
Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi. Rey bangun dari tidurnya dan segera bergegas menuju kamar mandi. Hitomi juga terbangun dan segera mengikuti Rey ke kamar mandi, mereka pun mandi bersama. Sementara Yuri dan Fafa sedang sarapan di mansion Rey, dengan wajah mereka yang sedikit masam.
"Kemana dia? Dua hari tidak pulang, bahkan tidak mengirim pesan kepada kita!" seru Fafa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Entahlah, biasanya Rey selalu mengirimi kita pesan, apa mungkin terjadi sesuatu padanya?" tanya Yuri khawatir.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Uang tunai seratus lima puluh trilyun di rekening pribadi anda.]
"Eh? Banyak bener!" seru Rey dalam hati sambil geleng geleng kepala.
Rey dan Hitomi baru saja selesai mandi. Mereka berdua segera memakai pakaian mereka masing masing.
"Sayang, ayo kita sarapan." ajak Hitomi lembut diikuti anggukan kepala Rey.
Mereka pun segera pergi untuk sarapan pagi.
"Sialan! Sejak kapan ponselku mati?!" umpat Rey dalam hati dan segera menyalakan ponselnya.
Begitu ponselnya menyala, masuk beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari para wanitanya yang lain. Rey segera menelpon mereka dengan video call grup.
[Pagi sayang!] seru Fafa
[Kenapa semalam tidak membalas pesanku sayang?] tanya Yuri.
[Sori tadi ponselku mati, ada urusan bisnis sampai jam 3 pagi.] jawab Rey berbohong.
[Sayang, hari ini maukah menemaniku di rumah?] tanya Xena penuh harap.
[Oke, nanti setelah aku pulang, aku kesana. Kalian titip apa?]
[Tidak usah, aku sudah sarapan kok.] kata Yuri
Rey mengakhiri telpon grupnya setelah berbincang sejenak bersama para wanitanya.
"Sayang, kemana kita hari ini?" tanya Hitomi melihat ke arah Rey.
"Antar aku beli beberapa keperluan buat ibunya Xena." jawab Rey sambil mencium kening Hitomi.
__ADS_1
"Kalo gitu kita berangkat sekarang." kata Hitomi sambil menggandeng tangan Rey dan berjalan keluar rumah menuju ke mobil.
Di perjalanan ke supermarket, Rey berbicara tentang seluruh bisnis yang dia punya.
"Jadi, banyak yang belum kita temui, salah satunya XTown Goldmine?" tanya Hitomi semangat.
"Mungkin kapan kapan kita kesana, sebaiknya kau hubungi mereka dulu." kata Rey.
Rey dan Hitomi tiba di supermarket dan segera masuk untuk membeli beberapa keperluan untuk ibunya Xena. Setelah selesai berbelanja, Rey mengirimkannya melalui layanan kurir yang di sediakan oleh supermarket itu agar segera di kirim ke rumah Xena.
***
Di lain tempat, Teddy Larks sedang berdiri di depan jendela sambil memegang gelas anggurnya dengan elegan. Dia semakin penasaran dengan Rey dan berniat untuk menyerang perusahaan Rey lagi.
"Tuan Larks, ada informasi baru dari agen yang kita sewa untuk menyelidiki tuan Rey." kata seorang wanita cantik, dia adalah sekertaris Teddy Larks.
"Katakan saja." kata Teddy sambil membalik badan menghadap sekertarisnya itu.
"Ternyata Capital Bank adalah salah satu bisnis milik tuan Rey."
"APA! Pantas saja mereka berani berbalik melawan kita! Lalu apa lagi yang dia punya?!" seru Teddy terkejut.
"Hmmm, sepertinya aku salah perhitungan, sepertinya dia kuat juga... Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku adalah Teddy Larks!" serunya sambil mengeratkan giginya.
***
Rey tiba di mansionnya dan segera menemui kedua wanita yang sudah menunggunya beberapa hari. Yuri dengan bahagia melompat ke arah Rey. Fafa akan memeluk Rey tapi di dahului oleh Yuri. Rey tahu Fafa sedang cemberut, hingga Rey segera mendekati Fafa dan memeluknya dengan erat. Fafa pun kembali tersenyum.
