
Sementara itu Xena bergegas menuju ke ferrarinya dengan senang karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan Rey dan sangat merindukannya.
Dengan santai, Xena langsung menuju ke Golden Star Hotel.
"Sayang, besok malam kita harus menghadiri undangan acara lelang di pusat kota." kata Hitomi memeluk lengan Rey.
"Undangan?" tanya Rey mengerutkan kening.
"Ya, undangan pelelangan untuk sebuah perusahaan." jawab Lita yang berada di samping kanan Rey.
"Hmm, Oke, lalu berapa undangan yang kita dapat?" tanya Rey.
"Kita dapat 10 undangan." jawab Hitomi.
"Banyak bener!" seru Rey kaget.
"Kok mereka ngasih undangan banyak sih, Hito?" lanjut Rey bertanya.
"Entahlah, aku juga gak tau, kayaknya mereka tahu kalo kamu punya banyak wanita dan pengawal." jawab Hitomi santai.
"Pengawal?" tanya Rey.
"Ya, Vonta, Lee dan Leon. Bukannya mereka pengawal kita?" tanya Hitomi.
"Oh gitu ya, aku lupa." jawab Rey menggaruk kepalanya.
"Dasar." kata Hitomi sambil mencium pipi Rey dengan cepat.
"Selamat datang, Tuan Rey." kata kedua penjaga membungkuk hormat saat Rolls-Royce Phantom Rey melewati gerbang Golden Star Hotel.
Rey mengangguk kepada mereka sambil tersenyum. Mereka akhirnya sampai di Golden Star Hotel. Leon memarkirkan mobil di depan pintu hotel itu dengan santai.
"Tuan Rey datang!" seru resepsionis saat melihat mobil Rey terparkir di depan pintu hotel.
Resepsionis itu berlari bersama dua orang pelayan hotel ke pintu masuk untuk menyambut kedatangan bosnya.
"Selamat datang, tuan Rey." sapa repsionis itu sopan sambil membungkuk hormat bersama dua pelayan lainnya.
Rey mengangguk dengan santai di ikuti oleh para wanitanya.
Xena sampai di hotel itu dan memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Rey.
"Kak Xena!" seru Fafa senang saat melihat Xena datang tak lama setelah mereka.
Xena keluar dari mobilnya dan menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas valet yang di sediakan di hotel ini.
"Hai semua, maaf aku telat." kata Xena sambil berjalan ke arah Rey.
"Sayang, aku kangen kamu." kata Xena mencium pipi Rey dengan lembut.
"Ya, aku juga." jawab Rey senang.
__ADS_1
"Oke, ayo kita masuk." lanjut Rey santai.
"Silahkan tuan Rey." kata resepsionis sopan.
Resepsionis itu memerintahkan kedua pelayan untuk mengantarkan Rey ke ruang khusus VIP.
Para pelayan itu semangat mengantar rombongan Rey dan para wanitanya ke ruangan yang di sediakan.
Sementara itu, resepsionis menghubungi Harry Gates, manajer hotel ini, untuk memberitahu bahwa Rey mengunjungi hotel ini.
Harry bergegas menuju ke pintu lift dan menekan tombolnya dengan cepat.
Setelah mengantar ke ruang VIP, kedua pelayan itu segera menuju ke dapur hotel dan mulai memerintahkan sang koki handal untuk membuatkan beberapa hidangan yang spesial.
Koki itu mengerahkan asistennya untuk membantu menyiapkan semua hal dengan semangat.
Ini pertama kalinya bagi koki baru ini mendapatkan tamu kehormatan, hal ini membuat dia sangat bersemangat menyiapkan hidangan yang spesial untuk tuannya.
"Duduk di sini, Xena. Ada yang mau aku bicarakan denganmu." kata Rey sambil menepuk pahanya kepada Xena yang sedang asik mengobrol dengan yang lainnya.
"Oke." jawab Xena mengangguk patuh dan menuju ke arah Rey.
"Ada apa, sayang?" tanya Xena lembut setelah duduk di pangkuan Rey dengan santai.
"Aku kangen goyanganmu." bisik Rey di telinga Xena.
Xena merasa senang dan malu secara bersamaan saat Rey membisikkan kata kata itu.
"Eh? Kok wajahmu merah?" tanya Rey saat melihat wajah Xena.
