
Ivan merasa bingung. Dia tidk tahu kenapa rekan bisnisnya itu menelpon dirinya saat ini. Ivan tampak kebingungan tapi dia tetap mengangkat ponselnya sambil tersenyum.
[Halo tuan Cooper, ada apa?]
Melalui telepon, sebuah suara marah menjawab.
[Ivan! Apa yang kau lakukan hah!]
Seorang pria meraung di telepon. Ivan bengong. Dia pun langsung berkata.
[Tuan Cooper, apa maksudmu?]
[Apa maksudku! Ivan! Kerja sama kita sudah berakhir! Karena kaum, perusahaan kami mengalami kerugian serius sekarang! Perusahaan kami akan mengirim pengacara. Kau harus mengganti kerugian kami!]
Pria itu berteriak dan menutup telponnya. Sebelum Ivan sadar, dia menerima telepon dari rekannya yang lain. Panggilan itu juga bertujuan untuk mengakhiri kerja sama dengannya. Hanya dalam 10 menit Ivan menerima beberapa panggilan. Semua orang yang menjalin hubungan bisnis dengannya menyatakan untuk mengakhiri kontrak kerjasama dengannya. Mereka semua meninggalkan Ivan.
"Apa yang sedang terjadi? Apa karena...?"
Ivan terbengong sebentar. Ivan di penuhi dengan pemikiran yang mengerikan. Dia segera masuk ke twitter. Ada lebih dari seratus pesan langsung di twitter. Dia kaget bukan main. Semua netizen mengutuknya. Kata kata mereka sangat kasar.
"Ada apa ini?"
Ivan menjadi semakin ketakutan. Dia mencari trending topic di twitter. Namanya ada di delapan dari sepuluh berita teratas. Wajahnya menggelap seketika. Hanya dua topik tentang Rey dan Brayden dan delapan topik tentang Ivan di sepuluh topik terpanas. Ivan memeriksa tagar tentang Rey dan melihat banyak akun perusahaan besar memposting surat dakwaan Rey kepada Ivan.
Ivan bengong, dia mematung kaget dan mendongak dengan tatapan kosong. Dia tahu dia akan berakhir.
"Aku harus memikirkan jalan keluarnya."
Ivan segera berdiri, berniat meminta maaf kepada Rey. Ivan berpikir bahwa Rey akan memaafkannya sebagai sesama penggemar mobil mewah. Sungguh naif dan bodoh sekali orang ini. Seseorang mengetuk pintu.
"Si-siapa di sana?!" teriak Ivan. Dia diliputi rasa paranoid.
"Polisi! Buka pintunya!"
Seseorang berteriak dengan keras. Ivan berdiri terpaku tidak tahu apa yang harus di lakukan. Petugas yang tidak sabar ini langsung mendobrak pintu dan tiga pria bertubuh besar menyeruak masuk. Mereka menekan Ivan ke lantai sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Diam! Kau tidak berhak bicara! Apapun yang ingin kau katakan. Katakan di pengadilan!"
Ivan tercengang dengan surat perintah penangkapan itu. Dia merasa basah di bagian celananya. Dia ketakutan hingga kencing di celana. Dia di liputi keputusasaan. Dia menyadari melawan orang yang salah. Dia menangis penuh rasa cemas.
__ADS_1
***
Di Cafe Mooney, Rey dengan tenang meminum kopinya. Dia akhirnya melihat tagar di twitter.
'Penipu Ivan Hume di tangkap.'
Rey melihat berita itu dengan mata dingin. Rufio menggigil ketakutan, dia terus berkeringat dingin. Rufio takut dengan perubahan mendadak dalam waktu setengah jam terakhir. Beberapa perusahaan internet besar dan perusahaan terkenal mengeluarkan taring di twitter demi Rey. Mereka juga mengggali lebih banyak kotoran milik Ivan. Yang membuat Ivan di tangkap. Semua ini terjadi dalam waktu setengah jam.
Perubahan ini berbelok terlalu cepat. Apa yang sudah Rey lakukan? Dia hanya minum kopi dan meminta pengacaranya membuat surat dakwaan untuk di post. Hanya itu!
Rufio menyadari sesuatu. Rey adalah petinggi yang menakutkan. Rufio gemetar.
"Re-Rey, kamu luar biasa." kata Rufio pada Rey.
"Ah tidak juga. Hanya itu yang bisa kulakukan." kata Rey dengan tenang.
Tapi Rufio semakin ketakutan. Apa dia bilang hanya itu yang bisa dia lakukan? Hanya itu? Kau baru saja menghancurkan hidup seseorang Rey! Apa apaan orang ini. Rufio menarik nafas dalam dalam menghilangkan rasa kesal pada jawaban Rey yang terlalu enteng. Rufio hanya bisa tersenyum dan bersyukur Rey bukan musuhnya.
Mereka berbincang sejenak dan kemudian Rey berpamitan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, Rey berhenti di sebuah kedai makan kecil dan membeli dua buah burger. Sesampai di mansion dia segera memarkirkan mobilnya.
Rey memasuki mansion dengan dua kotak berger di tangannya. Bibi yang sedang membersihkan bagian depan mansion, menatap tuannya itu. Dia tidak menyangka Rey membeli makanan seperti itu. Selama ini Rey selalu memakan makanan berkualitas tinggi di mansion. Rey berhenti dan menoleh ke arah bibi yang sedang menatapnya.
