Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Dua Ratus Milyar


__ADS_3

Keesokan paginya, tidak ada yang istimewa, Rey bangun seperti biasa.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Uang tunai dua ratus milyar di rekening pribadi anda.]


"Uang tunai... Okelah..." Rey menggeleng tak berdaya dan turun dari ranjang.


Rey menatap laut melalui jendela. Dulu ketika keluar dari penjara, dia masih khawatir tentang uang. Tapi sekarang, bahkan dua ratus milyar tak bisa menghiburnya. Dia mencuci muka dan memakai jam tangannya. Saat ini, dia merasa segala sesuatu di dunia ini sangat membosankan. Rey keluar dari kamar dan menuju ke bawah.


Dia melihat Rufio dan beberapa pemuda kaya yang diajaknya telah bangun. Melihat Rey turun, mereka menyapanya. Rey duduk di sofa dengan tampang bosan.


"Tuan Rey, saya ingin mengundang anda ke pelelangan..." kata Rufio,


"Lelang? Apa yang di lelang?" tanya Rey sambil melirik Rufio.


"Trent Barton akan mengadakan lelang real estate dan property malam ini. Ada beberapa mansion mewah dan lahan bagus. Apa anda tertarik?"


"Lahan? Tanah kah?"


"Ya, keluarga kami juga akan mengeluarkan beberapa property yang belum laku. Contoh beberapa mansion di diamond valley. Lalu ada lahan tanah yang lumayan luas di belakang sebuah mansion besar di Seacliff."


Mata Rey berbinar terang. Seacliff adalah area tempat mansion Rey berada. Dan mansionnya adalah yang terbesar di sana. Berarti tanah yang disebutkan oleh Rufio adalah tanah di belakang mansionnya. Tanah yang berbatasan langsung dengan sungai besar yang alirannya langsung ke laut. Rey berpikir akan bisa membangun dermaga kecil untuk kapalnya disana. Dan semua orang di sana tidak ada yang tahu bahwa mansion besar itu adalah kediaman Rey.


"Baiklah aku akan datang, siapa tahu ada yang membuatku tertarik." kata Rey sedikit berbohong.


Rey sengaja menggantungkan ucapannya, agar orang orang disana tidak tahu apa yang sedang dia incar. Tapi anggapan orang orang di sana berbeda. Mereka mengira Rey akan membeli mansion. Mereka sadar mereka mampu untuk membeli sebuah mansion di pelelangan, tapi kalau untuk bertarung di pelelangan dengan Rey, mereka jelas tahu siapa yang akan memenangkan adu harga itu.


Semua orang yang ada disana hampir memikirkan hal yang sama, jika mereka bertemu Rey di acara lelang dan Rey mulai menawar, mereka lebih baik mundur daripada buang buang tenaga. Tak lama kemudian mereka berkumpul untuk sarapan, setelah itu mereka menghabiskan waktu dengan bermain golf. Siang harinya mereka kembali ke XTown.


Di dermaga Rey mengeluarkan biaya cukup banyak untuk menitipkan kapalnya sementara waktu. Rufio dan teman temannya juga berpamitan kepada Rey. Mereka berpisah di dermaga. Hitomi tiba di sana untuk menjemput Rey tak lama setelah Rey memanggilnya. Sedangkan One dan yang lainnya sudah bersembunyi entah di mana untuk menjaga bosnya itu dalam senyap.


Rey dan Hitomi keluar dari dermaga, di perjalanan Rey mendapat pesan dari Rufio bahwa acara lelang akan di adakan malam ini, Rufio juga mengirimkan titik lokasi pelelangan. Rey memeriksa titik itu, Rey meminta Hitomi untuk ke rumah Hitomi saja. Karena berdasarkan titik lokasi yang di kirim Rufio, rumah Hitomi lebih dekat daripada harus pulang ke mansionnya.


Di rumah Hitomi, Rey merebahkan dirinya di sofa untuk menghabiskan waktu. Rey menelepon Leon untuk membawakan mobil McLaren P1 nya ke rumah Hitomi. Leon segera mengantarkan sesuai perintah bosnya.


Hingga akhirnya malam pun tiba. Rey dan Hitomi menuju Cloud Hotel menggunakan mobil Rey. Cloud Hotel adalah salah satu hotel bintang lima di XTown, dan pemiliknya adalah Trent, salah satu teman Rufio yang ikut tour dadakan Rey kemarin. Ketika Rey tiba di hotel itu, Trent dan Rufio sudah lama menunggu di pintu masuk hotel.


Melihat Rey dan Hitomi keluar dari mobil, Rufio tidak heran karena sudah mengenal Hitomi di acara sebelumnya. Rufio dan Trent tidak terlalu terkejut melihat Rey membawa McLaren P1. Karena rasa terkejut mereka telah habis melihat banyak hal gila kemarin. Berbeda dengan orang orang yang belum pernah bertemu Rey, seperti biasa mereka terkejut dan tetap beranya tanya siapa makhluk nyentrik itu.


