Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Ketika iring iringan mobil mewah itu melewati bundaran air mancur itu, membuat perhatian para pengunjung dan pengendara lain tertuju pada rombongan mobil mewah itu. Para turis menggunakan kamera ponselnya untuk mengambil beberapa foto dan video rombongan mobil mewah tersebut. Rey dan para wanitanya tiba di rumah Xena dan segera memarkiran mobil mereka dengan berurutan. Rey memimpin jalannya menuju ke depan pintu rumah Xena.


***


Di rumah Leon, dia pulang dengan bahagia dan segera menghampiri ibunya dengan senang.


"Ah nak, kamu sudah pulang!" seru ibu Leon berjalan menuju depan rumahnya.


"Iya ibu."


"Ada apa? Kenapa raut wajahmu seperti itu?"


"Memangnya ada apa dengan wajahku?" jawab Leon melihat ke depan kaca samping pintu rumahnya.


"Kelihatannya wajahmu seperti orang bodoh."


"Hahahaha,,, eh ibu, coba lihat ini!" seru Leon memperlihatkan ponsel kepada ibunya dengan gembira.


"Hah? Ini? Banyak sekali uangmu!" seru ibu Leon tak percaya.


"Uang ini pemberian kakak bos barusan."


"Ah anak itu,, seperti kau sudah dianggap adik saja."


"Memang begitu kenyataannya bu."


"Eh? Kalau begitu kapan kapan ajaklah untuk makan malam di sini."


"Ah untuk saat ini aku masih ragu, aku takut kakak bos akan menolaknya."


"Jangan berpikir seperti itu Leon, aku yakin nak Rey akan setuju."


"Yah baikla, nanti aku akan mencobanya..."


***


Di rumah Xena, Rey dan yang lainnya di sambut dengan semangat oleh ibu Xena dan mereka masuk ke dalam rumah.


"Sayang, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Xena menggenggam tangan Rey.


"Yah masih baik baik saja untungnya... Oiya bagaimana dengan terapinya bu?" tanya Rey berjalan mendekat ke arah ibu Xena.


"Sangat baik, bahkan aku merasa bisa menggerakan kakiku sedikit."


"Bagus sekali,,segera sembuh bu, setelah itu ikut kami bertamsya. Hehehe."


"Nona Xena, makan malam sudah siap." kata asisten rumah tangga hormat.


"Baiklah, terima kasih."


"Kalau gitu ayo kita makan." ajak ibunya Xena semangat.


Xena memimpin jalannya menuju ke ruang makan di ikuti oleh yang lainnya, Rey mengikuti Xena sambil mendorong kursi roda ibu Xena. Mereka segera duduk di kursinya masing masing. Rey mengambilkan beberapa makanan untuk ibu Xena. Sedangkan Xena duduk di samping Rey bersama ibunya, Xena menyiapkan makanan kesukaan Rey dan mengupas cangkang lobster itu. Mereka semua dengan gembira makan malam bersama.

__ADS_1


"Sayang, ada sesuatu yang harus aku tanyakan padamu." kata Xena.


"Hah? Apa yang mau kamu tanya?" jawab Rey sambil memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya.


"Maaf kalau aku menanyakan tentang ini oke?"


"Udah tanya aja. Ada apa?"


"Semalam kamu mengirim uang kepadaku, dan itu terlalu banyak untukku, sebaiknya aku kembalikan padamu."


"Apaan maksudnya mengembalikan uang padaku?" seru Rey sambil meletakkan sendok dan garpunya.


"Jika kau berani mengembalikan uang itu padaku, maka mulai sekarang kita tidak punya hubungan apa apa." bisik Rey di telinga Xena.


Xena tersentak kaget ketika mendengar kata kata Rey di telinganya. Dia menundukkan kepalanya tanpa mengatakan sepatah kata. Rey kembali mengambil sendok dan garpunya dan melanjutkan makan malamnya dengan santai. Mereka mengobrol dengan gembira satu sama lain. Setalah mereka selesai dengan makan malamnya, Hitomi membuka sebotol wine dan menuangkan ke dalam gelas yang sudah di bawakan oleh asisten rumah tangga Xena. Mereka menikmati wine itu dengan senang.


"Nak, bagaimana dengan bisnismu hari ini" tanya ibu Xena.


"Baik baik saja bu, cukup menyenangkan. Oh iya bu, aku punya permintaan dari ibu." kata Rey menggenggam tangan ibu Xena.


"Hah? Permintaan apa nak?"


"Bukan permintaan sih, lebih tepatnya pertanyaan."


"Oh... Lalu apa yang ingin kamu tanyakan nak?"


"Bu, kapan ulang tahun Xena?" tanya Rey berbisik bisik.


