Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Bertemu Lagi


__ADS_3

Rey terbangun di pagi hari mendengar notofikasi dari systemnya.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Sebuah jam tangan Richard Mille RM056 Men's Collection.]


Rey melirik ke atas meja di samping tempat tidurnya, dia membuka kotak itu, dari raut wajahnya sepertinya dia tidak terlalu senang dengan hadiah yang di dapatkannya. Setelah mandi, dia mencoba memakai jam tangan itu. Dia mengamatinya. Menurut Rey jam itu benar benar tidak enak dipandang. Yang membuat Rey bingung adalah Jam ini seperti bukan penunjuk waktu. Tapi memang Rey tidak perduli.


Ponsel Rey berdering. Melihat nama yang ada di layarnya, dia tersenyum lebar.


"Hey Lita!"


"Halo Rey, apa kau benar di XTown?"


"Eh? Kenapa memangnya?"


"Aku baru tiba tadi malam, mau gak kau menemuiku di plaza?"


"Tentu saja! Aku kangen kau tau!" Rey menggombal.


"Hahaha, sepertinya aku juga, oke aku tunggu!"


Rey mengambil rolls-royce nya, dia memacu mobilnya dengan kencang, dia tidak sabar untuk bertemu dengan Lita. Rey memarkirkan mobilnya dan berjalan ke arah pintu masuk plaza, dia melihat Lita duduk di sebuah cafe kecil sedang menunggunya. Rey menghampiri dan menyapa.


"Hey! Apa kabar? Kok bisa kau di Xtown, bukannya mau keliling dunia dulu?"


"Hehe, rencananya memang begitu tapi, aku mendapat kabar bahwa ada seseorang menemukan keluarga kandungku." jawab Lita.


"Eh, bukannya dulu ibu penjaga panti bilang..."


"Ya, aku untuk menyewa beberapa orang demi mencari informasi itu,,ternyata benar, aku di serahkan ke panti karena keadaan ekonomi yang memburuk.. Selama prosesnya aku menguras semua tenaga dan tabunganku."


"Lalu apa kau marah?"


"Tidak.. Aku malah bersyukur! Aku masih punya keluarga, mereka sudah meminta maaf, dan gak masalah buat aku. Mereka hanya terpaksa dan aku memaklumi."


"Jadi?"


"Ya makanya aku kesini, mereka tinggal disini dan aku memutuskan untuk pindah ke sini juga!"

__ADS_1


Akhirnya setelah obrolan panjang mereka memutuskan untuk masuk ke dalam plaza. Di dalam plaza mereka berjalan di lantai dasar dimana banyak stand stand kecil menjual bermacam barang, seorang wanita sedang menawarkan beberapa kosmetik sambil melakukan live. Dia mewawancarai beberapa pasangan yang lewat. Ketika melihat Rey matanya langsung bersinar. Apalagi Rey dan Lita sama sama menarik.


Jika mereka di undang untuk menjadi tamu live streaming nya pasti akan menjadi hits. Dia bergegas mendatangi mereka untuk melakukan wawancara dengan mic kecil di tangannya.


"Om, kalau anda punya uang 1,5 juta, apa anda mau menghabiskan setengahnya untuk membelikan kosmetik untuk pacar anda?"


Wanita itu membuat penjual lain di sekitarnya menoleh. Mereka memandang Rey dengan iba. Mereka pikir Rey terjebak. Mereka tahu tentang strategi pemasaran wanita itu. Dia memang memburu para pasangan dan menargetkan yang laki laki, dengan harapan si laki laki akan mengiyakan pertanyaan wanita itu untuk menyenangkan pasangannya.


Tapi dengan jawaban itu, sudah pasti si laki laki akan terjebak oleh penjual kosmetik itu. Wanita itu akan mengambil kesempatan untuk menjual kosmetik dan si laki laki akan dipaksa membeli kosmetik untuk pasangannya. Tapi sayangnya wanita ini bertemu dengan Rey!


"Gimana om?" wanita itu bertanya lagi.


"Berapa tadi kau bilang?" tanya Rey.


"1,5 juta om..."


"1,5 juta? Gimana aku bisa hidup?"


"Lah! Si bodoh ini malah menganggap serius!" kata wanita itu dalam hati. Dia kesal tapi menahannya. Untuk mengejar apa yang diinginkan, dia hanya tersenyum.


"Tenang om, ini cuma umpama, jika anda punya 1,5 juta..."


Wanita itu menatap Rey dan Lita dari atas ke bawah. Dia tak percaya dengan apa yang dikatakan Rey. Menurutnya pakaian Lita berharga tidak lebih dari 500 ribu. Meskipun Rey memakai kaos Armani, kenapa penampilan pasangannya terlihat biasa saja. Pasti pakaian om ini cuma barang palsu.


