
"Dan sekarang kita akan membuka lelang ke dua. Ini adalah tanah yang memiliki luas sekitar 10 ribu meter persegi yang terletak di sisi utara kota XTown ini. Harga pembuka tanah ini adalah 150 juta dollar." kata MC itu sambil memperlihatkan sertifikat tanah dan memutarkan video di layar besar yang berada di atas panggung.
"200 juta dollar!" teriak salah satu undangan sambil mengangkat tangannya.
"1 milyar dollar!" teriak One sambil mengangkat tangannya.
"Sialan! Dia langsung menaikkan harga begitu tinggi." kata salah satu tamu di sana.
"2 milyar dollar!" seru Baron sambil mengangkat tangannya.
"4 milyar dollar!" balas One.
"5 milyar dollar!" seru Baron.
Mereka berdua tidak memberi kesempatan untuk para tamu undangan yang lain untuk melakukan penawaran, karena para undangan itu memiliki dana yang sangat terbatas. Maka dari itu, yang bertarung untuk mendapatkan tanah itu, hanya mereka berdua.
Hingga akhirnya harga tanah itu melonjak sampai angka 20 milyar dollar.
"Sial! Oke! Meskipun harga tanah itu terlalu mahal, tapi aku paling anti untuk mengakui kekalahan."
"30 milyar dollar!" seru Baron sambil mengangkat tangannya.
Tapi ternyata One tidak menawarnya lagi karena harga untuk sebuah tanah terlalu tinggi dengan harga yang di tawarkan oleh Baron.
Sebenarnya, One sengaja melakukan hal itu agar Baron kehabisan dana saat pelelangan saham industri entertainment.
***
Di sisi lain, Rey menerima laporan dari One bahwa Baron sudah masuk ke dalam perangkapnya.
"Bagus! Terus lanjutkan." Kata Rey sambil memegang earpiece di telinganya.
"Siapa itu, sayang?" tanya Hitomi yang baru datang ke ruang makan bersama para wanitanya yang lain.
"Ini Lee, dia bilang sedang bersenang senang." jawab Rey berbohong.
Rey sengaja berbohong karena tidak mau para wanitanya tahu tentang rencananya bersama kedua pengawalnya.
"Begitu ya, di mana dia sekarang?" tanya Hitomi.
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak menanyakannya." jawab Rey sambil menggaruk kepalanya.
"Tuan, silahkan, makanannya sudah siap." kata bibi yang baru masuk ke ruang makan bersama dua orang pelayan membawakan makanan dan menatanya di meja.
"Terima kasih bi." jawab Rey santai.
"Hito, bukankah Vonta ada di sini?" tanya Rey.
"Ah, iya sayang, aku lupa." jawab Hitomi menepuk keningnya.
"Biar aku saja yang panggilkan." kata Fafa sambil berdiri dari duduknya dan menuju ke kamar untuk tamu yang di pakai oleh Vonta dan Cameron.
***
Baron akhirnya memenangkan pelelangan tanah itu dengan harga 30 milyar dollar.
"Hahaha, akhirnya aku menang juga." kata Baron senang.
Tapi One tidak memperdulikan Baron yang sedang gembira dengan kemenangannya.
"Baiklah, ini pelelangan ketiga!" seru MC sambil membuka kotak hitam di atas mejanya.
"Baiklah, untuk ukiran naga ini, harga awalnya mulai dari 10 juta dollar." seru MC itu sambil memukulkan palunya menunjukkan bahwa penawaran sudah di buka.
"Sepertinya giok itu sangat berbeda dengan giok biasa, dan giok itu pasti akan berguna bagi tuan kita." kata Two.
"Ya. Mari kita tawar." jawab One.
Giok itu sudah mencapai 60 juta dollar.
"100 juta dollar!" seru Two sambil mengangkat tangannya.
Para tamu undangan melihat ke arah Two yang menawar ukiran naga itu dengan sangat tinggi.
"Cih, benar benar bodoh." kata Affa saat melihat Two menawar dengan harga yang sangat tinggi untuk sebuah ukiran naga dari giok itu.
Akhirnya ukiran naga itu di menangkan oleh Two dengan mudah.
***
__ADS_1
Vonta bergabung bersama Rey untuk makan malam bersama.
"Wah, sepertinya semua makanan ini sangat lezat." kata Vonta sambil duduk bersama Cameron.
"Tentu saja, semua hidangan ini di siapkan oleh bibi yang terbaik." seru Yuri sambil mengambil sepotong daging sapi dengan santai.
"Bos, apa kamu selalu makan seperti ini setiap hari?" tanya Vonta dengan kagum saat melihat meja makan itu penuh dengan hidangan yang sangat mewah.
"Hah? Kenapa memangnya?" tanya Rey
"Tidak apa apa, hanya saja ini sangat luar biasa, baru kali ini aku melihat meja makan yang besar seperti ini, penuh dengan hidangan yang lezat dan mewah." jawab Vonta kagum.
"Sudah, jangan banyak bicara, sebaiknya kita menikmatinya saja." jawab Rey tenang.
"Cam, apa rencanamu untuk menghadapi ibumu?" tanya Rey.
"Entahlah, kami belum mempunyai rencana apapun, kami hanya ingin bebas dan selalu bersama." jawab Cameron.
"Waaah, romantis sekali kalian." seru Yuri.
Mereka makan malam bersama dengan senang hingga akhirnya mereka selesai dan berkumpul di ruang santai untuk mengobrol.
***
Di JTown,
Teddy dan Xia sedang berendam air hangat bersama di dalam kamar mandi hotelnya.
"Sayang, bagaimana kalau ayahmu tahu tentang hubungan kita?" tanya Xia kepada Teddy yang sedang memeluknya dari belakang.
"Ayahku tidak akan pernah marah selama itu kemauanku sendiri, maka dari itu setelah selesai dengan proyek ini, aku berniat untuk memberitahu ayahku tentang hubungan kita ini." jawab Teddy sambil mengelus rambut Xia dengan lembut.
"Benarkah?" tanya Xia senang.
"Tentu, bahkan aku ingin kita menikah tanpa bertunangan terlebih dahulu." jawab Teddy.
"Terima kasih, sayang. Aku sangat senang." kata Xia.
Teddy pun membalikkan tubuh Xia dan mencium keningnya. Setalah itu terdengar suara suara aneh dari dalam kamar mandi itu.
__ADS_1