
Waktu berlalu tanpa terasa hingga akhirnya Rey dan Xena terbangun dari tidurnya. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Rey bergegas ke kamar mandi di ikuti oleh Xena, mereka mandi bersama. Setelah mandi mereka bersiap, Xena pergi ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Jam tangan Franck Muller Vanguard Encrypto.]
"Jam tangan? Apa istimewanya? Ntar coba aku cari infonya lah di internet." kata Rey dalam hati sambil geleng geleng kepala.
Xena sedikit berteriak dari arah ruang makan, memanggil Rey bahwa sarapan telah siap. Rey segera turun ke bawah dan berjalan menuju kamar ibu Xena untuk membantunya ke ruang makan.
"Halo ibu selamat pagi." sapa Rey penuh perhatian.
"Pagi nak Rey." jawab ibu Xena.
Rey segera menggendong ibu Xena ke kursi roda dan mendorongnya perlahan menuju ke ruang makan. Mereka bertiga sarapan pagi sambil mengobrol santai.
"Bagaimana keadaan ibu?" tanya Rey lembut.
"Sepertinya semakin membaik nak." jawab ibu Xena sambil menatap Rey lembut.
"Gimana kalau aku mengundang dokter untuk melakukan terapi? Agar ibu lebih cepat sembuh." tanya Rey sambil menggenggam tangan ibu Xena.
"Apa itu tidak merepotkan nanti nak?"
"Tidak ada yang direpotkan sama sekali untukmu bu."
"Terima kasih banyak nak Rey" kata ibu Xena sambil menepuk nepuk tangan Rey lembut.
Rey segera menelpon Hitomi dan memintanya agar mencari dokter terapi terbaik untuk merawat ibu Xena. Setelah selesai sarapan. Rey mendorong kursi roda ibu Xena perlahan ke halaman belakang rumah untuk berjemur sejenak. Sambil menemani ibu Xena, Rey membuka internet mencari informasi jam yang di berikan oleh sistem.
Franck Muller Vanguard Encrypto adalah jam tangan yang di rancang khusus oleh desainer jam tangan swiss, Franck Muller. Jam ini di lengkapi dengan e-wallet uang crypto dan alat penambang bitcoin, Jam ini di bandrol dengan harga kira kira 200 milyar lebih. Saat ini jam tersebut masih langka di pasaran.
"Hmmm, pantas saja mahal, aku bisa punya tabungan bitcoin dengan jam ini sepertinya." kata Rey senang dalam hati.
"Kamu lagi apa sayang?" tanya Xena dari dalam sambil melangkah mendekati Rey.
"Sedang baca baca artikel di internat saja."
"Eh, bukankah itu Franck Muller seri terbaru?" tanya Xena menunjuk jam tangan yang di genggam Rey.
Xena adalah penggemar fashion sejati. Dia hampir mengenal semua tentang jam tangan, pakaian, dan elektronik seperti ponsel. Karena sudah menjadi hobi dia selalu mengikuti perkembangan tren yang sedang hits.
***
Di mansion Rey, Hitomi dan Yuri sedang berkeliling di sekitar mansion, sambil mengobrol.
"Kak, berapa banyak sih sebenarnya perusahaan Rey?" tanya Yuri polos.
"Kenapa kamu nanya kayak gitu?"
"Emang ada yang aneh?"
"Enggak juga sih, cuma kamu nanya tiba tiba, biasanya juga gak perduli."
"Hehehehehe...."
"Ya karena kita semua adalah nona Rey, sudah sepantasnya kamu harus tahu."
Hitomi pun segera menjelaskan semuanya kepada Yuri. Yuri yang baru tahu apa saja yang di kerjakan oleh Rey dan Hitomi hanya melongo tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
***
Di rumah Fafa. Wanita itu sedang berlari ke arah garasi dan segera masuk ke dalam ferrari nya. Fafa pergi menuju ke rumah Xena untuk menjemput Rey. Mobil berwarna merah cerah itu melesat di jalan raya yang membuat perhatian para pengemudi tertuju padanya. Di sebuah persimpangan lampu merah, seorang pria sedang duduk di sebuah Lamborghini Reventon.
Pria itu sedang asyik bernyanyi mengikuti lagu yang sedang di setelnya. Sampai kemudian pria itu menoleh saat sebuah Ferrari berhenti di sebelah mobilnya dan melesat cepat ketika lampu lalu lintas hijau menyala.
"Wah wah,, cakep bener tuh cewek!" seru pria itu.
Pria itu segera menyusul Ferrari merah itu dengan cepat. Ketika sudah mendekati Ferrari yang di kendarai Fafa, pria itu menekan klakson mobilnya dengan cepat. Fafa menengok ke sebelah dan melihat sebuah mobil Lamborghini Reventon yang di kendarai oleh seorang pria tampan. Fafa heran sambil menurunkan kaca pintu mobilnya. Pria itu juga melakukan hal yang sama.
"Hai nona, boleh kenalan?" teriak pria tampan itu kepada Fafa.
