Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Sepuluh Undangan


__ADS_3

Rey selesai dengan urusan di kampus Cameron dan segera bergegas untuk pulang.


"Bos! Aku ikut!" seru Lee berlari ke arah Rey yang sedang berjalan bersama ketiga gadisnya.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di mansion Rey, ponsel Rey berdering. Terlihat nama Hitomi di layar ponselnya.


[Sayang, kamu di mana?]


"Aku baru saja sampai di rumah, ada apa, Hito?" tanya Rey sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.


[Sayang, kita akan menghadiri pelelangan di pusat kota, dan kita sudah mendapatkan undangannya.]


"Pelelangan? Kapan?" tanya Rey santai


[Besok malam.]


"Oke, kita bicarakan nanti saja di rumah." kata Rey lembut.


[Baiklah, kalau begitu aku akan kembali dulu.]


"Oke." jawab Rey santai.


Rey mengakhiri panggilan telepon dari Hitomi dan menuju ke kamar mandi. Sementara itu, Lee menunggu di lantai satu sambil bersantai.


***


Di rumah Cameron,


Ibu Cameron sudah memanggil polisi untuk menangkap Vonta dengan tuduhan pelecehan terhadap anaknya.


"Nyonya, saya mohon pada anda, saya mengerti, jika anak saya tidak di restui bersama anak anda maka saya berjanji untuk membuat anak saya tidak menemui anak anda." kata ayah Vonta sopan.


"Hahaha, lucu sekali, apa kau kira jika dia tidak menemui anakku, aku akan melepaskan kalian? Jangan mimpi! Aku sudah memanggil polisi untuk menangkapnya di sini dan mereka sedang dalam perjalanan." seru ibu Cameron sangat marah.


"Baiklah, ayah, aku akan menanggung semua ini, aku harap ayah jangan marah padaku." kata Vonta menatap ayahnya.


"Dan nyonya, jika saya sudah di tangkap, maka tolong jadikan ini hukuman untuk saya saja, karena keluarga saya yang lain tidak bersalah, bahkan mereka tidak tahu apa apa." lanjut Vonta.


"Saya akan menyerahkan diri." kata Vonta menunduk.


"Nak, aku harap kamu menjadi anak yang aku harapkan, aku mengerti dengan posisimu saat ini, maafkan aku karena tidak bisa berbuat apa apa untukmu." kata ayah Vonta.


Ibu Cameron tidak mengatakan apa apa, dan bahkan melihat Vonta dengan pandangan jijik. Sedangkan, Cameron, berbaring di kamarnya dan terus menangis.


'Maafkan aku sayang, aku telah membuatmu menjadi seperti ini.' kata Cameron dalam hati sambil menangis di atas ranjangnya.


Cameron tidak bisa melakukan apa apa terhadap Vonta, tapi Cameron berjanji akan segera pergi dari keluarganya tanpa di ketahui oleh siapapun.


***


Di mansion Rey,


"Bos, kemana kita akan mencarinya?" tanya Lee kepada Rey yang baru masuk ke ruang santai.

__ADS_1


"Aku akan mencarinya di rumah Cameron, apa kau tahu rumahnya?" tanya Rey.


"Sebentar, biar aku tanyakan kepada teman temannya." jawab Lee sambil membuka ponselnya.


"Sayang, mau kemana?" tanya Sabrina saat melihat Rey yang sudah berganti pakaian.


"Aku akan mencari Vonta." jawab Rey sambil menoleh kepada Sabrina.


"Bolehkah aku ikut?" tanya Sabrina merangkul tangan Rey dengan lembut.


"Sebaiknya kamu di rumah saja, sepertinya ini akan sedikit memakan waktu. Kalau kamu bosan, kamu pergi saja belanja dan habiskan uang dariku." jawab Rey.


"Hm, tidak mau." jawab Sabrina menggeleng.


"Aku mau ikut denganmu." kata Sabrina menggandeng tangan Rey dengan erat.


"Hei, jangan seperti itu, aku akan segera kembali, oke? Setelah  aku kembali, aku janji akan menemanimu." kata Rey mengelus rambut Sabrina.


"Hmm, baiklah, tapi kamu harus berjanji padaku." kata Sabrina cemberut.


"Aku janji." jawab Rey mencium kening Sabrina lembut.


"Hei, Lee, jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku!" seru Sabrina.


