Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Keluarga Santos


__ADS_3

"Sayang, gimana kalau kita naik itu?" seru Yuri sambil menunjuk ke roller coaster yang sedang menari di atas rel nya.


"Ayo!" seru Rey semangat.


Mereka segera mengantri untuk menaiki roller coaster dan menunggu beberapa saat karena roller coaster masih berjalan. Teriakan orang orang yang menaiki permainan itu terdengar sangat menyenangkan, jadi Yuri tertarik untuk mencobanya.


"Sayang, aku menunggu di sini saja untuk menemani ibu Xena." kata Hitomi lembut.


Sebenarnya Rey tahu kalau Hitomi takut dengan ketinggian, di tambah jalur yang berputar putar itu membuat Hitomi pucat walau baru membayangkannya saja.


"Haish, bilang saja kamu takut, iya kan Hitomi?" kata Rey sambil tertawa geli.


Hitomi cemberut dan Rey semakin keras menertawakan Hitomi. Rey merasa senang mengerjai Hitomi habis habisan, Hitomi semakin cemberut di buatnya.


"Maaf Hitomi, kau lucu sekali, aku hanya bercanda." kata Rey mengelus rambut Hitomi dengan lembut.


Walau penakut, tapi di antara semua wanitanya, Hitomi lah yang benar benar di cintai oleh Rey. Begitulah kenyataannya, itu juga sebabnya kenapa Hitomi di spesialkan oleh Rey. Terdengar tidak adil memang, tapi Hitomi satu satunya yang mampu membantu Rey menjalani kehidupannya dari awal di kota XTown. Apabila tidak ada Hitomi mungkin bisnis Rey yang sekarang tidak ada yang berjalan lancar.


DING!


[Upgrade System versi 3.0 tersedia. Apakah tuan akan menaikkan versi system?]


"Eh? Ada apa?" kata Rey dalam hati,


[Ya atau tidak?]


"Apa perbedaan sistem sekarang dan versi 3.0?" tanya Rey dalam hati.


[Saya juga tidak tahu tuan, karena saya belum pernah mencapai tingkat itu.]


"Baiklah, upgrade sekarang."


[Apakah anda yakin? Sistem akan non aktif selama upgrade]


"Tidak masalah, untuk saat ini sepertinya masih aman."


[Baik tuan. Proses upgrade di mulai.]


Suara itu menghilang dari otak Rey. Rey hanya menghela nafas, menunggu kejutan apa yang akan di berikan sistem versi 3.0.


Yuri menguncangkan tubuh Rey karena mengira Rey melamun. Ternyata sudah giliran mereka untuk menaiki permainan itu. Mereka segera masuk kedalam kereta roller coaster itu. Sedangkan Hitomi dan ibu Xena menonton mereka dari bawah.


"Bu, sebaiknya kita mencari tempat teduh, apa ibu mau es krim?" tanya Hitomi sambil mendorong kursi roda ibu Xena ke tempat teduh di depan permainan itu.


"Itu ide yang bagus nak,"

__ADS_1


Hitomi beranjak dan membeli dua cone es krim untuk mereka berdua. Setelah itu, Hitomi memberikan satu es krim kepada ibu Xena.


"Terima kasih nak, Eh? Kok kamu tahu kalau ibu suka es krim vanilla?"


"Masa sih bu? Hanya kebetulan aku suka es krim vanilla bu."


Mereka berdua menikmati es krim itu sambil menonton Rey dan yang lainnya.


Teriakan Yuri yang paling keras terdengar membuat Rey tertawa geli, apalagi melihat raut wajah Sabrina yang terlihat panik ketika roller coaster ber jungkir balik dengan cepat, membuat Rey tertawa terbahak bahak tanpa beban. Sementara Xena seperti sudah biasa naik permainan itu, wajahnya tetap tenang walau sesekali dia memejamkan matanya.


Akhirnya mereka puas menaiki permainan itu dan memutuskan untuk kembali ke restoran hotel yang sudah di siapkan oleh manajer Estillo Island. Mereka berkumpul di meja makan yang besar dan di penuhi makanan khas dari berbagai negara. Mereka makan siang dengan tenang, dan Rey memutuskan untuk pulang sore hari nanti.


***


Di sisi lain, Teddy Larks sedang menyusun rencananya, Teddy berpikir jika Sabrina bisa di manfaatkan olehnya, tapi kenyataannya sekarang, Sabrina berbalik melawannya. Teddy marah ketika dia tahu Sabrina tidak mau membantunya, dan akhirnya dia harus menyusun cara lain untuk menjatuhkan Rey.


Rey dan yang lainnya selesai dengan makan siangnya dan kembali ke kamar hotel masing masing. Mereka bersiap siap untuk pulang ke mansion. Leon sudah datang menjemput dan membawakan beberapa koper ke dalam Rolls-Royce di bantu oleh pelayan hotel. Mereka kemudian berpamitan kepada manajer untuk kembali.


