Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Sebuah Rencana Bisnis


__ADS_3

Rey tidak tahu apa apa tentang Tiga Pangeran XTown yang di bahas di grup. Saat ini, Rey sedang makan bersama Brayden dan teman temannya. Tak lama, mereka telah menyelesaikan makan. Sebotol wine di buka dan di minum. Brayden mendapatkan sebuah ide pada saat itu.


"Haruskah kita pergi ke karaoke? Ada karaoke bagus di dekat sini."


Mendengar usulan ini, para pria yang hadir tidak menolak. Mereka meninggalkan restoran lalu pergi menuju karaoke. Karena mereka tidak banyak minum wine, mereka masih sadar. Berbeda dengan Rey yang menghabiskan dua botol sekaligus.


Kebanyakan dari mereka juga memiliki pacar. Rey bahkan membawa salah satu wanitanya, Hitomi. Jadi tidak akan ada yang berani bertindak terlalu jauh.


Belum lagi aturan keluarga mereka yang ketat. Mereka tidak bisa sembarangan mencari wanita. Kecuali Rey tentunya.


Sekelompok pria muda yang lahir di keluarga terpandang ini tidak bisa sembarangan mencari wanita karena mereka akan menderita kerugian besar. Baik dalam hal ketenaran maupun kekayaan. Apabila tidak ingin bangkrut mereka harus mencari pasangan yang tepat.


Saat ini Rey terlalu banyak minum, tapi ternyata wine tadi alkoholnya agak kuat. Rey sedikit pusing. Dalam perjalanan ke karaoke, Hitomi membantunya.


Mereka tiba di karaoke, mereka memasan sepiring buah buahan dan dua lusin bir lalu menuju ke ruang pribadi yang telah dipesan.


Ternyata di ruangan itu sudah ada seseorang yang menunggu mereka. Rupanya tadi Brayden telah meminta pacarnya untuk reservasi di karaoke.


"Ini wanitaku, Emily Fisher. Dan Emily sapalah Tuan Rey."


Emily adalah seorang bintang dan dia tampak cantik. Tapi dia tidak lebih cantik dari Hitomi. Hal hal yang dia unggul dari Hitomi adalah cara berhias dan gaya berpakaiannya. Dua faktor itu saja yang bisa menambah kecantikan Emily.


Emily berdiri disana dan merasa sedikit terkejut. Setahu Emily, ketika Brayden memperkenalkan seseorang, dia akan meminta Emily memanggil nama panggilan orang itu. Tapi ini pertama kalinya Brayden meminta Emily untuk memanggil seorang temannya dengan kata 'tuan'. Untuk sesaat, Emily tidak berani menyepelekan Rey, walau penampilannya urakan. Emily mengulurkan tangannya ke arah Rey.


"Halo tuan Rey."


Rey mengangguk. Semua orang duduk satu persatu setelah Rey duduk.


"Oh, Emily, bisakah kau temani nona Rey. dan ingat! Perlakukan dengan baik."

__ADS_1


"Baiklah sayang, dan kamu tidak boleh minum bir terlalu banyak."


Emily mengangguk kemudian dia menarik Hitomi ke samping. Ini adalah pertama kalinya Hitomi datang ke acara tidak resmi Rey, dan sekarang dia bingung. Dalam lingkungan para penguasa bisnis ini, dia tentu menjadi canggung, selama ini dia hanya mengurus bisnis Rey, tidak untuk bergaul. Tapi dengan adanya Emily, Hitomi perlahan lahan bisa membaur.


Walau sebenarnya banyak orang canggung di ruangan ini, di hadapan mereka ada Brayden dan Rey yang sangat mendominasi. Tapi karena sifat Rey yang santai dan Brayden yang hampir sama, semua orang berangsur tenang setelah berkenalan secara pribadi dan mengobrol santai. Brayden menatap Rey dengan seksama, setalah bersulang dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Rey, apa kamu tertarik dengan investasi?"


Mata Rey sedikit memicing mendengar Brayden. Meskipun dia mabuk, dia masih sadar.


"Investasi apa yang kau maksud?"


