Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Kerikil Bermasalah


__ADS_3

DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 1 triliun di rekening pribadi anda.]


Rey menatap dengan kesal notifikasi yang membuatnya terbangun itu.


"Apa bedanya? Bukannya uang darimu tidak terbatas Zero!"


[Tentu berbeda tuan, uang yang saya berikan tidak dapat di jadikan uang tunai. Mulai hari ini uang yang anda hasilkan sendiri akan masuk ke rekening pribadi anda. Bukankah selama ini anda bertransaksi menggunakan kartu?]


Rey baru sadar memang selama ini dia melakukan semua transaksi melalui kartu. Bahkan uang tunai saja dia tidak punya. Dia melihat kartu hitam di atas meja samping tempat tidurnya. Kartu hitam itu berbeda motif dari yang di berikan sistem. Mungkin agar tidak bingung mengenalinya.


[Keuangan dari sistem hanya milik anda seorang. Dan hanya bisa dipakai sesuai kepentingan anda. Nona Hitomi membawa tiga kartu sistem, itu hanya bisa di gunakan sesuai perintah anda, apabila nona Hitomi ada keinginan untuk mengambilnya tanpa sepengetahuan anda pun itu tidak akan berhasil walau itu hanya seratus perak. Tapi melalui ijin anda sistem pasti akan mengabulkan]


Ternyata sistem hanya berfungsi untuk membayar barang dan jasa, untuk donasi sistem tidak bisa melakukannya. Sebagai contoh apabila Rey ingin mentransfer dari rekening sistem ke rekeningnya pribadi itu tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan Rey mentransfer gaji pegawai, itu bisa dilakukan karena membayar jasa dan hanya dengan nominal sesuai kontrak kerja. Sistem ini ternyata anti korupsi.


*"*Jadi begitu\, nanti akan ku serahkan semua kartu ini\, biar Hitomi yang mengaturnya. Kartu ini terlalu banyak dan bikin pusing saja. 10 kartu sistem masih di tambah kartu tunai."


Rey beranjak dari tidurnya dan mandi. Kemudian dia turun ke ruang makan, di sana keempat wanita sudah menunggunya untuk sarapan bersama. Entah kapan mereka datang, Rey tidak perduli. Rey duduk di ujung tengah meja makan. Dia seperti raja yang di dampingi empat permaisurinya. Rey memanggil Hitomi untuk duduk di sebelahnya.


Rey memberikan enam kartu sistem dan satu kartu rekening tunai untuk Hitomi. Rey juga memberitahunya bahwa kartu yang berbeda itu adalah kartu untuk tarik tunai. Hitomi memegang sepuluh kartu hitam di tangannya dengan sedikit gemetar. Apalagi Rey hanya membawa satu kartu milik Rey. Tapi mau bagaimanapun semua di bawah kendalinya. Para wanita yang lain hanya melihat tanpa protes sedikitpun.


"Oke, setelah sarapan kalian semua ikut aku! Hanya kalian berdua yang belum aku belikan mobil bukan?" kata Rey santai. Mereka hanya mengangguk dengan patuh.


"Mulai hari ini anggap aja mansion ini juga milik kalian."


"Apa gak berlebihan?" tanya Yuri.


"Hei hei... Kalian berempat sekarang tanggung jawabku, walau belum menikah apa salahnya aku bertanggung jawab dari sekarang setelah apa yang aku lakukan pada kalian..."


"Mungkin kalian bertanya kenapa hanya Hitomi yang aku beri akses ke kartu ku? Hitomi adalah yang paling tua di antara kalian. Kalau kalian butuh sesuatu bicara padanya. Semua kebutuhan kalian nanti dia yang ngatur." kata Rey melihat ke arah Hitomi di sertai anggukan hormat dari Hitomi.


Rey tahu bahwa Hitomi yang paling dewasa, apalagi Hitomi yang akan menjadi orang paling repot di antara mereka. Mengurus bisnis dan segalanya milik Rey memang melelahkan. Untung saja dia di bantu oleh Xena. Untuk Fafa dan Yuri, mereka belum tahu banyak tentang dunia kerja dan harus fokus pada kuliah mereka. Setelah selesai sarapan mereka keluar menuju depan. Disana sudah ada Leon yang sedang membersihkan mobil. Rey menyuruh Leon untuk mengantar mereka ke dealer mobil.


Di perjalanan, seorang pemuda mengendarai mobil BMW sedang mencari mangsa untuk memeras beberapa jumlah uang. Melihat mobil di depannya, dia menabrak bagian belakang mobil itu. Mobil yang di tabrak itu adalah mobil Rey. Serentak semua yang di dalam mobil kaget. Semua orang berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Rey menghentikan laju mobil dan segera keluar menuju belakang untuk melihat kerusakannya. Rey juga bergegas keluar dan berjalan mengikuti Leon. Namun tiba tiba seorang pemuda keluar dari mobil itu dan berteriak.


"Brengsek! Apa kau tahu harga mobilku! Bumperku rusak kau harus ganti! Kau bosan hidup? Apa kau tahu aku siapa!" Teriak pemuda itu tanpa henti sambil menunjuk jarinya ke arah Rey.


