
"Sayang, aku sudah menghubungi semua perusahaan kita termasuk Golden Star Hotel dan Estillo island, tapi kenapa kata mereka tidak ada yang mempunyai fotomu. Ini aneh." kata Hitomi menggandeng tangan Rey.
"Hm? Pokoknya terima kasih untukmu." jawab Rey mengelus rambut Hitomi, Rey sudah tahu siapa yang mengamankan data datanya.
"Fafa, tolong hubungi Lee, minta dia untuk merahasiakan informasi tentangku kepada teman temannya." kata Rey kepada Fafa yang sedang asik memilih pakaiannya.
Fafa mengangguk dan segera menghubungi Lee agar memantau teman temannya.
Mereka melanjutkan kegiatan belanja dengan gembira tanpa ada beban sama sekali.
Xena dan Lita semakin akrab, mereka berdua saling memberikan pendapatnya tentang pakaian yang bagus untuk di pakainya.
Rey berjalan menuju ke arah sofa yang terletak di ujung toko itu dengan santai.
Saat melihat para wanitnya yang sedang sibuk memilih pakaiannya masing masing dengan gembira, perasaan Rey terasa senang.
Rey terlihat memikirkan sesuatu, kemudian mengambil ponselnya, Rey mengirim pesan kepada Vonta untuk membantunya mengawasi pergerakan Teddy Larks. Vonta setuju untuk membantu Rey dan dia segera bergerak menuju ke kediaman Teddy.
***
Vonta secara diam diam memperhatikan gerak gerik orang orang yang keluar masuk dari rumah Teddy.
"Bagaimana dengan informasinya?" tanya Teddy kepada sekretaris ayahnya.
"Tenang saja tuan muda, saya sudah mencatatnya di dokumen dengan jelas dan terperinci. Jadi anda tinggal membacanya saja saat di depan kamera nanti." jawab sekretaris itu dengan sangat yakin.
Teddy berniat untuk memberitahu kepada para netizen tentang informasi Rey.
Teddy di bantu oleh sekretaris ayahnya untuk mendapatkan informasi tentang Rey, tapi tidak semua informasi yang mereka dapatkan adalah benar, beberapa hanya skenario yang di buat saja. Teddy merasa yakin bahwa kali ini dia bisa membalas dendam kepada Rey dengan cara seperti ini, dia ingin menyerang reputasi Rey.
"Bagus, itu yang aku harapkan, untuk memberikan ucapan terima kasihku padamu, aku akan mentraktirmu makan." kata Teddy semangat.
"Terima kasih banyak, tuan muda." jawab sekretaris itu senang.
Teddy mempersiapkan mobilnya untuk mengantar mereka ke Leaf Resto yang terkenal dengan makanan mahalnya dan tempat yang sangat favorit bagi para pewaris keluarga kaya.
Saat Teddy keluar bersama sekretarisnya, Vonta mengikuti mobil Teddy.
[Aku sudah menemukannya dan mengikuti mereka, sepertinya dia sedang menuju ke suatu tempat bersama sekretarisnya.] - Vontavius.
Rey membaca dan membalas pesan Vonta.
[Bagus! Ikuti mereka dan temukan momen yang tepat.] - Rey_Dmnf.
***
Di dalam mobil Teddy,
__ADS_1
"Tuan muda, dimana kita akan makan siang?" tanya sekretaris itu lembut.
"Aku akan membawamu ke restoran terbaik di kota ini." jawab Teddy.
"Hmm, jika di perhatikan dia cukup lumayan dan wajahnya tidak terlalu jauh dengan Fafa." gumam Teddy dalam hati meilhat sekretaris itu dari atas hingga ke bawah.
Sekretaris itu merasakan jika dia di pandang dengan penuh hasrat oleh Teddy, dengan sengaja sekretaris itu menaikkan rok pendeknya sedikit ke atas sehingga hampir terlihat bungkusan berwarna merah dengan jelas saat Teddy melihat ke arahnya.
"Sialan! Dia itu sekretaris ayahku, apa aku harus melakukan dengannya malam ini." gumam Teddy dalam hati dengan penuh hasrat saat melihat sekretaris ayahnya yang duduk di depannya.
Semakin Teddy melihat sekretaris itu semakin tertarik juga hasratnya untuk meniduri sekretaris itu.
