
Rey dan sabrina bergegas untuk kembali ke ruang santai.
'Kenapa Hitomi dan Lita belum pulang?' gumam Rey dalam hati saat sampai di ruang keluarga.
Rey mengambil ponselnya dan menelpon Hitomi.
[Halo sayang, ada apa?]
"Kenapa kalian belum pulang?" tanya Rey khawatir.
[Aku lagi di jalan sayang, sebentar lagi sampai.]
"Oke, aku menunggumu di rumah." kata Rey berjalan ke arah sofa depan televisi.
"Loh? Sayang, kapan kamu pulang?" tanya Fafa berjalan ke arah Rey dengan kedua tangannya memegang camilan yang dia bawa dari dapur.
"Barusan." jawab Rey.
Fafa duduk di samping Rey dengan santai, dia menyuapi Rey perlahan dengan camilan yang di bawanya.
"Enak tidak sayang?" tanya Fafa setelah memasukkan camilannya ke dalam mulut Rey.
"Hmm, enak." jawab Rey mengangguk.
"Hei, Fa, bukankah itu camilan punyaku?" tanya Yuri berseru berjalan dari arah dapur.
"Hah? Apa ini punyamu?" tanya Fafa balik.
"Kenapa kamu mengambilnya, aku sengaja menyimpan camilan itu di lemari es." jawab Yuri cemberut.
"Aah, maaf Yuri, aku tidak tahu, aku kira camilan ini di siapkan bibi, makanya aku ambil saja." jawab Fafa.
"Pantas saja aku cari di lemari es tidak ada, ternyata kamu yang ambil." seru Yuri kesal.
"Sudah, duduk sini, kita makan bersama." kata Rey menggeleng.
Sementara itu, Sabrina dengan santai menonton acara televisi tanpa menghiraukan mereka yang sedang memperebutkan makanan.
"Sayang, aku pulang." seru Hitomi berjalan ke arah Rey bersama Lita yang di jawab anggukan oleh Rey.
"Apa kalian sudah makan?" tanya Rey lembut.
"Belum sayang." jawab Lita sambil duduk di sofa sebelah Rey.
"Kalian mandi dulu, aku akan mengajak kalian makan di luar." kata Rey.
"Hm? Baik sayang." jawab Hitomi.
Mereka berdua segera pergi ke kamarnya masing masing untuk mandi. Rey mengambil ponselnya dan menelpon Xena.
[Halo sayang, aku merindukanmu.]
"Aku juga, makanya aku menelponmu." jawab Rey santai.
[Sayang, kapan mau ke rumahku?]
__ADS_1
"Mungkin besok malam aku bisa kesana, lagi pula aku juga telah lama tidk bertemu kamu." kata Rey lembut.
"Oiya, aku menelponmu untuk mengajak makan malam bersama yang lainnya, apa kamu mau ikut?" lanjut Rey bertanya.
[Makan malam di mana sayang? Tentu saja aku mau ikut.]
"Eh, tapi, bagaimana keadaan ibumu?" tanya Rey perhatian.
[Ibu semakin membaik sayang, bahkan dia sudah bisa berjalan lagi meskipun belum terlalu lancar.]
"Syukurlah kalau ibu sudah bisa berjalan kembali. Kalau gitu, aku tunggu kamu di Golden Star Hotel, oke?" kata Rey.
[Baik sayang, aku akan segera menyusul kesana.]
Rey mengakhiri teleponnya dan kembali duduk di sofa depan televisi itu untuk menunggu Hitomi dan Lita yang sedang mandi.
"Hei, apa kalian tidak mandi?" tanya Rey kepada tiga gadis yang sedang asik nonton itu.
"Hah? Aku sudah mandi sayang, aki hanya tinggal ganti pakaian saja." kata Fafa menoleh ke arah Rey.
"Aku juga sudah mandi." jawab Yuri santai.
Sedangkan Sabrina hanya menoleh dan mengacungkan jempolnya saja lalu kembali fokus dengan tontonannya.
***
Di lain tempat, Allen sudah hampir gila karena berteriak terus di dalam goa yang gelap itu, meskipun tidak ada orang yang mendengarnya.
Sedangkan Teddy, dia sudah tiba di kota JTown bersama Xia dan di sambut oleh walikota di sebuah hotel bintang lima di daerah pinggiran kota.
