Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Peningkatan Kemampuan


__ADS_3

Rey bangun dari tidurnya, dia segera membuka selimutnya dan bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Hitomi masih tertidur dengan pulas sehingga wajahnya terlihat sangat cantik alami ketika terkena sinar matahari pagi. Rey selesai dengan mandinya dan segera berpakaian.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Peningkatan kemampuan melihat masa depan.]


Rey dengan segera mendapatkan beberapa informasi tentang pengetahuan melihat masa depan yang seakan akan terserap oleh otaknya.


"Ah!" Rey pun merasakan kesegaran di kepalanya.


Rey berjalan menuju Hitomi yang masih tertidur dengan pulas, lalu Rey mencium kening Hitomi dan segera menuju ke ruang makan.


"Eh? Yuri kemana? Bibi!" tanya Rey sambil melihat sekeliling dan memanggil bibi.


"Ya tuan, ada apa?"


"Apa Yuri sudah bangun?"


"Maaf tuan sepertinya belum, saya tidak membangunkannya karena saya mengira nona Yuri sedang bersama tuan."


"Kalau gitu, tolong bangunkan dia bi, aku akan mengajaknya pergi."


"Baik tuan."


Bibi berjalan ke kamar Yuri dan memberitahunya bahwa tuannya menunggu di ruang makan. Yuri terbangun dan menuju kamar mandi kemudian menyusul Rey di ruang makan.


"Sayang, kenapa tidak membangunkanku dari tadi." seru Yuri sambil cemberut.


"Sudahlah, ayo sarapan, lagian ini masih pagi."


"Selamat pagi sayang!" sapa Fafa berjalan ke arah Rey dan segera mencium pipi Rey.


"Loh Fa? Pagi bener. Udah sarapan?" tanya Rey.


"Belum sih, aku sengaja ingin sarapan bareng kalian."


"Ya sudah, ayo sarapan bareng, setelah itu kalian ikut aku ke SSCC, udah lama kita gak maen kesana."


"Oke deh!" jawab Fafa dan Yuri bersamaan.


"Oiya sayang, terima kasih banyak! Sepertinya terima kasih juga gak bakal cukup sih." kata Fafa sambil menatap Rey.


"Eh? Terima kasih untuk apa?"


"Ini tentang uang yang kamu kirim kemarin, aku bingung dengan uang sebanyak itu!"


"Oh itu, tabung aja buat masa depanmu, kalau butuh untuk keperluan kalian bilang aja, nanti aku kirimi lagi."


Sementara Yuri belum sempat melihat ponselnya lagi.


"Hah? Uang apa lagi maksudmu Fa?" tanya Yuri polos.


"Lah, yang benar saja kau ini. Apa kau tidak membuka ponselmu."


Yuri segera membuka ponselnya. Ada uang yang masuk ke rekeningnya lagi dalam jumlah banyak.


"Sayang, tidak usah memberiku terlalu banyak uang, aku jadi tidak nyaman karena bingung."


Yuri mungkin satu satunya wanita yang paling polos di antara ketiga wanita yang lain, dan Yuri tulus mencintai Rey dengan apa adanya, Sehingga dia merasa tidak nyaman ketika Rey memberinya banyak uang.


"Yuri, kau jangan seperti itu, kau itu wanitaku, uangku adalah uangmu juga. Aku tidak pernah merasa keberatan. Oke? Yaudah, ayo pergi."


Rey berjalan menuju garasinya, dia memilih rolls-royce agar bisa membawa Yuri dan Fafa. Mereka bertiga berjalan dengan santai ke tempat berkumpulnya anggota SSCC. Mereka turun dari mobil ketika sampai di sana. Kedua wanita itu menggandeng tangan Rey di kedua sisinya, membuat perhatian semua orang yang ada di sana tertuju padanya.


Semua orang kini telah mengenal Rey, ketika dia melawan beberapa orang dengan cepat tanpa terluka sedikitpun.

__ADS_1


"Hai kawan! Selamat pagi!" ucap salah satu anggota sambil melambaikan tangannya ke arah Rey.


"Ah! Halo juga." jawab Rey santai.


Banyak mata para pria dan wanita yang tertuju padanya, bahkan sebagian merasa iri dengan Rey dan kedua wanitanya itu. Rey tahu apa yang di pikirkan oleh para orang di sana dan Rey tidak perduli dengan itu. Rey berjalan menuju bar dengan cuek.