"Mending kau lihat apa yang kau tabrak..." kata Rey santai.


"Halah mobil murahan aja belagu!" kata pemuda itu sambil berjalan mendekat. Namun ketika dia melihat dari dekat simbol Rolls-Royce Phantom, dia tersentak kaget karena mobil yang di tabraknya empat kali lipat dari harga mobilnya sendiri. Pemuda itu mulai merasa tidak nyaman. Rey sendiri cuek membiarkan pemuda itu mengelilingi mobilnya, Rey hanya tersenyum sinis melihat kelakuan pemuda itu.


"Jadi gimana?"


"Ma-maaf...maafkan saya tuan,,," kata pemuda itu grogi sambil membungkukkan badan. Pemuda itu sadar dia berhadapan dengan pria yang kaya.


"Gini aja deh... beri aku 450 juta untuk ganti rugi. Kau lihat mobilku rusak tau!"


"Ta-tapi saya tidak mempunyai uang sebanyak itu tuan..." kata pemuda itu penuh penyesalan. Niatnya memeras orang malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


"Oke, serahin mobil ama suratnya sekalian kalo gitu..."


"Tuan, bagaimana kalau saya mengumpulkan uang dulu..." kata pemuda itu panik.


PLAK!!


"Kau bilang apa!" seru Yuri yang tiba tiba muncul dan menampar pemuda itu. Rey kaget sejak kapan Yuri berada di sebelahnya.

__ADS_1


"Maaf tuan dan nona... saya tidak akan menipu anda..." kata pemuda itu sambil memegangi pipinya yang merah akibat tamparan keras Yuri. Semua orang yang menonton kejadian itu banyak yang mengumpat dan mencemooh kelakuan pemuda itu. Dari kata kata orang yang berkerumun itu Rey tahu ternyata pemuda itu sering melakukan hal seperti itu di kawasan ini dan sudah banyak memakan korban.


"Oalah jadi kau sengaja! Kalau begitu aku panggil polisi saja." kata Rey cuek.


"Jangan tuan jangan..." kata pemuda itu sambil berlutut di hadapan Rey.


"Cepat apa maumu aku sibuk!"


"Baik... ini kunci san surat mobilku tuan.."


"Pegi jauh sana dasar penipu!" Yuri maju dan mengambil kunci dan surat itu dengan cepat dan menendang pemuda itu dengan keras. Rey masih terkejut melihat kelakuan bar bar Yuri. Pemuda itu langsung kabur dari sana disertai makian orang orang yang melihatnya. Yuri memberikan kunci dan surat itu kepada Rey sambil tersenyum manis. Perlahan kerumunan itu mulai membubarkan diri dengan perasaan puas.


"Leon!" seru Rey.


"Iya tuan.."


"Bawa mobil itu.. Aku akan nyetir sendiri. Ayo berangkat." kata Rey sambil menunjuk ke mobil BMW itu. Rey dan Yuri segera kembali ke dalam phantomnya. Mereka pun melanjutkan ke dealer mobil mewah tujuan mereka. Sesampai di sana mereka di sambut dengan baik, mereka sudah mengenal Rey yang pernah membeli dua mobil mewah sekaligus di tempat itu.


"Kamu mikir apa Fa, kok gak kayak biasanya..." tanya Hitomi merasa ada yang aneh dengan Fafa.


"Gak apa apa kok kak, aku terlalu senang saja sepertinya, sampai bingung..." kata Fafa malu malu.


Fafa dengan bahagia menggandeng Hitomi dan mengikuti semua orang yang sudah masuk dari tadi. Hitomi mengajak Fafa ke arah belakang. Dia menunjukkan kepada mereka dua buah mobil Ferarri 488, dua mobil kembar dengan warna yang berbeda.


"Apa kau mau yang itu?" tanya Hitomi sambil menoleh ke arah Fafa.


"Apa tidak terlalu mahal kak?"


"Jangan gitu, kalo Rey mau dia bisa mengosongi delar ini!" kata kata Hitomi membuat Fafa kaget. Dia tidak tahu bahwa Rey sekaya itu.


"Hei Yuri sini!" teriak Fafa sambil melambaikan tangan ke arah Yuri. Yuri melangkah mendekati mereka.


"Leon, nanti kau bawa BMW itu kebengkel sekalian temani Fafa ama Yuri ngurus mobil mobilnya. Untuk phantomnya biar Xena yang klaim asuransinya. Aku pulang duluan." kata Rey di ikuti anggukan keduanya.


Rey dan Hitomi pun pulang ke mansion sementara yang lain mengurus kesibukannya masing masing. Hitomi dengan mesra menggandeng tangan Rey dan berkeliling mansion. Hitomi kini tidak merasa canggung lagi dengan Rey, bahkan sesekali Hitomi mencuri curi waktu untuk mencium Rey. Mereka berdua berlanjut ke lantai tiga dimana kamar Rey berada.


