Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Keluarga Amore


__ADS_3

Ibu Fafa segera menghubungi ibu mertua dan saudara iparnya untuk berkumpul di Golden Star Hotel malam ini.


Fafa juga menjelaskan hubungannya dengan Rey secara rinci. Walau ibu Fafa pada awalnya terkejut tapi dengan di bantu penjelasan dari Hitomi, ibu Fafa ingin tahu pria seperti apa yang di pacari anaknya itu.


***


Di mansion, Rey dan Yuri sedang bersantai di taman belakang mansion.


"Yuri, apa kau tidak keberatan dengan hubungan kita seperti ini?" tanya Rey menatap Yuri.


"Wanita mana yang setuju dengan hubungan seperti ini!" jawab Yuri cemberut.


"Lah? Trus kenapa kamu mau!" seru Rey kaget.


"Aku tidak tahu juga. Apa karena aku terlalu menyayangimu?"


"Seperti yang kau katakan kemarin Yuri, kau sendiri sadar bahwa susah untukku mempunyai keturunan kalau hanya dengan satu wanita, aku sendiri bisa mencapai puncak kalau kita semua bermain bersama. Jika aku memilih salah satu dari kalian, bisa saja kalian akan tamat sebelum hamil, hehehe." kata Rey santai.


"Jika kau keberatan, sekarang waktu yang tepat untukmu memutuskan jalan hidupmu." lanjut Rey.


"Aku tahu itu, seperti yang aku bilang tadi, sepertinya hatiku juga sudah masuk terlalu dalam padamu. Mana mungkin aku pergi darimu tuan Rey yang terhormat!"


"Hahaha, oke oke, terima kasih Yuri." kata Rey lalu mencium kening Yuri.


Rey memeluk Yuri dengan erat dan berjanji akan selalu membahagiakannya.


"Siapa pun yang jadi wanitaku, aku akan membahagiakan dan bersikap adil kepada kalian, saat kau lulus nanti, kau tidak perlu mencari pekerjaan, banyak perusahaan yang akan kau urus di masa mendatang seperti Hitomi sekarang. Kau bisa belajar darinya."


"Iya sayang, aku mengerti kok."


"Lalu gimana orang tua mu kalau mereka tahu tentang hubungan kita ini?"


"Entahlah, aku akan menceritakannya nanti, yang jelas apapun yang terjadi, aku akan tetap di sampingmu."


Beberapa lama kemudian, Fafa dan Hitomi sudah kembali ke mansion Rey. Mereka berdua berjalan ke arah taman belakang mansion. Fafa bercerita bahwa dia sudah menceritakan semua ke ibunya dan mengundang Rey ke Golden Star Hotel untuk mengikuti rapat keluarga Amore. Hitomi juga menyarankan Rey untuk menyetujui undangan itu, Rey pun menyanggupinya. Rey meminta keempat wanitanya untuk ikut juga.


"Sayang kenapa kita harus ikut?" tanya Yuri.


"Hey, sudah saatnya kalian tahu pekerjaan Hitomi selama ini, belajarlah sedikit demi sedikit agar tidak terlalu canggung nantinya."


"O begitu..." jawab Yuri polos.


"Oiya Hitomi, sepertinya ada tempat milikku yang belum sempat aku kunjungi,,mmm sebentar...aku lupa...Aah! Iya, Estillo Island!" seru Rey santai.

__ADS_1


"APA!"


Tiga wanita itu tersentak kaget mendengar bahwa Estillo Island adalah milik Rey.


"Sayang, apa itu benar?" tanya Hitomi.


"Eh? Bukankah kau sudah tahu? Ada satu lagi sih, Devirium Island namanya."


"APA!!!"


"Eh? Kenapa kalian kaget? Memangnya aku belum pernah cerita?"


"Kau tidak pernah cerita sama sekali."


"Ah, kalau begitu aku lupa bilang ternyata, Kalau begitu, nanti kau periksa semua surat surat di brankas kamarku, karena aku juga lupa aku sudah membeli apa saja,,,hehehe."


Hitomi menghela nafas berat, dia merasa bahwa Rey terlalu boros,tapi mau bagaimana lagi, mau melarangnya bisa bisa malah Hitomi yang di usir dari kehidupan Rey. Sedangkan Rey sendiri baru ingat bahwa semua berkas dan surat yang tidak berhubungan dengan bisnis, semua di taruh di brankasnya secara otomatis oleh system.


"Yuri, bagaimana menurutmu dengan Sabrina?" tanya Rey kepada Yuri.


"Hah! Apa maksudmu?" jawab Yuri dengan wajah masam.


"Anu, kemarin Sabrina mengirimi aku pesan, katanya dia menyukaiku. Entah darimana dia bisa dapat nomor ponselku, tapi aku belum membalasnya sih, mau gimanapun, semua keputusan di tangan kalian."


"Ya, aku juga." tambah Fafa.


"Kenapa dia? Kalau Sabrina aku tidak mau!" seru Yuri cemberut.


"Oke oke, tidak usah saja kalau begitu. Satu saja tidak setuju, aku akan menghormatinya." kata Rey sambil tersenyum.


Yuri merasa bahagia mendengar keputusan Rey dan langsung mencium pipi Rey. Rey berdiri dan berjalan menuju kolam renang dan melompat kedalamnya. Melihat hal itu, ketiga wanita Rey langsung membuka pakaiannya masing masing dan berlari melompat mengikuti Rey. Mereka bercanda dengan senang tanpa ada beban di pikiran mereka.


