Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Rencana Bodoh


__ADS_3

Rey bersantai di mansion dengan Lee sampai siang, mereka masih saja membicarakan tentang Vonta yang telah menolak tawaran dari Teddy Larks.


Sementara itu, Teddy merasa sangat marah saat Vonta menolak untuk menjadi pengawalnya setelah Teddy menceritakan rencana sebenarnya kepada Vonta.


"Hey Lee, apa kamu sudah memberitahu Vonta untuk makan siang bersama?" tanya Rey.


"Aku sudah mengiriminya pesan, tapi dia belum membacanya, mungkin dia sedang sibuk." jawab Lee cepat.


"Baiklah, aku harap dia bersedia untuk makan siang bersama."


"Sayang, bolehkah kami ikut?" tanya Fafa tiba tiba muncul di pintu ruang santai.


"Loh? Kalian sudah pulang?"


"Baru saja sampai."


"Baiklah, kita nanti makan di kedai kecil dekat sports center, aku suka makanan di sana." jawab Rey.


***


Hitomi dan Lita sudah sampai di gedung perusahaan MegaCore Tech dan masuk ke dalam gedung itu untuk menuju ke  ruang kantornya.


Saat Lita memasuki pintu gedung itu, para karyawan dan resepsionis segera berdiri dan membungkuk hormat ke arah Lita.


Lita mengangguk ke arah para karyawan itu dengan tenang. Semua karyawan mengetahui bahwa Lita yang bertanggung jawab atas perusahaan MegaCore Tech ini sekarang dan menjabat sebagai direktur utama.


Hitomi dan Lita berbicara sambil berjalan ke arah lift untuk menuju ke lantai atas. Para karyawan membicarakannya dengan heboh, bahkan para staf kantor merasa iri tapi juga kagum kepada Lita.


Lita memang pantas, dengan segudang prestasi yang dia punya, bahkan posisi direktur sepertinya kurang tinggi untuk di capainya. Selain cantik dan pintar, dia memiliki banyak perstasi dengan berbagai talenta yang mengaggumkan.


"Hey, bayangkan saja, saat dia baru masuk beberapa minggu di perusahaan ini, dia sudah membuat terobosan yang cukup besar. Salah satunya, dia menciptakan chipset quantum dengan 4 nano meter. Minggu depan dia akan merilis chipset dengan 3 nano meter, sungguh luar biasa." kata salah satu staf yang sudah bekerja lebih dari 6 tahun di perusahaan MegaCore Tech.


"Betul sekali, dia memang luar biasa, aku mengagguminya dari mulai dia menciptakan chipset 4 nano meter hingga sekarang." tambah teman salah satu sfaf itu penuh kekaguman.


Hitomi dan Lita akhirnya sampai di ruang kantornya. Lita menyalakan komputernya dan mulai melihat pekerjaan yang sedang di kerjakan oleh para profesor di lantai 36.


"Hitomi, sepertinya chipset quantum 3 nano meter akan segera kita rilis minggu ini." kata Lita semangat.


"Baguslah, lalu perusahaan mana saja yang bergabung dengan chipset quantum kita?" tanya Hitomi.


"Ini daftar nama perusahaan yang telah menandatangani kontrak dengan kita dan salah satunya perusahaan ponsel dari merek terkenal." jawab Lita memberikan dokumen pada Hitomi.


"Ini ada sebelas perusahaan ponsel android yang terdaftar?" tanya Hitomi kaget.


"Ya. Benar." jawab Lita mengangguk.


"Mereka menandatangani kontrak dengan nilai awal sekitar 10 milyar dan 30 milyar setelah chipset 3 nano meter itu selesai." kata Lita memperlihatkan layar laptopnya kepada Hitomi.


Hitomi mengangguk dengan kagum.


"Sepertinya aku tidak salah memilihnya sebagai salah satu dari kami." gumam Hitomi dalam hati sambil melihat layar laptop Lita.


Di dalam layar laptop terpampang dengan jelas deretan kontrak yang sudah di tanda tangani beserta sejumlah uang transferan masuk ke rekening perusahaan ini.


***

__ADS_1


Sementara itu, Rey sedang dalam perjalanan menuju kedai kecil untuk makan siang bersama. Rey mengendarai Rolls-Royce karena mengajak ketiga wanitanya dan juga ada Lee yang mengekori mereka.


"Hey, Rey, sepertinya Vonta setuju dan akan bergabung dengan kita untuk makan siang bersama." kata Lee semangat.


"Hmm, baguslah." jawab Rey mengangguk.


"Sayang, kenapa kita tidak ke Leaf Resto saja?" tanya Yuri.


