
Bel tanda di mulai ronde kedua pertarungan di bunyikan. Lee kembali bertarung melawan Morris yang menjadi juara ke dua di tahun sebelumnya.
Morris terus menyerang Lee dengan cepat tanpa ada jeda sedikitpun. Sedangkan Lee hanya bisa bertahan dan menunggu waktu yang tepat untuk membalas serangan Morris.
BUGH!
BUGH!
"Sial!" kata Lee yang sedang terpojok di sudut ring menahan serangan dari Morris.
"Apa kau mau menjadi pecundang! Ayo serang aku!" seru Morris memprovokasi sambil menyerang Lee tanpa ampun.
Lee terus bertahan tanpa menghiraukan perkataan lawannya. Morris segera melesatkan tinjunya dengan keras ke arah dada Lee, membuat Lee terbang beberapa kaki ke belakang.
DUAGH!
"Aaargh!"
Lee terpental dan terjatuh tapi kembali berdiri dengan cepat. Lee merasakan sakit di dadanya tapi dia berusaha menahan rasa sakitnya itu. Morris kembali menyerang Lee dengan beberapa pukulan yang ganas.
"Brengsek! Lihat saja berapa lama kau akan menahan seranganku ini!" seru Morris sambil melayangkan tinjunya ke arah Lee.
Lee hanya bisa bertahan dan menghindar dari serangan Morris, hingga akhirnya suara denting bel terdengar kembali untuk menandakan ronde kedua berakhir.
"Sepertinya lumayan juga orang itu. Bisa menahan Morris selama dua ronde." kata salah satu petarung yang sedang menyaksikan pertarungan mereka beberapa meter dari sudut ring sebelah kanan.
Lee dengan menahan sakit, berjalan kembali ke sudut ring untuk beristirahat sejenak.
"Sebaiknya kau jangan terlalu banyak bertahan, sekarang Morris sudah mulai terkuras tenaganya. Serangannya tidak secepat ronde pertama." kata Rey sambil menepuk pundak Lee dari belakang.
"Baiklah, aku akan mencoba yang terbaik." jawab Lee dengan semangat.
Mereka kembali ke tengah ring untuk memulai ronde ketiga. Morris langsung menyerang Lee dengan ganas tanpa memperhitungkan langkah lawannya. Lee mengelak dan segera mencoba menyerang balik ke arah Morris dengan cepat.
BUAGH!
Morris tidak menyadarinya dan akhirnya pukulan Lee yang pertama tepat mengenai wajah Morris hingga mundur beberapa langkah. Morris semakin bersemangat ketika Lee mulai menyerangnya. Morris tersenyum dengan senang dan segera menerjang ke arah Lee dengan cepat.
BUAGH!
Morris segera melakukan serangannya dengan cepat sehingga serangan Morris mengenai wajah Lee. Lee terlempar beberapa meter hingga tersandar di pembatas ring. Melihat kesempatan itu, Morris segera menerang Lee dengan cepat. Lee berusaha untuk menahan serangannya.
BUAGH!
Lagi lagi, Lee terlempar kembali beberapa meter sampai dia merasakan kepalanya berputar putar setelah pukulan Morris mengenai kepalanya. Morris tertawa ketika melihat Lee terjatuh di atas ring. Wasit mulai menghitung.
'SATU!'
__ADS_1
"Bangun Lee!" teriak Rey sambil melihat ke arah Lee yang sedang berbaring di atas ring.
'DUA!'
Di sudut kursi penonton, Teddy Larks di temani oleh George juga hadir di sana untuk mencari petarung kuat demi membalas dendamnya.
"Sepertinya dia akan kalah." kata George sambil menggosokkan kedua telapak tangannya dengan senang.
'TIGA!'
"Cepat bangun sialan!" teriak Rey kepada Lee.
'EMPAT!'
Lee kembali berdiri dengan perlahan. Wasit segera melanjutkan kembali pertarungan itu. Morris tertawa senang dan melesat ke arah Lee dengan pukulan yang keras.
SWUUSSSH!
Lee segera mengelak dari pukulan yang di lakukan Morris. Lee segera mencoba menyerang balik dengan beberapa pukulan cepatnya.
BUGH!
BUGH!
Kali ini Lee menyerang dengan cepat tanpa henti sehingga Morris berusaha menahan serangan dari Lee.
BUAGH!
"Sial! Hebat juga orang itu!" seru salah satu petarung yang sedang menyaksikan pertarungan Lee dan Morris.
"Argh!" seru Morris sambil memegang pembatas ring untuk menahan agar tidak terjatuh.
Lee kembali menyerang Morris yang sedang bersandar di sudut ring itu dengan capat.
"Sial!" seru Morris sambil mencoba menahan serangan dari Lee.
Kali ini Lee menggunakan seluruh kekuatannya untuk melakukan serangannya kepada Morris. Morris segera menghindari serangan Lee dengan cepat, tapi serangan Lee lebih cepat membuat Morris sedikit terlambat untuk menghindar.
BUAGH!
