
Fafa dan Yuri sama terkejutnya dengan Xena. Fafa segera menghubungi Rey sedangkan Yuri langsung menemui Rey di ruang kerjanya. Jawaban Rey sama dengan jawabannya kepada Xena. Yuri kembali ke kamarnya setelah berterima kasih. Rey juga meminta Yuri untuk memberitahu bibi membawakan camilan dan minuman ke ruang kerja Rey.
"Bibi, tolong bawakan camilan dan minuman ke ruang kerja Rey. Dia dan kak Hitomi sedang bekerja di sana."
"Baik nona Yuri, segera saya antarkan."
Yuri kembali ke kamarnya melanjutkan kegiatannya. Sementara itu di kediaman keluarga Larks. Teddy masih merasakan dendam kepada Rey. Teddy tidak tahu orang yang berurusan dengannya itu adalah orang sama yang menghancurkan perusahaannya.
"Lihat saja nanti! Aku akan membuatmu menyesal seumur hidup! Aku tidak akan membiarkanmu berkeliaran bebas di kota ini!" seru Teddy mengeratkan giginya. Dengan tekad yang kuat dia berjanji pada dirinya sendiri untuk segera membalas dendam kepada Rey.
Di mansion Rey, bibi membawa beberapa camilan dan minuman untuk Rey dan Hitomi. Bibi menaruhnya di atas meja di sebelah Rey. Hitomi masih semangat menatap pasar saham di layar laptopnya.
"Hitomi, ayo hasilkan beberapa milyar lagi."
Hitomi segera memulai pencarian saham dengan semangat. Mereka melihat lihat saham emas, tapi harganya masih tinggi, mereka memutuskan untuk melihat saham lainnya sambil menunggu harga emas turun. Mereka melihat saham gas sedang turun drastis. Tapi Rey tidak tertarik, dia melihat bahwa harga gas itu tidak akan naik hingga tiga hari ke depan. Rey meminta Hitomi berhenti mencari saat melihat saham batu bara, di matanya saham batu bara akan meledak dalam waktu 15 menit.
"Hitomi, berapa nilai saham batu bara itu?"
"Hanya 500 per lembar."
"Belikan 10 juta lembar"
Hitomi percaya kepada Rey dan tanpa banyak bertanya membeli saham batu bara dan menghabiskan uang sebanyak 5 milyar. Rey meminta Hitomi kembali lagi ke grafik saham emas. Tapi ternyata saham emas itu malah naik dari 4800 ke 4820 pe lembarnya. Rey tetap memintanya membelinya sebanyak 5 juta lembar. Rey tahu dalam satu jam ke depan saham emasnya akan menjadi di atas 8000 per lembar.
Hitomi sedikit ragu namun tetap percaya, dia menghabiskan uang sekitar 48,2 milyar untuk membeli saham emas itu. Rey meminta Hitomi kembali ke saham batu bara. Hitomi terkejut melihat nominal harga sahamnya sudah naik ke angka 900 per lembar.Rey segera menyuruh Hitomi menjual semua saham batu bara itu.
Hitomi segera menjual sahamnya sebanyak 10 juta lembar dengan harga 900 per lembar. Total keseluruhan yang mereka dapatkan sebanyak 9 milyar.
__ADS_1
"Aku tidak percaya dengan mataku sendiri saat ini." kata Hitomi polos.
Mulut Hitomi menganga ketika melihat jumlah uang yang di terimanya. Dia benar benar tidak percaya bisa mendapatkan uang banyak semudah itu. Rey tertawa dengan geli melihat tingkah Hitomi.
"Buka saham emasnya." kata Rey sambil mengelus rambut Hitomi dan meminta membuka saham emas mereka.
Hitomi terkejut lagi melihat harga sahamnya melonjak dari 4820 menjadi 8150. Hitomi merasa ini semua adalah mimpi.
"Ini benar benar gila! Sayang! Cubit aku!" seru Hitomi menarik tangan Rey.
"Eh? Buat apa aku nyubit kamu?" tanya Rey heran.
"Aku merasa ini cuma mimpi." kata Hitomi memandang wajah Rey.
Rey tidak mencubit Hitomi, tapi dia mencium bibir Hitomi dengan lembut.
"Gimana? Ciumanku itu nyata tidak?" tanya Rey tersenyum.
"Kalau gitu, jual sahamnya sekarang." kata Rey sambil mengelus pipi Hitomi.
