
Sedang asyik bermain game, konsentrasi Rey terganggu dengan notifikasi dari sistem.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 8% dari saham SEAL Group.]
Rey buru buru menyudahi permainan di ponselnya. Dia terkejut dan buru buru memeriksa SEAL Group di internet. Jumlah saham yang dimilikinya otomatis membuatnya menjadi orang nomor satu dari sepuluh orang pemegang saham utama. Laba bersih pertahun dari SEAL Group hampir mencapai 1,5 triliun. Hal ini memastikan Rey mendapat deviden milyaran per tahun.
Di sisi lain, di kantor pimpinan SEAL Group, seorang pria berkacamata bingkai emas sedang menikmati kopinya. Pria itu bernama Javier Noah. Namanya sangat terkenal di berbagai majalah bisnis sebagai jajaran pemegang saham tinggi di SEAL Group. Wajahnya tiba tiba menjadi pucat ketika dia melihat informasi transaksi di layar laptopnya. Dia terkejut ada seorang bernama Rey Demonforge memegang 8% saham perusahaan itu. Wajah Javier berubah tidak senang, melihat nama asing tiba tiba saja muncul.
Selama ini Javier memperkaya diri dengan membeli saham perusahaannya sendiri dari orang orang yang di tekannya. Saham yang dia kumpulkan dari orang orang juga tidak terlalu banyak. Hal ini dia lakukan agar namanya tetap pada jajaran teratas pemegang saham. Matanya dipenuhi tatapan keheranan. Tapi di lihat dari struktur perusahaan, perubahan ini malah membuat harga sahamnya melonjak tinggi. Karena perubahan harga ini membuat Javier mau tidak mau ikut tersenyum.
Sementara itu Rey kembali ke kesibukannya, sepertinya dia sudah lupa dengan saham itu. Memang orang cuek ini memang tidak perduli, setiap mendapat hadiah dia hanya penasaran sebentar saja setelah itu ya sudah, hal itu akan di serahkan kepada Hitomi. Selalu seperti itu. Yang penting hidupnya santai. Ketika hampir memenangkan game yang di mainkannya, ponselnya berdering menunjukkan nomor asing. Rey mengumpat dengan kesal.
"Halo tuan Rey, perkenalkan saya ketua dari SEAL Group. Javier Noah."
"Javier Noah?" Rey mengenal nama itu di berbagai majalah, orang ini terkenal.
"Betul tuan Rey..."
"Halah gak lucu! Kalau kau Javier Noah, aku Bill Gates!" seru Rey sambil menutup teleponnya dengan kesal. Di kantornya, Javier ternganga. Dia bingung apa yang terjadi. Hal ini membuat Javier kesal setengah mati. Semua orang menghormatinya. Dan sekarang seseorang aneh menutup telponnya begitu saja. Sedangkan Rey masih marah marah tidak jelas, mana ada seseorang dengan nama besar tiba tiba meneleponnya, kenal saja tidak.
Teleponnya kembali berdering. Rey melihat nomor yang sama langsung menekan tombol merah. Hingga empat kali telepon itu terus berdering.
"Apaan sih orang ini!" Javier mulai marah. Tidak pernah dia bertemu dengan manusia yang memperlakukan dia seperti ini. Dan ketika telepon berdering untuk kesepuluh kali, Rey akhirnya mengangkat. Belum sempat Javier berkata kata, Rey sudah berteriak di telepon.
"BAJINGAN! MAUMU APA HAH? KAU BILANG KAU JAVIER NOAH? DASAR PENIPU SIALAN!" kata kata Rey diucapkan dengan mantap. Mendengar ini Javier hanya tersenyum pahit. Akhirnya dia tahu kenapa manusia ajaib ini ngamuk. Dia menghela nafas dan mulai menjelaskan perlahan. Setelah bicara panjang lebar akhirnya Rey ingat kalau dia salah satu pemegang saham. Rey hanya tertawa bodoh dan meminta maaf.
Mereka akhirnya sepakat untuk bertemu di kantor cabang SEAL Group yang ada di XTown. Setelah sampai di gedung itu dia berjalan menuju resepsionis. Seperti biasa, karena penampilan Rey yang seperti orang akan bertamasya membuatnya sangat diragukan. Untung saja pekerja di sana sangat profesional.
