
Setelah beberapa saat, Rob masih berdiri disana. Dia tidak berani untuk duduk. Mereka bertiga adalah orang hebat. Di sebelah kiri Rey ada Jason dari CyberWar Live. Di sebelah kanan Rey adalah Javier, ketua SEAL Group, salah satu milyarder di negara ini. Dan bosnya duduk di antara mereka berdua. Dia terkejut melihat tiga pria besar duduk bersama. Dia merasa tidak pantas untuk duduk bersama mereka.
"Rob! Kenapa kau berdiri saja, duduklah!" kata Jason.
Rob ragu ragu.
"Sudahlah kau duduk saja, kami ingin tanya sesuatu." kata Rey.
"Baiklah tuan tuan.."
Rob akhirnya menuruti perintah mereka. Dia duduk dengan hati hati di kursi. Setelah itu mereka membicarakan topik sebelumnya. Dengan bantuan pengacara hebat seperti Rob, mereka menyelesaikan banyak rincian satu per satu. Mereka meminta Rob untuk menyusun kontrak setelah kembali nanti. Jason mengisi gelas Rey dan Javier dengan anggur, kemudian mengangkat gelasnya.
"Aku berharap kerjasama kita sukses besar!"
"Tentu saja!"
"Yeah!"
Mereka saling bersulang. Tapi kemudian Jason dan Javier memandang Rob dengan penasaran.
"Rob, ngomong ngomong, darimana kau kenal Rey?" tanya Javier.
"Mmmm bagaimana menjelaskannya ya? Tuan Rey itu bos kantor hukum kami tuan tuan."
"APA?!" seru Jason kaget.
Javier juga ikut kaget dan menatap Rey tak percaya. Dia benar benar tidak menyangka Rey adalah bosnya Rob.
"Ya, beberapa waktu lalu, sekertaris tuan Rey membeli mayoritas saham kantor hukum kami atas nama tuan Rey."
__ADS_1
Jason dan Javier menjadi bingung. Bagaimana Rey bisa menjadi pemilik kantor hukum FairLaw Corp? Perubahan kepemimpinan kantor hukum terkenal seperti itu akan menimbulkan sensasi di XTown. Tapi sepertinya tidak ada yang tahu berita itu. Dalam diam mereka sudah berganti bos, itu terdengar menakutkan. Dalam sekejap, Javier dan Jason mulai bertukar pikiran.
Mereka pikir Rey bermaksud untuk tetap rendah hati dan menutup mulut semua orang dalam. Bahkan postingan dan komentar terkait di internet langsung di hapus. Dia memiliki kemampuan yang hebat untuk mengontrol opini publik. Luar biasa! Jason dan Javier saling melirik, mata mereka dipenuhi dengan keterkejutan.
"Rey, kau benar benar membuatku takjub! Kau memiliki INVAX Assets dan FairLaw Corps secara bersamaan!" seru Javier penuh dengan rasa kagum kepada Rey.
Pengusaha hebat seperti Javier tahu betapa rumitnya silsilah sosial seseorang, dia akan mendapat masalah jika dia tahu kekuatan macam apa yang mendukung Rey di belakang. Maka dari itu, dia tidak berani menyelidiki latar belakang Rey.
"Jangan seperti itu Javier, sudahlah... Biasa saja." kata Rey santai.
Javier tersenyum dan memikirkan sesuatu. Dia tidak bodoh. Ini adalah waktu yang tepat untuk semakin mempererat hubungan pertemanan dengan Rey.
"Rob, apakah di FairLaw ada seorang penasehat hukum? Sepertinya kantor cabangku di XTown butuh penasehat hukum baru. Bagaimana?" tanya Javier kepada Rob.
Rob langsung bersemangat. Peluang bisnis ini sangat bagus. Hal ini bukan sesuatu yang bisa diminta. Dia bisa mendapat uang milyaran dengan peluang ini. Rob jelas tidak menolak kesempatan seperti ini. Hanya orang bodoh yang akan menolak penawaran dari seorang Javier Noah. Mendengar kata kata Javier, Jason menyadari niat Javier untuk lebih dekat dengan Rey. Jason memaki Javier dalam hati.
Rob diliputi kebahagiaan tak terhingga. Rob menyetujui permintaan Jason dan Javier. Rey tidak peduli dengan itu toh dia juga yang dapat keuntungan. Rob perlahan lahan menjadi tenang. Dia menarik nafas panjang.