***


Sementara itu, di kota JTown, Hugo Santos sedang dalam masalah besar, karena perusahaan yang di kelola bersama ayahnya sedang mengalami kerugian besar setelah proyek yang di tanganinya mengalami kegagalan. Hugo memang sudah meninggalkan dunia mafia karena keadaan JTown semakin tenang. Ketika menjamah dunia bisnis, dia tidak menyangka menghadapi masalah seperti ini.


Hugo dan keluarganya bahkan terancam akan kehilangan segalanya karena berhutang kepada Capital Bank sebesar 2 triliun untuk menutupi kerugian. Ayah Hugo merasa bersalah dan mengurung diri di kamarnya selama tiga hari tanpa keluar sedikitpun, bahkan selama tiga hari ini ayah Hugo tidak makan sama sekali, hingga membuat ibu Hugo khawatir.


Ibu Hugo menelpon Hugo untuk segera pulang ke rumah untuk membujuk ayahnya. Hugo mencoba meminta bantuan kepada rekan rekannya untuk membantu masalah keuangannya, tapi tidak ada satupun di JTown yang memiliki uang tunai dengan nominal triliun, karena aset mereka kebanyakan berupa saham. Menjual saham mendadak pun akan menghancurkan diri mereka sendiri, jadi tidak ada yang mengambil resiko.


"Ayah, kenapa dirimu jadi seperti ini?" tanya Hugo.


Tapi ayahnya tidak menjawab sama sekali membuat ibu dan dirinya menjadi semakin khawatir. Hugo segera menelpon Rey untuk menceritakan semua kejadian ini.


[Hey Hugo! Ada apa?] tanya Rey senang karena saudara se botol nya menelpon.


[Hey Rey, maaf aku menunda untuk mengunjungimu ke XTown.] kata Hugo dengan nada lemas.


[Hah? Ada apa Hugo? Kau sepertinya lemas sekali.]


[Ah itu Rey, keluargaku sedang berada di ambang kebangkrutan, sudah tiga hari ini ayahku mengurung diri.]


[Apa! Hey katakan lah, apa kau butuh bantuanku?]


[Tidak Rey, tidak perlu. Ini hanya maslah keuangan. Aku hanya ingin bercerita saja karena kau satu satunya orang yang dekat denganku selain mendiang Jack.]


[Ah kau ini! Berapa hutang ayahmu? Dan darimana kalian meminjamnya?]


[Sekitar 2 triliun, kami meminjamnya dari Capital Bank.]

__ADS_1


[Jangan khawatir, aku akan bereskan untukmu.]


[Sudahlah Rey, tidak usah menghiburku, bagaimana caramu membereskan hal ini? Aku tahu kau kaya dan sahammu banyak, tapi uang tunai 2 triliun itu sangat banyak.]


[Hey Hugo, jangan remehkan aku, aku punya kenalan di Capital Bank. Sudahlah nanti aku kabari lagi.]


[Ah, Hey! Rey! Rey! Sialan! Kenapa malah ditutup!]


Beberapa menit kemudian ponsel ayah Hugo berdering, karena ayahnya tidak bergeming, ibu Hugo mengangkat telepon itu dan berjalan keluar ruangan.


[APA!]


Ibu Hugo tersentak kaget saat mendengar bahwa hutang suaminya telah lunas.


[Maaf nona, apa tidak salah? Hutang kami sangat banyak dan belum sempat terbayar sedikitpun, lalu bagaimana bisa lunas begitu saja?] tanya ibu Hugo bingung.


[Tidak salah nyonya, Capital Bank telah menyatakan bahwa hutang tuan Santos sudah terbayar dengan sah. Maka dari itu saya menelpon anda untuk memberi informasi ini.]


[Hah? Lalu siapa yang membayarnya?]


[Maaf nyonya, sepertinya keluarga anda ada hubungan dengan bos kami.]


[Eh? Apa?]


[Baiklah nyonya karena masalah sudah di selesaikan. Saya akan menutup telponnya.]


Pihak bank kemudian menutup telponnya. Ibu Hugo masih merasa shock dengan apa yang di dengarnya hingga ponsel yang di genggamnya terjatuh.


PRAK!


Hugo mendengar itu segera berlari menuju ibunya.


"Ada apa ibu?"


"Hugo, apa kau mengenal bos Capital Bank?"


"Ah mana mungkin aku punya teman orang sepenting itu, temanku kan hanya Rey saja. Mana mungkin dia---,,,"


Sebelum melanjutkan perkataannya Hugo teringat saat Rey berbicara akan membereskan masalah ini karena Rey punya kenalan orang Capital Bank.


"Ah, yang benar saja! Sialan kau Rey! Kau selalu membuatku terkejut! Ibu, Rey yang bilang dia punya kenalan orang Capital Bank." kata Hugo dengan semangat.


"Rey? Rey Demonforge? Yang benar?"


Ibu Hugo meragukan Rey, karena ibu Hugo tahu bahwa Rey orang teratas di JTown, tapi ibu Hugo tidak percaya bahwa Rey bisa menaklukan XTown yang besarnya hampir 5 kali lipat kota JTown.

__ADS_1


Tapi ibu Hugo tetap merasa gembira karena hutang hutang keluarga mereka telah lunas. Mereka tidak tahu bahwa Rey lah pemilik Capital Bank.


__ADS_2