Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Persaingan Kelas Atas


__ADS_3

Rey masuk ke dealer mobil mewah itu diikuti oleh Hitomi. Langkah Rey yang lebar membuat Hitomi harus berlari kecil mengimbangi bos nya itu. Rey berencana mengambil dua buah mobil. Yang satu untuk Hitomi bekerja yang satu untuk digunakan kepala pelayannya berbelanja ketika persediaan di mansion habis. Karena kepala pelayan seorang paruh baya Rey akan mencarikan seorang sopir pribadi.


Rey disambut oleh seorang pramuniaga cantik. Rey pun menjelaskan keiinginannya. Pramuniaga itu menyarankan untuk mengambil Porche Carrera 911 berwarna kuning cerah untuk Hitomi.


"Nah tuan, sepertinya mobil ini cocok dengan karakter nona ini, mobil ini mencerminkan ketegasan dan kewibawaan yang cukup signifikan." jelas wanita itu.


"Nice! Aku ambil. Berapa harganya?" tanya Rey santai.


"Mobil ini seharga 1,2 miliar tuan."


"Mahal sekali!" seru Hitomi dalam hati.


"Oke!" kata Rey menganggukan kepalanya. Hitomi terdiam tak menyangka Rey benar benar membelikannya mobil mewah.


"Nah kalau untuk harian mungkin anda cocok memakai mobil itu tuan." kata pramuniaga itu sambil menunjuk mobil yang di pajang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"WAOW Rolls Royce Phantom ya? Bagus bagus! Berapa kalo itu?" tanya Rey senang.


"Emmm kalo yang ini,, sekitar 4,3 miliar tuan."


"Oke! Aku ambil keduanya!"


Pramuniaga itu terkejut dengan kata kata Rey. Dia tidak menyangka ada orang membeli mobil seperti membeli kacang. Pramuniaga itu bergegas pergi menyiapkan surat surat dan pembayarannya.


"Tuan, apa ini tidak berlebihan?" Hitomi merasa terharu karena baru pertama kali di berikan mobil oleh seseorang. Bahkan ini bukan mobil biasa, ini mobil sport mewah.


"Gak masalah! Ini juga untuk bisnisku, jika kau tidak aku beri mobil, ketika ada bisnis mendadak, apa itu gak repot? Ini juga biar kau tambah semangat kerja." Kata Rey santai.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan semua surat surat, mereka berdua kembali ke mansion. Untuk kedua mobil yang di beli Rey akan diantarkan besok langsung ke kediaman Rey. Sampai di mansion Rey meminta Hitomi untuk mencarikan seorang sopir pribadi untuk kepentingan mansion. Karena data kepemilikan mobil mewah yang Rey beli. Malam harinya pemilik dealer menelepon Rey menawarkan untuk bergabung dengan sebuah klub mobil mewah. Rey setuju setuju saja berpikir kalo klub itu isinya pasti orang orang kaya, dan ini kesempatan Rey untuk melebarkan bisnisnya.


Pagi harinya Rey bangun tidur lebih awal karena niatnya untuk berkunjung ke sekertariat klub mobil mewah bernama Super Sport Car Club disingkat SSCC. Dia bergegas mandi dan berpakaian santai seperti kesehariannya. Dia bergegas menuju ruang makan untuk sarapan yang telah di sediakan oleh Bibi.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 100% saham Oico Group.]


"Hah? Oico Group? Perusahaan apa tu?" tanya Rey dalam hati. Dia mengeluarkan ponselnya mencoba mencari informasi tentang Oico Group di internet.


"APA APAAN! Ini perusahaan minyak terbesar di negara ini! Hei System, apa yang kau rencanakan sebenarnya?!" Rey terkejut dengan hadiah yang diberikan systemnya sampai geleng geleng kepala. Tiba tiba ponselnya berbunyi. Ada panggilan masuk dari nomer tidak dikenal. Rey segera mengangkat panggilan itu.


"Selamat pagi tuan Rey. Perkenalkan saya Yoel, saya manager di perusahaan Oico Group."


"Ya ada apa?"


"Oke nanti aku kesana. Terima kasih sudah mengabariku."


"Baik tuan, saya tunggu kedatangan anda."


Rey mengakhiri teleponnya dan segera memberitahu Hitomi tentang hal ini. Hitomi terkejut bahwa perusahaan minyak terbesar di negara ini ternyata milik Rey. Rey mengendarai mobilnya menuju kantor sekretariat SSCC, kebetulan disana sedang sepi jadi Rey hanya mendaftarkan nama dan mobil mobilnya kemudian pergi menuju ke perusahaan Oico Group.


Rey pergi sendiri karena sebelumya Rey menyuruh Hitomi untuk pergi lebih awal ke perusahaan itu untuk menyiapkan berkas berkasnya. Suara deru mesin mobilnya seperti sudah biasa menjadi pusat perhatian sepanjang jalan. Rey penasaran dengan tenaga mobilnya lalu menginjak gas dengan semangat. Rey semakin semangat memacu mobilnya.


