
Edward berjalan mengikuti George untuk bertemu dengan Teddy Larks. Sementara itu, pertandingan telah selesai untuk hari ini dan akan di lanjutkan ke esokan hari nya. Para penonton yang berkumpul di gedung arena olah raga itu membubarkan diri untuk pulang ke rumahnya masing masing.
Rey kembali ke mansionnya setelah berpamitan kepada coach dan Lee. Di mansion, Hitomi sedang berkumpul di ruang santai bersama Xena dan ibunya. Fafa, Yuri dan Sabrina belum pulang, mereka pergi ke mall setelah makan siang di cafe bersama Rey tadi. Rey menuju kamarnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Hitomi, sepertinya Rey sudah pulang." kata Xena sambil melihat ke arah tangga.
"Ya, sepertinya dia sudah pulang, biar kau melihatnya dulu." kata Hitomi sambil berjalan menuju ke lantai tiga.
Hitomi membuka kamar Rey dan memanggilnya. Hitomi masuk ke dalam kamar tapi tidak ada jawaban dari Rey, hanya ada suara gemericik air shower yang sedang di gunakan. Hitomi membuka pintu kamar mandi dengan santai.
"Hitomi! Aku sedang mandi lho!" seru Rey kaget.
Hitomi tersenyum.
"Kalau sedang mandi memangnya kenapa?" tanya Hitomi sambil menutup kamar mandi dan ikut bergabung bersama Rey.
Rey menggelengkan kepala sambil tersenyum. Hitomi memeluk tubuh Rey dari belakang.
"Sayang, kemana saja kamu dari tadi?" tanya Hitomi sambil memeluk pinggang Rey.
"Ah, aku sedang ada acara tadi." jawab Rey sambil membalikkan badan.
"Aku merindukanmu."
"Begitu ya? Bukankah kita bertemu setiap hari?"
Hitomi mencium bibir Rey dengan lembut, Rey pun membalas ciuman Hitomi. Mereka berdua bercinta di bawah siraman air shower yang hangat.
Sementara itu, Fafa, Yuri dan Sabrina sudah pulang ke mansion dengan membawa beberapa tas belanjaan besar dengan logo merek terkenal di kedua tangan mereka.
"Widiih, darimana saja kalian?" tanya Xena melihat ke arah mereka.
"Kami pergi jalan jalan ke mall tadi, dan kami membelikan kakak oleh oleh." seru Yuri membawa kantong besar itu ke depan Xena.
"Lihat ini kak! Aku melihat tas ini dan sepertinya cocok buat kakak." seru Sabrina menyerahkan tas berwarna cokelat dengan merek terkenal itu kepada Xena.
"Waah, terima kasih banyak, Bri! ini bagus sekali." seru Xena menatap Sabrina dengan senang.
"Lalu mana untukku?" seru Hitomi yang baru kembali dari kamar Rey.
"Tenang saja kak, aku ada banyak, sengaja membelikannya untuk kakak!" seru Sabrina melihat ke arah Hitomi.
Fafa membelikan beberapa pakaian untuk Hitomi dan Xena. Yuri membelikan jam tangan, sedangkan Sabrina membelikan tas yang berlogo merek terkenal. Tidak lupa mereka bertiga juga membelikan keperluan untuk ibu Xena.
"Terima kasih nak." kata ibu Xena menatap mereka bertiga.
"Sama sama bu, jangan sungkan." jawab Fafa menggenggam tangan ibu Xena.
Rey bergabung ke ruang santai.
__ADS_1
"Halo bu." kata Rey berjalan ke arah ibu Xena.
"Hai nak, bagaimana kerjaanmu?" tanya ibu Xena memegang tangan Rey dengan lembut.
"Tidak ada masalah bu, bagaimana keadaan ibu sekarang?" tanya Rey penuh perhatian.
"Semakin membaik nak."jawab ibu Xena menatap Rey.
"Apa kalian sudah makan?" tanya Rey melihat ke arah para wanitanya.
"Kami menunggumu untuk makan bersama." jawab Xena sambil berjalan ke arah Rey.
"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta bibi untuk menyiapkan makan malamnya." kata Hitomi menuju ke belakang dan menemui bibi.
Sambil menunggu makan malam di siapkan, mereka mengobrol satu dengan yang lain.
"Sebaiknya kalian pergi mandi dulu sana." seru Rey melihat ke arah tiga wanita yang dari tadi siang pergi ke mall untuk berbelanja.
Fafa mengangguk dan segera menuju ke kamarnya di ikuti oleh Sabrina dan Yuri untuk pergi mandi di kamar mereka masing masing.
