kepalanya.
"Hitomi, coba kamu hubungi Fafa."
Hitomi yang sedang menatap laptop menoleh dan mencoba menghubungi Fafa. Tapi tetap tidak ada jawaban. Merka bertiga saling pandang dan menggeleng. Yuri berdiri dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya.
__ADS_1
"Sayang, aku akan ke kampus dan rumah Fafa untuk mencarinya."
Yuri pergi meninggalkan mansion. Rey kebingungan setelah beberapa kali mencoba menghubungi Fafa. Hitomi juga bingung. Mereka berdua kini hanya menunggu kabar dari Yuri.
Satu jam kemudian, ponsel Rey berdering. Terlihat nama Yuri di sana. Rey segera mengangkat telponnya.
[Yuri, gimana?]
[Fafa tidak ada di kampus, ini sekarang aku di rumahnya. Kata pelayan, Fafa habis bertengkar dengan ibunya, dan pergi dari rumah. Ibunya juga tidak tahu Fafa dimana.]
[APA! Kalo gitu kamu langsung ke tempat Xena, kita ketmu disana.]
Rey mulai panik. Rey dan Hitomi bergegas untuk ke rumah Xena untuk berkumpul. Mereka berdua membawa mobil mereka masing masing. Dalam kondisi seperti ini, Rey masih saja sempat untuk mencoba mobil barunya. Mereka berdua ngebut agar segera sampai di rumah Xena.
Rey dengan cepat tiba di rumah Xena di ikuti oleh Hitomi kemudian Yuri.
"Sayang, ada apa?" tanya Xena lembut.
"Fafa hilang, dia tidak ada di kampus, dia juga pergi dari rumah."
"Beberapa kali, kami bertiga sudah mencoba tapi tetap tidak ada jawaban."
"Kata pelayannya, Fafa dan ibunya semalam bertengkar." tambah Yuri.
"Apa kau sudah bertemu ibunya?"
"Belum sih, baru pelayannya."
Mereka berempat mencoba berpikir kemana perginya Fafa akhirnya mereka mulai membagi tugas mereka. Yuri mencoba menghubungi Sabrina dan mencarikan nomer nomer ponsel orang yang dekat dengan Fafa. Hitomi menghubungi semua hotel untuk menanyakan jika ada tamu yang bernama Fafa Amore. Rey bergegas pergi menemui teman teman club mobilnya untuk membantu mencari Fafa.
Xena memutuskan untuk menemui ibu Fafa secara langsung, untuk mencari tahu informasi akurat kenapa Fafa pergi dari rumah.
Rey, Hitomi dan Yuri tidak mendapatkan infomasi sedikitpun dari teman temannya dan semua hotel di XTown. Bahkan di semua penginapan dan hotel milik Rey juga tidak ada. Rey semakin merasa khawatir dengan Fafa.
__ADS_1
Dengan perasaan kecewa, Rey kembali ke rumah Xena. Setelah mencari informasi dengan teman temannya tapi tidak ada hasilnya.
"Gimana nak? apa sudah ada kabar tentang Fafa?" tanya ibu Xena perhatian.
"Belum bu."
"Harus kemana lagi kita mencarinya?" tanya Yuri yang baru saja kembali tanpa hasil juga.
"Entahlah, kita tunggu Xena pulang dulu."
Beberapa saat kemudian, Xena kembali ke rumahnya. Rey dan yang lainnya menunggu kabar yang dia bawa dari rumah Fafa. Xena kemudian menceritakan kronologi seluruh kejadian di rumah Fafa. Bahkan ibu Fafa mengaku kepada Xena bahwa telah menampar Fafa dua kali malam itu.
"Apa! Teddy Larks!" seru Rey marah.
"Kenapa ibunya Fafa mengundang Teddy makan malam?" tanya Yuri.
Xena pun menceritakan bahwa keluarga Amore sedang memiliki masalah keuangan dengan perusahaan keluarganya dan berniat untuk meminta bantuan dengan keluarga Larks. Dan ibunya juga tidak menyadari bahwa Fafa sudah tidak ada di rumah apabila Xena tadi tidak berkunjung.
"Sialan! Teddy Larks!" seru Rey marah.
"Terima kasih bantuanmu Xena." kata Hitomi sambil mengelus punggung Rey.
"Tidak perlu, Fafa juga adikku bukan? Aku juga khawatir." jawab Xena.
"Sebaiknya kita pulang dulu." kata Rey dingin.
"Apa kalian tidak mau makan dulu?" tanya ibu Xena.
"Tidak usah repot repot bu, kami bisa makan di rumah nanti." jawab Rey.
Rey berpamitan untuk kembali, selama perjalanan pulang dia selalu menoleh kanan dan kiri, berharap bisa menemukan Fafa. Begitu juga dengan Hitomi dan Yuri, mereka juga khawatir dengan keberadaan Fafa. Setibanya di mansion, Rey memarkirkan mobilnya di garasi tanpa semangat.
Hitomi dan Yuri mengikuti Rey dari belakang hingga mereka tiba di ruang makan. Rey meminta bibi untuk menyiapkan makanan, karena lapar setelah seharian berkeliling. Mereka dari pagi hingga sore mencari keberadaan Fafa tapi mereka tidak bisa menemukannya.
__ADS_1
***
Di sebuah mansion, di dalam kamar tidur besar Fafa sedang melamun seorang diri. Fafa lupa membawa ponselnya ketika dia pergi dari rumah, maka dari itu dia tidak tahu Rey dan yang lainnya sedang mencarinya. Fafa masih dalam keadaan sakit hati atas perlakuan ibunya.