Rufio dan Trent berjalan menyambut Rey dengan sopan. Orang orang yang melihat hal ini tentu tercengang. Rufio dan Trent terkenal kaya di XTown. Mereka menyambut pria itu dengan hormat. Jelas membuat semua orang di sana menunjukkan wajah penasaran. Apakah orang nyentrik ini orang penting?

__ADS_1


Trent mengeluarkan kartu undangan hitam dan menyerahkan kepada Rey, orang orang yang lewat melihat kartu undangan berwarna hitam tentu heran. Ada lima tingkatan kartu undangan di acara ini, ada putih, oren, merah, ungu dan hitam. Putih adalah tingkat terendah dan banyak jumlahnya. Sedangkan hitam sangat langka, hanya ada 10 kartu undangan hitam. Setiap orang yang memilikinya pasti milyarder.


Dalam sekejap semua orang menebak nebak dalam hati mereka. Trent memberi tahu Rey bahwa akan duduk satu meja dengan keluarga Johnson. Rey hanya tersenyum karena terakhir kali di dermaga membuat Rice Johnson pucat. Tapi Trent juga mengharap Rey tetap berhati hati karena ada kemungkinan Rice akan berulah lagi. Rey tersenyum seperti iblis kemudian berjalan masuk bersama Hitomi.


Trent dan Rufio melihat itu menjadi gemetar. Mereka memiliki firasat kalau Rice akan kacau. Akhirnya mereka semua tiba di lantai 70. Lantai paling atas dari hotel tersebut. Rey menunjukkan kartu undangan dan melangkah ke aula. Rey tidak menyangka pelelangan akan di adakan di ruang mewah seperti ini. Di lantai ini, orang bisa melihat pemandangan kota XTown. Ruangan ini di kelilingi kaca sehingga pemandangannya terbuka lebar.


Rey memandangi para tamu, ada sekitar 100 tamu di sana. Mereka juga membawa keluarga mereka masing masing. Ada sekitar 15 meja besar disana dan satu meja berisi sekitar 10 orang. Tamu hari ini sepertinya orang orang papan atas. Apalagi tuan rumahnya adalah group real estate keluarga Barton, sebuah perusahaan real estate besar di kota.


Rey menuju meja yang ditunjukkan dan duduk, orang orang yang sudah duduk disana mendongak. Orang orang di meja itu jelas mengenal Rey karena mereka juga tamu undangan kartu hitam. Bagi pengusaha kelas atas seperti mereka, Rey adalah iblis menyeramkan yang mengambil alih perusahaan perusahaan besar secara cepat. Menurut mereka, Rey tidak mungkin bisa merebut bisnis orang tanpa kekayaan yang sangat kuat.


Sedangkan di meja lain, mereka mulai bergosip tentang Rey, mereka hanya pebisnis menengah. Mereka tahu bahwa ada seseorang bernama Rey Demonforge telah melakukan beberapa manuver bisnis yang hebat, tapi tidak ada yang pernah melihat secara langsung sosok Rey itu.


"Astaga siapa orang itu!"


"Berani sekali dia duduk di sana! Meja itu isinya orang orang hebat. Apa keluarganya tidak pernah mengajarinya sopan santun!"


"Dasar nekat!"


Mereka membahas Rey dan menunjuk ke arahnya. Beberapa menggunakan Rey sebagai contoh yang buruk untuk memberitahu anak anak mereka. Seorang pengusaha berjalan mendekati Rey.


"Lihat! Itu Jerome Waugh dari Blizzard Entertainment!"


"Hahaha, ada pertunjukan menarik nih."


Mereka berdiskusi dan terus memaki Rey. Mereka melihat Jerome berdiri di depan Rey.


"Maaf,, Apakah anda tuan Rey?" tanya Jerome sambil menunduk hormat.


"Iya,, kau siapa?" kata Rey santai.


"Maaf, saya Jerome Waugh dari Blizzard Entertainment." jawab Jerome dengan bahagia.


Jerome tahu SEAL Group berganti pemilik saham. Dia juga sudah mendapat informasi siapa orang tertinggi di SEAL Group. Jerome terus mendoktrin pikirannya sendiri dengan nama dan wajah Rey, hingga sekarang bisa bertemu. Apalagi menurut Jerome Rey bukan orang sombong. Rey tiba tiba berdiri hendak menyalami Jerome. Pergerakan ini mengejutkan Jerome sehingga dia buru buru membungkukan badannya.


"Maaf tuan Rey, saya terlambat mengenal anda..."


"Aish... Jangan terlalu sopan... aku lebih muda darimu... Ayo bersulang.,,"


Jerome tersenyum senang, dugaannya benar, walau urakan dan tidak sopan, Rey orang yang suka merendah. Mereka bersulang. Ketika mereka minum, terlihat Jerome sangat kagum dengan Rey. Semua orang semakin terkejut dengan pemandangan ini. Sedangkan Hitomi sangat bangga pada lelakinya itu.


