
Leon datang dengan senang hati, kedua penjaga sudah mengenal Leon, jadi mereka langsung membukakan gerbang.
"Selamat pagi, tuan Leon." kata penjaga sopan karena memang status Leon lebih tinggi dari mereka.
"Ya, selamat pagi juga, maaf aku buru buru." kata Leon semangat dan menuju ke arah garasi.
"Selamat pagi, kakak bos!" seru Leon setelah keluar dari mobilnya.
"Halo, Leon."
"Maaf, kakak bos jadi menunggu lama." kata Leon menangkup kedua tangannya sendiri.
"Haish, tidak masalah Leon, aku memanggilmu ke sini untuk memintamu mengantar kami ke pusat kota." kata Rey.
"Tentu saja bos! Kalau begitu, ayo berangkat." seru Leon semangat dan menuju ke Rolls-Royce Phantom Rey yang terparkir di ujung garasinya.
Leon mengendarai Rolls-Royce Phantom itu ke depan Rey dan para wanitanya, Leon membukakan pintu belakang mobil dengan semangat.
"Silahkan, kakak bos." seru Leon.
Rey masuk ke dalam Rolls-Royce Phantom nya bersama para wanita. Di dalam kabin mobil itu memiliki interior yang sangat mewah dan lengkap, kabin yang luas itu bahkan ada mini bar dan peralatan untuk karaoke. Para wanita Rey dengan gembira, duduk berdampingan di dalam mobil sambil berbincang satu sama lainnya.
"Leon, ini Lita, kakak barumu." kata Rey santai.
Leon menoleh ke belakang dan mengangguk sambil tersenyum kepada Lita.
"Eh, Leon, kalau tidak ada kegiatan sehari hari, mulai besok ini, sebaiknya kau mengantar jemput Hitomi dan Lita untuk pergi ke kantor." kata Rey.
"Ah, sepertinya itu ide yang bagus." jawab Leon gembira.
"Kalau begitu, sampai di pusat kota nanti, kau beri tahu tentang ini kepada ibumu, agar nanti ibumu tidak marah padaku." kata Rey sedikit bercanda.
"Hahaha, tentu saja kakak bos, kemungkinan besar ibu malah senang kalau mendengar semua ini." seru Leon semangat.
Leon sangat ahli dalam mengemudikan kendaraan, jadi Rey merasa aman jika Hitomi dan Lita di antar olehnya setiap hari.
"Sayang, jika setiap hari kami di antarkan oleh Leon, bagaimana dengan mobil ku?" tanya Hitomi.
"Mobilmu kan bisa di pakai untuk sesekali waktu, aku tidak mau jika kalian berdua kelelahan setelah seharian bekerja di kantor dan pulang masih harus berkendara sendiri." jawab Rey.
Hitomi merasa tersentuh dengan perhatian yang Rey berikan kepadanya, begitu juga Lita, dia belum pernah di perhatikan seperti ini oleh seorang lelaki yang bukan keluarganya. Maka dari itu, Lita merasa sangat tersentuh dan semakin menyayangi Rey dengan sepenuh hati.
__ADS_1
"Lalu aku bagaimana?" tanya Yuri.
"Hah? Bagaimana apanya?" tanya Rey balik.
"Aku juga mau di antar jemput jika aku pergi kuliah." seru Yuri cemberut.
"Hahahaha! Yuri, kampus kita itu dekat, bahkan jaraknya cuma lima menit dari mansion. Apa perlu aku yang antar naik pesawat jet sekalian!" seru Fafa menertawakan kepolosan Yuri.
Rey menggelengkan kepalanya heran. Yuri menatap Fafa dengan kesal.
"Biarkan saja, kalau Yuri mau di antar sama Leon, biar aku dan Fafa bisa bolak balik kampus dan mansion saat istirahat dengan mobil kami untuk bertemu denganmu sayang. Mobil kami kursinya kan cuma dua. Jadi tidak perlu menunggu Leon." kata Sabrina memanas manasi.
"Hahahaha, betul juga katamu, Brie." seru Fafa tertawa senang.
Yuri semakin cemberut dengan candaan Fafa dan Sabrina kepadanya.
"Baiklah, Leon, besok kau mangantar Yuri juga." kata Rey santai.
"TIDAAAAKK!!!" teriak Yuri menggelengkan kepalanya.
