Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Xia Bahagia


__ADS_3

Koki baru itu dengan semangat dan cepat menuju ke ruang VIP.


"Tuan Rey, senang bertemu dengan anda." kata koki itu membungkuk hormat.


"Hm, apakah hidangan ini resep asli milikmu?" tanya Rey.


"Ya tuan, sebenarnya resep ini adalah ciptaan saya setelah lulus dari akademi master chef." jawab koki itu sopan.


"Hm, pantas saja rasanya enak dan lezat, aku sangat kagum dengan hidangan ini." kata Rey santai.


"Terima kasih atas pujiannya, tuan." kata koki itu sopan dan semangat.


"Berapa banyak hidangan asli milikmu?" tanya Yuri sambil mengunyah makanannya.


"Sebenarnya saya baru menciptakan 15 resep asli, belum banyak nona Rey. Hanya saja, saya masih mencoba resep baru yang akan saya jadikan andalan di hotel ini." jawab koki itu sopan.


"Bagus, aku suka dengan semua hidangan ini, dan ku harap aku akan menjadi yang pertama yang merasakan resep terbarumu." kata Rey.


"Tentu, tuan. Saya akan segera menyempurnakan resep terbaru dan pastinya saya akan membuatkannya untuk anda sebelum di jadikan menu andalan hotel ini." jawab koki itu senang.


"Oke." jawab Rey mengangguk.


"Kalau begitu, ijinkan saya kembali ke dapur untuk menyiapkan hidangan bagi pengunjung lain." kata koki itu membungkuk hormat.


"Baiklah, dan terima kasih atas hidangan yang sangat lezat ini." kata Rey santai.


Koki itu berbalik dan pergi dengan hati yang senang setelah mendapatkan pujian dari bosnya.


Rey kembali menikmati hidangan itu bersama para wanitanya sambil mengobrol dengan santai.


***


Sementara itu, Teddy dan Xia sedang di landa cinta yang begitu indah, seperti pasangan yang baru saja menikah dan melakukan bulan madu.


Teddy mulai mendekatkan dirinya untuk menyatukan tubuhnya dengan Xia. Wangi khas Xia, wanita berumur 21 tahun tercium di hidung Teddy, memberi semangat dan gairah yang tinggi bagi Teddy.

__ADS_1


Dorongan hebat yang Teddy lakukan membuat tubuh Xia menegang. Semakin lama dorongan yang Teddy berikan, semakin membuat Xia merasakan kenikmatan.


Milik Xia terasa penuh oleh milik Teddy yang luar biasa keras. Xia hanya bisa memuji Teddy dengan apa yang dia rasakan saat ini.


Xia tersentak sentak oleh dorongan yang Teddy lakukan. Kini Xia sudah berada di atas tubuh Teddy yang selalu siap memberikan kepuasan kepadanya.


Teddy memeluk tubuh indah Xia yang ramping dan putih bersih seperti salju. Kulit mulus Xia, sejak tadi membuat Teddy merasa bergairah, dia menghirup aroma wangi khas perempuan modern dari parfum mahal yang Xia pakai.


Gairah Teddy sudah begitu hebat saat merasakan pinggul Xia yang bergerak gerak di atas tubuh atletisnya dari tadi. Teddy terus menekan dan membuat Xia merasakan kenikmatan saat milik Teddy tepat mengenai bagian bagian sensitif yang membuat Xia semakin mengerang kenikmatan.


Xia bergerak semakin kencang dengan menaikkan tempo tariannya di atas tubuh Teddy yang atletis, hingga Xia merasakan sesuatu yang akan segera meledak di dalam dirinya.


******* panjang Xia terdengar dengan jelas. Begitu juga Teddy yang merasakan letusan yang di berikan oleh Xia, Teddy menyemburkan lahar panasnya di dalam milik Xia di waktu bersamaan.


***


Rey dan para wanitanya sudah selesai dengan makan malam mereka.