"Sayang, tadi kamu kemana?" tanya Xena menggenggam tangan Rey dengan lembut.
"Aku ada acara dengan teman temanku, mungkin akan sibuk dalam beberapa hari." jawab Rey mengelus rambut Xena dengan lembut.
"Ah, begitu rupanya."
"Sayang, malam ini aku mau tidur denganmu." bisik Hitomi ke telinga Rey.
"Hm? Ya." jawab Rey mengangguk.
Tidak lama kemudian bibi memberitahu Rey jika makan malamnya sudah siap.
"Tuan, makan malamnya sudah siap."
"Ah, baiklah bibi, terima kasih." jawab Rey menganggukkan kepalanya.
Bibi segera berbalik dan pergi ke belakang.
"Bu, ayo kita makan." ajak Rey kepada ibu Xena.
"Baiklah nak."
Rey segera mendorong kursi roda ibu Xena ke ruang makan.
"Sayang, aku akan memanggil Fafa dan yang lainnya dulu." kata Xena di jawab anggukan kepala Rey dan segera berjalan menuju lantai dua.
"Fafa!" seru Xena mengetuk kamar Fafa.
"Iya kak, sebentar." seru Fafa membukakan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Makan malam sudah siap." kata Xena menatap Fafa.
"Baik kak, nanti aku menyusul ke sana."
"Beri tahu Sabrina dan Yuri juga." kata Xena berbalik dan pergi.
"Oke kak!" jawab Fafa sambil menyisir rambutnya dengan santai.
***
Sementara di tempat lain, Teddy Larks mengundang Edward untuk makan malam di Leaf Resto. Edward datang untuk menghadiri undangan dari Teddy. Mereka bertemu di depan lobi Leaf Resto.
"Selamat malam, tuan Teddy." kata Edward menganggukkan kepalanya.
"Selamat malam, Edward. Silahkan, jangan terlalu sungkan." jawab Teddy dengan santai.
Sementara George sudah berada di sana dari tadi menunggu kedatangan Edward, dengan senang hati, George ikut menyambut Edward.
"Hey, Edward, bagaimana menurutmu?" seru George merangkul pundak Edward dan berjalan menuju ke meja yang sudah di pesan oleh Teddy.
"Cukup lumayan, meski aku belum tahu apa yang akan kita bicarakan nanti." jawab Edward menatap George.
"Silahkan duduk, Edward." kata Teddy semangat.
"Baik." jawab Edward tenang.
"Sepertinya anak ini lumayan kaya." gumam Edward dalam hati ketika melihat empat pengawal yang berdiri di belakang Teddy.
Beberapa pelayan membawakan makanan yang paling mahal di Leaf Resto ini dan mulai menatanya di atas meja.
"Tuan Teddy, sebaiknya katakan saja dengan terus terang kepadaku, aku tahu jika undangan makan malam ini untuk membicarakan sesuatu yang mungkin penting." kata Edward menatap Teddy.
"Hahaha, kamu memang pintar, aku suka dengan caramu seperti ini, tapi sebaiknya kita cicipi dulu makanan yang sudah di hidangkan, karena tidak baik jika mengabaikan makanan ini." jawab Teddy semangat.
"Hahaha, baiklah, terima kasih tuan Teddy. Kalau begitu aku harus bersulang untukmu." kata Edward mengacungkan gelas wine nya ke arah Teddy.
Teddy mengangguk dan segera mengangkat gelasnya ke arah Edward. Edward mulai terbiasa dengan obrolan dan sikap Teddy yang sedikit arogan, tapi selama bisa menghasilkan uang, Edward tidak mempermasalahkannya.
Mereka makan malam bersama dengan senang dan akhirnya Teddy mengungkapkan ketertarikannya kepada Edward untuk menjadi pengawal pribadinya dengan gaji sebesar 10 juta per bulan. Edward menyetujuinya tanpa bertanya sedikitpun, hal ini membuat Teddy merasa bisa lebih memanfaatkannya untuk membalas dendamnya kepada Rey.
***
Di mansion, Rey dan kelima wanitanya serta ibu Xena sedang asik dengan makan malamnya.
"Ayo bu, tambah lagi lauknya." kata Rey memberikan sepotong daging sapi ke piring ibu Xena.
"Sudah nak, ini terlalu banyak untuk ibu." jawab ibu Xena menatap Rey.
"Tidak apa apa bu, biar ibu cepat sehat kembali." tambah Hitomi menatap ke arah ibu Xena.
__ADS_1