Sementara itu, Vonta dengan santai mengikutinya dari belakang dan akhirnya mereka sampai di Leaf Resto.
"Eh? Bukankah ini restoran milik Rey." gumam Vonta melihat sekeliling.
Teddy membawa sekretaris itu ke lantai dua setelah memesan ruangan khusus VIP.
***
Di tempat lain,
Rey dengan santai melihat lihat tik tok di ponsel Hitomi.
"Banyak juga penggemar Hitomi ternyata." kata Rey sambil melihat di postingan Hitomi yang penuh dengan komentar para followernya.
"Ah, tidak ada apa apa." jawab Rey santai.
Rey menggulir layar ponsel itu hingga dia menemukan postingan tentangnya yang di katakan oleh Lee.
"Sebenarnya apa sih yang mereka cari?" gumam Rey menatap layar ponsel itu.
"Sayang, lihat, apakah ini cocok untukku?" tanya Sabrina berjalan ke arah Rey dengan memakai pakaian yang dia pilih.
"Jelek." jawab Rey menatap Sabrina.
Sabrina berbalik dan melepas kembali pakaian yang di cobanya.
***
Di Leaf Resto,
Vonta meminta kepada pelayan untuk menyiapkan ruangan khusus yang berada tepat di samping ruangan Teddy.
Pelayan menyiapkan apa yang di minta oleh Vonta.
Para pelayan mengetahui bahwa Vonta adalah teman bosnya dan dia datang ke sini karena perintah bosnya untuk memata matai Teddy.
__ADS_1
"Tuan muda, biar saya ambilkan untuk anda." kata sekretaris itu mengambilkan makanan untuk Teddy.
"Sialan! Apa dia sengaja memperlihatkan lekuk tubuhnya padaku." kata Teddy dalam hati menatap sekretaris itu saat mengambilkan makanan untuknya.
"Terima kasih." jawab Teddy.
"Tuan muda, jangan sungkan, saya sangat senang dengan semua ini, bahkan saya rela melakukan apa saja untuk tuan muda." kata sekretaris itu manja.
"Aaah! SIalan!" kata Teddy dalam hati dengan senang.
"Apa saja?" lanjut Teddy bertanya dengan semangat.
"Ya, apa saja, sekalipun tuan muda menginginkan saya, saya akan rela melakukannya." kata sekretaris itu lembut.
"Benarkah?" tanya Teddy memastikan.
"Tentu." jawab sekretaris itu penuh harap.
"Ah, aku rela tidur dengannya meskipun hanya untuk satu malam." kata sekretaris itu dalam hati penuh harap.
"Apa! Sialan! Apa wanita jaman sekarang selalu vulgar seperti ini!" gumam Teddy dalam hati.
"Baik, kalau begitu temani aku malam ini." seru Teddy.
"Baik tuan muda, aku akan menemani anda malam ini, dan dengan sepenuh hati saya akan memperlakukan anda dengan sebaik mungkin."
"Aaah! Sialan! Apa dia tidak takut!" kata Teddy dalam hati dengan senang.
Vonta yang berada di ruangan sebelah segera merekam percakapan itu menggunakan ponselnya dan berniat untuk membuat video agar bisa menjadi senjata saat mengancam Teddy nanti.
"Kalau begitu, duduklah di pangkuanku." seru Teddy.
"Baik, tuan muda." jawab sekretaris itu berjalan menuju ke pangkuan Teddy.
Sekretaris itu duduk di pangkuan Teddy dengan nyaman, Teddy merasa sangat senang dengan apa yang di lakukan oleh sekretaris ayahnya itu.
"Tuan muda, mau aku suapin?" tanya sekretaris itu lembut.
"Boleh." jawab Teddy semangat.
Sekretaris itu menyuapi Teddy dengan lembut di atas pangkuannya.
Teddy yang santai mulai memanjakan tangannya dengan mengelus paha sekretaris itu penuh nafsu.
Vonta yang sedang merekam video tersebut melalui ventilasi yang ada di atas ruang sebelah merasa sangat gembira.
"Hahaha! Lihat saja nanti, jika kau tidak menyerah, aku akan menyebarkan video ini." seru Vonta dalam hati dengan senang.
__ADS_1