Pukulan Lee mendarat tepat di wajah Morris hingga membuat Morris terlempar beberapa metar dan ambruk di lantai area ring.
"Seharusnya orang itu bisa menang kali ini." kata salah satu petarung yang pernah di kalahkan oleh Morris tahun lalu.
Wasit segera menghitungnya, tapi Morris segera bangkit setelah hitungan ke tiga dari wasit. Wasit kembali melanjutkan pertarungan itu.
Kini Morris sedikit berhati hati dan segera menyerang Lee dengan cepat. Lee pun ikut menyerang Morris dengan kecepatan sama hingga membuat mereka saling membalas serangannya. Morris terus meningkatkan serangannya kepada Lee, begitu pula Lee juga melakukan hal yang sama. Hingga jual beli serangan terjadi berkali kali sampai denting bel kembali terdengar.
__ADS_1
"Sepertinya pertandingan ini menjadi pertama kalinya sampai ronde empat melawan Morris." kata salah satu pelatih beladiri yang sedang menyaksikan pertandingan mereka.
"Ya, benar. Aku tidak menyangka jika Morris harus bekerja keras untuk mengalahkan pendatang baru itu." kata rekan Morris sambil menatap ke arah Lee.
"Sebaiknya kau perhatikan gerakannya ketika dia menyerang, jadi kau bisa menghindar dengan cepat dan segera menyerang balik." kata Rey sambil menepuk pundak Lee.
Rey tidak menyangka Lee memiliki kemampuan yang cukup bagus, tidak heran dia menjadi keamanan di SSCC dulu, walau akhirnya malah menjadi tukang jaga mobil mobil mewah yang parkir.
"Ini tidak mudah tuan Rey, dia juara ke dua tahun lalu, dia memiliki banyak persiapan untuk bertanding kali ini." jawab Lee dengan wajahnya yang lebam lebam menatap Rey.
Bel kembali berdenting, tanda ronde ke empat di mulai. Lee segera melangkah ke tengah ring dan segera kembali bertarung. Morris yang sudah siap langsung menyerang Lee dengan cepat hingga membuat Lee yang sedikit lengah tidak sempat bersiap untuk menahan serangannya.
BUAAGHH!
Lee kembali terbang dan ambruk di lantai area ring setelah pukulan Morris mengenai wajahnya dengan keras. Morris berdiri tersenyum dengan tenang.
"Ah, sepertinya pendatang baru itu kalah. Tapi tetap saja dia hebat menurutku." kata salah satu petarung sambil menatap ke arah Lee yang sedang terbaring di arena. Wasit segera menghitungnya. Sampai hitungan ke sepuluh, Lee tidak dapat berdiri lagi, jadi wasit menyatakan bahwa Morris menjadi pemenangnya.
Segera para penonton berteriak dengan semangat dan memberikan apresiasi kepada kedua petarung itu dengan tepuk tangan mereka. Gedung arena olahraga kembali bergemuruh dengan yel yel dari para pendukung yang menyaksikan pertandingan itu dengan semangat. Lee di bantu oleh panitia untuk menuruni ring.
"Lee, gimana keadaanmu?" tanya Rey sambil memapah Lee untuk duduk.
"Aku tidak apa apa, maaf semuanya, aku gagal." kata Lee menatap Rey dan pelatihnya serta teman teman seperguruannya.
"Siapa bilang kau gagal? Kau bahkan memecahkan rekor baru di arena ini dengan bertahan hingga empat ronde melawan Morris." seru pelatihnya mencoba menyemangati Lee.
"Jika tahun depan kau bertemu dengannya lagi, kemungkinan besar kaulah pemenangnya." kata Rey menepuk bahu Lee dangan semangat.
Lee hanya tersenyum melihat teman temannya itu dan menggeleng tak berdaya.
"Baiklah, sisanya nanti serahkan padaku dan Vonta." kata Rey tenang.
"Aku bertaruh untukmu tuan Rey." kata Lee tersenyum.
Sementara di pojok tribun penonton, Teddy Larks yang sedang duduk di sana memutuskan untuk mengundang Edward, dia memerintahkan anak buahnya untuk mendatangi Edward dan menawarinya kerja sama. George dan keempat bawahannya beranjak meninggalkan Teddy dan berjalan ke arah Edward yang sedang duduk bersama kelompoknya.
"Hai kawan, bisakah aku bicara denganmu?" tanya George menatap Edward.
"Hah? Apa kau bicara padaku?" tanya Edward mengerutkan keningnya.
"Ya, aku bicara padamu dan kami ingin mengenalmu lebih dekat, bisakah kami bicara sebentar?" tanya George sambil tersenyum bahagia.
"Hah? Ya, tentu saja." jawab Edward dengan santai.
"Kalau begitu, ada yang harus aku perkenalkan kepadamu. Bisa kah kamu ikut aku sebentar?" tanya George dengan sopan.
"Hm? Baiklah." jawab Edward lalu berjalan mengikuti George menuju ke arah Teddy Larks.
__ADS_1