
Berdasarkan informasi, peserta yang mengikuti ajang ini juga banyak dari keluarga terpandang dan kaya. Memang banyak keluarga kaya yang mengharuskan anak mereka memiliki kemampuan beladiri, walau terkadang menggunakan jasa pengawal mereka. Tapi sebenarnya bagi keluarga kaya, ajang ini juga terkadang menjadi ajang pamer kekuatan keluarga mereka.
Para peserta sudah bersiap untuk menunggu pertandingan di mulai setelah panitia pelaksana mengundi nomor peserta yang akan bertarung. Panitia segera naik ke atas ring dan melakukan pembukaan dengan mengundi nomor peserta itu. Akhirnya keluarlah hasil undian itu.
Pertarungan pertama adalah Wade Barrett dari beladiri judo dan Zach Gowen dari beladiri jiujitsu. Mereka naik ke atas ring dan segera bertarung.
WUUSH!
Zach menyerang dengan cepat ke arah Wade, tapi dengan mudah Wade mampu menghindari serangan Zach. Wade tersenyum saat melihat serangan Zach yang begitu mudah di hindarinya.
WUUSH!
DUAGH!
Zach melancarkan serangan keduanya dengan menggunakan kakinya yang panjang dengan cepat, Wade yang sedikit lengah terkena serangan kaki dari Zach, sehingga Wade terpental ke sisi ring.
Para penonton yang menyaksikan pertarungan pertama ini di sajikan dengan kedua petarung yang cukup hebat, membuat gedung arena olahraga itu bergemuruh dengan suara teriakan yang semangat dari para penonton itu.
Zach Gowen adalah anak tunggal dari keluarga Gowen yang memiliki beberapa perusahaan di bidang perhiasan giok terbesar di XTown. Sedangkan Wade Barrett adalah anak pemimpin kota kecil di wilayah barat kota XTown.
Mereka berdua bertarung dengan sengit hingga di ronde ketiga, mereka sudah merasa kelelahan, setelah beberapa serangan akhirnya Zach yang keluar sebagai pemenang.
Para penonton yang menyaksikan pertandingan mereka berdua, kembali bergemuruh dan meneriaki Zach yang keluar sebagai pemenang di pertandingan pertama ini.
"Sepertinya Zach cukup lumayan." seru Lee kepada Rey, yang di jawab anggukan kepala Rey.
"Hey Rey!" seru Lucky berjalan ke arah Rey.
"Wah wah, halo Lucky."
"Apa kita akan bertarung?" tanya Lucky dan merangkul bahu Rey dengan santai.
"Hahaha, sebaiknya begitu."
"Haish, kalau begini maka aku akan kalah. Sudah jelas kau yang akan menjadi pemenangnya." seru Lucky semangat.
"Hei hei, kenapa akan kalah kau malah senang?!" tanya Lee.
__ADS_1
"Kalau Rey yang mengalahkan aku, itu sebuah kehormatan, bukankah begitu Lee?" tanya Lucky balik ke Lee.
"Belum tentu aku menang, lihat banyak petarung yang bagus di sini." jawab Rey.
"Bagus apanya? Mereka tidak ada apa apa jika di bandingkan denganmu!" seru Lucky senang.
"Hey, jangan lupakan aku di sini." seru Lee.
"Hahaha,, iya Lee, aku tahu kau kuat." jawab Rey sekenanya.
"Baiklah! Aku kesana dulu, sepertinya berikutnya aku yang naik." kata Lucky.
"Oke, semoga berhasil." kata Rey menepuk pundak Lucky.
"Terima kasih Rey." jawab Lucky.
Lucky berbalik pergi meninggalkan Rey dan Lee. Saat ini yang Rey pikirkan hanya dia harus menahan kekuatannya sebanyak mungkin. Bila perlu keluarkan sedikit saja. Bagaimanapun, Rey bisa memunduh siapapun jika dia lupa diri. Dia harus mencoba melatih ketenangannya.
