Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Perubahan Peraturan


__ADS_3

Rey dan keluarganya selesai makan malam dan menuju ke ruang santai. Sedangkan Xena pergi mengantarkan ibunya untuk beristirahat di kamarnya. Rey dan para wanitanya berkumpul di ruang santai.


Bibi menyiapkan beberapa cemilan dan sebotol wine yang cukup tua. Wine itu di buat dari tahun 1990 dan di simpan di ruang khusus wine yang bisa disebut wine cellar itu oleh pemilik mansion ini sebelumnya.


Koleksi wine itu juga dari berbagai merek terkenal dengan tahun pembuatan yang sudah cukup tua, jadi apabila wine itu di jual di pasaran, harga perbotolnya kurang lebih bisa mencapai 100 juta lebih.


"Tuan, ini adalah wine yang di simpan oleh pemilik mansion yang dulu, dan wine ini sangat enak karena tahun pembuatannya dari awal 90 an." kata bibi sopan.


"Hah? Terima kasih banyak bi, apa pemilik mansion yang dulu menyimpan wine dengan jumlah banyak?" tanya Rey penasaran.


Rey belum sempat memeriksa ruang penyimpanan wine di mansionnya, walau Hitomi sudah menjelaskan secara rinci tentang mansion ini kepada Rey ketika dia membeli mansion ini.


"Lumayan banyak tuan, bahkan dari berbagai merek wine yang langka dan tahun pembuatan yang sudah tua." jawab bibi hormat.


"Hm, begitu ya, baiklah, terima kasih bi." kata Rey menganggukkan kepalanya.


Bibi berbalik dan pergi keluar dari ruang santai.


"Sayang, bagaimana kalau kita coba anggurnya, pasti rasanya enak." kata Yuri sambil membuka tutup botol wine itu.


Rey mengangguk, dan Yuri menuangkan wine itu ke enam buah gelas yang sudah di sediakan oleh bibi tadi. Mereka mengangkat gelas dan bersulang bersama. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain dengan senang hingga isi botol wine itu mulai habis.


"Sayang, gimana kalau aku mengambilkan wine lagi untuk kita cicipi?" tanya Hitomi berjalan ke arah Rey dan mencium bibir Rey dengan lembut.


"Ya, tidak masalah." jawab Rey.


"Sayang, bolehkah aku menciummu?" tanya Yuri tiba tiba.


Rey tertawa dan berjalan ke arah Yuri. Yuri dengan senang hati menyambut ciuman dari Rey untuknya. Xena, Fafa dan Sabrina juga mendekatkan dirinya kepada Rey dan mulai mencium bibir Rey secara bergantian. Rey tersenyum melihat wajah para wanitanya yang mulai merah.


Hitomi datang membawa tiga botol wine dari berbagai merek terkenal dan menuangkan ke setiap gelas yang berada di atas meja. Mereka mengangkat gelas masing masing dan bersulang lagi.


"Baiklah, mari kita bersulang." seru Rey mengangkat gelasnya.


Wajah mereka mulai menjadi merah yang menandakan jika mereka sudah mulai mabuk. Satu persatu, para wanita itu mulai terkapar di sofa dengan wajah merah.


Rey hanya geleng geleng kepala melihat para wanitanya yang selalu setia itu tumbang di sofa. Rey dengan perlahan menggendong satu persatu wanitanya itu untuk di pindahkan ke kamarnya masing masing. Tapi Hitomi terlihat baik baik saja karena dia sengaja tidak terlalu banyak meminum wine itu.


"Sayang, ayo kita tidur." kata Hitomi menggandeng tangan Rey dengan lembut.

__ADS_1


Rey menggendong Hitomi dan membawanya ke kamar. Hitomi memperhatikan wajah Rey dengan manja ketika dirinya di gendong. Di kamar, Rey membaringkan tubuh Hitomi di atas kasur dan segera mengunci kamarnya dengan santai.


Rey berbaring di samping Hitomi, yang langsung memeluknya hingga akhirnya mereka tertidur pulas.


***


Pagi harinya, Hitomi terbangun dan membangunkan Rey. Setelah bangun mereka mandi bersama. Fafa, Yuri dan Sabrina sudah siap di ruang makan untuk sarapan, sedangkan Xena masih tidur di kamarnya. Rey memilih pakaian santai untuk di pakainya, Hitomi masih melanjutkan mandinya.