"Sayang, aku sangat kenyang." kata Yuri sambil memegang perutnya.


Semua hidangan yang telah di sajikan di meja itu habis tak tersisa, dan membuat semua orang merasa sangat kenyang.


"Tuan Rey, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Harry sopan.


"Aku memanggilmu karena ingin menanyakan sesuatu." jawab Rey.


"Silahkan tuan, tanyakan saja dan jangan sungkan." kata Harry sopan.


"Aku ingin tahu tentang gaji koki baru kita." kata Rey.


"Koki baru kita memiliki perjanjian gaji senilai 94,5 juta per bulan, tuan." jawab Harry.


"Hah? 94,5 juta per bulan?" tanya Rey kaget.


"Eh? Apa anda keberatan dengan gaji yang cukup tinggi ini, tuan?" tanya Harry cemas.

__ADS_1


"Eh? Tidak, bukan itu. Aku tidak keberatan, tapi aku ingin dia di berikan gaji dua kali lipat per bulannya. Karena reputasi hotel ini akan bergantung padanya suatu hari nanti." jawab Rey santai.


"Apa!? Tuan Rey, apa itu tidak terlalu tinggi? Dengan gaji dua kali lipat, itu berarti dia memiliki gaji 189 juta per bulannya." seru Harry kaget.


"Tidak masalah, jika kita memberinya gaji tinggi, maka dia akan lebih semangat dalam melakukan pekerjaannya di hotel ini, dengan itu, reputasi hotel ini akan meningkat hanya dengan hidangan yang dia berikan. Selain itu, siapa yang akan berani merebutnya dengan gaji sebesar itu." kata Rey santai.


"Aah, saya menegerti tuan, saya akan segera memberitahunya tentang ini." kata Harry sopan.


Harry mulai paham dengan apa yang di rencanakan oleh bosnya ini, maka dari itu, Harry setuju saat mendengar semua rencana bosnya yang memang masuk akal.


"Oke, karena kami sudah selesai makan malam, maka kami harus pamit pulang." kata Rey santai.


"Baik tuan, mari saya antarkan anda." kata Harry sopan.


Rey dan para wanitanya mengikuti Harry untuk menuju ke mobil yang sudah di parkirkan Leon di depan pintu hotel.


Rey mengangguk puas kepada Harry. Harry membungkuk hormat saat Rey dan para wanitanya masuk ke dalam mobilnya.


"Selamat jalan, tuan. Semoga perjalanan kalian menyenangkan." kata Harry membungkuk hormat.


Rey menjauh dari Golden Star Hotel dengan suasana hati yang cukup senang. Sedangkan Xena mengemudikan mobilnya sendiri, mengikuti mobil Rey dari belakang sambil membuka ponsel untuk menghubungi ibunya.


[Sayang, ada apa?]


"Bu, malam ini aku tidak pulang, aku akan menginap di rumah Rey bersama yang lainnya." kata Xena senang.


[Baiklah nak, tidak apa apa, aku senang jika hubungan kalian semakin membaik setiap saat.]


"Terima kasih, bu. Aku akan pulang besok pagi." kata Xena senang.


Xena mengakhiri percakapan bersama ibunya di telepon. Beberapa saat kemudian, mereka tiba di mansion dengan suasana hati yang baik.


Mereka keluar dari dalam mobil setelan Leon berhenti di depan pintu mansion. Sedangkan Xena, memarkirkan mobilnya ke dalam garasi. Dia keluar dari mobil dan bergegas masuk ke mansion.


"Sebaiknya kalian istirahat lebih dulu." kata Rey.

__ADS_1


"Oke." jawab Yuri mengangguk patuh dan di ikuti oleh para wanitanya yang lain untuk menuju ke kamarnya masing masing dan beristirahat.


Xena merangkul Rey dengan lembut dan mengikuti masuk ke kamar Rey. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan teriakan aneh yang sedikit lebih kasar dari biasanya.


__ADS_2