Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Cincin Ruang Tak Terbatas


__ADS_3

Pagi harinya, Rey terbangun bersama Hitomi dan segera mandi. Setelah itu mereka pergi ke ruang makan untuk sarapan.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Cincin Ruang Tak Terbatas.]


Saat ini di pikiran Rey, terlihat sebuah ruangan kosong yang tak berujung. Rey takjub menatap ruangan yang ada di pikiran itu. Rey senang mendapatkan benda itu karena mulai sekarang dia tidak perlu bingung untuk menaruh semua hal yang berhubungan dengan perusahaannya. Karena memang kenyataanya, ketika perusahaannya semakin banyak, tentu saja berkas yang di milikinya semakin banyak.


Apalagi Rey tidak perlu repot repot untuk menata dan mencari berkas yang di inginkannya seperti ketika mencari berkas di dalam brankas.


Yuri dan Sabrina terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan siapa pun selain mereka berdua. Mereka segera membersihkan diri dan menuju ke ruang makan.


"Kenapa kalian tidak membangunkan kami?" tanya Yuri cemberut.


"Hahaha, aku sengaja karena kalian berdua yang terlihat paling kelelahan." jawab Rey sambil tertawa.


Sabrina menundukkan kepalanya karena malu.


"Sabrina, sini duduk di dekatku." kata Rey.


Sabrina dengan patuh segera duduk di samping Rey.


"Karena kamu sudah resmi menjadi bagian dari keluargaku, maka sebaiknya kamu harus selalu tampil cantik dan bahagia. Jangan sampai aku melihatmu sedih." kata Rey mengelus rambut Sabrina.


Sabrina mengangguk dengan patuh. Mereka ber empat melanjutkan sarapannya dengan tenang. Tak lama kemudian ponsel Rey berdering. Terlihat nama Fafa di layar ponsel itu.


[Ada apa?]


[Sayang, apa Yuri ada? Dia tidak ada di kampus dan dia juga tidak mengangkat telponku.]


[Ya, dia baru saja bangun tidur, hahahaha.]


[Kalau begitu aku akan bolos juga.]


Fafa secara sepihak mematikan telponnya.


"Lah?"

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Hitomi.


"Fafa, dia di kampus tapi mau bolos karena Yuri tidak kuliah."


"Kalau begitu, gimana kalau kita memeriksa Estillo Island?"


"Terserah kau saja. Oiya, Hitomi, ajak Sabrina untuk melihat mobilnya."


"Baiklah."


Hitomi mengajak Sabrina menuju ke garasi mobil.


"Nah, yang warna kuning itu mobilmu sekarang." kata Hitomi menunjuk mobil porsche yang terparkir di sana.


"Benarkah?"


"Tentu saja, dan jangan sampai Rey kecewa dengan penampilan kita. Ini kunci mobilnya. Apa kamu sudah punya kartu pengemudi?"


"Aku belum punya kak."


Mereka berdua kembali ke ruang makan. Rey menanyakan kepada Sabrina tentang mobilnya, karena jika Sabrina tidak suka, Rey pasti akan membelikan yang baru untuknya. Tapi Sabrina tidak meminta aneh aneh, baginya itu sudah cukup, dia selalu patuh dengan pengaturan yang Rey berikan.


Rey meminta Hitomi untuk mengabari Xena bahwa mereka akan mengunjungi Estillo Island, tidak lupa Rey juga meminta Xena untuk mengajak ibunya ikut serta. Xena merasa senang mendengar kabar dari Hitomi, dengan semangat dia menyiapkan kebutuhan ibunya selama di perjalanan nanti.


Fafa yang baru tiba di mansion, melangkah ke ruang makan dengan wajah cemberut. Setibanya disana dia terkejut dengan adanya Sabrina di sana.


"Kenapa Sabrina bisa di sini?" tanya Fafa.


"Semalam dia menemaniku bertugas." jawab Yuri polos.


Fafa menoleh ke arah Rey mencari penjelasan. Rey hanya nyengir tak berdaya. Fafa menghela nafas tak berdaya, berpikir bahwa jatahnya mungkin akan berkurang.


"Selamat datang di keluarga kami, Sabrina." kata Fafa.


"Iya, terima kasih Fa."