"Hai, aku mau ketemu Javier. Eh...Tuan Noah.."
__ADS_1
"Maaf, apa anda sudah membuat janji?"
"Belum sih...panggil aja kesini bilang Rey mencarinya..."
Resepsionis memandang Rey yang sangat santai sadar bahwa pria di depannya ini bukan orang biasa. Resepsionis itu segera menelepon sekertaris Javier. Dia mempersilahkan Rey menunggu di sebuah sofa, menyediakannya minuman lalu kembali ke meja kerjanya. Sambil berdiskusi dengan teman temannya tentang Rey. Mereka penasaran.
Di dalam ruangan Javier sedang melakukan konferensi online. Sekertarisnya masuk dan memotong rapat itu, Javier tidak senang dengan gangguan itu. Sekertaris itu sadar dia melakukan kesalahan tapi informasi yang dibawanya jauh lebih penting. Wanita itu memberitahu Javier tentang kehadiran Rey yang membuat wajah Javier berubah drastis dalam sekejap.
Javier menunda rapatnya dan mengakhirinya secara tiba tiba. Sekertaris itu tidak percaya bahwa bosnya meninggalkan rapat begitu saja demi seorang tamu. Para petinggi perusahaan yang ikut rapat online itu juga bingung. Siapa Rey Demonforge? Sampai orang paling kaya seperti Javier Noah meninggalkan rapat hanya untuk menemuinya. Nama itu menjadi bahan perbincangan yang sangat hangat.
Ketika Javier tiba di lobby, Rey yang tahu wajah seorang Javier Noah, melambaikan tangan dari jauh seperti anak kecil melihat pesawat terbang. Ya walau Rey salah satu pemegang saham tertinggi di sini, Javier adalah pengendali mutlak dari SEAL Group.
"Tuan Rey, mengapa tidak menghubungiku dulu..."
"Ah aku hanya mampir saja... Maaf tentang tadi pagi, aku pikir aku ditipu!" kata Rey sambil nyengir. Javier hanya tertawa dan tidak mempermasalahkan hal itu. Javier pikir dia sendiri yang terlalu ceroboh untuk menghubungi langsung. Semua orang disana kaget dengan pembicaraan tidak formal itu. Mereka seperti teman dekat. Akhirnya mereka berdua ke atas menuju ruangan Javier. Mereka berdua duduk sambil menikmati kopi hangat.
"Bicaralah tuan Noah, aku tahu ada sesuatu..."
"Harga saham di sini naik setiap hari, sangat bodoh jika aku melepasnya bukan?" Rey yang sudah tahu hal ini menganggapi dengan santai. Kemudian dia melanjutkan.
"Aku hanya tertarik dengan uangnya, kau tidak perlu kawatir sahamku ini akan mengancam posisimu. Aku gak minat memimpin perusahaan. Namaku tidak usah dicantumin kalo ada pemilihan ketua. Kalau gak percaya buat aja surat perjanjian. Beres kan?" Lanjut Rey santai di sertai dengan wajah Javier yang berbinar binar.
Sering dikatakan bahwa semua pebisnis adalah saingan. Mereka bersedia untuk saling menjatuhkan lawan. Jangankan lawan bisnis, di dalam sebuah perusahaan pun persaingan itu pun selalu ada. Sekarang ini ucapan Rey begitu santai dan tulus. Javier sangat senang mendengarnya. Javier orang yang yang cerdas, pada awalnya dia kawatir Rey akan mengganti posisinya di perusahaan.
Tapi sekarang Javier lebih mementingkan untuk bekerja sama saja. Dan posisinya tidak akan berubah sama sekali. Jelas Javier tidak menolak hal ini. Apalagi setelah Rey jadi pemegang saham, harganya malah melonjak. Akhirnya kesepakatan tidak tertulis itu terjadi dan mereka malah menjadi teman. Sikap santai Rey membuat mata Javier terbuka.