Rey berbicara dengan tenang. Brayden tersenyum santai lalu melanjutkan.


"Saat ini, kompetisi e-sport mendapatkan lebih banyak perhatian di seluruh dunia, industri e-sport secara bertahap menjadi populer di negara kita. Banyak platform live untuk kematangan dunia e-sport ini. Jadi, aku ingin membentuk tim e-sport profesional sekaligus klubnya juga. Aku percaya komunitas ini akan menjadi industri yang menguntungkan di masa mendatang."


Rey berpikir jika dirinya berinvestasi dalam pembentukan tim di bawah game BOTY dan membuat sebuah turnamen. Dia akan membuat keuntungan yang besar. Kilatan cahaya melintas di mata Rey.


"Oke, terus?"


Brayden senang Rey menunjukkan tanggapan itu. Secara tidak langsung Rey meminta Brayden melanjutkan penjelasannya. Brayden memang anak dari orang terkaya di negara ini. Tapi dana milknya yang tersedia tidak besar. Belum lagi kekayaannya masih di gunakan di saham lainnya dan tidak bisa di tarik begitu saja. Sudah lama dia ingin membentuk sebuah tim e-sport dan menjamah dunia hiburan, tapi dia ragu dengan dana yang di milikinya.


Tapi sekarang, selama dia bisa mendapat dukungan Rey, maslah pendanaan bisa dengan mudah di selesaikan. Cara tercepat untuk mendapatkan bantuan Rey adalah dengan menyenangkan hati Rey. Bila memang perlu, Brayden tidak akan ragu menjilat Rey. Brayden mencoba dekat dengan Rey untuk menyanjungnya.


Rey menikmati sanjungan dari Brayden. Tapi Brayden tidak merasa Rey puas. Butuh kerja keras baginya untuk meyakinkan Rey.


Rey merenung dalam dalam untuk beberapa waktu. Segera dia berkata.


"Oke! Aku akan berinvestasi!"

__ADS_1


Mendengar ini, Brayden menjadi senang. Namun saat berikutnya, Rey mulai mengeluarkan persyaratannya.


"Tapi...." kata Rey lalu membuat jeda ucapannya.


Brayden menahan nafas, menunggu untuk tahu ke mana arah pembicaraan ini.


"Silahkan saja Rey, aku mendengarkan." kata Brayden.


"Aku sedang mempromosikan game baru, namanya 'Battle Of The Year'. Aku ingin kau membentuk tim pemain berdasarkan game ini. Aku yakin bahwa kami akan menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan series-nya."


"Saat itu tiba, aku ingin tim yang kau buat ini memenangkan kejuaraannya!"


Mendengar hal itu, Brayden tersenyum lega. Dia kemudian mengangguk dan berjanji untuk Rey.


"Tidak masalah! Aku pasti berhasil! Aku hanya punya satu pertanyaan, seberapa besar keyakinanmu dalam kesuksesan gamenya?" tanya Brayden.


"Aku cukup yakin." jawab Rey.


Rey tampak tenang tentang hal ini. Lalu dia melanjutkan ucapannya.


"Kami akan merilis beta tes terbaru di lusa pagi."


"Semuanya akan menjadi jelas kalau begitu!" seru Brayden.


Orang orang yang sedari tadi mendengarkan mengangguk angguk saat mereka berbicara. Padahal mereka tidak paham alur dari pembicaraan Rey dan Brayden.


Setelah beberapa saat, mereka melanjutakan pesta minum mereka sekaligus merayakan kesepakatan Rey dan Brayden. Tak lama kemudian mereka menghabisakan seluruh isi botol. Sementara para pasangan mereka bernyanyi, para pria mulai membicarakan bisnis sambil minum minum.


Akhirnya, Rey tidak ingat apa apa dan mabuk berat. Dia tidak mengingat siapa yang membawanya ke mobil, yang dia ingat hanya Hitomi yang menyetir mobil mereka untuk pulang. Dia tidak ingat siapa yang membawanya ke kamarnya dan apapun yang terjadi di kamar.

__ADS_1


__ADS_2