
Rey terbangun di pagi hari mendengar notofikasi dari systemnya.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Sebuah mobil Koenigsegg CCXR Terevita.]
"Apa? Sebuah mobil? Ah aku harus segera melihatnya!" Rey bergegas memakai pakaiannya dan mengambil kunci yang sangat unik di mejanya lau segera pergi menuju garasi mobilnya.
"Sial! Mobil ini sangat keren!" Rey dengan semangat melihat mobil itu luar dan dalam. Mobil ini sangan nyaman dengan interior dilapisi kulit dan dashboard depan terbuat dari kayu yang sangat istimewa, bahkan body nya dibalut dengan serat karbon yang ringan dan kuat.
"Semahal apa mobil ini?" tanya Rey merasa kagum sambil berbicara sendiri di dalam mobil. Rey segera membuka internet di ponselnya dan mencari data mobil ini.
"Sialan! Harganya 54 miliar yang tipe biasa!" Rey kaget melihat harga mobil itu di internet. Mobil Rey adalah tipe limited edition yang di buat secara inden dan harganya hampir dua kali lipat dari tipe biasa. Rey menggelengkan kepalanya dan merasa sangat senang.
Rey pergi ke markas SSCC seperti biasa, tempat ini selalu ramai dari pagi hingga malam, karena memang menjadi tempat anak anak orang kaya menghabiskan waktu tanpa gangguan. Terkadang banyak yang membolos kuliah di sini. Memang beberapa anggota adalah anak kuliah termasuk Fafa dan Yuri yang memandang kuliah bisa diselesaikan dengan uang. Benar dugaan Rey, ketika dia sampai, ternyata Fafa dan Yuri sudah ada disana. Melihat Rey datang, dengan serempak mereka berdua pun menggandeng tangan Rey di kiri dan kanan sambil tersenyum.
"Hai brewok tampan..." kata kedua wanita itu. Rey terkejut dengan kelakuan kedua wanita itu. Dia berpikir mungkin gadis di kota metropolitan memang vulgar seperti ini. Tapi Rey sengaja mengabaikan sikap mereka dengan cuek. Namun ketika mereka sedang asyik berjalan tiba tiba punggung Rey ditendang dari belakang oleh seseorang.
Rey berbalik dan melihat ternyata George lah yang melakukan itu, ini sudah kedua kalinya George memprovokasi Rey, dan kali ini Rey tidak menghindar lagi, Rey dengan cepat ke depan George dan kepalan tinju Rey tepat mengenai kepala George.
BUG!
George terbang beberapa meter hingga menabrak teman temannya di belakang dan pingsan, teman temannya terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"A-Apa yang terjadi!" kata teman George gagap. Lalu keenam teman george menyerang Rey dengan bersamaan, mengarahkan pukulan mereka ke arah Rey secara serentak. Rey bergerak menghindar dengan cepat hingga gerakannya tidak terlihat oleh lawannya. Lalu Rey mengangkat kakinya dan menendang ke arah lawan hingga terbang beberapa meter.
Rey berbalik dan melakukan beberapa tendangan dengan cepat sehingga enam rang itu terkapar di lantai dengan mengerikan. Kejadian itu berlangsung beberapa menit jelas membuat keributan di sekitar lokasi itu, dan mengundang para anggota berkerumun di sana. Sementara Fafa dan Yuri terkeju tak percaya melihat Rey dengan mudah dan santai mengalahkan tujuh orang sekaligus.
"Aaaah.... sungguh laki laki impianku!" seru Fafa dalam hati, wajahnya mulai memerah. Yuri hanya mematung melihat Rey dengan takjub dengan berani bertarung tanpa luka sedikitpun. Semua orang yang melihat tujuh orang terkapar juga tak kalah terkejut, mereka menganggap kalau Rey suatu saat akan menjadi penguasa di sini. Rey pun langsung terkenal di tempat itu dan menjadi selebriti dadakan sekaligus idola para wanita. Untung saja Rey tidak memakai seluruh tenaganya. Andai Rey kelepasan bisa jadi George mati di tempat saat itu juga.