Rey kemudian berpamitan dan keluar dari ruangan. Ketika berjalan menuju lift, seseorang menabrak punggungnya, dia berbalik dan melihat wanita tinggi dengan badan yang lumayan. Wanita itu sedang memperhatikan ponsel, dia tidak melihat Rey berdiri di sana.
"Eh? Bella? Paul?" tanya Rey heran.
Bella adalah teman sekelas Rey ketika di bangku SMA. tapi dia pindah sekolah di tahun terakhir. Bella meminta maaf kemudian memiringkan kepalanya mencoba mengenali pria di depannya. Dia terkejut karena penampilan Rey banyak berubah, Rey yang tampan kini rambutnya panjang dan brewokan. Tapi Bella dapat mengenalinya dari mata tajam dan bekas luka di atas alis Rey.
__ADS_1
Sedangkan Paul juga teman SMA Rey. Pria pendiam itu orang yang pintar. Tipikal kutu buku yang menyebalkan. Bagi Rey tidak seperti itu, pada dasarnya Rey pintar, jadi Rey selalu nyambung dengan obrolan Paul. Dan mereka berdua tidak pernah bermasalah dengan Rey. Bahkan mungkin Rey adalah satu satunya teman Paul di sekolah dulu.
"REEEYYY!!" Udah lama banget! Ngapain kamu kesini?"
"Oh aku kesini ketemu Javier." kata Rey santai. Bella hanya berdiri menatap Rey dengan aneh dan ragu. Bella sama sekali tidak percaya Rey menyebut nama bosnya dengan santai. Sedangkan Paul tidak bekerja di kantor ini, dia sedang mengurus sesuatu untuk tempat kerjanya disini. Dan Bella membantu memudahkannya karena mereka saling kenal. Kemudian mereka mengobrol sebentar dan bertukar kontak sebelum akhirnya Rey turun dengan lift.
Javier kebetulan melihat mereka ketika akan memanggil sekertarisnya. Javier langsung meminta sekertarisnya meminta berkas milik Bella. Dan meminta Bella untuk segera menghadap. Bella kaget ketika atasan tertinggi memanggilnya, dia hanya seorang supervisor disana. Biasanya yang memanggilnya adalah managernya. Tentu saja hal ini membuat Bella gugup. Dia tidak tahu situasinya. Bella berjalan memasuki ruangan Javier. Melihat Bella datang Javier mempersilahkannya duduk.
"Sudah berapa lama kau kerja disini Bella?"
"Setengah tahun sebagai marketing tuan, dan tiga bulan ini sebagai supervisor."
"Setengah tahun naik pangkat? Cepat juga. Kamu dari SMA Pinggiran JTown?" tanya Javier sambil melirik Bella.
"Iya tuan tapi saya pindah dari sana di tahun terakhir dan lulus di SMA DH JTown. Ada di berkas saya juga tuan."
"Oh begitu? Apa kamu tahu Rey Demonforge?"
"Rey?" Bella benar benar bingung dengan apa yang terjadi. Ada apa ini.
"Iya saya kenal tuan, dia teman sekelas dulu sebelum saya pindah..." ucap Bella ragu.
"Eh? Benarkah?" Javier terkejut kemudian langsung tersenyum. Bella mengangguk pelan.
"Kalau begitu mulai sekarang kau yang akan mengurus bagiannya disini. Apa kau tahu dia pemegang saham tertinggi disini?"
"Maaf?" Bella benar benar terkejut. Dia ingat jelas Rey adalah pria biasa saat bersekolah dulu. Selain itu Rey anak yatim piatu. Bella sadar kata kata Rey tadi tidak bercanda.
"Kau tahu kan sepuluh pemegang saham terbesar SEAL Group aku sediakan manager tersendiri di sini. Jadi mulai besok kau akan di pindahkan ke ruangan bersama manager yang lain. Kau akan bekerja langsung di bawahku untuk menangani segala hal berkaitan dengan tuan Rey. Jika tuan Rey butuh sesuatu kau langsung lapor padaku."
Bella masih shock dengan perubahan statusnya. Dia sekarang menjadi asisten pribadi Rey di perusahaan itu. Ketika Javier butuh pertolongan Rey, Bella yang harus mengurusnya begitu sebaliknya.
__ADS_1