Xena tiba di mansion Rey bersama ibunya. Disana, ibu Xena melihat sekeliling dengan takjub menatap mansion besar dan mewah di depannya. Mereka berdua di sambut oleh bibi dan di antarkan ke ruang makan. Rey menyapa ibu Xena dengan sopan seperti biasanya menanyakan kondisi kesehatan ibunya itu. Rey meminta Hitomi memanggil Leon untuk menjadi sopir mobil untuk ibu Xena nanti.

__ADS_1


Leon yang di minta untuk bertugas, tentu dengan semangat segera bersiap siap. Leon menyiapkan mobil phantom yang bisa memuat beberapa barang bawaan milik bos dan para wanitanya.


Hitomi, Yuri dan Fafa mengemudikan mobilnya masing masing, dan karena Sabrina belum terbiasa dengan kebiasaan keluarga ini, dia memilih ikut di mobil Yuri. Sedangkan Rey dan Xena menemani ibu Xena di mobil yang di kemudikan Leon.


Rombongan itu keluar dari gerbang mansion, dan berbelok menuju jalan tol agar perjalanan tidak memakan waktu terlalu lama.


"Kakak bos! Kenapa kita lewat tol? Bukankah kita harus naik kapal ferry dari pelabuhan." tanya Leon heran ketika Rey menyuruh untuk lewat jalan tol.


"Tidak perlu, kita lewat akses jalur bawah laut." kata Rey santai.


"Eh? Apa? Jangan jangan pulau itu milik kakak bos?" tanya Leon kaget.


Rey tidak menjawab pertanyaan itu dan hanya tersenyum kepada Leon.


Estillo Island memiliki dua akses jalan masuk. Yang pertama menggunakan kapal ferry untuk menyeberang dan yang kedua melalui terowongan bawah laut yang pintu aksesnya di jaga ketat karena jalur ini khusus untuk pemilik pulau tersebut.


Ketika mereka sampai di mulut terowongan terlihat pos penjaga besar yang di jaga lebih dari sepuluh orang berbadan besar seperti militer, bedanya seragam mereka hanya hitam polos, sama seperti para penjaga Devirium Island. Dua orang penjaga mendatangi mobil Rey. Dan ketika kaca mobil di buka mereka langsung membungkuk dengan hormat.


"Maaf bos, menghentikan mobil anda, kami hanya menjalankan tugas."


"Tidak masalah, kerja bagus." kata Rey puas dengan prosedur penjagaan di sana.


"BUKA GERBANGNYA!" teriak salah satu orang yang mendatangi Rey tadi.


Leon menginjak pedal gas dengan santai memasuki terowongan di ikuti rombongan mobil para wanita Rey. Xena memandang takjub keindahan di dalam terowongan itu. Di dalam terowongan bawah laut tidak menggunakan dinding beton tapi menggunakan dinding kaca dengan tebal sekitar 50 inci sehingga pemandangan bawah laut terlihat dengan jelas.


Semua orang yang melihat pemandangan itu berdecak kagum dengan apa yang mereka lihat. Rey meminta Leon untuk menepikan kendaraan sejenak agar para wanitanya bisa mengambil beberapa momen di terowongan itu. Para wanita itu dengan semangat mengambil beberapa foto dan mengunggahnya ke media sosial masing masing.


Xena segera meminta berfoto bersama Rey, dan para wanita yang lain juga tak mau kalah untuk berfoto bersama lelaki uniknya itu. Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka sampai di Estillo Island sekitar lima belas menit perjalanan dan di sambut oleh manajer pulau wisata itu.


Rey dan Hitomi mengikuti manajer menuju kantornya untuk membicarakan keseluruhan bisnis yang ada di pulau itu, sedangkan yang lain di minta untuk mengikuti pemandu wisata untuk berkeliling di Estillo Island.


Hitomi sedang memeriksa beberapa berkas yang telah di siapkan oleh manajer dan segera Rey menanda tanganinya.


"Oke! Karena semua sudah beres, sebaiknya kau memanduku berkeliling pulau ini." kata Rey santai.


"Tentu saja tuan Rey, dengan senang hati saya akan menunjukkan kepada anda setiap sudut di pulau ini, termasuk dua hotel utama di sini." jawab manajer dengan penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2