Fafa segera menutup kaca pintu mobilnya, dia tidak perduli. Dan menambah kecepatan mobilnya.
"Brengsek! Sombong amat!" maki pria itu sambil menginjak pedal gasnya dengan kencang untuk menyusul mobil Fafa lagi.
__ADS_1
Fafa merasa tidak nyaman dengan kelakuan pria tampan itu. Fafa memacu mobilnya dengan cepat menuju ke rumah Xena. Akhirnya Fafa masuk ke halaman rumah Xena dan pria itu berhenti mengikutinya. Tapi pria itu menandai plat nomor mobil Fafa dan lokasi rumah Xena, ya pria itu mengira itu adalah rumah Fafa. Fafa keluar dari mobil dan melihat ke arah jalan, sepertinya penguntit itu telah pergi. Fafa mengetuk pintu rumah Xena.
"Loh Fa? Masuklah, akan ku buatkan minum dulu." kata Xena berjalan ke arah dapur.
"Dimana ibu kak?"
"Di belakang sama Rey." jawab Xena menunjuk arah belakang.
Tanpa aba aba Fafa sudah berjalan ke arah halaman belakang.
"Hai ibu, gimana kondisi ibu?" tanya Fafa memegang tangan ibu Xena.
"Sudah baik kok nak, sama siapa kamu kesini?"
"Sendirian aja bu."
"Fa, minummu!" seru Xena sambil menaruh minuman di meja.
"Oke! thanks ya kakakku cantik!"
"Fa, kapan kau masuk kuliah? Kau itu kebanyakan bolos tau gak!" kata Rey melihat Fafa.
Fafa hanya cengar cengir saja di marahi oleh Rey.
"Oiya, sepertinya aku butuh beberapa aksesoris untuk mobilku deh." kata Fafa mengalihkan pembicaraan.
"Ah kau ini!" seru Rey.
Mereka mengobrol dengan santai, sesekali Rey dan Xena menceramahi Fafa mengenai kuliahnya yang terbengkalai karena terlalu banyak bersenang senang. Setelah itu Rey dan Fafa berpamitan untuk pulang. Xena mengantarkan mereka sampai ke depan rumah. Fafa dan Rey segera masuk ke mobil Fafa, Mereka akan menuju ke toko aksesoris khusus mobil mobil mewah untuk membeli beberapa barang yang di inginkan Fafa. Rey hanya pasrah saja di ajak oleh wanitanya itu.
***
Di mansion Rey, Yuri dan Hitomi masih asyik bermain di kolam ikan mansion.
"Kak, kayaknya mobilku pengen ganti velg deh, antar aku yuk kak. Kalau bisa sih di beliin. Hehehehe." ajak Yuri dengan wajah memelas.
"Aish kau ini kalau ada maunya melas melas gitu. Yaudah kita berangkat sekarang." kata Hitomi langsung menggandeng Yuri.
Mereka bergegas menuju ke garasi mansion.
"Oke! Tapi aku yang nyetir!"
"Lah emang kenapa?" tanya Yuri cemberut.
"Apa kau sadar kau naik mobil seperti orang gila!" seru Hitomi sambil tertawa.
"Iya kah?" tanya Yuri polos.
"Hahaha... Ayo buruan."
Hitomi dan Yuri masuk ke mobil dan segera meninggalkan mansion menuju ke toko aksesoris mobil.
***
Di sebuah toko aksesoris mobil, Rey dan Fafa sedang berkeliling di toko yang cukup besar itu. Ketika Fafa sedang melihat lihat barang barang incarannya, tiba tiba pria tampan yang mengejarnya tadi muncul tepat di depannya, hingga membuat Fafa tersentak kaget.
"Ah nona kebetulan sekali! Apa kau sedang cari aksesoris mobil?" tanya pria itu kepada Fafa.
"Hm."
"Apa kau ikut klub?"
"SSCC" jawab Fafa cuek.
"Aaah, sama dong! Kebetulan sekali ya! Kenalin namaku Teddy Larks!" seru pria itu semangat.
Fafa berbalik dan pergi tanpa menghiraukan tangan Teddy dan berjalan ke arah Rey.
"Sialan! Baru kali ini aku diginiin ama cewek! Brengsek!" seru Teddy dalam hati sambil mengikuti Fafa.
Hitomi dan Yuri tiba di toko aksesoris mobil, mereka tidak tahu kalo Rey juga berada di sana. Hitomi terkejut dan senang melihat lelakinya itu ada di sana. Dia langsung menghampiri Rey.
"Sayang! Kau di sini juga?" tanya Hitomi.
"Kalau aku gak di sini kita gak ketemu lah. Hahahah. Sedang apa kau disini?"
__ADS_1
"Katanya Yuri mau ganti velg."
"Lah mana tuh bocah?" tanya Rey sambil melihat sekeliling.
"Kayaknya di sana. Kesana yuk!" kata Hitomi dengan semangat menarik tangan Rey menuju ke depan.