"Ah, aku benar benar tidak mengerti jalan pikiran tuan muda." gumam bibi tersenyum lalu menggelengkan kepala dan melanjutkan pekerjaannya.
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Kepemilikan Marquis Hot Spring Hotel. Dan kupon restorasi alam instan.]
"Eh? Aku kira kau tidak memberikan aku apa apa hari ini zero."
[Seperti yang saya katakan tadi pagi tuan. Tidak ada masalah tadi pagi.]
Jadi benar seperti itu, menurut Rey, perusahaan apapun yang di berikan oleh sistem memiliki masalahnya masing masing yang harus di selesaikan oleh Rey. Dia kini mulai sedikit memahami tujuan sistemnya. Dengan tujuan Rey menjadi puncak rantai makanan, dia harus mampu mengatasi segala bentuk masalah dari se kecil butir pasir sampai yang besarnya tak terhingga.
Rey duduk di tangga sambil mengeluarkan ponselnya untuk mencari informasi tentang properti barunya. Marquis Hot Spring Hotel dulunya adalah tempat perkumpulan orang orang kaya. Tapi beberapa tahun lalu, polisi menemukan ada perdagangan gelap di sana. Dengan rusaknya reputasi hotel, jelas berakibat jumlah pengunjung menurun.
Tempat ini terletak di Marquis, kota kecil di pinggiran kota XTown. Hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit kesana. Selain reputasinya menurun, hotel ini menjadi sepi karena mata airnya terhalang dan tidak dapat di perbaiki. Rey berpikir sejenak, berarti kupon restorasi tadi bisa di gunakan untuk ini.
Rey berdiri dan membuka pintu kamar Hitomi, sepertinya Hitomi sudah berangkat bekerja. Rey berjalan ke kamar Yuri, ketika Rey masuk, dia melihat Yuri tidur hanya dengan lilitan handuk di tubuhnya. Sepertinya Yuri ketiduran setelah mandi dan bermain ponsel. Yuri tampak sangat polos. Entah mengapa setan di tubuh Rey menginginkannya saat ini.
Rey tanpa menunggu Yuri bangun, membuka handuk Yuri secara perlahan dan memainkan tubuh polos itu. Yuri kaget ketika ada seseorang menciumi tubuhnya dengan ganas. Tapi dia tersipu saat tahu itu Rey. Dia membiarkan lelaki itu menikmati tubuhnya. Akhirnya mereka bercinta dengan intensif dan sengit. Baru kali ini Yuri menyadari bahwa lututnya bisa terangkat sampai menyentuh bahunya sendiri. Setelah meledak bersama sama, akhirnya Rey berbaring di sebelah Yuri.
__ADS_1
Yuri duduk di kasur menatap Rey. Rey bals menatap Yuri dengan bingung.
"Ada apa Yuri? Apa kamu tidak enak badan?"
Rey terdiam melihat wajah Yuri yang berubah menjadi merah. Lagipula bukankah mereka baru saja selesai bercinta. Kenapa dia tiba tiba malu?
"Tidak ada apa apa."
Yuri segera masuk ke kamar mandi. Rey duduk di kasur lalu melirik ke kamar mandi dan berteriak.
"Cepatlah, nanti sarapannya dingin! Ini ada burger."
Yuri menatap dirinya di cermin. Baru kali ini dia bercinta dengan Rey secara kasar. Dia menikmati momen tadi, walau kasar tapi kenikmatannya tidak seperti biasa. Yuri menyukainya. Bagi Yuri sisi agresif Rey ini menandakan bahwa Rey memang benar benar mmengingkan Yuri. Yuri kemudian tersenyum malu malu dan mengumpat dirinya sendiri.
"Sialan! Dasar Brengsek!"
Rey yang duduk di kasur menjadi tambah bingung. Mendengar Yuri mengumpat dengan keras.
"Hey kenapa kau marah dan memaki ku? Apa kau tidak suka burger untuk sarapan?"
Di dalam kamar mandi Yuri kaget. Dia segera memakai pakaian dan keluar dari kamar mandi.
"Bukan sayang, aku suka burger, aku memaki diriku sendiri." kata Yuri
"Eh?"
"Aku benci kenapa aku tidak bisa menahan diriku lebih lama agar kamu bisa menikmatinya."
Ya, pada dasarnya Rey tidak pernah keluar, karena tubuh Rey yang berbeda dari manusia normal, ketahanannya pun mengerikan. Itulah mengapa dia tidak bisa bercinta dengan satu wanita. Bisa bisa wanita itu mati apabila memaksakan diri untuk melayani Rey hingga Rey keluar. Rey belum pernah mencapai puncak kenikmatannya walau dengan lima wanitanya melayani secara bersamaan.
"Ah jadi begitu, kau menyadarinya ya." kata Rey lembut.
"Ya, ketika aku membersihkan diri setiap selesai bercinta denganmu, aku tidak pernah menemukan ada benihmu di dalam, di luar ataupun di kasur." jawab Yuri sedih.
"Aish, tidak masalah. Tenang saja, aku tetap puas. Sudahlah. Sekarang makan sarapanmu lalu ikut aku ke Marquis."
"Marquis?"
"Yap, aku baru saja membeli hotel di sana. Kita akan memeriksanya."
__ADS_1
Setelah sarapan mereka berdua mengendarai lamborghini veneno milik Rey menuju ke Marquis. Dengan menunjukkan performa mobil yang luar biasa mereka berdua sampai di Marquis hanya dalam waktu 15 menit.