***


Di rumah Xena, dia sedang menemani ibunya di kamar, setelah tadi Fafa sempat memberitahunya tentang pertemuan di Golden Star Hotel, Xena sangat bersemangat dan meminta ijin kepada ibunya. Dengan senang, ibunya juga mengijinkan Xena pergi. Xena segera bersiap siap untuk menghadiri pertemuan itu.


Sementara itu, Sabrina yang dari kemarin menunggu balasan dari Rey, merasa sedikit kecewa karena tak kunjung mendapat balasan dari Rey. Sabrina mencoba menelpon Rey tapi panggilan telponnya juga tidak di jawab oleh Rey.


Di mansion, Yuri keluar dari kolam menuju meja karena mendengar ponsel Rey berdering terus menerus. Yuri melihat nama yang tertulis di layar ponsel Rey, dia tersenyum penuh arti dan meletakkan ponsel itu kembali di meja. Rey juga tidak terlalu memperdulikan hal itu.


"Hey, apa kalian tidak ingin yang hangat hangat?" tanya Rey sambil bercanda dan keluar dari kolam renang kemudian melangkah menuju ke dalam mansion, berniat untuk ke kamarnya.


Ketiga wanita itu saling bertukar pandang dan kemudian tertawa sambil berlari mengikuti Rey. Rey menggelengkan kepala dengan senang ketika melihat ketiga wanita itu berlarian mendahuluinya ke dalam kamar Rey. Mereka bertiga membuka pakaian yang tersisa di tubuh mereka, dan mereka berbaring di ranjang tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


"Hah? Kalian ngapain?" tanya Rey yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


"Eh? Bukannya kita mau bercinta ya?" jawab Yuri dengan polosnya.


Fafa dan Hitomi tertawa geli ketika mendengar jawaban Yuri yang super polos itu. Rey juga tertawa dan melompat ke atas ranjang dengan semangat.


***


Di rumahnya, Xena sedang berdandan di depan meja riasnya kemudian memilih pakaian yang cocok untuk acara pertemuan malam ini, dia sudah berniat membuat Rey semakin terpesona dengannya.


Di mansion Rey, setelah mereka berempat selesai bercinta, mereka kini juga telah bersiap siap untuk acara pertemuan itu. Seperti biasa, Rey memakai pakaian nyentrik yang tidak pas sama sekali dengan acara pertemuan. Pakaian yang di pakainya itu lebih cocok untuk bertamasya ke pantai. Bahkan dia tidak melupakan kacamata hitam kesayangannya. Orang gila macam apa yang memakai kacamata hitam di malam hari. Ya itu Rey. Mau bagaimana lagi. Orang kaya mah bebas.


Sebenarnya bukan masalah Rey kaya atau tidak. Semua orang juga tidak tahu bagaimana perasaan Rey menghadiri pertemuan dengan berpakaian seperti itu. Karena apapun yang Rey lakukan tidak luput dari keinginan otor. Apabila Rey tidak menurut, bisa saja Rey akan mati saat ini juga. Otor tinggal klik tamat, dan Rey akan mati saat itu juga. Hahahahaha.


"Jangan berpikir yang tidak tidak! Cepat lanjutkan cerita! Apa kau sudah tidak mau di bayar!" seru Noveltoon.


"Aaah,, maaf maaf." jawab otor sedih.


Ternyata ada yang lebih berkuasa di atas otor. Lanjut.


Hitomi memakai gaun malam berwarna merah yang sedikit agak terbuka di bagian belahan dadanya dan terlihat sangat elegan.


Yuri juga tidak mau kalah, dia memakai gaun malam berwarna coklat muda panjang dengan balutan lapisan atas berwarna hitam membuat pesonanya semakin menonjol, Yuri juga terlihat sangat cantik dengan riasan tipisnya.


Fafa adalah ratu fashion, sudah tidak di ragukan lagi dengan apa yang akan di pakainya. Dia sangat terlihat energik dan aura yang cukup menantang.


Setelah siap, mereka keluar dari pintu mansion yang terbuka secara perlahan dan mereka berjalan dengan slow motion seperti di pilem pilem ketika tokoh utama keluar.


Mereka berjalan menuju garasi dan mengendarai mobil masing masing. Pagani Zonda milik Rey memimpin iring iringan mobil mewah itu ke arah Golden Star Hotel yang pada dasarnya tidak terlalu jauh dari mansion Rey.


***


Ibu Fafa sudah memesan ruang VIP di lantai 7, ibu mertua dan saudaranya sudah berkumpul di ruangan itu.


"Lanny! Kita sudah berkumpul, tunggu apa lagi? Sebaiknya kita mulai bicara! Mana Fafa?" seru nenek Fafa dengan wajah masam.


Nenek Fafa bernama Yoana Amore, setelah kakek Fafa meninggal, nenek Fafa yang memegang kendali atas perusahaan keluarga Amore, sedangkan Lanny, ibu Fafa, menjabat sebagai direktur utama di perusahaan itu. Seharusnya jabatan direktur utama di pegang oleh Hans Amore, ayah Fafa, tapi dia memiliki kontrak dengan perusahaan teknologi di luar negeri, maka dari itu dia menunjuk istrinya untuk menggantikan posisinya untuk sementara.


Di balik semua itu, banyak saudaranya yang tidak setuju dengan Lanny menjabat sebagai direktur utama. Banyak saudaranya yang ingin mendepak posisinya sekarang.


"Maaf ibu, Fafa masih di jalan, aku akan menunggunya dulu baru memulai, karena Fafa yang mendapatkan investor untuk perusahaan kita." kata ibu Fafa lembut.


"Hmph! Baiklah kalau begitu." jawab nenek Fafa cuek.

__ADS_1


__ADS_2