Walikota JTown adalah teman lama ayah Teddy, maka dari itu, ayah Teddy menitipkan anaknya kepada walikota itu.
Mereka mengobrol di lobi hotel itu dengan santai.
"Ted, besok pagi aku akan membawamu berkeliling untuk melihat area lahan yang akan segera di bangun." kata walikota.
"Baik." jawab Teddy mengangguk.
"Baiklah, sepertinya kamu lelah setelah beberapa jam perjalanan, sebaiknya kamu istirahat agar besok pagi segar kembali."
"Iya, terima kasih, paman." kata Teddy mengangguk.
"Kamarnya sudah aku siapkan untukmu." kata walikota sambil menyerahkan kunci kamar.
"Terima kasih, kami akan istirahat dulu." jawab Teddy.
"Baik, selamat malam, Ted." kata walikota itu.
Teddy dan Xia segera menuju kamar hotel yang sudah di pesankan untuknya.
"Sayang, bukankah tuan Rey berasal dari sini?" tanya Xia.
"Benar." jawab Teddy mengangguk.
"Kota ini sangat dingin, tapi terlihat indah dan udaranya juga cukup segar." kata Xia sambil melihat ke arah jendela kamarnya.
__ADS_1
"Ya, percaya atau tidak, area ini dulunya tempat paling kumuh di kota JTown. Tapi entah bagaimana, orang yang mengelola area ini benar benar sangat hebat. Hingga seperti ini. Dan area ini satu satunya area yang paling hijau di JTown, bahkan mereka masih punya sawah di pinggiran area ini." kata Teddy sambil memeluk Xia dari belakang.
"Hmm, pantas saja udaranya sangat segar." jawab Xia.
"Baiklah sayang, apa kamu lapar?" lanjut Xia bertanya.
"Hmm, aku kelaparan sampai ingin memakanmu, hahaha." jawab Teddy bercanda.
"Ah, sayang!" seru Xia membalikkan badan menatap Teddy.
Teddy membelai rambut Xia dengan lembut, saat Xia melihat wajah tampan Teddy, dengan perlahan dia mengarahkan bibirnya ke bibir Teddy.
Mereka saling mendekatkan wajah dan berciuman dengan lembut.
"Sayang, sebaiknya kita pesan makanan terlebih dahulu." kata Xia yang berhenti mencium.
"Hmmm, aku setuju." jawab Teddy mengangguk.
Kini temperamen Teddy tidak seburuk yang dulu, bahkan dia sekarang seperti orang yang baru, dia tidak mudah marah dan cukup sabar setelah bertemu dengan Rey dan menyadari semua kesalahannya.
Sementara Xia, dia sebagai bonus untuk Teddy dan menjadi kekasihnya setelah Teddy berubah menjadi lebih baik.
***
Di mansion Rey,
Hitomi dan Lita turun ke lantai satu dengan memakai pakaian yang sangat indah. Mereka berdua berjalan ke ruang santai untuk menemui Rey yang sedang menunggu mereka.
"Eh? Kalian sudah siap?" tanya Rey.
"Ya, kami sudah siap." jawab Hitomi lembut.
"Wah wah, kalian sangat cantik." kata Rey menatap mereka berdua.
"Hehehe, terima kasih sayang." jawab Lita berjalan ke arah Rey.
Fafa, Yuri dan Sabrina berdandan sangat cantik dan berkumpul di ruang santai bersama.
"Baik, kalau kalian sudah siap, ayo kita berangkat." kata Rey senang.
Hitomi dan Lita menggandeng tangan Rey dengan lembut, sedangkan tiga gadis lainnya mengikuti dari belakang dengan santai.
"Leon, antarkan kami ke Golden Star Hotel." kata Rey kepada Leon yang sedang mengobrol santai dengan salah satu penjaga yang sedang berkeliling di sekitar area mansion.
"Eh? Baik, kakak bos!" seru Leon semangat.
Leon segera menuju ke garasi untuk mengambil Rolls-Royce Phantom ke depan pintu mansion. Leon turun dan membukakan pintu belakang untuk mereka.
"Terima kasih Leon." kata Hitomi.
Mereka masuk ke dalam mobil dengan santai.
"Baiklah, ayo Leon." kata Rey sambil menepuk bahu Leon.
"Baik kak." jawab Leon semangat.
__ADS_1
Rolls-Royce Phantom itu meluncur dengan santai dan keluar dari gerbang mansion Rey.