***


Sementara di mansion, Hitomi terbangun dari tidurnya dan melihat ke samping, namun Rey sudah tidak ada di sampingnya lagi. Hitomi beranjak menuju kamar mandi, ketika berdiri, dia menemukan catatan di atas bantal yang semalam di pakai Rey.


'Hitomi, Jangan lupa sarapan, aku pergi sebentar, tunggu aku pulang oke!'


Hitomi dengan wajahnya yang memerah tersenyum bahagia. Hitomi masuk ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya.


***


Di rumah Xena, setelah sarapan pagi bersama ibunya, Xena mendorong kursi ibunya ke halaman untuk berjemur. Tidak lama kemudian seorang dokter terapi datang untuk merawat ibunya.


"Ibu, dokternya sudah datang." kata Xena lembut.


"Selamat pagi nyonya, bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya dokter sambil menyapa dengan sopan.


"Ah baik dok." jawab ibu Xena.


"Maaf nyonya, ijinkan saya memeriksa anda sebentar."


Xena menunggu di sofa sambil membuka ponselnya. Xena terkejut melihat saldo di rekeningnya bertambah lagi. Sangat mengejutkan sehingga membuat Xena menghitung lagi angka angka itu dengan teliti. Xena melebarkan matanya dengan perasaan campur aduk, antara senang dan ragu. Dia menggelengkan kepalanya dengan rasa tidak percaya.


Ketika dia mau menelpon Rey, namun niatnya di batalkan karena dia mengira Rey saat ini sedang bekerja. Akhirnya Xena memutuskan untuk menelpon Hitomi.


[Hey Hitomi..]


[Hey Xena, ada apa? Apa yang terjadi?]


[Ah aku kira ada apa.]


[Ini tentang uang yang Rey kirim padaku.]


[Oh tentang itu, nanti malam aja aku jelasin, nanti malam rencananya kami semua mau ketempatmu.]


[Ah okelah kalo gitu, aku mau jagain ibu dulu, bye Hitomi]


***


Siang hari di markas SSCC, Rey dan kedua wanitanya sedang duduk di sofa yang sama menunggu makan siang yang telah di pesan di bar. Tanpa mereka ketahui bahwa Teddy Larks memperhatikan mereka dari kejauhan. Teddy mendengar bahwa Rey telah mengalahkan George dan geng nya.


"Sepertinya di sini tidak ada yang berani mengusiknya selain aku!." guman Teddy sambil mengerutkan keningnya.


Dari luar George dan anak buahnya masuk ke dalam bar.


"Bos, lihat si brengsek itu!" seru salah satu anak buahnya sambil menunjuk ke arah Rey.


George masih merasa dendam dengan Rey, namun dia tidak berani mengusiknya lagi karena dia sudah kalah olehnya. Di sisi lain, Teddy Larks sedang merekrut beberapa anak buah untuknya, dengan bayaran yang cukup lumayan masing masing 20 juta per bulan. Dengan cepat Teddy mendapatkan banyak anak buah yang cukup kuat untuk bertarung. Teddy berjalan memasuki bar dengan beberapa anak buahnya setelah mengamati Rey dari luar tadi.


George adalah salah satu yang menjadi anak buahnya Teddy sekarang.


"Bos besar, silahkan duduk!" kata George melihat Teddy datang dan mempersilahkannya.


Rey menyipitkan matanya ketika melihat George bergabung dengan Teddy.


"Sepertinya ada jagoan baru di sini!" seru Teddy sambil mengangkat kedua kakinya ke atas meja.


Rey cuek, sedikitpun tidak merasa takut dengan Teddy. Dengan santai Rey dan kedua wanitanya makan siang bersama, bahkan sesekali Fafa dan Yuri dengan sengaja menyuapi Rey di depan banyak orang yang berada di bar itu. Semua mata orang yang berada di bar itu tertuju padanya dengan tatapan iri dan kagum. Berbeda dengan Teddy dan gengnya.


"Hey George! Aku tidak menyangka jika kau kalah darinya, pertama melihatmu aku kira kau bisa menjadi raja di sini tapi ternyata kau malah jadi pecundang! Tapi jangan khawatir, sekarang ada aku yang akan membantumu menyingkirkannya!" Seru Teddy sambil melirik ke arah George.

__ADS_1


"Ah tuan Larks, sebenarnya aku sendiri tidak percaya dia sekuat itu."


"Siapa sih namanya?!" tanya Teddy.


"Namanya Rey! Rey Demonforge! tuan."


"Rey? Demonforge? Sepertinya aku pernah dengar namanya... tapi dimana ya?"