Setelah satu jam berlalu akhirnya mereka pun keluar dari kamar. Hitomi merasa senang karena tidak ada yang mengganggu ketika mereka bercinta. Rey dan Hitomi kembali ke bawah untuk melihat kolam ikan di belakang mansion saat bibi memanggil mereka untuk makan siang. Tapi Rey menjawab untuk menunggu yang lainnya datang. Tak lama kemudian Xena dan yang lainnya datang.


"Hmmm,, ternyata kalian di sini!" kata Xena penuh curiga.


"Kenapa wajahmu?" tanya Hitomi sambil bercanda.


"Apa yang kalian lakukan 2 jam tidak aku?"


"Ya bercintalah..." jawab Hitomi sambil terkekeh.


"Kalau gitu sekarang aku!" seru Xena menggandeng tangan Rey.


"Kalian itu apa apaan sih. Banyak yang lihat tuh." tunjuk Rey dengan dagunya.


"Oalah pada di sini... aku nyari sampai lantai tiga tau..." kata Yuri.


Mereka semua berjalan ke arah ruang makan. Mereka duduk santai dan mengobrol sambil makan.


"Sayang... Phantomnya sudah di klaim, pihak asuransi yang akan menanggung biayanya." kata Xena.


"Cie cie sayang sayangan..." kata Fafa sambil tertawa.


"Sudah sudah.... Xena gimana kabar ibumu?" tanya Rey.

__ADS_1


"Masih di rumah sakit tapi kondisinya membaik..."


"Sebaiknya kau temani ibumu, jika ada sesuatu segera telpon aku."


"Baiklah..."


"Trus gimana mobil baru kalian? Udah beres?" tanya Rey ke Fafa.


"He'em, Leon sangat membantu tadi. Jadi semua beres dengan cepat." jawab Fafa di ikuti anggukan kepala Yuri.


"Yuri, kata Fafa kau bukan dari XTown. Berarti selama kuliah kau tinggal sendiri? Kenapa tidak tinggal di sini saja, kau bisa pake uangmu untuk hal lain kan? Lagian kamar disini banyak. Pilih aja." kata Rey santai.


"Eh? Yang bener aku bisa tinggal di sini?"


"Di antara kalian semua, kalau mau pindah ke sini ya tinggal pindah aja..." jawab Rey santai.


***


Ditempat lain, di kantor Oico Group, seseorang sedang duduk di kursi manajer dengan kedua kaki di atas meja.


"Jual sedikit saham kita yang ada di negara C mumpung kita masih di masa peralihan! Lakukan dengan segera dan transfer ke rekeningku, komisimu nanti 2 milyar." Manajer itu memerintah asistennya. Manajer itu sedang menjual aset aset milik Oico Group secara perlahan. Seperti yang kita tahu Oico Group adalah perusahaan minyak milik Rey yang di dapat dari sistem.


***


Sementara di mansion Rey baru saja selesai mandi. Hitomi dan yang lainnya sudah pulang dengan perasaan senang. Fafa tidak membawa mobil barunya karena dia tadi pagi datang ke sana memakai mobil ayahnya. Sementara yang lain pulang menggunakan mobilnya masing masing. Mansion kembali sunyi. Rey mengambil ponselnya, ternyata banyak pesan masuk di sana. Salah satunya dari Grup Mafia Penguasa JTown.


[Hey bos! Kapan kapan aku akan mengunjungimu, boleh kan?] @Hugo_Santos.


[Gimana disana cintaaa!!! Ingat jangan jelalatan...] @Cleo_Ivanka.


Rey membalas pesan teman seperjuangan di JTown itu.


[Kapan kau kesini Hugo? Nanti aku jemput di bandara.] @Rey_Dmnf


[Ah,, Wanita di sini cantik cantik tau...] @Rey_Dmnf


[Ah... Dasar mata keranjang...] @Cleo_Ivanka.


[Gak usah di bahas kita semua teman] @Rey_Dmnf


Mereka saling bercanda di grup itu hingga Rey tertidur.


Rey terbangun pagi pagi buta karena dering teleponnya. Terlihat nama Hitomi di sana. Rey mengangkat panggilan itu.


[Ada apa Hitomi?]


[Pagi Sayang, apa tidurmu nyenyak?]


[Lumayan, ada apa pagi pagi telpon, udah kangen ya?]


[Jelas aku kangen terus, tapi bukan karena itu aku telpon. Ini tentang Oico Group. Ada yang aneh.]


[Aneh? Aneh apanya?]


[Oico Group beberapa jam yang lalu menjual saham yang di negara C, tapi tidak ada yang mengabariku sama sekali.]


[Jadi gitu, orang itu udah bergerak ya? Aku udah tau dari awal tu orang nggak beres. Kalo gitu langsung aja kau ke sana, tanyain semua yang kau tau. Dan ingat kalo ada apa apa langsung telpon aku.]


[Oke! aku nanti kesana dengan Xena untuk membereskannya. Kalo gitu aku tutup dulu. Aku pergi sekarang.]

__ADS_1


Hitomi menutup panggilan itu dan segera menghubungi Xena untuk segera membereskan masalah di Oico Group. Mereka berdua berangkat bersama dengan cepat. Mereka tahu apabila Rey sampai turun tangan maka akan terjadi keributan yang mengerikan menurut mereka.


__ADS_2