"Ah aku sangat lelah, aku mau istirahat dulu." kata Hitomi sambil mencium pipi Rey dan melangkah menuju kamarnya.
"Sayang, apa kau lelah?" tanya Fafa.
"Sedikit, aku hanya butuh tidur saja." jawab Rey.
Fafa merasa sedikit kecewa dengan jawaban Rey.
"Aku akan ke rumah kak Xena, aku udah janji berkunjung." kata Yuri sambil berjalan menuju kamarnya untuk ganti pakaian.
Yuri tahu kalau Fafa ingin memiliki waktu berdua dengan Rey, makanya dia sengaja memberi waktu pada Fafa dan mencari alasan untuk pergi ke rumah Xena. Fafa senang di beri kesempatan oleh Yuri, dia mengikuti Yuri ke kamarnya.
__ADS_1
"Yuri, makasih, kau sudah mengerti aku." kata Fafa memegang tangan Yuri.
"Hey, tidak masalah, kau sangat jarang bisa bersama Rey." jawab Yuri tersenyum.
Fafa merasa nyaman dengan apa yang di lakukan Yuri kepadanya. Setelah berpamitan, Yuri menuju garasi dan pergi ke rumah Xena. Hitomi sedang sibuk di ruang kerja Rey untuk mengerjakan tugas tugas perusahaan Rey. Hitomi juga sengaja memberi waktu kepada Fafa. Kini tinggal Rey dan Fafa saja yang tersisa. Rey mengajak Fafa untuk beristirahat di kamarnya.
Fafa dengan semangat segera menggandeng tangan Rey. Mereka berjalan ke lantai tiga dan masuk ke kamar. Rey berbaring di atas ranjang, Fafa mengikutinya dengan berbaring di sampingnya. Rey memejamkan matanya berpura pura untuk tidur.
Di ruang kerja, Hitomi sedang mengumpulkan data dari semua perusahaan Rey. Totalnya ada sekitar 15 perusahaan. Hitomi dengan teliti dan cekatan memeriksa semua data laporan yang telah masuk di emailnya minggu ini. Matanya sangat jeli, dengan mudah Hitomi akan tahu jika saja laporan yang diterima tidak sesuai.
Di kamar Rey, Fafa menatap Rey yang tertidur pulas. Fafa mendudukan dirinya dan menatap wajah Rey dengan lembut. Walau Rey terlihat sangar tapi Fafa mengagumi wajah lelakinya itu. Fafa memeluk Rey dengan lembut, sesekali dia mencium pipi Rey. Merasa tidak tahan dengan apa yang di lakukan Fafa, Rey yang sejak tadi pura pura tidur dengan cepat berbalik dan memeluk Fafa.
Fafa kaget dengan kelakuan usil Rey. Fafa mencubit pinggang Rey karena merasa dirinya di kerjai oleh Rey. Fafa mulai melakukan aksi nakalnya. Dia membuka bajunya saat posisinya sedang di atas perut Rey. Rey menariknya sehingga tubuh mereka berdua saling bersentuhan. Rey mengubah posisi yang membuat Fafa berbalik dan terlentang di bawah Rey.
Perlahan Rey beraksi dengan lembut, sesekali terlihat wajah Fafa memerah dan memejamkan matanya. Permainan Rey membuat Fafa merasa sedang berada di surga, seolah kenikmatan yang dia rasakan tidak akan pernah ada habisnya. Setiap Rey bercinta dengan para wanitanya, Karena insting yang sangat peka, Rey selalu tau apa yang mereka ingingkan.
Hingga para wanitanya merasakan kepuasan maksimal. Fafa sudah merasakan sesuatu dalam dirinya akan meledak, Rey memahami apa yang terjadi dan menaikkan ritmenya lebih cepat. Fafa merasakan kenikmatan yang tiada duanya, hingga dirinya kelelahan dan terkulai lemas. Mereka berbaring tanpa sehelai benang pun. Fafa sangat berterima kasih kepada Rey, dia mengecup pipi Rey dan memeluknya dengan erat. Di siang yang panas itu mereka tidur dengan pulas.