***
Siang berlalu, Rey kembali pulang ke mansion lalu bergegas mandi. Tak lama pintu kamarnya diketuk, ternyata bibi memanggilnya untuk makan siang. Rey menuju ruang makan, tak lama dia duduk, bibi datang membawa Xena ke ruang makan.
"Maaf tuan, nona Xena datang ingin bertemu." kata bibi dengan sopan. Rey menoleh dan mengangguk.
"Maaf tuan Rey, sepertinya waktuku tidak tepat." kata Xena sambil membungkukkan badannya.
"Ah,,jangan kayak gitu deh, aku gak suka. Santai saja, sudah kau duduk dan makan. Ini perintah!" kata Rey santai.
"Ba-baik tuan..." kata Xena sambil duduk dan ikut makan. Tanpa sadar dia meneteskan air matanya.
"Eh? Kenapa? Apa aku salah?" Rey terkejut dan merasa bersalah.
"Maaf tuan, bukan seperti itu, saya hanya terharu saja diperlakukan seperti bukan orang asing."
"Sudah jangan di pikirkan. Aku tau kau ada masalah. Aku tau ini semua demi ibumu..betul?" tanya Rey santai.
__ADS_1
"Bagaimana anda bisa tahu tuan?"
"Tentu saja Hitomi, siapa lagi? Sudah, nanti biar diurus Hitomi, habiskan makananmu setelah itu temani aku jalan jalan." kata Rey cuek. Xena merasa tersentuh membuat air matanya semakin mengalir deras karena tidak mampu menahan rasa haru nya. Rey menghubungi Hitomi untuk segera datang ke mansion, tidak menunggu lama Hitomi tiba di sana.
"Selamat siang tuan Rey, Hai Xena!" kata Hitomi sopan.
"Duduk.." kata Rey.
"Ada masalah apa tuan Rey?" tanya Hitomi sambil tersenyum. Rey mulai membahas masalah Xena dan berniat untuk membantunya.
"Nona Xena, aku akan membantu keluargamu, tapi ada syaratnya..." kata Rey.
"Apapun tuan..." Xena menjawab sambil menundukkan kepalanya.
"Aku ingin kau membantu kerjaan Hitomi, jadilah asistennya. Gajimu nanti 14 miliar per tahun, gimana?" tanya Rey santai.
"Suatu kehormatan untuk saya tuan, tentu saya bersedia." ucap Xena bersemangat. Rey pun mengangguk.
"Good! Jadi sekarang kau tak perlu khawatir dengan masalahmu. Dan untuk kerjaan langsung saja kau tanya Hitomi."
Hitomi mulai menjelaskan beberapa detail pekerjaannya. Dan Xena sanggup mengerti dengan mudah, karena memang pada dasarnya mereka berdua adalah wanita yang cerdas.
"Oiya Hitomi... berikan Xena mobil untuk bekerja."
"Baik, saya akan membelikannya tuan.." jawab Hitomi sambil mengangguk.
"Ada apa?"
"Eh Rey! Apa kau jadi mengajak kami makan malam di rumahmu?"
"Astaga! Sori aku lupa! Jadi kok ntar jam 8, nanti aku kirim alamatnya."
"Tuh kan! Untung aku telpon! Kalau tidak kau pasti melupakan kami!"
"Hahaha,,tadi aku ada urusan, ya emang lupa sih! Oke aku kirim lokasinya sekarang."
"Oke!"
Rey menutup telponnya dan mencari bibi di dapur.
"Bi, tolong nanti siapkan makan malam, aku mengundang temanku kemari..."
"Baik tuan, saya akan segera menyiapkannya.." Jawab Bibi dan berbalik pergi.
Di tempat lain Hitomi dan Xena sedang melihat lihat mobil yang akan di beli.