DING!


Rey terkejut dan terdiam sejenak. Tubuhnya menghangat seakan akan menyerap energi yang terdapat di sekitarnya. Tapi tiba tiba mendadak tubuhnya menjadi berat seperti di tertimpa beban yang membuatnya ambruk berlutut dan menopang berat tubuhnya dengan tangannya.


"Aaargh!! Brengsek!!" seru Rey mengeratkan gigi dan menahanĀ  tubuhnya untuk tidak ambruk.


Lima menit kemudian tubuhnya kembali normal tapi basah kuyup karena keringat.


[Halo, apa kabar?]


"Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak memberi peringatan apa pun?"


[Hehehe, namanya juga kejutan.]


[Hey hey aku adalah kamu.]


"Apa maksudnya itu?"


[Ini aku dalam versi 3.0, aku menyatu dalam dirimu seutuhnya Rey Demonforge. Dari informasi yang aku dapatkan, tidak ada hadiah berkala lagi untukmu. Hadiah akan di berikan sewaktu waktu ketika ada masalah yang harus kau selesaikan. Dan yang paling penting, apapun yang aku tahu, otomatis kau juga tahu. Kecuali pencipta sistem ini, sepertinya informasi itu sengaja di hapus dari database milikku.]


"Apa kau bisa meretas informasi itu."


[Bisa saja sih, tapi resikonya aku akan hilang dari tubuhmu dan....]


"Apa?"


[Sebentar.... peringatan di database rahasia ini tertulis otakmu akan meledak, bagaimana? mau kau akses tidak?]


"Apa!! Tidak tidak, tidak usah saja."


[Kenapa? Setidaknya kau bisa mati dengan tenang.]

__ADS_1


"Diamlah kau!"


[Oke.]


Hitomi keluar dari kamar mandi karena mendengar Rey berbicara dengan seseorang.


"Sayang, ada apa? Kau bicara dengan siapa?" tanya Hitomi sambil berjalan menuju Rey dan memeluknya.


"Eh? Tidak ada apa apa. Hitomi, sebaiknya kau tidur lagi, sepertinya kau masih sedikit mabuk, aku akan pergi dulu." kata Rey sambil mencium kening Hitomi.


[Cie cie...]


Rey mengumpat dalam hati, dia merasa sistemnya yang baru menjadi menyebalkan, sebenarnya sama saja dengan Rey sendiri. Rey dan sistemnya sama sama menyebalkan.


"Tidak, aku akan menemanimu sarapan dulu, jika kau pergi nanti, aku akan jalan jalan dengan Xena." jawab Hitomi.


Mereka berdua turun ke ruang makan untuk sarapan.


"Pagi sayang!" seru Yuri lembut.


"Sayang, aku ambilkan sarapan untukmu." kata Sabrina sambil membawakan makanan untuk Rey.


Mereka semua sarapan dengan tenang dan mulai pergi sesuai kegiatan mereka masing masing. Sedangkan Rey pergi ke sasana untuk mempersiapkan pertandingan hari ini. Sampai di parkiran sasana, Lee sudah menunggunya di sana,


"tuan Rey!" seru Lee berlari menemui Rey.


"Eh? Ada apa Lee?"


"Ada kabar mengenai peraturan pertandingan tahun ini dan baru pertama kali panitia melakukan perubahan dadakan seperti ini." kata Lee terengah engah.


"Perubahan peraturan? Maksudmu apa Lee?"


"Penyelenggara merubah peraturan kompetisi menjadi ajang pencarian bakat terkuat, jadi siapa yang paling kuat bisa menantang peserta manapun di atas ring." kata Lee.


"Sepertinya itu lebih baik. Jika memang seperti itu, mungkin Edward akan naik ke atas ring lebih dulu, bukankah kau bilang dia juara tahun lalu." jawab Rey semangat.


Berita perubahan peraturan itu juga sudah di unggah oleh penyelenggara resmi pertandingan itu, dan langsung menjadi viral di sosial media. Teddy Larks melihat pengumuman itu dari twitter, wajahnya tersenyum lebar.


"Saatnya aku membalas Rey!" gumam Teddy dalam hati.

__ADS_1


"Hey! George! Beritahu Edward agar menantang Rey saar pertandingan nanti, dan katakan padanya untuk mematahkan kaki dan tangannya sekalian." seru Teddy dengan semangat.


__ADS_2