
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Kepemilikan Devirium Island. Lokasi titik map telah dikirim.]
Devirium Island, sebuah pulau pribadi. Pulau yang sedang berkembang, fasilitasnya lengkap dan keamanan terjamin. Rey ternganga, dia tidak menyangka mendapat sebuah pulau, apalagi dia mendapat kapal pesiar sebelumnya. Emosi Rey campur aduk. Dia sudah menyusun beberapa rencana, dia akan melihat lihat pulaunya nanti.
Jika pulau itu memang layak huni, Rey merencanakan akan mengajak semua keluarganya untuk berlibur. Rey berpamitan kepada Ken dan Carmen. Dia mengemudikan mobilnya menuju bandara kota JTown. Tadi malam Rey sudah memberitahu kru penerbangannya, jadi semua telah dipersiapkan. Di dalam pesawat dia memejamkan matanya untuk istirahat.
Kali ini Rey hanya sendirian, Paul mengabari bahwa dirinya sudah berangkat duluan di karenakan ada urusan keluarga Claudia. Rey tiba di XTown menjelang siang hari. Dia tidak memberi tahu para wanitanya bahwa dia telah sampai di XTown. Rencananya dia ingin santai sejenak. Iseng iseng Rey menghubungi Lita. Dia mengambil ponsel dan meneleponnya. Rey mendengar suara Lita agak serak seperti habis menangis.
Lita bercerita bahwa ibunya menjadi korban kecelakaan. Rey meminta alamat rumah sakit dimana Lita berada. Ibu Lita dirawat di Rumah Sakit Umum XTown. Ketika Rey tiba di ruangan ibunya Lita, empat orang berdiri di sana. Sedangkan Lita berjongkok di sudut sambil menangis. Begitu dia melihat Rey datang, Lita berjalan ke arahnya.
Lita memeluk Rey dan Rey membelai rambut Lita dengan lembut. Rey mencoba menghibur Lita. Seorang pria paruh baya mendekati mereka, dia bertanya pada Lita siapa pria yang dipeluknya itu. Rey memperkenalkan diri kepada pria itu, dia adalah Gael Marriot. Paman Lita. Rey bertanya pada Gael tentang apa yang terjadi. Ternyata ibu Lita korban tabak lari.
Gael menjelaskan bahwa mereka sulit untuk melapor ke polisi karena pelaku adalah anak orang kaya. Bahkan pelakunya sudah menyewa pengacara hebat untuk segera menutup kasus ini. Mata Rey penuh dengan kemarahan. Tak lama kemudian seorang pria berkacamata dan memakai jas datang ke sana. Itu adalah pengacara si pelaku. Dia bernama Gavin.
__ADS_1
"Saya di sini menawarkan kompensasi sebesar 3 juta untuk ibu anda." kata Gavin menatap Lita.
"Gimana kalau aku kasih 10 juta dan ku hajar bosmu sampai mati?" jawab Rey santai.
Semua orang disana kaget dengan kata kata Rey yang ngawur itu.
"Siapa anda?" tanya Gavin melirik Rey.
"Oh aku pacarnya.. kenapa?" jawab Rey sambil mengeluarkan ponselnya dan menelepon Kyle.
[Halo bos ada apa?] tanya Kyle dengan hormat.
Gavin mengerutkan kening mendengar pembicaraan Rey. Sepuluh menit kemudian terdengar langkah kaki terburu buru tak jauh dari ruang UGD. Semua orang menoleh ke arah suara itu. Lima orang berjas hitam dengan lencana emas di kerah mereka mendekat dengan menenteng tas kerja. Rey melihat Rob berjalan di paling depan.
Gavin tercengang melihat kedatangan mereka. Dia mematung. Apalagi dia tahu siapa Rob. Seorang pengacara legendaris. Paman Lita juga terkejut, siapa yang tidak kenal dengan Rob Thompson, pengacara top di negara ini. Kelima orang itu mendekat ke arah Rey kemudian membungkukkan badan mereka untuk menyapa Rey. Gavin berkeringat dingin melihat hal ini.
