
"Nah, kalau begitu, sebaiknya kita mulai membangunnya minggu depan. Apa kalian sanggup?" tanya Rey menatap direktur utama dan manajernya.
"Tenang saja tuan Rey, serahkan padaku." jawab Yoko hormat.
"Baiklah, aku percayakan semua padamu." kata Rey santai.
Direktur Yoko mengangguk dengan patuh. Yoshi memperlihatkan lantai satu dengan berbagai ruangan yang di gunakan.
Lantai satu terdapat dealer mobil dari berbagai jenis merek terkenal. Ada Ferrari, Lamborghini dan Bugatti dengan masing masing logo besar terpajang di atas tokonya masing masing.
Tidak hanya merek dari benua biru dan benua merah saja yang ada di sana. Dari benua kuning pun ada seperti Honda, Nissan dari negara matahari terbit dan Hyundai dari negara KPop.
Di lantai satu juga di lengkapi dengan ruangan khusu untuk acara pameran otomotif agar bisa menarik pelanggan sekaligus meningkatkan nilai pasar merek merek mobil tersebut.
"Lantai satu cukup bagus dan lengkap, hanya saja tidak ada dealer kendaraan roda dua." kata Rey.
"Maaf tuan Rey, jika melihat situasi di kota XTown ini sangat jarang sekali orang yang menggunakan sepeda motor." kata direktur Yoko hormat.
"Tentu saja sangat jarang, karena di kota XTown ini tidak ada sama sekali dealer resmi untuk sepeda motor." jawab Hitomi.
"Bagaimana kalau kita mengundang beberapa produsen sepeda motor dan mencoba untuk bekerja sama, jika mereka tertarik, maka kita akan menjadi yang pertama dalam membuka dealer dealer resmi untuk sepeda motor di kota XTown ini." lanjut Hitomi semangat.
"Ah. Benar juga, sepertinya ide nona Rey sangat brilian." kata direktur Yoko memuji dan mengangguk kepada Hitomi.
"Baiklah, aku ingin beberapa dealer motor motor besar dan beberapa dealer motor sehari sehari. Aku ingin menarik pelanggan kaya dan menengah ke bawah sekaligus." kata Rey santai.
"Baiklah, saya akan segera menghubungi perusahaan perusahaan sepeda motor untuk berunding nanti." jawab direktur Yoko semangat.
"Lalu bagaimana dengan lantai dua?" tanya Rey kepada Yoshi.
Yoshi mengalihkan tampilan proyektor ke lantai dua.
"Tuan Rey, di lantai dua terdapat mall terbesar di XTown Commercial Street ini dengan berbagai brand ternama dari berbagai negara sehingga membuat mall ini adalah satu satunya mall yang paling lengkap isinya." kaya Zayda semangat.
Direktur Yoko tidak terlalu banyak bicara karena Zayda telah mewakilinya dengan baik.
"Hmm, bagus! Lanjutkan." kata Rey mengangguk puas.
Yoshi mengalihkan tampilan layarnya ke lantai tiga.
Zayda dengan semangat menerangkan setiap detail di setiap lantai yang berada di gedung utama XCS ini hingga Rey cukup puas dengan semua yang dia jelaskan.
__ADS_1
"Tuan Rey selain bangunan gedung ini masih ada 13 gedung lainnya yang berada di kawasan XTown Commercial Street ini, dan sebuah perumahan mewah dengan total bangunan yang di dalamnya terdapat 1789 unit rumah hunian yang sudah terisi penuh." kata Zayda menjelaskan dengan semangat.
"Jadi seluruh jalan XTown Commercial Street ini adalah milik anda dengan sertifikat hak milik yang sah dan berbagai legalitas di dalamnya. Tidak hanya itu, di seluruh kawasan ini terdapat 1500 karyawan dan 100 staff yang sudah bekerja." kata Yoshi menambahkan.
"Hmm, baiklah, kalau begitu, mulai hari ini, jika ada sesuatu yang harus di bicarakan, kalian bisa langsung menghubungi istri pertamaku." kata Rey menunjuk Hitomi.
"Baik tuan Rey." kata direktur Yoko hormat.
"Jika sudah tidak ada yang harus di bicarakan, maka aku dan istriku akan berkeliling dulu." kata Rey santai.
Setelah seharian penuh bekerja, Rey dan para wanitanya merasa lelah dan ingin bersantai di XTown Commercial Street ini.
"Sayang, bagaimana kalau setelah ini kita ke rumah kak Lita?" tanya Fafa.