"Oke oke! lalu apa pekerjaan anda?"


"Aku? aku sih pengangguran... Gak ngapa ngapain.." Rey mengangkat bahunya dan berkata dengan tenang.


Wanita itu terdiam lalu tertawa dan berkata.


"Aih ternyata kau cuma penipu! Kau bilang bajumu mahal? Armani yang kau pakai aja palsu! Lucu sekali!"


Mendengar ini, Rey dan Lita menjadi kesal. Kata kata itu sangat menghina di depan umum seperti ini. Rey hanya tersenyum saja.


"Udah? Waktuku dikit, aku harus pergi, kau cari orang lain aja."


Ketika Rey akan melangkah pergi, seorang pemuda dengan dandanan rapi menerobos masuk dari kerumunan orang itu.


"Hei bung! Boleh aku lihat jam tanganmu?"

__ADS_1


"Tentu.." Rey berhenti dan mengangguk, mengulurkan tangannya. Pemuda itu menatap jam tangan dengan cermat. Dia tersenyum cerah.


"Wah RM 056! Apa kau menjualnya! Aku beli 20 miliar!"


Semua yang ada disana terkejut, terdengar gumaman dari kerumunan dan komentar dari para penonton live.


"Lucu sekali! Jam jelek 20 miliar? RM 056? Merek apa itu?" Penjual kosmetik itu mencibir.


Mendengar kata kata itu pemuda ber jas itu menatap wanita itu dengan dingin dan menghina. Ketika hendak menjawab, seseorang dari kerumunan bereriak.


"Ini dia! Aku menemukannya di internet, Itu memang RM, yang paling murah harganya 1,4 miliar. dan juga sulit untuk dipalsukan karena teknologi RM memang berbeda."


Kerumunan penuh dengan ejekan dan desisan keras. Wanita itu benar benar terkejut. Dan dia berteriak histeris tetap menyangkal dan tetap menuduh Rey sebagai pembohong besar. Di sisi lain manager plaza bergegas masuk di kerumunan itu.


"Tuan Clark, anda di sini?" tanya manager itu kepada pria yang berpakaian rapi itu.


"Jadi begini caramu mengelola plaza? Semua orang bisa jualan? Bahkan seorang penjual barang tidak bermutu? KELUARKAN DIA!"


Manager tidak berani membantah. Dan memerintahkan pihak keamanan. Wanita itu benar benar putus asa. Dia menyadari bahwa dia telah menyinggung dua pria kaya dan kehilangan pekerjaan, bahkan itu menimbulkan kekacauan di acara live nya sendiri. Setelah semua masalah terselesaikan, pemuda berpakaian rapi itu memperkenalkan diri.


Namanya Rufio Clark, pemilik dari Clark Departement Store. Eddie terkejut ketika tahu nama Rey, dia tahu bahwa Rey adalah pemilik dari Oico Group, Golden Star Hotel dan Leaf Resto. Rufio tahu dari ayahnya, sebagai anak seorang pengusaha, berita seperti ini dengan cepat tersebar di kalangan pelaku bisnis. Orang orang yang mendengar percakapan mereka terkejut, begitu juga Lita, dia tahu Oico Group itu seperti apa.


Meskipun Lita tahu identitas Rey, tapi tidak pernah terbayang Rey sekaya itu. Setelah berbincang sebentar Rey dan Rufio saling bertukar kontak, kemudian berpamitan. Rey dan Lita melanjutkan jalan jalan dan berbelanja di plaza itu. Rey membeli beberapa kaos dan aksesoris di toko Dior, menghabiskan sekitar 168 juta. Ketika mereka melewati toko Prada, Lita berhenti dan menatap sebuah botol parfum.


"Ada apa?" tanya Rey melihat ke arah Lita.


"Gak apa apa.." jawab Lita gugup. Rey tersenyum kecil dan berjalan masuk ke toko itu.


"Aku mau itu.." kata Rey menunjuk sebotol parfum yang tadi di tatap Lita. Penjual itu langsung membungkuskannya untuk Rey. Melihat apa yang di lakukan Rey, Lita menunduk malu.


"Nih!" kata Rey nyengir seraya menyerahkan paperbag kecil.


"Tapi...."


"Anggap aja hadiah pertemuan kita..."


"Terima kasih Rey..." Lita tersenyum manis menerima paperbag itu.


Setelah berkeliling sebentar, Rey juga mengajak Lita makan dahulu. Setelah menikmati bersama akhirnya mereka saling berpamitan dan siang itu Rey kembali ke mansion, dia baru tahu kalo jalan jalan di plaza bersama seorang wanita itu melelahkan.

__ADS_1


__ADS_2