"Jika begitu, maka saya permisi tuan tuan, saya akan menyelesaikan pekerjaan ini segera."
Rob meninggalkan ruang pribadi itu. Dia berhenti berpura pura tenang. Dia tertawa seperti orang gila. Dia tak bisa menahan diri untuk berbahagia. Dia menjadi lebih bersemangat, seperti telah mendapat suntikan tenaga di wajahnya. Dia melompat kegirangan sampai ke depan. Dia tidak memperhatikan sekitarnya, seorang pelayan keluar dari sebuah ruangan melihatnya bertingkah gila.
Rob tiba tiba membeku dan dengan cepat berdiri diam. Dia pura pura batuk dan melewati pelayan itu dengan wajah serius. Untung saja pelayan itu tidak mengenalnya. Rob berjalan keluar dengan cepat. Dia duduk di sebuah bangku taman di depan. Dia menyalakan rokok untuk menenangkan dirinya. Rob sedang memikirkan sesuatu. Otak cerdasnya akhirnya menyimpulkan bahwa Jason Javier memilihnya karena ingin menyenangkan bosnya.
Rob mulai memahami jalurnya. Kemudian dia menghubungi Kyle.
[Ada apa Rob?]
[Kyle, sepertinya bos kita bukan orang kaya biasa deh...]
__ADS_1
[Kenapa memangnya?]
[Aku tadi tidak sengaja ketemu bos. Tebak dia sedang sama siapa?]
[Siapa?]
[Jason dari CyberWar Live dan Javier!]
[Javier? Apa maksudmu Javier Noah!]
[Yap, dan mereka akan bekerjasama dengan kantor kita. Kita akan kaya bukan? Hitung saja bonusku, sekitar 1,5 milyar kan?]
[APA!]
[Udah ah aku pergi dulu! Bye!]
Rob memutus telpon secara sepihak. Dia bernyanyi senang dan pergi. Kyle di kantor sedang membeku karena kaget. Ponselnya terlepas dari tangannya dan jatuh di atas meja.
"SIALAN!" teriak Kyle. Dia sudah menyadari kata kata Rob tadi. Teriakannya sangat keras sehingga seluruh kantor bisa mendengarnya. Semua orang yang sedang bekerja menoleh ke arahnya. Mereka takut dengan ekspresi Kyle. Kyle berteriak memanggil asistennya dengan cepat.
"Apapun yang terjadi FairLaw Corp harus mengikuti permintaan tuan Rey tanpa syarat!" teriak Kyle pada asistennya. Kyle pergi begitu saja dengan tatapan bingung di wajah asistennya.
Rey masih mengobrol santai bersama Jason dan Javier. Mereka minum beberapa gelas wine lagi dan melanjutkan makan siang. Mereka menghabiskan sore dengan berkuda dan bermain golf bersama. Akhirnya malam pun tiba, setelah makan malam mereka bertiga berpisah. Rey menunggu One datang dengan mobilnya. Mereka meninggalkan Sky Garden dan menuju ke rumah Xena.
Xena menyambut lelakinya dengan bahagia. Rey menceritakan bisnis yang dia jalankan kepada Xena. Rey juga meminta Xena untuk mengabari Hitomi agar bersiap siap ketika berkas kontrak yang di kerjakan Rob selesai nanti. Xena mengajak Rey untuk beristirahat di kamarnya.
Xena yang masih dilanda kerinduan dengan cepat menyerang Rey. Xena dengan nakalnya bergoyang di atas Rey sambil menggenggam tangan Rey dengan erat. Rey pun semakin bersemangat ketika mengikuti permainan Xena. Mereka terlalu bersemangat, membuat kedua tubuh itu terbalut oleh keringat kenikmatan. Beberapa saat kemudian, Xena merasakan ada sesuatu yang akan meledak di dalam tubuhnya.
Rey pun mengerti dan segera merubah kecepatan permainannya. Xena pun merasakan kenikmatan tiada duanya. Hingga akhirnya ledakan terasa membanjiri seluruh tubuh mereka. Kepuasan terpancar di wajah mereka. Mereka pun tergeletak lemas tak berdaya dan tertidur dengan cepat.
__ADS_1