"Hahahaha." Rey tertawa dengan senang karena sukses mengerjai Yuri.
Mereka tiba di pusat kota dan memasuki kawasan XTown Commercial Street. Tiba tiba ponsel Rey berdering. Terlihat nama Lee di layar ponselnya.
[Rey, apa kamu sudah melihat postingan di tik tok hari ini?]
"Hah? Tik tok? Ada apa dengan tik tok? Aku tidak pernah melihat tik tok." Jawab Rey sambil berjalan keluar dari mobilnya.
[Apa? Kamu tidak pernah melihat tik tok? Hahahaha. Ya ampun, ini berita besar! Seorang konglomerat kaya dan tampan tidak tahu tentang tik tok!"]
"Sudahlah, kau senang sekali bisa mengejekku, katakan ada apa di tik tok itu?"
[Sebaiknya kamu instal dulu tik tok nya di ponsel, setelah itu, lihat saja sendiri, itu postingan tentangmu!]
"Baiklah, nanti saja aku instalnya." jawab Rey berjalan bersama para wanitanya ke arah lift.
[Hei, sepertinya ramai sekali? Sedang di mana kamu?]
"Aku sedang di jalan di pusat kota bersama semuanya."
[Oh begitu, ya sudah, kalian lanjutkan saja, aku menelponmu hanya untuk memberitahumu tentang ini saja.]
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih Lee."
Rey masuk ke dalam lift bersama para wanitanya setelah menutup telponnya.
"Sayang, ada apa?" tanya Xena menggandeng tangan Rey.
"Entahlah, Lee bilang, kalau aku harus melihat tik tok." jawab Rey.
Rey tidak pernah mempunyai aku facebook, instagram, apalagi tik tok, yang Rey tahu hanya Whatsapp, Twitter dan game game saja. Maka dari itu, Rey tidak pernah perduli dengan sosial media.
"Hitomi, apa kamu punya akun tik tok?" tanya Rey.
"Hah? Ada. Kenapa memangnya sayang?" tanya Hitomi.
Hitomi sudah tahu tentang apa yang Lee katakan tentang tik tok, maka dari itu Hitomi sengaja tidak memberitahukan masalah ini kepada Rey karena entah siapa, ada yang menutup akses semua orang di perusahaan agar status Rey tidak bocor.
"Lee bilang kalau di tik tok ada sesuatu tentang diriku, coba kamu lihat." kata Rey.
"Hah? Tentangmu?" tanya Fafa penasaran.
Segera semua wanita Rey membuka akun tik tok nya masing masing, dan benar saja ada postingan yang menjadi topik utama di tik tok itu.
"Sayang, lihat ini." seru Yuri memperlihatkan ponselnya kepada Rey.
"Oke, kalau begitu, tolong jangan sampai ada yang mengetahui tentangku saat ini, kemungkinan akan sedikit bahaya." kata Rey.
"Baik sayang, aku akan meminta Luke dan Rob untuk mengurus semua rahasia perusahaan agar tidak ada informasi yang bocor tentangmu."
"Baguslah, Hitomi."
Sementara itu, para wanita yang lain mencoba menghubungi teman teman yang sudah mengetahui tentang Rey dan menyuruh mereka untuk tutup mulut dengan imbalan uang. Rey juga meminta Zero untuk menghubungi semua daftar kontak yang ada di ponsel Rey agar mereka bungkam. Bedanya Zero dan para wanitanya Rey, Zero dengan santainya menghubungi semua daftar kontak Rey dengan ancaman taruhan nyawa.
"Beres sayang!" seru Fafa santai.
"Lalu bagaimana dengan Teddy Larks?" tanya Yuri.
"Ah benar, dia tahu Rey, kita harus membuatnya bungkam tentang informasi Rey." seru Fafa.
"Lalu bagaimana caranya, dia tidak akan mau kalau hanya di beri imbalan berupa uang. Apalagi dia dendam dengan Rey." kata Yuri mengerutkan kening.
"Hmmm, sayang, apa kamu punya ide?" tanya Fafa.
__ADS_1
"Tenang saja, biar aku pikir dulu." jawab Rey tenang.
Mereka sampai di lantai 36, dimana lantai tersebut merupakan lantai khusus untuk sebuah toko pakaian dengan merek terkenal, bahkan beberapa selebriti ternama selalu berbelanja di tempat ini.