Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Baron Hanagi


__ADS_3

Orang misterius itu akhirnya tiba di mall bersama ketiga wanitanya.


Dengan senang, ketiga wanita itu menggandenga tangan orang misterius itu dan masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai tiga.


"Baiklah, belanjalah sesuka hati kalian."


"Benarkah sayang?" seru para wanita itu senang.


Mereka berkeliling untuk melihat pakaian dan aksesoris yang mereka inginkan.


Sementara itu, orang misterius itu duduk di sofa sambil memperhatikan para wanitanya yang sangat gembira memilih pakaian.


Dia memakluminya karena sudah cukup lama orang misterius itu tidak memanjakan ketiga wanitanya karena terlalu sibuk untuk menyelidiki kasus pembunuhan ayahnya.


Maka dari itu, orang misterius itu sengaja membawa mereka ke mall di pusat kota agar mereka tidak terlalu tertekan dengan pekerjaannya.


"Baron Hanagi??"


Tanya seseorang yang cukup lama tidak bertemu dengan orang misterius itu.


Apakah benar itu kamu?!" tanya orang itu lagi dan terkejut saat melihat orang misterius itu.


"Hm?" orang misterius itu mengerutkan kening saat seseorang memanggil namanya dengan jelas.


Dia menoleh ke arah orang yang memanggilnya yang berada tepat di sampingnya.


"Affa? Itu kau!!" seru Baron kaget.


"Ya! Ini aku!" jawab Affa senang sambil mengangguk.


Mereka saling merangkul dan berjabat tangan dengan gembira karena sudah cukup lama mereka tidak bertemu setelah Baron pindah rumah dan mengganti nomor ponselnya.


Affa Anoai adalah teman dekat Baron semenjak di bangku SMA hingga kuliah pun di universitas yang sama.


Tapi Baron tidak melanjutkan kuliah setelah ayahnya meninggal dunia.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Affa senang.


"Baik, aku baik baik saja, lalu bagaimana denganmu?" tanya Baron senang saat melihat teman dekatnya kembali.


"Syukurlah jika kau baik baik saja, dua tahun aku mencari keberadaanmu tapi akhirnya aku bertemu denganmu di sini." kata Affa senang.


Mereka mengobrol dengan gembira karena mungkin mereka sudah lama tidak bertemu satu sama lain.


Affa selalu mencari keberadaan Baron selama ini, hingga Affa berpikiran kalau Baron sudah meninggal.


Tapi hari ini, Affa sangat senang setelah bertemu kembali dengan Baron dalam keadaan baik baik saja.


Ya. Orang misterius ini bernama Baron Hanagi.


Dia berasal dari keluarga Hanagi yang memiliki aset 300 trilyun di seluruh benua ini, Sedangkan di kota XTown ini dia hanya memilik aset 34 trilyun.


Sedangkan Affa Anoi adalah sahabatnya sejak SMA sampai kuliah, sebelum Baron menghilang tanpa jejak.


Dengan begitu, Affa sangat senang setelah menemukan Baron di mall ini.


Mereka membicarakan kenangan mereka dari SMA dengan senang.


"Af, bagaimana kalau kita makan malam bersama? Apa kau sudah punya pacar?" tanya Baron senang.


Sebenarnya Baron tidak ingin bertemu dengan teman teman lamanya, tapi berbeda dengan Affa, dia satu satunya teman terdekatnya yang selalu ada di setiap kesusahan, bahkan mereka berdua sudah mengangkat gelas dan menjadi saudara di masa SMA dulu, maka dari itu, Baron senang saat bertemu kembali dengan Affa.


"Tentu, aku sangat senang, mari kita rayakan ini." seru Affa sambil menepuk bahu Baron.


"Af, kau belum menjawab pertanyaanku." kata Baron.


"Hah? Pertanyaan yang mana?" tanya Affa santai.


"Aku bertanya mengenai pacarmu." kata Baron.


