
Fafa segera masuk ke mansion setelah memarkirkan mobilnya.
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Rey saat Fafa masuk.
"Aku sangat kesal! Ayahku tidak jadi pulang ke rumah, padahal aku dan ibu sudah menyiapkan segalanya untuk menyambut dirinya." seru Fafa cemberut.
"Mungkin ayahmu ada kepentingan yang sangat mendesak, jadi dia tidak bisa pulang untuk menemui kalian. Dia seorang pengusaha kan?" kata Rey mengelus rambut Fafa lembut.
"Benar Fa, mungkin ayahmu sedang ada banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Lihatlah Rey, kalau kau besok menjadi istrinya, apa kau akan merajuk seperti itu? Kalau dia tidak bekerja, apa bisa kita hidup seperti ini?" tambah Hitomi.
Rey tersenyum getir mendengar ucapan Hitomi, pasalnya dia tidak melakukan apapun saja uangnya tidak habis habis. Lagipula tidak ada yang tahu kalau Rey tidak pernah melakukan apapun selain para reader yang mengikuti kehidupan Rey.
Fafa sedikit merasa lega dengan perkataan Hitomi dan Rey, Fafa pun memeluk Rey dengan erat.
"Makanlah, sepertinya kamu belum sarapan." kata Rey.
"Baiklah." jawab Fafa sambil mengangguk.
"Hari ini aku harus menyelesaikan masalah di MegaCore Tech." kata Rey kepada Fafa.
"Bolehkah aku ikut?" tanya Fafa memasang wajah memelas.
"Bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Rey.
"Aku sedang tidak mood untuk kuliah." jawab Fafa mengelengkan kepala.
"Haish, baiklah kalau begitu. Yuri dan Sabrina, sebaiknya kalian berangkat kuliah. Ingat kalian harus giat belajar untuk persiapan masa depan kalian. Bukankah kalian yang akan menjadi CEO di perusahaanku." kata Rey menatap Yuri dan Sabrina.
"Baiklah sayang." kata Yuri dan Sabrina mengangguk dengan patuh.
"Xena, apa ibu sudah bangun?" tanya Rey kepada Xena.
"Sepertinya belum, aku tadi memeriksa kamarku dan ibu masih tidur." jawab Xena.
Mereka selesai sarapan pagi. Yuri dan Sabrina berangkat ke kampus sedangkan Rey, Hitomi dan Fafa pergi ke MegaCore Tech dan Xena tinggal di mansion untuk menemani ibunya.
"Baiklah, Xena aku pergi dulu, jangan lupa nanti kalau ibu sudah bangun, siapkan sarapan untuknya." kata Rey mengelus rambut Xena dan mencium keningnya dengan lembut.
"Oke sayang." jawab Xena.
Rey menuju garasi mobilnya di ikuti oleh Hitomi dan Fafa.
"Hitomi, pakai mobilmu saja." kata Rey.
"Baik sayang." jawab Hitomi menganggukkan kepala dengan patuh.
Hitomi menekan tombol remote mobilnya dan kedua lampu mobil itu berkedip di sertai dengan pintu mobil yang perlahan naik ke atas.
Hitomi masuk ke dalam lamborghini veneno roadster di ikuti oleh Rey. Fafa yang akan masuk ke dalam ferrari nya berlari menghampiri mereka.
"Kakak! Mobilmu bagus sekali, kapan kamu membelinya?" tanya Fafa melongok ke dalam mobil Hitomi.
"Rey yang membelinya, aku saja tidak tahu kapan dia beli mobil ini." jawab Hitomi.
"Pantas saja mobilmu di berikan pada Sabrina." kata Fafa masih melihat interior mobil itu dengan kagum.
"Eh sayang, sepertinya mobil ini lebih bagus dari mobilmu yang lain." lanjut Fafa.
__ADS_1
"Iya, mobil ini juga lebih mahal dari semua mobilku, ini sekitar 115 milyar kalau tidak salah." jawab Rey santai.
"Apa!" seru Hitomi kaget saat mendengar harga mobilnya yang begitu mahal.
Fafa juga hampir tersedak ketika mendengar harga mobil itu dari Rey.
"Itu bukan apa apa, untuk kalian, aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan." kata Rey.
"Ah, terima kasih sayang." kata Hitomi.
"Apa kau juga ingin ganti mobil Fa? Pilih saja." tanya Rey.
"Ah, tidak tidak, mobilku saja sudah sangat bagus." seru Fafa tersenyum.
"Eh, ngomong ngomong, aku lupa memberitahu kalau aku punya bisnis baru." kata Rey santai.
"Hah? Perusahaan apa lagi sayang?" tanya Fafa penasaran.
Hitomi juga merasa penasaran, karena segala sesuatu yang di miliki Rey, seharusnya dia juga tahu.
"Sayang, kapan kamu membeli perusahaan itu?" tanya Hitomi penasaran.
"Oh itu, kemarin malam ada teman lama yang menjual seluruh asetnya dan menawarkan saham kepadaku. Jadi aku beli saja sebagai bantuan untuk temanku itu." jawab Rey santai.
"Perusahaan apa yang kau beli memangnya?" tanya Hitomi.
"Mmm, itu XTown Commercial Street." jawab Rey santai.
"A-apa apaan!" seru Fafa dan Hitomi kaget bersamaan.
XTown Commercial Street adalah sebuah area perkantoran, pertokoan dan perumahan elit dengan penghasilan pertahun mencapai 63 trilyun, itupun hanya dari mengumpulkan uang sewa saja belum yang lainnya.