"Tentu, tenang saja, aku pasti akan melindunginya." jawab Lee santai.


"Aku tidak percaya jika kamu bisa melindunginya, sebaiknya cepat hubungi aku, kalau tidak maka aku akan menghukummu dengan berat!"


"Hahaha, tenang saja, aku janji." jawab Lee mengacungkan kedua jarinya membentuk V.


"Oke, aku pergi dulu." kata Rey.


"Baik, hati hati sayang." jawab Sabrina melepaskan genggaman tangannya.


***


Di kediaman Larks,


Teddy masuk ke dalam Rolls-Royce bersama sekretaris ayahnya untuk menuju ke kota JTown setelah selesai dengan semua persiapannya.


"Tuan, semoga kita akan sukses di sana." kata sekretaris itu.


"Jangan panggil aku tuan, apa kamu lupa. Bukankah aku sekarang lelakimu." kata Teddy.


"Ah, baik, bagaimana kalau aku memanggilmu sayang saja?" tanya Xia.


"Terdengar lebih baik." jawab Teddy senang.


Xia menggandeng tangan Teddy dengan erat. Mereka sangat senang dengan perjalanan menuju ke kota JTown ini karena mereka berdua kini resmi menjadi sepasang kekasih.


Teddy dan Xia mengobrol di dalam mobil itu dengan senang bahkan mereka sesekali saling bercanda.


***

__ADS_1


Di mansion Rey,


Rey menuju garasinya dan menggunakan mobil Hitomi, Lamborghini Veneno Roadster yang Rey berikan padanya saat Porche Hitomi di berikan kepada Sabrina.


"Bos, bagus sekali mobil ini!" seru Lee melihat sekeliling mobil itu dengan perasaan yang sangat kagum.


"Sudah, masuk saja." jawab Rey.


"Baik bos!" seru Lee senang.


"Waah, ini mobil apa hotel bintang lima, nyaman sekali!" seru Lee sambil melihat sekeliling interior mobil itu dengan teliti.


"Bagaimana? Apa kau sudah mencari tahu letak rumah Cameron?" tanya Rey.


"Sudah bos." jawab Lee santai.


"Cepat masukkan ke data GPS." kata Rey sambil menunjuk ke layar yang berada di dashboard mobilnya.


"Anu bos, aku tidak mengerti, sebaiknya bos saja yang memasukkannya, hehehe." kata Lee menggaruk kepalanya.


***


Di MegaCore Tech,


"Hitomi, apa kamu sudah menelpon Rey?" tanya Lita.


"Sudah, dia bilang kita bicarakan nanti saja setelah kita di rumah." jawab Hitomi sambil melihat ke arah layar laptopnya.


"Hei Lita! Lihat ini!" seru Hitomi masih menatap layar laptopnya.


"Hah? Ada apa, Hito?" tanya Lita berjalan ke arah meja Hitomi.


"Lihatlah, kita mendapatkan tambahan undangan untuk pelelangan itu, bahkan ini untuk 10 orang sekaligus." kata Hitomi.


"Hah? Kenapa mereka memberikan banyak undangan untuk kita?" tanya Lita heran.


"Apa mereka tahu kalau Rey memiliki beberapa wanita?" tanya Lita santai.


"Yang benar saja! Sepertinya tidak seperti itu, mungkin mereka punya maksud lain." kata Hitomi mengerutkan kening.


"Benar juga." tambah Lita mengangguk.


"Sebaiknya kita harus hati hati, sebagai contoh seperti kejadian kemarin itu seharusnya tidak terjadi lagi." kata Hitomi.


"Hm, aku mengerti." jawab Lita.


"Tapi untuk 10 undangan, sepertinya mereka tahu tentang kita." kata Hitomi mengerutkan kening.


"Bukankah kita hanya 7 orang?" tanya Lita.


"Ya, kita memang 7 orang, tapi tahukah kamu, mereka sepertinya menghitung Vonta, Lee dan Leon." kata Hitomi merasa aneh.


"Benar juga, lalu apa yang mereka rencanakan? Apakah mereka membuat jebakan untuk kita?" tanya Lita.

__ADS_1


"Entahlah, tapi sebaiknya kita diskusikan ini nanti dengan Rey." kata Hitomi.


"Baik, aku rasa itu yang terbaik." jawab Lita.


__ADS_2