Rey menggunakan jalan tol sehingga dia bisa memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai 10 menit, Rey pun keluar dari jalan tol menuju ke jalan raya dan akhirnya tiba di depan perusahaan Oico Group. Dia memarkirkan mobilnya tepat di depan gedung. Rey bergegas keluar dan melihat beberapa orang di pintu gedung itu untuk menyambutnya.


"Selamat datang tuan Rey." Sapa Yoel sambil membungkukan badannya. Yoel dan Hitomi sudah menunggu di depan pintu masuk, setelah selesai mempersiapkan dokumen dokumen penting. Yoel memimpin jalan menuju kantor utama di lantai 50. Di ruang kantornya Yoel menjelaskan semua dokumen aset milik Oico Group dengan total keseluruhan mencapai 74 triliun dan memiliki cabang di 15 negara. Sebenarnya Rey terkejut tapi sengaja berpura pura tidak perduli.

__ADS_1


"Oke Tuan Yoel, terima kasih penjelasannya. Kau tetap manager disini. Tapi kau harus melaporkan segalanya kepada sekertarisku. Bahkan jika kau butuh sesuatu untuk perusahaan ini hubungi saja nona Hitomi." kata Rey santai dan mengarahkan pandangannya pada Hitomi.


"Kalau begitu aku undur diri, jika ada ertanyaan lain silahkan hubungi nona Hitomi." Rey pun berdiri dan berbalik untuk pergi.


"Terima kasih kepercayaannya tuan Rey." Ucap Yoel. Hitomi dan Yoel mengantarkan Rey hingga depan pintu dan membungkuk hormat. Rey bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan santai. Sementara Hitomi tetap di perusahaan itu untuk membereskan semua urusan hingga selesai.


Rey segera kembali ke mansion dan berjalan jalan disekitar mansion karena selama dia tinggal, dia belum sempat untuk menikmati seluruh mansion ini, Rey menyukainya ketika dia melihat kolam ikan yang mengelilingi seluruh mansion ini. Dia berpikir dia bisa memancing ikannya sendiri sewaktu waktu jika bosan.


Setelah lama berkeliling, Rey pun kembali ke ruang santai dan menonton televisi sambil bersandar di sofa sehingga membuatnya merasa mengantuk dan akhirnya tertidur. Ketika dia tidur dia tidak menyadari bahwa namanya sudah masuk ke dalam grup chat SSCC dan menjadi topik utama pembicaraan.


Beberapa anggota club sudah mengetahui informasi bahwa Rey orang yang kekayaannya melebihi mereka semua. Ada yang perduli ada pula yang tidak. Dan beberapa gadis di grup itu beberapa sudah ada yang berencana untuk menggodanya. Rey terbangun karena ada pesan masuk di ponselnya yang memberitahu bahwa ada perkumpulan SSCC sekarang. Rey meregangkan tubuhnya lalu pergi begitu saja menuju ke tempat anggota SSCC berkumpul.


Sesampai disana Rey berjalan mengelilingi parkiran yang penuh. Halaman parkir itu mendadak menjadi tempat pameran mobil mobil mewah. Sepertinya isinya memang benar orang orang kaya terlihat dari merk mobil yang mereka bawa, mulai dari bmw, audi, mercedes benz, sampai ferrari berjejer disana. Di sebuah sudut ada seorang gadis yang memperhatikannya.


Gadis itu bernama Fafa, dia juga anggota baru di SSCC. Dia seorang mahasiswa, jika diperhatikan dia cukup cantik dengan bentuk tubuh yang indah dan rambut panjang berwarna hitam kecoklatan terlihat sangat anggun. Dia anak dari pemilik perusahaan real estate terbesar di kota ini. Rey tidak menghiraukan tatapan itu karena lebih asik bermain dengan ponselnya.


PRAK!!!


Tiba tiba ponsel Rey terjatuh dengan keras, semua orang menoleh. Rey kaget terdorong oleh seorang pria yang tidak terlalu besar tapi sombong. Pria itu bernama George, dia berasal dari keluarga kaya, keluarganya mempunyai beberapa perusahaan besar di kota ini.


"Hei minggir, kau menghalangi jalanku!" seru George dengan arogan.


Rey menoleh menatapnya. Rey menahan niatnya untuk membalas, karena ini hari pertama dia di club. Dia berjalan ke depan untuk mengambil ponselnya yang jatuh tanpa menghiraukan ucapan George. Tapi sebelum Rey akan mengambil ponselnya tiba tiba dia memegang tangan yang halus dan putih bersih. Rey kaget dan segera menarik tangannya. Dia mendongak dan di depannya berdiri seorang wanita cantik. Wanita itu mengambil ponsel Rey dan mengembalikannya.


"Terima kasih."


"Sama sama, namaku Yuri." serunya sambil menyodorkan tangan ke arah Rey. Mereka memutuskan untuk duduk di bar di dalam club SSCC. Mereka pun mengobrol sambil tertawa membuat semua orang disana merasa iri. Fafa yang tak jauh dari situ memperhatikan mereka sejak tadi dan mendengar semua obrolan mereka sehingga dia menargetkan Yuri sebagai saingan nya untuk mendekati Rey.

__ADS_1


__ADS_2