"Ah itu, ya, aku ke sini bersama pacarku, dia sedang melihat lihat pakaian." jawab Affa sambil menunjuk ke arah wanita yang sedang memilih pakaian.


"Baguslah, ajak pacarmu nanti malam, aku akan memperkenalkan wanitaku juga." kata Baron.


"Sayang, lihat ini bagus tidak." seru salah satu wanitanya kepada Baron.


"Sayang yang ini bagus tidak?"


Tiba tiba para wanita Baron berdatangan satu persatu dengan membawa pakaian yang mereka pilih untuk diperlihatkan kepada Baron.


"Wah, Baron, apa ini pacarmu?" tanya Affa kaget saat melihat satu persatu wanita Baron berdatangan.

__ADS_1


"Ya, ketiganya adalah wanitaku." jawab Baron santai.


"Benar benar lelaki sejati! TIdak heran jika kau mempunyai banyak pacar, semasa SMA pun kau di juluki sebagai idola sekolah!" seru Affa sambil mengangkat jempolnya ke arah Baron.


"Sayang, apa dia temanmu?" tanya salah satu wanita lembut.


"Ya," Baron mengangguk.


"O iya, perkenalkan namaku Affa." kata Affa mengulurkan tangannya.


"Ah iya, namaku Lauren."


"Aku Jackie."


"Dan aku Layla."


Kata ketiga wanita Baron dengan senang.


"Senang bertemu dengan kalian." kata Affa.


Affa memanggil pacarnya untuk di kenalkan kepada Baron dan para wanitanya.


"Ada apa sayang?" tanya pacar Affa.


"Kenalkan ini teman dekatku yang sering aku ceritakan padamu." kata Affa sambil menunjuk ke arah Baron.


"Apa ini tuan Hanagi?" seru pacar Affa kaget.


"Ya." Baron mengangguk.


"Tuan Hanagi, perkenalkan namaku Jacqueline." ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Ya, senang bertemu denganmu." jawab Baron.


"Hai namaku Jacqueline." katanya lagi kepada para wanita Baron.


Mereka bersalaman dan berkenalan dengan senang.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menjadi lebih akrab satu sama lain.


Mereka mengobrol dengan senang dan memutuskan untuk memilih pakaian bersama.


Semantara, Baron dan Affa menunggu para gadis itu berbelanja sambil mengobrol.


***


Rey pulang ke mansion bersama tiga gadisnya jelas ada Lee yang mengekor di belakang mereka.


Rey dan Lee nanti akan pergi ke pertemuan yang telah di jadwalkan oleh komandan polisi.


Karena tidak boleh ikut, Fafa, Sabrina dan Yuri memutuskan akan pergi jalan jalan lagi setelah Rey pergi.


Rey bergegas ke kamarnya untuk mandi.


"Sayang, kamu sudah pulang." kata Xena lembut sat Rey masuk ke dalam kamar.


"Apa kau sudah makan?" tanya Rey.


"Sudah sayang." jawab Xena.


"Oke, aku mau mandi dulu." kata Rey.


"Aku ikut." kata Xena.


Rey membuka pakaian lalu memakai handuk dan masuk ke kamar mandi.


Xena mengikuti Rey ke kamar mandi tanpa membuka pakaiannya.


"Kenapa kau masih pakai baju?" tanya Rey lembut.


"Sebentar sayang, aku ambil handuk dulu." kata Xena sambil berjalan ke luar kamar mandi dan segera mengambil handuknya.


Sementara itu, Lee yang sedang menunggu Rey di belakang mansion melihat kolam renang yang sangat luas sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk melompat ke dalam kolam renang itu.


Lee membuka pakaiannya dan langsung melompat ke arah kolam renang itu dengan senang.


Karena sudah terlalu bosan, akhirnya Fafa, Sabrina dan Yuri bergegas menuju ke garasi mobil setelah mengganti pakaiannya masing masing.


Mereka menggunakan mobil mereka masing masing, Fafa dan Yuri memakai Ferrari nya sedangkan Sabrina memakai Porsche 911 yang di berikan oleh Hitomi untuknya.


