
Rey sedang bersantai dengan Ken di ruang tamu rumah sambil menikmati camilan yang di buatkan oleh Carmen. Tiba tiba pintu rumah itu di gedor dengan keras. Ken akan beranjak dari duduknya ketika Rey menahannya. Rey berjalan ke arah pintu dan membukanya. Seorang pria berdiri di sana, wajahnya penuh kesombongan. Seorang wanita berdiri di sebelahnya. Pria gemuk itu bernama Carlin Bacon.
Rey terkejut melihat wanita itu, wanita itu adalah salah satu orang yang mobilnya di pentalkan oleh Rey. Bagi pria gemuk itu mudah mencari seseorang di daerah ini, apalagi mobil Rey sangat mencolok.
"Sayang!!! Itu orang yang menabrak mobilku!" teriak wanita itu sambil menunjuk Rey.
"Kau berani menabrak mobil istriku! Kau tidak tahu siapa aku hah!"
"Terus?" tanya Rey santai.
"Bayar kerugianku 150 juta. Kalau tidak jangan salahkan aku bertindak kejam!"
"Apa kau berani minta ganti rugi segitu? Mobilmu aja gak sampai 100 juta." kata Rey sedikit mengejek.
"Hahahahaha.... Aku bisa melakukan apapun di daerah ini! Edgar Bacon adalah pamanku!" teriak Carlin.
"Lalu? Jangan terlalu bodoh,,, Aku beri kau 5 menit untuk pergi,,," kata Rey santai.
Wajah Carlin tiba tiba menjadi dingin. Dengan raungan Carlin langsung melesatkan pukulan ke arah Rey. Pukulan itu sangat keras. Rey dengan santai menangkap pukulan itu. Rey menghela nafas sejenak. Dia mengangkat kakinya dan menendang perut Carlin. Dalam sekejap membuat Carlin sampai terjerembab di tanah dan perutnya terasa ngilu.
Carlin tampak menyedihkan, Rey terus memukulinya, tapi dia tidak menggunakan kekuatan penuh karena takut menghajar Carlin sampai mati. Rey tidak berhenti sampai dia lelah. Kini wajah Carlin bengkak, dia ingin bangkit tapi Rey memberinya tendangan lagi.
"TETAP DI BAWAH BAJINGAN!"
"Pa- pamanku Edgar a-kan membunuh keluargamu semua!" kata Carlin mengancam.
"Edgar? Kau pikir aku takut?" kata Rey dengan ekspresi jijik.
Rey kemudian menatap wanita di sebelah Carlin yang dari tadi ketakutan.
"KAU! PANGGIL PAMANNYA KESINI!!"
Semua orang kaget. Terutama Carlin. Apa maksud orang ini? Memanggil Edgar? Apa dia sudah gila? Wanita itu bengong. Dia memandang Rey seolah dia orang gila. Tapi Rey tampak tenang da santai. Dengan segera wanita itu menelpon Edgar Bacon. Dia menghubunginya dengan tangan gemetar. Rey masuk ke dalam rumah tanpa menutup pintu agar tetap bisa mengawasi Carlin yang masih tergeletak di halaman.
Dengan santai Rey pergi ke dapur. Rey mengambil spaghetti yang telah disiapkan Carmen. Dia membawa dan memakannya di sofa sambil menatap ke arah pintu masuk yang terbuka. Ken dan Carmen sedikit bergidik melihat suasana ini. Walau Ken dulu seorang mafia, tapi setelah bertobat dia dengan sengaja selalu menghindari masalah. Tapi bukan itu yang membuatnya merinding, melihat Rey yang tenang ini sangat menakutkan.
Ken tidak pernah takut siapapun kecuali orang gila yang sedang menikmati spaghetti di depannya sambil menatap korban yang babak belur setelah di hajar. Tak lama kemudian terdengar deru mobil dan langkah kaki tergesa gesa di luar. Seorang paruh baya muncul di luar rumah. Ekspresi Edgar suram menatap Carlin. Carlin terbaring tengkurap, wajahnya lebam dan bengkak.