"Masih lama nak, tanggal 26 bulan empat, itu masih dua bulan lagi."


"Tentu."


"Sayang kenapa bisik bisik?" tanya Xena mengerutkan keningnya.


"Siapa yang bisik bisik?"


"Sayang, maaf ya tadi aku bicara seperti itu, karena aku tidak mau di anggap sebagai wanita mata duitan."


"Tentu saja tidak! Nanti Hitomi akan menjelaskan padamu. Dan ingat! Uang yang aku miliki itu milikmu juga karena kamu adalah wanitaku!"


"Terima kasih sayang." seru Xena mencium pipi Rey.


Yuri, Fafa dan Hitomi, wajah mereka sudah mulai memerah karena terlalu banyak minum wine.


"Hey! Jangan terlalu banyak minum! Nanti bagaimana kalian akan menyetir untuk pulang!" seru Rey.


"Tenang saja sayang, kami hanya menghabiskan satu botol ini saja. Ini tidak akan membuat kami mabuk!" jawab Yuri polos.


Rey hanya geleng geleng kepala.


"Baiklah bu, sepertinya aku harus segera pulang." kata Rey.


"Hah? Kenapa buru buru? Sebaiknya kalian menginap saja di sini."

__ADS_1


"Bukan begitu bu, besok aku dan Hitomi harus bekerja, sedangkan mereka berdua harus kuliah juga."


"Ah baiklah nak, kalau begitu." jawab ibu Xena sedikit kecewa.


"Jika kami libur kuliah kami pasti akan kesini lagi bu." kata Fafa berjalan ke arah ibu Xena.


"Sayang, aku masih merindukanmu, kenapa tidak menginap saja di sini." kata Xena enggan melepas genggaman tangan Rey.


"Xena, besok aku harus kerja. Jika aku menginap disini bagaimana dengan bisnisku? Nanti kalau luang aku kemari." kata Rey bohong, padahal jelas jelas yang mengerjakan semua pekerjaan adalah Hitomi.


Xena mengangguk dengan gembira membuat wajahnya memerah.


"Kalau begitu kami pamit dulu." kata Rey menepuk lembut tangan Ibu Xena.


"Iya ibu, kami juga pamit." tambah Fafa dan yang lainnya.


"Hati hati di jalan kalian semuanya nak."


Rey bersama ketiga wanitanya menuju ke mobilnya masing masing. Setelah keluar gerbang rumah Xena, Fafa berpisah dengan iring iringan mobil Rey, karena Fafa memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


"Sayang, aku pulang duluan ya!" seru Fafa di interkom mobilnya yang terhubung ke mobil Rey.


"Oke, hati hati di jalan." jawab Rey penuh perhatian.


***


Mereka menginjak pedal gas dengan santai dan kembali ke mansion. Sesampainya di mansion, Yuri turun dari mobilnya dan melihat sekeliling mobilnya dengan senang.


"Apa yang kau lihat?" tanya Rey melihat Yuri yang sedang berkeliling di depan mobilnya.


"Sayang, mobil ini seperti baru lagi!" seru Yuri senang mengatakan hal yang sama seperti tadi sore.


Hitomi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Rey tertawa melihat kelakuan Yuri yang seperti itu.


"Sudah, ayo masuk nanti kamu masuk angin lalu sakit!" kata Rey berjalan ke dalam mansion.


"Sebaiknya kalian istirahat." lanjutnya sambil berjalan menuju kamarnya.


Hitomi dan Yuri mengangguk dengan patuh lalu mereka menuju kamarnya masing masing.


"Sayang!" teriak Yuri berjalan ke arah Rey.


"Ada apa lagi?" tanya Rey mengelus rambut Yuri.


"Bolehkah aku tidur denganmu?" tanya Yuri manja.


"Baiklah," jawab Rey mengangguk.


Sebelum Rey berjalan ke lantai tiga, Rey menengok ke arah Hitomi.


"Hitomi, apa kamu ikut dengan kami?"


"Baiklah sayang, duluan saja, nanti aku menyusul."

__ADS_1


Rey naik ke lantai tiga dan masuk ke kamarnya bersama Yuri. Rey berjalan ke tempat tidur, sebelumnya dia juga melepas pakaiannya seperti biasa ketika dia mau tidur dan hanya menyisakan ********** saja. Yuri mengikutinya dari belakang, dengan lembut memeluk pinggang lelakinya itu. Rey terlelap dalam tidurnya tanpa memikirkan hal yang tidak tidak, karena dia sedang tidak ingin bercinta. Beberapa saat kemudian Hitomi menyusul mereka untuk tidur bersama. Hitomi berbaring di samping Rey dan dia ikut terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2