Dengan senang mereka segera pergi keluar dari gerbang mansion menuju ke arah pusat kota.

__ADS_1


Sementara itu, Rey dan Xena sedang asik di dalam kamar mandi.


Mereka berdua mandi bersama dengan gembira bahkan mereka berdua saling bercanda satu sama lain.


Sedangkan Lee sedang bergembira di kolam renang seperti anak kecil yang sedang bermain air.


Beberapa saat kemudian Rey selesai mandi dan memakai pakaian bersama Xena.


"Sayang, apa kamu mau pergi lagi?" tanya Xena.


"Ya, aku harus pergi ke kantor polisi untuk menjemput Vonta." jawab Rey sambil membantu Xena mengancingkan pengait belakang tutup gunungnya.


***


Di sisi lain, Cameron berhasil keluar dari kamarnya di lantai dua dengan menggunakan sprei dan tirai yang di sambungkan menjadi tali.


Cameron membawa tas yang berisi pakaian dan beberapa perbekalan.


Cameron pergi keluar dari gerbang rumahnya dengan mengendap endap saat melewati pos penjaganya.


"Sialan! Ponselku ketinggalan." seru Cameron sambil menggaruk kepalanya.


'Sepertinya aku harus membeli ponsel baru.' gumam Cameron dalam hati.


"Baiklah, aku haris segera pergi dari sini, sebaiknya aku pergi ke rumah tuan Rey untuk meminta bantuannya." gumam Cameron sambil berdiri di pinggir jalan untuk memanggil taksi.


Cameron memanggil taksi yang kebetulan lewat di jalan itu.


"Pak antar aku ke alamat ini." kata Cameron menunjukkan sebuah kartu nama.


"Baik nona."


Taksi itu segera menjauh dari jalan menuju keluar dari kawasan itu.


***


Setelah Rey selesai mengenakan pakaian, dia bergegas turun ke lantai satu.


"Sedang apa kau ini Lee?" tanya Rey saat melihat Lee yang sedang berbaring di pinggir kolam renang.


"Hai Bos, aku gerah, makanya aku berendam." kata Lee menatap Rey yang baru datang.


"Cepat pakai bajumu, kita berangkat sekarang." kata Rey santai.


"Oke bos!" seru Lee semangat.


Lee segera mengenakan pakaiannya dengan rapi dan bergegas menuju ke arah Rey.


"Apa kau sudah siap?" tanya Rey menatap Kee yang belum sempat menyisir rambutnya.


"Sebentar bos." kata Lee sambil mengaca di jendela yang berada di sampingnya.


"Waduh, berantakan sekali!" seru Lee saat melihat dirinya sendiri di kaca.


Rey menggeleng sambil tersenyum.


"Sebentar bos!" seru Lee sambil berlari ke arah dapur.


"Bibi!" seru Lee saat sampai di dapur.


"Bi, kamu di mana?" panggil Lee mengerutkan keningnya.


"Ada apa tuan Lee?" tanya bibi yang baru datang dari depan.


"Aaah! Bibi bikin kaget saja!" seru Lee kaget.


"Bi, pinjam sisir dong." kata Lee sambil melihat ke arah cermin yang ada di ujung dapur.


"Sebentar." jawab bibi santai sambil berjalan ke arah kamar mandi belakang.


"Ini tuan." kata bibi menyerahkan sisir kepada Lee.


"Terima kasih bi. Bibi memang top!" kata Lee sambil menyisir rambutnya.


"Tuan Rey, ada seorang gadis di depan yang ingin bertemu dengan anda." kata seorang pelayan kepada Rey yang berada di ruang tamu menunggu Lee.


"Siapa?" tanya Rey mengerutkan kening.


"Dia bilang namanya Cameron, tuan." jawab pelayan itu sopan.


"Oh Cameron, bawa dia kemari." jawab Rey santai.

__ADS_1


__ADS_2