Teddy belum menyadari jika Rey adalah pesaing perusahaannya, bahkan Rey sekarang memiliki 45% saham yang di miliki oleh keluarganya.


"Aaah! Aku lupa! Sepertinya tidak asing!" gumam Teddy sambil terus mengingat ingat.


Rey masih makan dengan santai bersama wanitanya.


"Sayang, sepertinya Teddy akan membuat masalah lagi dengan kita." kata Fafa.


"Kayaknya sih, tapi tenang aja, aku punya 45% saham perusahaan keluarganya. Jika dia macam macam akan kuhancurkan keluarganya dengan cara kotor sekalipun."


Dengan santai mereka menikmati waktu di bar, dengan sifat Rey yang selalu baik terhadap semua orang, para anggota SSCC pun juga sama terhadap Rey. Mereka mulai akrab satu sama lain. Bahkan di sana Rey di anggap sebagai calon penguasa baru. Karena George membenci Rey, George dan Rey memisahkan diri dari lingkaran Rey dan berpihak kepada Teddy.


Karena terlalu asik dengan suasana di markas SSCC, mereka di sana hingga sore hari, memang markas SSCC ini di design sedemikian rupa agar para orang kaya ini betah berlama lama dan menghabiskan uang di sana. Benar benar trik marketing yang hebat.


"Oiya apa kalian ini gak punya teman atau apalah?" tanya Rey kepada dua wanitanya.


"Tentu saja punya lah!" jawab Fafa.


"Lalu kenapa kalian tidak pernah kumpul bersama teman kalian?"


"Jadi kamu ngusir kita gitu?" seru Yuri cemberut.


"Hahaha, bukan gitu juga, apa kalian gak bosen seharian nempel aku terus?"


"TIDAK!" seru Fafa dan Yuri bersamaan.


"Terus mana teman kalian?"


"Ada pokoknya!" seru Fafa gantian cemberut.


"Itu! Tapi hari ini dia agak aneh gitu... mungkin dia malu menyapaku." kata Yuri sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang sedang duduk di kursi dari kejauhan.


"Kenapa tidak mengenalkannya padaku?"


"Kapan kapan saja!"


Sebenarnya Fafa dan Yuri takut mengenalkan Rey pada teman temannya. Mereka takut akan tejadi hal yang tidak di inginkan. Fafa dan Yuri memikirkan hal yang sama. Karena mereka tahu dengan sifat Rey, dengan wajah yang mempesona dan baik hati, kemungkinan besar akan membuat teman mereka akan jatuh hati pada Rey.


"Apa kalian takut aku menambah beberapa wanita lagi?"


"Apa katamu! Tidak! Tidak boleh! Kalau nambah lagi aku akan meninggalkanmu!" teriak Yuri sambil cemberut.


"Beneran mau meninggalkanku?"


"Hehehe Enggak... Hehehe Aku cuma bercanda..."


Yuri sudah bertekad untuk tidak meniggalkan Rey walaupun Rey memiliki banyak wanita di sampingnya. Begitupun dengan Fafa, dia tidak perduli berapapun wanita Rey, dia akan tetap di sisi Rey.


Di parkiran SSCC, banyak pria dan wanita cantik yang sedang memamerkan mobil mewahnya masing masing. Teddy mengendarai lamborghini reventon terbarunya setelah lamborghini aventador miliknya rusak parah karena di tabrak Hitomi beberapa hari yang lalu. Banyak wanita yang meminta kontak kepada Teddy ketika dia hendak masuk ke mobilnya.


Fafa tidak perduli melihat Teddy dengan tatapan dingin. Rey saja tidak pernah menonjolkan diri sebagai orang kaya, jika mereka tahu kekayaan Rey melebihi mereka semua yang ada di klub ini, maka para wanita itu akan mengejarnya dengan gila. Itulah yang membuat Yuri dan Fafa nyaman bersama Rey. Kepribadian Rey yang apa adanya membuat kedua wanita itu tidak pernah berhenti untuk mengaguminya.


Rey segera mengajak kedua wanitanya untuk kembali ke mansion. Mereka bertiga sampai ke mansion dengan perasaan gembira.


"Sayang kau sudah pulang." sapa Hitomi dengan semangat berjalan ke arah Rey dan memeluknya.


Mereka berempat bersantai di belakang mansion sambil melihat pemandangan disana, rencana pembangunan dermaga di sana juga sedang di susun oleh Rey. Dia tidak mau terburu buru, dia lebih mementingkan kualitas hasil daripada cepatnya hasil.

__ADS_1


__ADS_2