***
Sore harinya mereka berdua terbangun karena dering ponsel Rey. Terlihat nama Xena muncul di layar ponsel. Rey mengangkat panggilan itu. Xena menelpon Rey untuk mengingatkan janji Rey padanya. Rey tentu mengiyakan permintaan salah satu wanitanya itu. Walau Rey terlihat cuek, dia selalu menuruti segala permintaan para wanitanya.
Rey bangkit dari kasur menuju kamar mandi, Fafa mengikuti dan memeluknya dari belakang. Mereka segera membasahi tubuh mereka dengan air hangat dari shower. Sesekali Rey iseng dengan sengaja menempelkan naga nya di belakang Fafa.
Di bawah, Hitomi sedang berkeliling di taman belakang bersama bibi. Hitomi menceritakan kepada bibi kejadian yang terjadi beberapa hari belakangan termasuk lahan di belakang mansion Rey itu. Rey dan Fafa yang sudah selesai mandi, mereka mencari Hitomi di sekeliling mansion. Dan menemukan Hitomi sedang mengobrol santai bersama bibi di taman belakang.
Hitomi melihat Rey mendekat langsung memeluk dan mencium Rey. Bibi pamit untuk masuk ke dalam melanjutkan pekerjaannya. Pemandangan seperti ini sekarang sudah biasa di mansion Rey. Apalagi tentang para wanita Rey, mereka juga sudah ada perjanjian bahwa tidak akan marah dan tersinggung selama Rey memang memperlakukan mereka dengan baik dan adil.
Rey mengajak Hitomi dan Fafa untuk ke rumah Xena, dia merangkul kedua wanita itu berjalan menuju garasi. Rey memilih memakai phantom nya karena pergi bertiga. Mobil bergerak santai meninggalkan mansion. Mereka memasuki area perkotaan, terlihat gemerlap kehidupan malam di kota XTown yang semakin malam maka akan semakin ramai.
Dengan gedung gedung tinggi, dan berbagai tempat hiburan yang selalu ramai dengan pengunjung. Kehidupan di XTown menjadikan kota ini salah satu pusat kota terkaya di negara ini. Ynag membuat setiap jengkal tanah di kota ini sangat berharga, banyak orang asing yang datang dari luar kota untuk mengembangkan bisnis di kota ini.
Akhirnya mereka sampai di rumah Xena. Xena dengan semangat menyambut kedatangan mereka. Xena tanpa basa basi mencium bibir Rey. Mereka semua menemui ibu Xena dan menanyakan kesehatannya. Mereka segera makan malam bersama. Saat makan malam ibu Xena menanyakan tentang keseriusan hubungan Rey dan Xena. Hal ini membuat Rey tersedak yang membuat mereka semua tertawa. Walau Rey serius dengan semua hubungannya, dia belum memikirkan hingga ke tahap itu.
Di satu perusahaan milik keluarga Larks, Teddy sedang menyusun rencana untuk menekan perusahaan Rey. Setelah perusahaan Larks Manufacture di ambil alih oleh Rey, dendam Teddy semakin besar, hingga membuat dirinya nekat berencana untuk membayar pembunuh profesional yang bisa melenyapkan Rey dari dunia ini.
Di rumah Xena, mereka semua telah selesai makan malam. Ketiga wanita itu berpamitan pulang meninggalkan Rey yang memutuskan untuk menemani Xena untuk beberapa hari. Setelah Xena membantu ibunya masuk kamar untuk beristirahat. Xena mengajak Rey untuk tidur di kamarnya. Di kamar, Xena mencium bibir Rey tanpa aba aba. Dia dengan ganas mencium Rey sambil menggengam erat kepala Rey.
Rey tahu selama ini Xena menahan nafsunya untuk berhubungan dengan Rey karena terlalu banyak wanita yang selalu berputar di sekeliling Rey. Jadi sekarang adalah kesempatan Xena. Mereka berdua dengan semangat memacu adrenalin. Bisa di katakan kalau Xena lebih nakal dari para wanitanya yang lain. Akhirnya Xena terkulai lemas tak berdaya menghadapi Rey. Melihat Xena yang kelelahan, Rey menarik selimutnya sambil memeluk wanitanya itu. Hingga akhirnya mereka berdua tertidur.
__ADS_1