Edgar berdiri di sebelah Carlin. Carlin menatap pamannya dan dibantu istrinya untuk duduk.
__ADS_1
"Tangkap dia paman dan buat berlutut di hada---!"
BUAG! PRANG!
Sebuah gelas melayang tepat mengenai kepala Carlin yang membuatnya tergeletak lagi.
"Sudah kubilang tetap di bawah! Kau merusak jam makanku saja." kata Rey santai masih duduk di sofa di dalam rumah.
Edgar terkejut melihat itu. Bahkan dia tidak melihat gelas itu terbang ke arah Carlin. Edgar mencoba tetap tenang dan mereda kemarahannya. Edgar menatap Rey di dalam rumah. Lagipula dia sangat tahu dengan tabiat keponakannya, Carlin pasti menggunakan namanya untuk mengancam orang ini, tapi orang ini mengabaikannya dan tetap menghajar keponakannya. Sudah jelas Rey tidak takut sama sekali.
Edgar agak bimbang. Dia tidak yakin dengan identitas Rey.
"Saya Edgar Bacon dari Keluarga Bacon. Kalau boleh tahu, kenapa kau memukuli keponakanku?" kata Edgar dari luar pintu.
Rey masih duduk di sofa dengan wajah tenang. Dia masih makan spaghettinya dan sama sekali tidak menghiraukan Edgar.
"Hey Bung!" Edgar sedikit kesal.
"Aku tidak pernah membahas masalah saat makan." jawab Rey cuek walau Edgar menatapnya tajam.
Edgar tidak bisa berkata kata. Dia adalah kepala keluarga Bacon. Keluarga dengan status tertinggi di daerah itu. Dia salah satu pengusaha kaya yang ada di daerah pinggiran kota. Dan sekarang dia benar benar di abaikan. Dia harus menunggu Rey untuk selesai makan.
Rey terus saja menikmati spaghettinya. Dia tampak sangat tenang.
"Spaghettinya sangat enak ibu..."
Edgar tidak tahu harus berkata apa.
"Nak, tidak sopan mengabaikannya..." kata Carmen dengan nada cemas. Bagaimanapun Carmen tahu Edgar adalah seorang pria berstatus di pinggiran kota. Dia juga tahu Rey petinggi. Yang Carmen tidak tahu adalah seberapa kuat putra angkatnya itu. Ken yang tidak mau ikut campur hanya diam. Ken tidak mau ketika Rey pergi nanti kehidupannya mulai terusik.
"Baiklah karena ibu yang meminta..."
Rey mempercepat makannya. Edgar semakin bimbang. Apa identitas orang ini? Saat ini, Edgar berusaha mengingat semua pedagang kaya di pinggiran kota ini yang lebih baik darinya. Dia gagal memikirkan siapa pun di daerah ini yang lebih kaya darinya. Edgar semakin terusik. Edgar juga marah saat ini. Rey berdiri dan berjalan keluar.
Rey berjalan ke arah Carlin melewati Edgar. Dia benar benar tidak menganggap Edgar ada di sana. Rey langsung menendang Carlin dengan kencang. Carlin tengkurap, badannya kesakitan. Rey menendangnya lagi dan menginjak perutnya. Carlin berteriak dengan wajah mengerikan. Melihat itu Edgar tambah marah. Sebelum Edgar sempat mendekat. Rey berbalik dan menunjuk Edgar.
"Aku Rey Demonforge! Kalau kau tidak tahu aku, telpon anakmu Kendrick Bacon!"
Edgar terkejut. Dia seperti pernah mendengar nama itu di suatu tempat. Tapi dia tidak yakin. Dengan sedikit ragu dia menghubungi nomor Kendrick.
__ADS_1
[Halo?]
[Apa kau mengenal orang bernama Rey?]