"Tentu saja." jawab Rey santai.
"Baik tuan Rey, apakah anda memerlukan saya untuk menemani tuan dan nona berkeliling?" tanya Zayda.
"Tidak perlu repot repot, aku ingin bersantai bersama istriku, jadi kami hanya ingin berjalan jalan saja." jawab Rey datar.
"Ah, baiklah kalau begitu. Jika anda membutuhkan kami, maka kami siap melayani anda." kata Zayda sedikit kecewa.
Direktur Yoko juga mengirimkan beberapa foto Rey dan para wanitanya ke ruang obrolan grup itu agar para karyawan dan penjaga keamanan mengenali bos besarnya itu. Yoko tidak menginginkan ada kesalahan sedikit pun.
"Sialan! Apa ini benar benar bos besar kita? Lihat! Dia masih muda!" kata salah satu karyawan sambil memperhatikan foto di ponselnya.
Beberapa foto yang di kirimkan oleh direktur Yoko membuat kehebohan untuk semua karyawan dan staff, membuat hampir semua orang membicarakan tentang bos besarnya itu dengan penuh kekaguman dan sedikit rasa iri karena melihat bahwa bos besarnya itu masih muda.
Rey dan para wanitanya kembali ke dalam mobil dengan santai membuat sebagian keryawan yang melihatnya kembali membicarakannya dengan heboh.
Hitomi menginjak pedal gas dengan lembut dan segera menjauh dari gedung utama itu di ikuti oleh Lita di belakangnya.
Keuda mobil sport mewah itu beriringan dengan perlahan di area XTown Commercial Street itu.
"Sayang, ini sungguh mengagumkan, kemungkinan besar kamu menjadi orang yang paling kaya di kota XTown ini." kata Hitomi semangat.
"Ini semua bukan milikkum tapi ini semua milik keluarga kita." jawab Rey.
Hitomi tersenyum bahagia dengan apa yang Rey katakan.
"Sialan! Benar saja dugaanku kalau kawasan ini miliknya. Sungguh mengagumkan. Bagiamana bisa seperti ini. Seperti bukan Rey yang kukenal." kata Lita dalam hati.
__ADS_1
"Eh, kak, bagaimana menurutmu? Apa kau tertarik dengan Rey?" tanya Fafa polos, pasalnya dia tidak tahu Rey dan Lita sudah lama saling kenal.
"Ah? A-aku.."
"Tidak apa apa jika kamu tertarik." kata Fafa melihat Lita canggung dengan pertanyaannya.
"Jika kamu tertarik, aku tidak keberatan loh." lanjut Fafa santai.
"Ah.. I-ini..."
Lita tidak percaya bahwa Fafa berbicara dengan terbuka dan santai seperti ini, yang membuat Lita merasakan perasaan yang sangat canggung.
Tapi Fafa dengan santai meyakinkan bahwa Fafa setuju jika Lita ingin bergabung dan menjadi wanita Rey yang ke enam.
"Nona Fafa, apa yang anda bicarakan?" tanya Lita mengerutkan kening.
"Tidak apa apa, aku tahu jika kamu tertarik dengan Rey, bahkan Rey sendiri dengan jelas mengatakan jika kamu adalah calon wanitanya yang ke enam." jawab Fafa tenang.
"Ah! I-itu..."
Lita termenung dengan apa yang di bicarakan Fafa kepadanya, dengan rasa tidak percaya, Lita merasakan kalau semua ini membuatnya semakin gugup.
"Sudahlah, sebaiknya kamu menerima permintaan Rey nanti, aku dan kak Hitomi tidak merasa keberatan jika kamu menjadi wanita Rey yang selanjutnya." kata Fafa memegang bahu Lita agar merasa yakin.
***
Di tempat lain,
Yuri dan Sabrina pulang ke mansion setelah selesai dengan kelas di kampusnya.
"Kak, apa Rey sudah pulang?" tanya Yuri berjalan ke arah Xena.
"Belum, mungkin mereka akan pulang larut malam." jawab Xena.
Sementara Sabrina setelah sampai mansion langsung menuju kamarnya untuk mandi.
"Kak, aku mandi dulu, sepertinya badanku sedikit agak bau!" seru Yuri bercanda.
"Dih, sana mandi pantas saja dari tadi aku mencium bau aneh, aku pikir bibi sedang memasak dengan kebanyakan cuka." jawab Xena mendorong Yuri untuk segera pergi.
Yuri berlari sambil tertawa ke arah kamarnya. Xena tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah saudarinya itu.
__ADS_1