"Malam ini, temani aku tidur, oke?" bisik Rey di telinga Xena lagi.
Xena mengangguk patuh dan wajahnya semakin merona merah.
"Oke, kembali ke kursimu." kata Rey.
"Oke." jawab Xena dan beranjak dari pangkuan Rey dengan wajah yang masih merona merah.
"Eh? Kok wajahmu merah?" tanya Yuri polos sambil menggoda Xena.
"Cie, kayaknya ada yang kangen kangenan nih!" seru Hitomi itu menggoda.
"Hah! TIdak! Lagian wajahku gak merah kok!" seru Xena dengan cepat dan duduk di samping Fafa.
"Hahaha." Lita tertawa saat melihat kelakuan Xena yang sedang di goda oleh Yuri.
Mereka tertawa senang bahkan Xena sendiri tertawa mengingat kelakuannya sendiri.
Beberapa saat kemudian, para pelayan masuk ke dalam ruang VIP dengan membawa beberapa hidangan yang telah di buatkan oleh koki baru di Golden Star Hotel.
"Wah wah, kayaknya menu baru ya?" tanya Rey menggesek kedua telapak tangannya dengan senang.
__ADS_1
"Benar tuan, ini adalah menu terbaru dari hotel ini karena kami telah mengganti koki yang lama." kata Harry yang baru saja masuk ke ruang VIP.
"Halo, Harry!" seru Rey.
"Hahaha, tuan Rey, maaf kalau saya tadi tidak menyambut anda, kenapa anda tidak memberitahu saya kalau anda mau berkunjung ke sini." kata Harry senang.
"Aku gak ada rencana kemari, tapi kami bosan makan di rumah terus, jadi kami langsung kesini." jawab Rey santai.
"Begitu rupanya." kata Harry sopan.
"Sudahlah Harry, duduk dan bergabung dengan kami." kata Hitomi.
"Terima kasih banyak nona Rey, tapi saya masih ada sesuatu yang harus saya kerjakan." jawab Harry sopan.
"Tuan Rey, jika anda memerlukan sesuatu, silahkan hubungi saya." kata Harry senang.
"Hmm, oke, makasih, Harry." kata Rey.
Harry kembali ke meja resepsionis dan memerintahkan mereka agar melayani Rey dengan baik.
Resepsionis itu mengerti dan segera menyampaikan kepada para pelayan.
***
Sementara itu di JTown, Teddy dan Xia baru selesai makan malam.
"Sayang, makanan di sini enak." kata Xia.
"Tentu saja enak, makanan di sini terbuat dari bahan yang segar, seperti sayuran yang baru di petik dan langsung di sajikan, sedangkan untuk ikan, mereka baru saja mengambilnya dari kolam dan langsung di olah, maka dari itu makanan di sini sangat baik dan enak, apalagi kokinya handal membuat makanan sederhana menjadi istimewa." jawab Teddy semangat.
"Waaah, sepertinya kamu tahu banyak, sayang." kata Xia sambil memeluk Teddy.
"Tentu." jawab Teddy menatap Xia yang sedang memeluknya dari belakang.
Mereka mengobrol banyak hal tentang diri mereka sendiri dan saling terbuka dengan masa lalu mereka yang cukup kacau.
Mereka saling mengerti dan saling menerima satu sama lain sampai mereka terpana dengan suasana yang sangat romantis ini.
Saat Xia memeluk Teddy dari belakang, tanpa sadar Xia menciumi leher Teddy sehingga membuatnya merasakan hal yang sangat indah.
Teddy membalik badannya dan menarik tangan Xia untuk duduk di pangkuannya.
Mereka melepas semua beban di hati masing masing dan mulai saling membalas ciuman di bibir mereka.
***
"Waaah! Enak banget makanan ini, apa namanya?" kata Rey saat mencicipi steak daging sapi yang lembut.
"Pelayan, tolong panggil kokinya kemari, sepertinya dia belum memperkenalkan diri pada kami." lanjut Rey kepada pelayan yang berdiri di samping pintu.
"Baik, tuan Rey." kata pelayan itu.
__ADS_1
Pelayan itu bergegas menuju dapur hotel dan memanggil koki barunya.
Dengan senang koki baru itu langsung berbenah untuk menghadap kepada bosnya itu.