Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Hari biasa


__ADS_3

Pagi harinya, Rey terbangun dan menatap Xena yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Akhirnya dia bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Dia pun segera mandi.


Sementara itu, Hitomi dan yang lainnya berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi bersama.


"Bi, apa Rey sudah bangun?" tanya Hitomi.


"Sepertinya sudah nona, tadi saya memeriksa ke atas dan sepertinya sedang mandi." jawab bibi sopan.


"Biar aku lihat." kata Lita berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke lantai tiga.


Lita datang ke kamar Rey dan langsung masuk karena pintu tidak di kunci.


"Sayang, apa kamu sudah bangun?" kata Lita berjalan ke arah ranjang.


"Xena?" lanjut Lita menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat Xena yang sedang tertidur di ranjang Rey.


Lita tidak cemburu saat melihat Xena yang berada di kamar Rey, tapi dia hanya terkejut saja. Lita mengalihkan pandangannya ke arah kamar mandi dan tidak berniat untuk mengganggu Xena yang sedang tidur.


Rey selesai mandu dan keluar dari kamar mandi tanpa memakai handuk.


"Lita?!" seru Rey.


"Sayang, kamu sudah mandi rupanya." kata Lita berjalan ke arah Rey.


"Ya, lalu ada apa kau menemuiku? Apa kau juga kangen?" tanya Rey bercanda.


"Sayang bisa saja, aku ke sini hanya untuk memeriksa kamu sudah bangun atau belum. Kami sudah menunggumu di ruang makan untuk sarapan." kata Lita.


"Oh, begitu." jawab Rey.


"Sayang, biar aku bantu." kata Lita saat melihat Rey sedang memakai pakaiannya.


"Hm, terima kasih." kata Rey.


Rey menuju ke ruang makan dengan Lita yang menggandeng tangannya.


"Sayang, kenapa lama sekali." seru Yuri cemberut.


"Aku harus mandi lebih dulu sebelum sarapan." jawab Rey berjalan ke arah para wanitanya yang sudah menunggunya di meja makan.

__ADS_1


Rey mencium pipi para wanitanya sebelum duduk di samping Hitomi dan Lita.


"Sayang, apa Xena belum bangun?" tanya Hitomi berbisik.


Hitomi tahu kalau semalam Rey dan Xena tidur bersama, karena semalam dia akan masuk ke kamar Rey lewat tangga pribadinya. Hitomi mendengar ******* Xena yang sedang bersama Rey. Maka dari itu, Hitomi mengurungkan niatnya untuk tidur bersama Rey.


"Hah? Kenapa kau tahu kalau Xena bersamaku?" bisik Rey sambil memasukkan sepotong roti isi ke dalam mulutnya.


"Aku ini wanita pertamamu, maka aku pasti tahu kalau semalam Xena bersamamu." jawab Hitomi tersenyum.


"Hahahaha." Rey tertawa geli.


"Terima kasih, atas pengertianmu, Hito." kata Rey sambil mencium kening Hitomi.


"Jangan khawatir sayang, aku mnegerti posisimu sebagai pria yang mempunyai enam wanita." kata Hitomi.


Rey dan para wanitanya selesai dengan sarapan pagi dan segera menngerjakan tugas mereka masing masing.


Hitomi dan Lita pergi kekantor diantar oleh Leon. Sedangkan Rey yang tidak ada kegiatan memilih mengantarkan tiga gadisnya ke kampus.


***


Teddy dan Xia baru terbangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi bersama. Setelah itu mereka beranjak ke lobi hotel untuk sarapan pagi bersama.


"Sayang, terima kasih, semalam tidurku sangat nyenyak." kata Xia sambil menggandeng tangan Teddy menuju ke arah lift.


"Tidak masalah, bukankah sekarang aku sudah menjadi milikmu." jawab Teddy senang.


Xia mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Teddy dengan mesra.


***


Di puncak gunung yang jauh,


Allen masih terkurung di dalam gua gelap tanpa makan dan minum selama 4 hari.


Pria tua itu kembali ke dekat gua dan berharap Allen sudah sadar akan kesalahannya.


Memang Allen selama beberapa hari ini memikirkan semua kelakuannya yang salah, dia mulai menyadari dan akan mengakui kesalahan kepada gurunya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau sudah mengingat semua kesalahanmu?" tanya pria tua itu santai.


"Guru, anda disini, tolong aku, keluarkan aku dari gua ini, aku mengaku salah, selama ini aku melakukan banyak kesalahan." kata Allen saat mendengar suara gurunya yang berada di luar gua itu.


"Apa kau sudah benar benar bertobat?" tanya pria tua itu.


"Ya guru, aku sudah bertobat." jawab Allen berbohong.


Pria tua itu tahu kalau Allen berbohong, jika dia tidak berbohong dan tulus untuk bertobat maka pintu gua itu akan terbuka dengan sendirinya.


"Kau masih bisa berbohong, aku heran padamu, dengan situasi yang sangat mendesak, kau masih menyempatkan untuk berbohong." kata pria tua itu.


"Apa? Guru, aku tidak berbohong, aku benar benar sudah bertobat. Kenapa anda tidak mempercayaiku." seru Allen marah.


"Hahaha, tahukah kau, kalau memang niatmu bertobat itu tulus, maka gua ini secara otomatis akan terbuka." jawab pria itu.


"Apa!" seru Allen kaget.


'Jadi, selama aku belum bertobat dan mengakui semua kesalahanku dengan tulus, maka pintu gua ini akan tertutup selamanya.' gumam Allen dalam hati.


"Sialan! Kenapa kau membawaku ke gua ini!" teriak Allen kesal.


Allen marah dengan gurunya karena merasa dia di jebak dan di kurung di dalam gua itu secara sengaja.


"Guru! Apa kau sengaja mengurungku di sini?" tanya Allen dengan nada tinggi.


"Ya, aku sengaja membawamu ke gua ini, tapi tidak di sangka, gua ini menutup pintunya sendiri. Apa kau tahu jika orang yang mempunyai banyak dosa masuk ke dalam gua ini, maka dia tidak akan pernah membuka pintu guanya sebelum orang tersebut benar benar bertaubat. jawab pria tua itu santai.


"Ini tidak mungkin! Itu hanya cerita dongeng saja! Aku tidak mempercayai cerita murahan seperti itu!" teriak Allen marah.


"Baiklah, jika kau tidak percaya, maka dengan berat hati aku meminta maaf kepadamu, karena aku tidak bisa membantumu untuk keluar dari dalam gua ini." kata pria tua itu berjalan menjauh dari gua itu.


"Oke! Jika itu yang kau inginkan! Maka mulai saat ini, tidak ada lagi ikatan antara guru dan murid di antara kita!" teriak Allen sangat marah.


Pria tua itu menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan dari Allen dan segera pergi.


Allen mengerahkan seluruh kekuatannya untuk meninju pintu gua itu dengan keras.


Beberapa kali Allen dengan keras menyerang pintu gua itu, tapi tidak terdapat retak sedikitpun di batu penghalang pintu gua itu.

__ADS_1


Allen menyerangnya lagi dan lagi, tapi hasilnya tetap sama hingga tangannya mulai mengeluarkan darah.


__ADS_2