[Tentu! Ada apa ayah?] tanya Kendrick penasaran.
[Siapa dia?] tanya Edgar sedikit kaget. Mendengar nada suara ayahnya yang terkejut. Kendrick menghela nafasnya.
[Apa terjadi sesuatu ayah? Tuan Rey itu petinggi... Jika kau menyinggungnya ada baiknya minta maaf padanya.]
Edgar terkejut lagi. Dia tahu anaknya cukup sombong. Kalau anaknya sampai berkata seperti itu. Orang ini bukanlah orang yang bisa disinggung. Edgar menarik nafas dalam.
[Sudah katakan saja siapa dia!]
[Apa ayah lupa siapa yang meruntuhkan kekuasaan 5 kaisar kota Jtown? Dan lagi sekarang dia menjajah XTown. Sepertinya dia kenalan Javier Noah di XTown.]
Mendengar ucapan Kendrick, Edgar langsung tersentak. Pupilnya mengecil. Dia mengingat nama itu. Ya, nama yang sempat menjadi perbincangan panas yang kemudian beritanya menghilang begitu saja seperti ditutup tutupi oleh pemerintah kota JTown. Edgar menelan ludah. Keringat dingin mulai bercucuran. Berita yang sangat mengerikan. Edgar menutup telponnya tanpa bicara.
"Edgar, keponakanmu baik banget kan?"
Sebuah kata sederhana yang membuat Edgar ketakutan setengah mati.
"Tuan Rey, sepertinya anda salah paham, aku tidak punya keponakan... Sepertinya orang ini memakai namaku seenaknya... Anda bisa menghukum orang ini sesuka anda."
Semua orang yang ada di sana melongo. Di mata mereka Edgar adalah pria yang berkuasa, dia tidak pernah takut bertemu pimpinan daerah. Dia orang yang percaya diri dan tenang. Tapi sekarang yang di lihat semua orang, Edgar sangat menghormati Rey. Hanya dengan modal telepon, sikapnya benar benar berubah. Carlin panik.
"Oke lah kalau begitu, bawa dia. Kau bisa 'mengurusnya' bukan?"
Sebuah kata penuh penekanan dan mengerikan untuk di dengar oleh Edgar. Edgar mengangguk kemudian dia menelepon anak buahnya untuk membawa Carlin. Edgar meminta maaf pada Rey dan dengan cepat berpamitan pergi dari sana. Rey dengan santai masuk rumah dan menutup pintunya.
***
Di sebuah vila kecil di pinggiran kota. Carlin sedang minum anggur walau sudah babak belur bersama Edgar. Carlin masih berkata kata dan memaki Rey dengan sombongnya walau dia hampir mati tadi. Edga sedang mengirim pesan di ponselnya tanpa mendengarkan ocehan Carlin. Edgar menyalakan rokoknya dan menyeringai.
Belum selesai Carlin bicara, mata Edgar berubah menjadi dingin. Carlin berhenti bicara ditatap Edgar seperti itu. Edgar berdiri dan berjalan keluar. Dia pergi tanpa menoleh kebelakang. Seseorang ber jas hitam membuka pintu dan berpapasan dengan Edgar.
"Potong kakinya dan buang ke jalan. Hapus namanya dari keluarga Bacon. Sebarkan berita bahwa tidak ada yang bernama Carlin di keluarga Bacon. Kita harus membersihkan nama keluarga kita."
Pria ber jas hitam itu mengangguk mendengar bisikan Edgar. Edgar meninggalkan vila, terdengar jeritan Carlin yang memilukan. Edgar tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Di rumah Ken, terlihat tentram dan damai, seperti tidak ada hal besar yang terjadi. Carmen sedang memasak untuk makan malam sedangkan Rey dan Ken bermain catur sambil menonton televisi. Setelah makan malam selesai, Rey menyempatkan minum wine sebentar bersama Ken. Rey menelepon sekedar berkabar dengan para wanitanya kemudian mandi dan tidur dengan lelap.