"Sepertinya makan di Leaf Resto tidak terlalu nyaman bagiku, para pelayan selalu terlihat gugup kalau aku datang." jawab Rey santai.


"Ya, aku juga merasa tidak enak kalau selalu datang kesana." kata Fafa.


"Hahaha, benar." jawab Rey tertawa dan menggelengkan kepalanya.


Mereka akhirnya tiba di kedai kecil yang sering di kunjungi Lee.


"Halo paman." seru Lee santai.


"Aah, halo nak, sudah waktunya makan siang kah?" tanya pemilik kedai sopan.


"Iya paman." jawab Yuri santai.


"Paman sediakan makanan yang terbaik ya paman, aku akan kedatangan satu teman lagi." kata Rey.


"Baiklah nak, aku kan segera menyiapkannya." kata pemilik kedai semangat.


"Waah, ternyata kalian sudah di sini." seru Vonta yang baru saja tiba.


"Hey Vonta, duduk sini." seru Lee senang.


"Dia sakit, jadi hari ini dia di rumah." jawab Vonta.


"Sakit?"


"Sakit apa?" tanya Sabrina.


"Sepertinya hanya demam saja, tidak ada yang parah." jawab Vonta santai.


"Oh, syukurlah kalau tidak terlalu parah." kata Sabrina lembut.


Pemilik kedai datang membawakan beberapa hidangan dan menatanya di meja Rey.


"Terima kasih, paman." kata Rey menganggukkan kepala kepada pemilik kedai.


"Ayo makan." lanjut Rey mengambil sepotong lobster dengan santai.


Mereka makan dengan lahap ketika melihat semua hidangan yang telah di sajikan oleh pemilik kedai itu dengan gembira.


***


Di sisi lain, Teddy sudah menunggu Fafa di kantin kampus dengan beberapa anak buahnya sambil makan siang.


"Kemana dia?" gumam Teddy dalam hati mengerutkan kening.


"Spertinya dia tidak di kantin. Lalu di mana dia?" gumam Teddy melihat sekeliling.

__ADS_1


Teddy merasa kesal karena hari ini dia tidak bertemu dengan Fafa.


"Sialan! Kemana dia pergi." seru Teddy menendang kursi yang berada di sampingnya.


Semua orang menoleh ke arahnya karena kaget.


"Ada apa dengannya? Apa dia sudah gila?" kata salah satu mahasiswa.


"Hey! George! Cari dan temukan Fafa, di mana dia sekarang, cepat!" seru Teddy dengan geram memerintahkan George untuk mencari Fafa.


"Baik bos." seru George kemudian berbalik dan pergi.


George berkeliling di dalam kampus dengan beberapa anak buahnya. Tapi George tidak menemukan Fafa di dalam kampus itu.


"Bos, sepertinya dia tidak masuk kelas hari ini. Aku sudah berkeliling di kampus ini tapi aku tidak menemukannya." kata George setelah kembali ke kantin kampus itu dengan nafas terengah engah.


Teddy mengerutkan kening dengan rasa penasaran.


"Sudah! Lupakan saja!" seru Teddy menatap anak buahnya dengan kesal.


***


Di kedai kecil,


"Hey Rey, sebaiknya mulai hari ini kamu harus berhati hati dengan Teddy Larks." kata Vonta.


"Hah? Kenapa memangnya?" tanya Rey tenang.


"Kemarin malam aku di undang olehnya, dan dia memintaku untuk menjadi pengawalnya." jawab Vonta.


"Kenapa dia masih mencari pengawal? Bukankah dia sudah memiliki banyak anak buah." kata Rey.


"Inilah yang aku ingin bicarakan denganmu." kata Vonta.


"Lalu kenapa kau menolaknya?" tanya Rey santai.


"Ya awalnya aku tertarik saat dia menawarkan 20 juta per bulannya, tapi, aku menolak saat dia mengatakan rencananya padaku." jawab Vonta.


"Hah? Rencana?"


"Ya, dia mengatakan rencananya padaku." kata Vonta.


"Rencana apa yang dia bicarakan denganmu?" tanya Rey penasaran.


"Dia memiliki rencana untuk menyingkirkanmu." Jawab Vonta.


"Makanya aku menolaknya!" lanjut Vonta santai.


Rey menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya dia belum cukup jera, setelah aku mengirim anak buahnya ke rumah sakit." kata Rey santai.


"Baiklah, terima kasih Vonta, tidak salah kalau aku menganggapmu sebagai temanku." lanjut Rey.


"Tidak masalah." jawab Vonta senang.

__ADS_1


Mereka melanjutkan makan siang dengan tenang, seperti biasa, Lee menjadi bahan ejekan oleh Rey dan yang lainnya. Mereka tertawa bersama dengan bahagia.


__ADS_2