Dari kejadian itu menunjukkan bahwa status Rey jauh lebih tinggi dibandingkan Jerome. Orang orang saling pandang dengan cemas. Untungnya para pengusaha berkartu undangan hitam jauh lebih pintar. Dalam sekejap semua pengusaha di mejanya berbaris untuk bersulang bersama Rey. Sedangkan orang orang di meja lain ragu ragu apakah mereka layak untuk menyapa.

__ADS_1


Kemudian datang seorang paruh baya dan duduk di meja yang sama dengan Rey, di sampingnya ada seorang pemuda sombong. Ya pemuda itu adalah Rice.


"Tak kusangka kau ada disini padahal tidak ada yang bisa kau banggakan!" teriak Rice pada Rey.


Rey mengerutkan kening dan meminum anggurnya.


"Berisik banget...." kata Rey sambil pura pura mengorek telinganya.


Seketika, orang orang besar di meja ini semuanya mengerutkan kening dan memandang Rice. Jika dia bukan dari keluarga Johnson, mungkin orang orang ini sudah melemparnya keluar. Mereka semua menghormati Rey. Mereka anggap Rice benar benar tidak sopan. Vance Johnson melihat kelakuan Rice dan melihat reaksi dari orang orang besar di sana malu.


"RICE! DUDUK!"


Mendengar pamannya marah, Rice duduk menahan amarahnya. Rice memelototi Rey. Rice menyalahkan Rey karena dia sampai dibentak oleh pamannya di depan umum.


"Lihat saja! Kau tidak akan bisa mengalahkanku! kata Rice dingin.


"Membosankan..." kata Rey santai. Rey sangat tenang.


Rice emosi mendengar tanggapan Rey. Matanya di penuhi amarah. Sepertinya dia belum belajar dari pengalaman sewaktu di dermaga.


Morris Barton perlahan berjalan ke atas panggung, dia adalah ayah Trent Barton dan pemimpin Barton Real Estate. Dia meraih gagang mikrofon dan mulai pidatonya. Selama dia pidato, semua hidangan di sajikan. Setiap hidangan terlihat mewah dan lezat. Minuman untuk para tamu adalah screaming eagle dan Lafite. Morris mengangkat segelas anggur mengajak semua tamu untuk bersulang. Dengan itu pelelangan di mulai.


Morris memberitahu bahwa setiap tamu bisa menawar barang dengan menekan tombol yang tersedia di meja para tamu. Rey menatap tombol kecil di hadapannya, dari tadi dia memandang tombol itu dan baru tahu fungsinya saat ini. Padahal tadi dia sempat ingin memencetnya karena penasaran. Pelelangan berjalan seiring dengan acara makan malam.


Hitomi dengan telaten menaruh beberapa lauk di piring Rey. Rey langsung mulai makan dan mengabaikan sebagian besar pidato Morris, Rey hanya mendengarkan apa yang menurutnya penting saja. Dia benar benar lapar sehingga tidak bisa berhenti makan dengan cara yang tidak elegan sama sekali. Melihat cara Rey makan membuat beberapa pengusaha kaya itu memandang keheranan. Jika saja mereka tidak tahu pria ini adalah Rey, mungkin mereka mengira Rey adalah orang udik. Tapi Rice memandang Rey dengan jijik.


Seiring berjalannya waktu pelelangan hampir berakhir. Tujuh property telah di jual dengan harga yang berbeda beda. Harga yang tidak murah. Paling mahal laku dengan harga 40 milyar. Menurut informasi dari Trent ada 10 property yang akan di lelang, jadi masih tersisa tiga lagi. Salah satunya yang di incar oleh Rey. Rey duduk tegak penuh perhatian, dia mengelap mulutnya dan menatap ke depan.


Melihat bahasa tubuh Rey, mata Rice berbinar. Dia memang merencanakan sesuatu. Morris mengeluarkan foto dan detail property ke delapan yang akan di lelang, itu adalah sebuah mansion. Harga awalnya adalah 80 milyar. Dalam sekejap para pengusaha mulai menawar harganya. Rey dengan tenang meminum anggur tanpa terburu buru. Dia tahu bahwa masih belum saatnya dia menawar. Ketika harganya mencapai 140 milyar, Rey mulai bersuara.


"150 milyar." Rey tanpa ragu menaikkan 10 milyar.


Harganya mengejutkan semua orang. Mereka semua menatap Rey. Mereka tidak menyangka Rey sangat kaya. Mereka pikir Rey tidak akan ikut menawar. Rice melihat itu segera menekan tombol.


"152 milyar!"


Rey melihat ke arah Rice, dibalas dengan tatapan angkuh Rice dengan kepala terangkat.


"Apa liat liat? Aku suka dengan mansion itu..." kata Rice sombong.


Rey hanya tersenyum. Rice menantangnya dan Rey akan menanggapinya.

__ADS_1


__ADS_2