__ADS_1
Bukan karena mereka mengerikan, tapi kasus ini akan menjadi sangat berat untuk di selesaikan. Apalagi dia menghadapi pengacara pengacara hebat yang secara langsung di pimpin oleh Rob. Gavin ketakutan sekarang. Gavin menelpon kliennya untuk memintanya datang karena kondisi tiba tiba berbalik. Daniel Jensen, pelaku tabrak lari mendengar semua yang di ceritakan Gavin jadi ikut panik. Apalagi dia sadar kesalahannya. Dia menyewa pengacara agar masalahnya cepat selesai, tapi malah menjadi semakin rumit.
Sambil menunggu si pelaku datang, akhirnya operasi ibu Lita selesai dan ibunya di pindah ruangan. Rey menyelesaikan semua administrasi untuk ibu Lita. Rey kesal harus menunggu orang tidak penting, kemudian seorang pemuda berjalan dengan cepat ke arah mereka. Gavin menemui pemuda itu dan berbisik. Kemudian mereka berkumpul di sebuah kafe di kawasan rumah sakit.
Lita senang Rey bisa mendatangkan si pelaku, Rey mengusap tangan Lita untuk membuatnya rileks. Rey duduk di sana menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Pengacar itu menjelaskan apa yang di ketahuinya secara detail. Ketika Daniel Jensen membuka mulut akan berbicara, Rey memotongnya dengan cepat.
"Kau akan tanya pacarku minta kompensasi berapa. Setelah melihat Rob disini, kau akan mecari informasi tentangku. Lalu berteman denganku. Aku tau rencanamu!"
Lita tersipu mendengar kata kata Rey yang menganggap dirinya pacar. Sedangkan Daniel salah tingkah, dia memang merencanakan itu. Rob kemudian membeberkan salah satu aset Rey. Daniel ketakutan setengah mati mendengar kekuasaan Rey. Apalagi Rey menjabarkan semua yang pernah perusahaannya lakukan, dari penggelapan hingga korupsi. Rey benar benar akan menghancurkan keluarga Jensen hingga ke akarnya.
Daniel tidak bisa berkata kata mendengar kompensasi yang di minta Rey. Daniel pingsan saat mendengar telepon dari ayahnya memintanya segera pulang karena perusahaan mereka bangkrut. Daniel pingsan ditempat. Kompensasi telah di bayarkan, keluarga Jensen telah dimiskinkan saat itu juga. Gavin tidak bisa berkata kata, betapa mengerikan orang yang sedang di hadapinya ini. Bahkan hal ini belum sampai di persidangan.
Setelah mengantar Lita ke ruangan ibunya dirawat, Rey berpamitan untuk pulang. Rencana Rey untuk mengajak Lita bersenang senang gagal, dan dia memutuskan pulang ke mansion saja. Dalam perjalanan pulang Rey memikirkan sesuatu. Rey baru menyadari bahwa sekarang orang yang dianggap penting oleh Rey semakin bertambah. Rey sadar dirinya kuat, tapi dia juga tidak memungkiri bahwa tidak mungkin dia sendiri bisa menjaga orang orang yang dia sayangi sekaligus.
Rey memerlukan beberapa pengawal untuk semua orang. Dia memasukkan hal ini dalam agendanya. Dia butuh orang orang terpilih untuk menjadi pengawal. Akhirnya Rey tiba di mansion. Mendengar deru mobil yang tidak asing. Para wanita yang sedang bersantai segera berlari keluar. Para wanita itu berlari berhamburan memeluk Rey. Rey mencium kening wanitanya satu persatu.
__ADS_1
Mereka menggiring Rey ke ruang tamu, Hitomi membawakan Rey sebotol anggur untuk di nikmati bersama. Mereka melepas rindu sambil bercanda bersama sampai hari mulai gelap. Fafa dan Xena pulang ke rumah masing masing. Sedangkan Yuri dan Hitomi masuk ke kamar mereka masing masing. Mereka tahu Rey masih lelah karena baru saja pulang, jadi mereka tidak berniat untuk mengganggunya.
Di kamarnya Rey merebahkan tubuhnya, hari hari yang ramai kembali lagi. Rey mengambil ponselnya untuk bermain game, sampai dia ketiduran. Tengah malam, Hitomi masuk ke kamar Rey lewat tangga pribadi yang ada di kamarnya. Hitomi segera menyelinap ke dalam selimut yang di pakai Rey. Hitomi memeluk Rey hingga akhirnya dia tertidur dengan lelap.