"Eh lihat BMW 840i ini, sepertinya cocok untukmu." kata Hitomi.
__ADS_1
"Mahal amat! Kau lihat harganya 1,5 miliar, gak mau!" kata Xena sambil menggelengkan kepalanya.
"Hei, tidak masalah, itu murah untuk tuan Rey!" kata Hitomi sambil menepuk nepuk pundak Xena.
"Aku membawa tiga kartu senilai 100 miliar masing masing untuk semua bisnis milik tuan Rey. Dan mobil ini untuk bisnis bukan?" tambah Hitomi meyakinkan.
"APA! Sekaya apa sebenarnya dia! Terserah kau saja deh kalau gitu." seru Xena kaget setengah mati.
"Nah gitu dong! Kau kan asistenku, nurut aja." kata Hitomi sambil bercanda.
***
Ketika malam tiba, akhirnya Fafa dan Yuri berada di depan gerbang mansion. Mereka ragu ragu.
"Hey Fa, apa kita gak salah tempat?" tanya Yuri ragu ragu.
"Tau nih, tapi titiknya di sini kok. Apa ini rumahnya? Gede bener ini!." Fafa merasa tidak percaya dan sangat ragu dengan lokasi yang di kirim oleh Rey.
"Ada penjaga tuh! Tanya aja gimana?" seru Yuri.
"Ya udah kita kesana.." Fafa melajukan mobilnya dengan perlahan hingga depan gerbang mansion.
"Maaf pak saya mau tanya. Apa benar ini rumah Rey?"
"Maaf nona anda siapanya tuan Rey?" Penjaga itu bertanya balik karena wanita itu memanggil bosnya dengan panggilan nama.
"Ah iya kami temannya, saya kesini karena di undang, jadi benar ini rumahnya?"
"Sebentar nona saya telpon ke dalam dulu untuk bertanya..."
"Tidak usah, biar aku yang telpon..." kata Yuri sambil cemberut. Dia meraih ponsel dan langsung menelepon Rey.
"Halo Rey! Kami udah di gerbang, ada penjaga nih. Jemput ke sini ya." kata Yuri dengan nada sedikit kesal.
Selang beberapa menit kemudian penjaga menerima telepon dari mansion utama. Penjaga itu mengangguk dan mempersilahkan mereka berdua masuk.
"Maafkan kami nona, kami hanya menjalankan tugas kami. Silahkan, tuan Rey sudah menunggu anda sekalian." ucap penjaga itu dengan sopan.
Mereka berdua pun masuk ke arah mansion.
"Gila! Gede banget mansion nya!" Seru Yuri keheranan.
"Lihat! Indah bener ini! Ternyata Rey sekaya ini?" seru Fafa sambil menggelengkan kepalanya.
Ketika mereka berdua sampai di depan mansion, seseorang telah berdiri di samping pintu masuk dan itu adalah bibi. Dia memang di tugaskan untuk menyambut kedua wanita itu.
"Selamat datang nona Fafa dan nona Yuri. Silahkan, tuan Rey sudah menunggu kalian." Sambut bibi sambil memimpin jalan menuju ke ruang makan. Ketika mereka berdua masuk, mereka merasa takhub dengan pemandangan yang ada di dalam mansion. Mereka pun tiba di ruang makan. Di ruang itu Rey sudah menunggu mereka dengan senyum cerah.
__ADS_1
Setelah mereka duduk, bibi membawa beberapa hidangan mewah ke atas meja bersama para asistennya hingga hidangan itu memenuhi meja makan. Yuri dan Fafa kaget ketika banyak makanan datang hingga mereka menggelengkan kepalanya saking takjubnya. Mereka bertiga makan sambil ngobrol dan bercanda. Akhirnya perut mereka kenyang. Mereka berdua akhirnya berpamitan kepada Rey, mereka berdua meninggalkan mansion dengan perasaan sangat bahagia.