Lucky mewakili beladiri tae kwon do naik ke atas ring untuk melawan salah satu kandidat terkuat di bidang beladiri bernama Edward yang mewakili beladiri karate.
"Sialan! Kenapa harus bertemu dia." kata Lucky dalam hati sambil mengerutkan kening.
Lucky tahu Edward memiliki sabuk hitam di perguruan karate nya dan dia murid yang paling di andalkan di perguruan karate itu. Tahun kemarin dia menduduki peringkat pertama dan mendapatkan medali emas dari cabang olahraga ini.
'Edward! Edward! Edward!'
Para penonton berteriak mendukung namanya hingga sekali lagi gedung olah raga itu bergemuruh dengan teriakan semangat para penonton yang sedang menyemangati para petarung yang akan bertanding.
Mereka mulai bertarung ketika mendengar suara denting bel yang menandakan pertarungan di mulai. Edward dengan dingin menyerang Lucky dengan cepat dan ganas membuat Lucky tidak bisa menghindar dari serangannya.
DUAGH!
UHHKKH!
Lucky hanya bisa bertahan sementara Edward dengan cepat dan brutal menyerang Lucky secara terus menerus, dan akhirnya Lucky kalah dengan cepat.
"Sialan! Apa apaan itu tadi? Cepat sekali gerakannya." kata Lee mengamati gerakan Edward dengan teliti.
__ADS_1
"Kau harus berhati hati seandainya nanti bertemu dengannya di atas ring." kata Rey tenang.
Gedung arena olahraga itu kembali bergemuruh ketika Edward dengan cepat mengalahkan Lucky dengan mudah. Edward segera turun dari atas ring dengan tatapan dingin.
"Apa temperamen nya memang seperti itu?" tanya Rey pada Lee.
"Entahlah, dia terkenal sangat dingin seperti gunung es." jawab Lee sambil menatap Edward yang turun dari atas ring.
Panitia memanggil dua peserta berikutnya. Lee Jenkins Wales mewakili beladiri MMA menuju ke atas ring dengan tenang. Melawan Morris yang mewakili beladiri judo.
Morris adalah petarung yang mendapatkan posisi ke dua di tahun sebelumnya setelah kalah dari Edward di partai final, dia mendaftarkan diri kali ini berniat untuk menantang Edward lagi.
'Morris! Morris! Morris!'
Para penonton itu meneriakkan nama Morris dengan semangat karena para penonton tahu jika Morris telah berlatih selama ini demi membalas kekalahannya di tahun kemarin.
Lee dan Morris mulai bertarung setelah mendengar denting bel yang menjadi tanda bagi mereka untuk segera memulai pertarungan.
Morris segera menyerang Lee dengan cepat dan tanpa jeda, sehingga membuat Lee tidak dapat membalas serangannya karena Morris tidak memberikan kesempatan Lee untuk melakukan serangan balik.
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Lee dengan sabar bertahan dan menunggu kesempatan untuk menyerang balik, tapi Morris semakin cepat dan tanpa ampun terus menyerang Lee dengan ganas.
Lee segera mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan dari Morris sampai terdengar denting bel yang menandakan ronde pertama telah usai.
Lee pun segera berbalik menuju sudut ring untuk melakukan istirahat sejenak. Nafasnya terengah engah, tangannya terasa nyeri karena terus terusan menahan serangan Morris. Untung semangatnya masih membara, jika tidak mungkin Lee sudah menyerah dari tadi.
"Hey, Lee bertahanlah, tunggu dia mulai kelelahan dan saat itu lah waktunya untuk menyerang balik." bisik Rey memberikan botol air minum kepada Lee.
"Ya,, seperti itu juga rencanaku, aku tidak melihat celah sama sekali tadi. Dia seperti kerasukan saja. Aku harap dia segera kehabisan stamina." jawab Lee tenang.
Sementara di sudut lain Morris menatap Lee dengan tatapan dingin dengan senyum sedikit mengejek, seperti merencanakan sesuatu.
__ADS_1