Hitomi segera menjual semua sahamnya sebanyak 5 juta lembar dengan harga 8150 per lembar. Dia mendapatkan uang sebanyak 40,75 milyar. Hitomi melebarkan mata dengan perasaan puas dan sedikit tidak percaya.
"Aaaaah sayang! Kenapa kau membuatku seperti ini!" teriak Hitomi dengan keras dan segera melompat ke pelukan Rey.
Rey hanya tertawa dengan senang karena sekali lagi melihat tingkah Hitomi yang semakin membuatnya ingin tertawa. Sambil geleng geleng kepala Rey memeluk Hitomi dengan erat.
"Sayang, banyak sekali uang kita! Dalam beberapa jam rekening kita menggemuk seperti ini." kata Hitomi sambil memeriksa saldo rekening di ponselnya.
__ADS_1
"Jadi karena uangnya nambah, maka kau dan yang lain juga harus dapat bagian juga." seru Rey senang.
"Terima kasih banyak sayang!" seru Hitomi sambil mencium pipi Rey penuh rasa bersyukur.
"Kau mendapat 50% dari penghasilan kita malam ini." kata Rey sambil mencium kening Hitomi.
"Itu... Itu terlalu banyak sayang..." kata Hitomi tak percaya.
"Gak apa apa, lagian kau yang bekerja dari tadi, dan kau itu ratu nya di sini, pemimpin para selir!" kata Rey sungguh sungguh.
Rey memang mengistimewakan Hitomi karena sudah membantunya dari awal Rey mengembangkan bisnis. Apabila ada salah satu wanita Rey yang merasa iri kepada Hitomi, seharusnya mereka sadar diri. Oleh karena itu mereka tidak berani menentang keputusan Rey, mereka sadar belum pernah membantu Rey apapun selama ini. Apalagi menjadi wanita Rey adalah keputusan mereka sendiri.
"Baiklah sayang, terima kasih." kata Hitomi sambil mengangguk.
Hitomi segera mentransfer tambahan uang kepada masing masing wanita Rey sebesar 100 juta.
"Kalau gitu, istirahatlah Hitomi, ini udah malam, jangan sampai kelelahan." kata Rey sambil mengelus rambut Hitomi dengan lembut.
"Mmmm,, aku mau tidur denganmu sayang." pinta Hitomi menundukkan wajahnya dengan manja.
"Baiklah. Ayo istirahat."
Rey dan Hitomi berjalan menuju ke kamar Rey. Di kamar, Hitomi memeluk Rey dari belakang dengan lembut. Rey berbalik dan segera mencium bibir Hitomi. Mereka tidak bisa menahan nafsu masing masing dan bercinta. Hitomi sejak tadi menahan keinginannya segera melepas semuanya dengan bebas. Hitomi semakin nakal menciumi seluruh tubuh Rey dari atas hingga bawah.
Hitomi tanpa ragu memasukkan ekor naga Rey ke mulutnya. Rey hanya merasakan nikmat dan meremas rambut Hitomi dengan lembut. Rey segera membalik keadaan dengan memainkan lidahnya di sarang naga Hitomi. Dia merasakan nikmat karena baru kali ini mereka melakukan hal seperti ini. Hitomi merinding dengan nikmat yang luar biasa.
Hitomi mulai melebarkan kakinya, Rey mengerti dan dia mulai menindih tubuh Hitomi. Rey memakai ritme naik turun yang sangat lembut mengikuti setiap hentakannya. Hitomi semakin menggila dengan perlakuan Rey hingga merasakan dirinya akan segera meledak. Rey segera membalikkan posisi Hitomi sehingga tubuh Hitomi membelakangi Rey.
__ADS_1
Rey mempercepat ritmenya dan sesekali menghentakkan pinggulnya dengan keras. Hitomi merasa tidak kuat lagi untuk menahan ledakan di dalam dirinya hingga membuatnya terkulai lemas. Hitomi tidak kuat menahan tangannya dan ambruk ke kasur. Sedangkan Rey dengan keras masih menggempur Hitomi dari belakang walau wanitanya itu sudah lemas tak berdaya.
Tak lama kemudian Rey ikut meledak dan merebahkan dirinya di samping Hitomi. Rey memeluk tubuh Hitomi yang lemas dengan lembut. Merekapun tidur dengan sangat nyenyak sampai pagi.