Fafa dengan cuek melangkah menghindari Teddy yang terus mengikutinya. Hingga akhirnya Fafa bertemu dengan Yuri.
"Yuriii!" teriak Fafa berlari ke arah Yuri.
"Lah? Ngapain kamu di sini? Eh? Siapa dia?" tanya Yuri kaget sambil menunjuk ke arah Teddy.
"Gak tahu, dari tadi ngikutin terus!" seru Fafa sambil menoleh ke belakang.
"Hey brengsek! Ngapain kau ngikutin dia!" teriak Yuri polos, matanya menatap teddy tapi jarinya menunjuk Fafa.
"Ah maaf nona, perkenalkan namaku Teddy Larks!" seru Teddy menyodorkan tangannya.
"Kau tuli apa gimana? Memangnya aku tanya namamu! Aku tadi tanya apa hah!" bentak Yuri.
Kedua kalinya Teddy di perlakukan tidak hormat oleh seorang wanita. Dia tidak habis pikir. Biasanya para wanita langsung jatuh di pelukannya ketika tahu namanya, ketampanannya dan kekayaannya. Tapi ini?
"Aku hanya ingin kenalan aja kok, gak ada maksud lain." kata Teddy melihat ke arah Fafa.
"Sebaiknya kau pergi jauh sana, atau kau mau wajah tampanmu itu aku bikin berantakan!" Seru Yuri.
Fafa menutup mulutnya yang terkejut saat melihat kelakuan Yuri. Yuri memang polos, tapi memang sering melakukan sesuatu hal tanpa dipikirkan akibatnya. Lebih tepatnya aksi dahulu baru berpikir kemudian.
"Bener bener macan betina!" kata Fafa dalam hati.
Teddy hanya terdiam mendengar kata kata itu dan berbalik pergi. Dia merasa heran dengan kedua wanita itu. Dia semakin berniat mendapatkan Fafa dan Yuri sekaligus. Sekarang Teddy tahu bahwa mereka ada di dalam klub mobil mewah yang sama dengannya. Teddy segera bergegas ke luar toko aksesoris dan dengan sengaja menunggu di depan lamborghini nya untuk pamer kepada kedua wanita itu.
"Yuri!" Rey memanggil Yuri dan berjalan ke arahnya.
"Sayaaaang!!!" seru Yuri dengan polos dan melompat memeluk Rey dan langsung mencium bibir Rey.
"Yuri! Gila kau! Ini tempat umum bodoh!" teriak Fafa sambil menarik tangan Yuri.
"HAH!!! Aduuuh... aku lupa!" kata Yuri polos sambil celingukan kesana kemari.
Hitomi dan Fafa tertawa terbahak bahak. Sedangkan Rey hanya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah wanitanya yang satu ini.
"Apa kalian udah dapat yang kalian cari?" tanya Rey.
"Belum!" jawab Fafa dan Yuri kompak.
Mereka berempat segera ke bagian lain dan mencari bersama sama. Merekapun akhirnya selesai dengan membeli beberapa aksesoris dan bergegas pulang. Rey dan yang lainnya berjalan menuju tempat parkir dengan santai. Fafa segera masuk ke mobilnya di ikuti oleh Rey. Sedangkan Hitomi dan Yuri masuk ke mobil Yuri.
"Sialan! Ternyata dia sama pacarnya! Kalau gitu aku incar yang satunya lagi!" kata Teddy dalam hati sambil memandang ke arah mobil Yuri.
Teddy menginjak pedal gasnya dengan cepat dan berhenti di depan mobil milik Yuri. Hitomi melajukan mobil Yuri dengan santai ketika tiba tiba mobil Teddy menghalanginya.
"Sialan!" Seru Hitomi terkejut dan menginjak remnya.
"Hey brengsek! Kau bosan hidup hah!" teriak Yuri keluar dari mobil.
Rey melihat kejadian itu langsung keluar dari mobil Fafa dan berjalan mendekati Yuri. Hitomi dan Fafa juga ikut keluar dari mobil, membuat mereka berkumpul di depan mobil milik Teddy.
"Hey bung, mereka wanitaku, jadi jangan ganggu mereka." kata Rey santai.
"Apa kau bilang! Mereka! Yang benar saja kau!" seru Teddy berjalan ke arah Rey dan berdiri di depannya.
"Kalau iya emang kenapa?" jawab Rey tetap santai.
"Kau gak tahu siapa aku hah?" seru Teddy mengeratkan giginya.
"Eh? Apa aku harus tahu kau siapa?" kata Rey sambil tertawa.
"Aku Teddy Larks! Pewaris keluarga Larks! Jika kau berani cari masalah, akan kuhabisi kau!" seru Teddy sombong.
"Bodo amat!" seru Yuri.
"Singkirkan mobilmu sekarang!" teriak Hitomi sambil masuk ke mobil.
"Biarkan aku bersama dia, baru aku minggir." kata Teddy menunjuk Yuri.
__ADS_1
Hitomi segera menginjak pedal gas dengan cepat dan menabrak mobil milik Teddy.