
Rey turun dari mobilnya dan berjalan ke depan pintu rumah Xena. Xena menyambut Rey dengan senang dan segera mengajak Rey untuk menemui ibunya.
"Halo bu, bagaimana kabarnya hari ini?" tanya Rey.
"Baik nak, setelah terapi selesai tadi pagi, kini kaki ibu sudah mulai bisa merasakan gerakan." jawab ibu Xena dengan semangat.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya."
"Sayang apa kamu sudah makan?" tanya Xena perhatian.
"Seingatku belum, aku tadi habis dari luar lalu pulang sebentar untuk mandi dan langsung kemari."
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan makan untukmu."
"Apa ibu sudah makan?" tanya Rey perhatian.
"Sudah nak, tadi ibu makan banyak sampai merasa sedikit mengantuk sekarang."
"Kalau gitu istirahat saja bu, aku akan ke dapur."
"Baiklah nak, aku sangat senang memiliki anak sepertimu."
Rey berjalan ke arah dapur untuk membantu Xena menyiapkan makanan.
"Kemana asisten rumah tanggamu?" tanya Rey melihat sekeliling.
"Dia sedang pergi ke supermartket untuk membeli keperluan yang hampir habis." jawab Xena lembut.
"Kenapa tidak bilang? Biar aku yang nyiapin keperluanmu tadi."
"Ah, tidak perlu, aku malu jika segala hal, kamu yang menyediakannnya untukku."
Xena berbalik menatap Rey dan segera memeluknya. Xena dengan lembut mencium bibir Rey. Rey perlahan mendekatkan bibirnya ke arah telinga Xena yang membuat terdiam beberapa saat.
"Masakanmu gosong." bisik Rey ke telinga Xena.
Xena tersentak dan segera berbalik untuk melihat masakannya. Dia segera mematikan api dan mengangkat wajan itu lalu membuangnya ke tempat cucian piring. Rey tertawa sambil mengelus rambut Xena dengan lembut.
"Sayang kenapa malah tertawa!" seru Xena.
"Tidak apa apa, aku hanya merasa lucu saja saat melihat wajahmu yang sedang panik tadi." Jawab Rey lembut.
Rey memeluk Xena dari belakang, sementara Xena mencoba untuk tetap fokus dengan masakannya. Xena merasa bahagia di perlakukan seperti ini oleh Rey, perasaanya semakin kuat untuk selalu bersama Rey apapun yang terjadi.
"Sayang, makanannya sudah siap!" kata Xena lembut.
"Mmmm, wanginya enak!" seru Rey sambil membawa makanan itu ke ruang makan.
__ADS_1
Mereka makan bersama, Xena secara lembut menyuapi Rey dengan senang. Mereka berdua seperti sepasang merpati putih yang sedang memadu kasih, jika para wanitanya yang lain melihat ini meungkin mereka akan merasakan iri terhadap Xena. Setelah mereka selesai makan, Rey mengajak Xena untuk jalan jalan. Mereka menitipkan ibu Xena kepada asisten rumah tangga Xena. Mereka segera masuk ke dalam mobil Rey.
"Sayang, kita mau kemana?" tanya Xena.
"Aku akan membawamu kemanapun kamu mau!" jawab Rey.
"Bagaimana kalau kita pergi ke mall saja?"
Rey mengangguk dengan santai dan menyalakan mobilnya. Mereka keluar dari gerbang rumah Xena.
"Sayang! Jangan ngebut!" kata Xena lembut.
Rey hanya mengangguk dan saat itu juga ponsel Rey berdering. Di layar LCD mobil Rey yang terhubung dengan ponselnya muncul nama Hitomi. Rey menekan tombol hijau di sebelah kiri setir mobil untuk mengangkat telponnya.
[Sayang, kamu lagi dimana?] tanya Hitomi lembut.
[Aku sedang jalan jalan sama Xena.] jawab Rey jujur.
[Kalian mau kemana?]
[Mungkin kami akan ke mall dekat sini untuk cuci mata.]
[Okelah kalau begitu, selamat bersenang senang sayang. Sampaikan salamku untuk Xena.]
[Oke! Terima kasih Hitomi.]