"Semuanya." jawab Rey santai.
"APA! Semuanya! 100%!" seru Hitomi dan Fafa terkejut lagi dengan jawaban santai Rey itu.
"Sayang, itu kan sangat mahal?" tanya Fafa.
"Tapi sangat menguntungkan." seru Hitomi tersenyum.
"Tepat sekali! Sebaiknya setelah dari MegaCore Tech, kita sekalian kesana untuk memeriksanya." kata Rey.
Mereka bertida dengan dua mobil segera berangkat ke kantor MegaCore Tech. Tak lama kemudian mereka tiba di kantor itu dan memarkir mobil mereka di depan gedung kantor.
Lita sudah menunggu kedatangan Hitomi di depan pintu gedung, dia tidak menyangka Rey ikut datang. Tapi Lita tetap bersikap profesional.
"Selamat datang tuan Rey, nona Hitomi." kata Lita membungkukkan badan dengan hormat.
Rey mengangguk dengan tenang, Lita memimpin jalan menuju ruang kantornya.
"Nona Hitomi, maafkan aku jika tidak sopan menelpon anda di malam hari, aku tidak punya pilihan lain untuk melaporkan situasi di perusahaan ini dengan cepat." kata Lita sopan.
"Ah, tidak apa apa, kamu melakukannya dengan baik." jawab Hitomi.
"Lalu bagaimana dengan Walcott?" tanya Rey kepada Lita.
"Tuan Walcott tidak mengatakan apa apa tentang masalahnya, setelah tuan Walcott menerima telpon dia terlihat panik dan segera pergi dari sini. Dia hanya mengatakan padaku untuk memberitahu kepada nona Hitomi jika dia kembali ke negaranya." jawab Lita menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Begitu ya." kata Hitomi menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Hitomi, aku serahkan masalah ini padamu." kata Rey.
"Baik sayang, aku akan mengangkat Lita sebagai direktur utama untuk sementara waktu sebelum ada kepastian dar Walcott, bagaimana menurutmu?" tanya Hitomi kepada Rey.
"Eh? Sayang?" tanya Lita dalam hati.
"Baiklah kalau begitu, aku percayakan padamu." jawab Rey kepada Hitomi.
"Lita, mulai hari ini aku akan mengangkatmu menjadi di rektu utama di perusahaan ini, tapi aku punya satu syarat." kata Hitomi kepada Lita.
"Baiklah nona Hitomi, lalu apa syaratnya?" tanya Lita.
Sebelum Hitomi mengatakan syaratnya, dia menatap Rey dan Fafa.
"Lita, apa kamu tahu jika aku dan gadis di sampingku ini adalah wanita tuan Rey?" tanya Hitomi menatap Lita.
Rey kaget saat Hitomi mengatakan hal itu kepada Lita, tapi Rey tidak mengatakan apa apa dan membiarkan Hitomi menangani masalah itu. Rey melirik ke arah Lita, ada sedikit rasa sedih di wajah itu. Hebatnya, walaupun sedih, Lita bersikap sangat profesional.
Lita menjawab pertanyaan Hitomi dengan gelengan pelan dengan tatapan bertanya tanya.
"Nah, sekarang kamu sudah tahu dan masih ada tiga wanita lain di rumah. Ini foto dan data semua wanita tuan Rey." kata Hitomi menyerahkan tabletnya kepada Lita.
Rey melebarkan rahangnya tidak percaya Hitomi sangat frontal.
"Kamu harus mengenal semua nona Rey dengan baik, jangan sampai melakukan kesalahan karena tidak tahu siapa saja nona Rey." kata Hitomi tenang.
Lita mengangguk, dia tidak tahu harus bagaimana. Tapi dia sadar posisinya sekarang hanyalah pegawai di perusahaan milik Rey. Rey hanya menatap Lita datar,
"Nah, mengenai syarat yang aku berikan kepadamu, aku meminta agar kamu memperlakukan para wanita itu dengan baik." kata Hitomi.
"Baik nona Hitomi, aku mengerti." jawab Lita membungkukkan badan dengan hormat.
"Satu lagi, kamu harus mencari pengganti posisi sebagai wakil direktur yang baru dan jika kamu sudah menemukannya, segera beritahu aku." kata Hitomi santai.
"Baik, nona Hitomi." jawab Lita mengangguk.
"Baiklah! Sepertinya masalah ini sudah selesai, kalau begitu bagaimana jika kita makan siang bersama." kata Rey santai mencoba mencairkan kegugupan di ruangan itu.
"Sepertinya itu ide yang bagus." kata Fafa menggandeng tangan Rey.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Rey kepada Lita.
"Tentu, dengan senang hati." jawab Lita.
"Baiklah Lita, ayo kita pergi." kata Hitomi memegang tangan Lita dengan lembut.
Lita merasakan senang sekaligus sedih dengan apa yang terjadi. Dengan sikap profesionalnya dia berjalan mengikuti Hitomi keluar gedung kantornya.
"Dimana mobilmu kak?" tanya Fafa sopan karena memang Lita seumuran dengan Hitomi.
"Di sebelah sana. Itu mobilku." jawab Lita menunjuk ke arah mobil Ferrari.
"Ah mobilmu sama dengan punyaku!" seru Fafa menggenggam tangan Lita.
"Ah, iya nona." jawab Lita tersenyum.
__ADS_1
"Daripada kebanyakan mobil, lebih baik kakak ikut denganku saja." kata Fafa.
Lita mengangguk menuruti permintaan Fafa dan berjalan mengikutinya.