Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Seseorang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Disebuah kamar hotel mewah. Rey sedang duduk santai di sebuah sofa.


"Zero tunjukan statistik milikku.."


[Baik tuan Rey]


Nama : Rey Demonforge.


Umur : 27 tahun.


Level : 1


Kode System : Naga Hitam. Legendary Code.


Kekuatan : Sangat kuat.


Kecepatan : Normal.


Kepintaran : Kuat.


Kemampuan :


- Keuangan tanpa batas diaktifkan.


-Regenerasi Ekstrem.


- Bela diri level 5


Poin : 350


"Maksimalkan levelku.."


[Memaksimalkan level akan menggunakan semua point anda, apakah anda yakin?]


"lakukan..."


[Menaikan level 1 ke level maksimal] Ding! Berhasil!

__ADS_1


Nama : Rey Demonforge.


Umur : 27 tahun.


Level : Maksimal


Kode System : Naga Hitam. Legendary Code.


Kekuatan : Ekstrem.


Kecepatan : Ekstrem.


Kepintaran : Ekstrem.


Kemampuan :


- Keuangan tanpa batas diaktifkan.


-Regenerasi Ekstrem.


Poin : 0


Tubuh Rey seperti mendidih dari dalam, Rey yang kepanasan segera melucuti pakaiannya dan berlari ke kamar mandi untuk berendam di bathub. Terlihat air di bathub mengeluarkan gelembung gelembung seperti air mendidih. Setelah panas tubuhnya mereda Rey bangkit.


"Tubuhku rasanya ringan banget..." kata Rey sambil melangkah keluar kamar mandi. Ketika melewati cermin matanya terbelalak lebar melihat tubuhnya sekarang dipenuhi tato seekor naga hitam. Dia terlihat seperti sedang menggunakan jaket bermotif. Tato naga hitam itu memenuhi bagian leher, kedua lengan, badan hingga kaki. Telanjang pun seperti memakai baju, kata Rey dalam hati.


"WAOW KEREN BROOH!" Teriak Rey pada dirinya sendiri dicermin. Benar benar seperti orang konyol tingkahnya itu.


"Zero, sekarang aku dalam level maksimal, lalu poin yang kudapatkan berikutnya untuk apa?"


[Banyak yang belum anda pelajari tuan... Ada saatnya anda akan mengerti]


"Okelah kalau gitu...."


Rey terburu buru menggunakan pakaiannya. Penampilannya kini menjadi semakin sangar, benar benar terlihat seperti seorang gangster. Rey keluar dari kamar hotel menuju mobilnya. Dia melajukan mobilnya hendak menuju restoran untuk makan malam.  Ditengah perjalanan Rey melihat seorang wanita sedang dihadang oleh beberapa pria. Rey kesal melihat hal itu dan turun dari mobil, dia menendang salah satu pria tepat diwajahnya.


BUAGH!

__ADS_1


Pria itu terpental berguling guling dan pingsan seketika. Teman temannya yang melihat itu, menatap Rey ketakutandan melarikan diri. Rey menyentuh pundak wanita yang jatuh terduduk itu.


"Kau tidak apa apa nona?"


"Aku tidak apa apa tuan..."


Wanita itu menoleh, betapa terkejutnya Rey melihat wajah itu, wajah cantik wanita yang dia kenal, wajah yang begitu lama menghilang.


"Lita!?"


Wanita itu menatap Rey keheranan.


"Maaf,,anda sepertinya salah orang tuan,,nama saya Gea..."


"Eh?"


Rey mengerutkan keningnya. Wanita ini sangat mirip dengan Lita. Rambutnya pendek seperti seorang polwan. Wajahnya yang cantik terlihat sangat bersih dihiasi kacamata bening dengan frame hitam. Hanya saja penampilannya memang berbeda dengan Lita yang selalu berpenampilan modis, wanita ini berpenampilan sangat polos, tapi ada sebuah tato bunga dahlia di pundaknya. Selain itu semua hal ditubuhnya 100 persen mirip Lita.


"Kalau begitu biarkan saya mentraktir anda tuan,, untuk ucapan terima kasih saya."


"Hmmm...Okelah kalau begitu.."


Rey tentu tidak menolak karena sangat penasaran dengan wanita yang sangat mirip dengan wanita yang dicintainya dulu. Mereka berdua pergi ke sebuah restoran. Rey sangat menikmati momen ini, yang dipikirannya hanyalah Lita. Setidaknya hal inimembuat rindunya lumayan terobati. Setelah selesai makan, Rey menawarkan diri untuk mengantar Gea pulang. Gea pun tidak menolak karena dia pikir Rey orang baik yang sudah menolongnya. Sampai akhirnya didepan apartemen Gea.


"Bolehkah aku mampir?"


Gea terkejut dengan permintaan Rey. Gea menolak Rey dengan alasan sudah malam. Rey pun terus memaksa, mungkin karena rasa rindu terhadap Lita yang sangat besar. Ketika Gea hendak keluar dari mobil, Rey menarik tangannya.


"Apa kau tidak rindu padaku Lita?"


Rey menarik Gea dengan keras setengah memaksa untuk menciumnya dan akhirnya.


PLAKKK!!!


Gea menampar Rey dengan keras dan bergegas keluar dari mobil tanpa mengucapkan apapun. Rey yang ditampar dan ditinggalkan langsung termenung. Dia menyadari kesalahannya. Rey yang kesal langsung memacu mobilnya dengan segera. Di dalam sebuah apartemen, wanita itu berdiri di depan jendela menatap mobil yang menjauh dan perlahan menghilang. Sambil meneteskan air mata.


"Maafkan aku Rey. Aku juga merindukanmu. Lebih baik kita seperti ini."

__ADS_1


__ADS_2