***
Di mansion, Yuri mengajak Sabrina berkeliling mansion hingga mereka berhenti di pinggir kolam renang di belakang.
"Sudah sampai sini saja. Kalau kau mau kesana kita perlu mobil!" kata Yuri sambil menunjuk jauh ke belakang mansion di mana sedang ada proses pembangunan yang Yuri sendiri tidak tahu apa yang dibangun Rey.
"Yuri, jadi ternyata Rey itu anak orang kaya?" tanya Sabrina dengan penasaran.
"Yap, sepertinya begitu. Rey tinggal di sini sendirian. Dia yatim piatu."
"Eh? Jadi Rey hidup sebatang kara?"
"Ya, sejak dia berumur 10 tahun dia sudah hidup mandiri dan keluarganya mewariskan beberapa perusahaan besar kepadanya. Jadi dari dulu dia sudah memikul beban berat tanpa sanak saudara. Ketika aku mendengar hal itu, aku merasa kagum padanya."
"Jadi begitu, sepertinya Rey memiliki sifat baik dan bertanggung jawab. Betepa beruntungnya kamu bisa memiliki laki laki seperti Rey!"
"Ya."
Yuri tidak memberitahu Sabrina tentang hubungan Rey dengan beberapa wanita yang lain, karena Yuri tidak mau jika nama Rey tercoreng buruk di mata orang lain, karena orang orang tidak tahu dengan sifat Rey yang baik dan adil terhadap para wanitanya.
"Yuri, ajak aku berkeliling di dalam mansion dong!"
__ADS_1
"Baiklah."
***
Rey dan Xena tiba di sebuah mall di pusat kota XTown. Rey menuju ke basement untuk memarkirkan mobilnya dengan perlahan. Rey turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu penumpang untuk membukakan Xena.
"Mari nona Rey." kata Rey sambil bercanda.
Xena tersenyum ketika mendengar panggilan dari Rey sebagai nona Rey. Mereka berdua berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas. Pintu lift terbuka, Rey dan Xena masuk dan menekan tombol angka 6 untuk menuju ke lantai 6. Xena menggenggam tangan Rey dengan lembut, sesekali Xena menciumu tangan Rey.
Pintu lift terbuka tepat di lantai 6. Rey dan Xena berjalan keluar lift dengan santai sambil bergandengan tangan. Ruangan lantai 6 adalah tempat segala jenis pakaian, tas dan perhiasan, bahkan di sana terdapat salon kecantikan untuk perawatan wajah.
Pertama tama Rey membawa Xena untuk memilih beberapa pakaian untuk Xena.
"Selamat datang tuan dan nona, silahkan masuk." sambut pelayan toko sambil membungkukkan badan.
Rey hanya mengangguk. Xena dengan senang melihat lihat pakaian yang di rancang secara eksklusif oleh merek terkenal. Rey memilihkan beberapa pakaian yang cocok untuk Xena.
"Sayang lihat ini!" seru Xena menunjuk ke arah pakaian yang sangat bagus.
Rey berjalan ke arah pakaian itu dan segera mengambilnya.
"Cobalah, dan juga yang ini." kata Rey menyerahkan beberapa pakaian yang sudah di pilihnya.
Xena mengangguk dengan patuh dan berjalan ke ruang ganti di toko itu lalu mulai mencoba satu persatu pakaian yang di pilihkan oleh Rey.
"Sayang bagaimana menurutmu?" tanya Xena sambil keluar dari ruang ganti.
Rey mengangguk dengan puas.
"Ambil yang itu." kata Rey.
Xena kembali ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan yang lain.
"Kalau ini bagaimana sayang?" tanya Xena memperlihatkan pakaian yang di pakainya.
"Hmm, itu kelihatan simpel untukmu, ambil juga yang itu." kata Rey lembut.
"Baiklah."
Setelah selesai dengan beberapa pakaian, Rey dan Xena berjalan menuju ke toko tas branded yang paling terkenal.
"Selamat datang tuan dan nona, mari silahkan!" sambut pelayan toko hormat.
"Ya." jawab Rey santai.
Rey melihat ada satu tas yang di pajang di lemari khusus di toko itu.
__ADS_1
"Xena, lihat itu, sepertinya itu sangat cocok untukmu." kata Rey dengan lembut.