Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Kegelapan Mendekat


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Lita menemui Rey di markas pusatnya. Orang orang disana tentu mempersilahkan Lita, siapa yang berani melarang seorang wanita cantik menemui Rey. Lita diantar seseorang ke depan pintu kamar Rey. Rey kaget ketika dia membuka pintu yang diketuk.


"Li-Lita? Ada apa?


"...Anu...itu..."


Akhirnya Lita menjelaskan kedatangannya kepada Rey. Dia mengajak Rey pergi bersama ke acara ulang tahun temannya. Rey mau mau saja, hanya bingung karena mendadak. Akhirnya Rey setuju. Jika itu bukan Lita, mungkin Rey akan menolak. Rey berdandan cuek seperti biasanya. Sangat kontras dengan dandanan Lita yang tampil anggun. Orang kaya bebas iya kan?


Walau begitu mereka tampak serasi. Seperti pasangan muda yang bahagia. Mereka berkendara ke distrik industri bagian barat kota JTown. Area kekuasaan Matt Barley. Tapi Rey berpikir jauh, niatnya hanya mengantar Lita menghadiri ulang tahun temannya. Dia hanya ingin bersenang senang dan tidak mencari musuh.


Kini mereka telah sampai disebuah villa mewah di kaki bukit. Melihat villa itu, Rey langsung tau bahwa teman Lita ini bukan wanita sembarangan. Apalagi melihat para tamu yang banyak dan mobil mobil mewah, bahkan ada beberapa plat nomor pemerintah disana. Mereka pun turun dari mobil. Melihat banyak anak muda disana bergandengan tangan dengan pasangan masing masing. Rey mencoba menenangkan Lita yang grogi.


Rey melihat di sekeliling tempat itu beberapa pria ber jas hitam sedang berjaga, dapat di pastikan mereka memilik pistol dipinggangnya. Melihat sahabatnya datang, wanita bernama Melanie tersenyum lebar dan menyambut mereka. Karena tamunya terlalu banyak Melanie tidak bisa lama lama menemani mereka. Rey dan Lita yang dipersilahkan untuk bersantai dan menikmati hidangan langsung mencari tempat yang pas.


"Yakin kau makan cuma segitu?"


"Hehe,,aku diet Rey..."


Rey hanya tersenyum, Bagi Rey, diet adalah hal yang tidak masuk akal, apalagi ada acara dengan makanan gratis. Sambil duduk berdua, Lita yang melihat Rey makan dengan lahap dan brutal hanya bisa tertawa kecil dan cengengesan. Rey yang ditatap juga tidak perduli yang pasti buru buru menghabiskan makanannya untuk mencoba menu yang lain.


"Kenapa senyum senyum gitu? Ada yang aneh kah?"


"Hihihi...tidak...hanya melihatmu sepertinya enak banget..."


"Tinggal makan aja kali, udah cantik ngapain pakai diet?"


Lita tersipu malu mendengar ucapan Rey. Lita menjadi salting dan pura pura melihat ke arah lain. Setelah kenyang mereka menikmati acara yang lain. Melihat kemewahan ini Rey berpikir pasti ada sosok kuat dibelakang Melanie. Melihatnya banyaknya pengawal, Rey sudah bisa menebak siapa orangnya. Akhirnya acara utama tiba, setelah Melanie meniup lilin, seorang pria maju kesana. Ya, itu adalah Matt Barley.


Rey yang melihat itu tetap cuek dan memakan camilan yang sempat dia comot sebelum ke pusat acara. Matt Barley berlutut didepan Melanie dan melamarnya. Rey yang melihat adegan romantis ini hanya mnahan kebosanannya. Melihat Matt menundukan badannya untuk seorang wanita cukup membuat Rey kaget. Padahal Matt terkenal sebagai pria arogan dengan harga diri tinggi dan kejam. Hal ini seperti bukan Matt.

__ADS_1


"Kalau Jack lihat pasti dia akan mati tertawa."


Rey yang bosan itu mengirim foto Matt yang sedang melamar ke Jack. Rey yang mulai bosan pamit keluar kepada Lita untuk mencari angin dan merokok di luar. Dia berjalan ke sebuah taman. Disana dia menikmati rokoknya. Tak lama seorang pria ber jas mendatangi Rey.


"Tuan Rey, bos kami ingin bertemu dengan anda..."


"Bos?"


Rey menolak karena merasa tak punya urusan dan tak ingin repot.


"Maaf aku hanya mengantar seseorang ke cara ini, jadi tak perlu repot repot."


"Mohon maaf tuan Rey, tapi anda sudah ditunggu jadi mari ikuti saya."


Rey sepertinya tak punya pilihan lain selain mengiyakan. Dia berdiri dan mengikuti pria itu dari belakang. Sampai akhirnya mereka tiba di taman belakang.


Diarahkan seorang pengawal, Rey berjalan menemui seseorang yang memanggilnya. Disana dia melihat Matt langsung tersenyum saat melihat Rey mendekat.


"Selamat datang tamu spesial! Mari duduk." akhirnya mereka duduk berhadapan.


"Sudah lama ya, oiya perkenalkan aku Matt Barley, kita belum berkenalan bukan?"


"Salam kenal, aku Rey Demonforge..."


Rey mencoba bersikap sopan dan santai karena diperlakukan dengan baik juga. Tapi Rey yang merasa tidak ada urusan, Rey menjelaskan kenapa dia di sana. Matt mendengarkan sambil meminum segelas anggur ditangannya.


"Aku hanya ingin ngobrol santai saja, Tapi sepertinya teman wanitamu dekat dengan calon istriku, jadi aku hanya ingin memperingatkanmu."


"Hah? Kau menantang?"

__ADS_1


"Tentu tidak,,ini peringatan dari informanku bahwa Koi Emas mulai bergerak."


Rey jelas saja terkejut dengan berita itu. Sudah hampir dua bulan kelompok itu menghilang dan tidak muncul sama sekali. Lalu tiba tiba salah satu kaisar memberikan informasi ini, jelas saja Rey merasa janggal.


"Jadi begitu, sepertinya jaringanmu lebih luas dari Jack...tapi maaf saja, kami tidak takut sama sekali."


"Hahahaha,,,kau dan Jack sama saja selalu meremehkan segala sesuatu...aku tau kau seseorang yang tidak terlibat secara langsung dengan Klan mu, aku hanya memberikan informasi saja."


Rey merasa sedikit jengkel. Dia merasa diremehkan. Padahal di benak Rey, apabila Klan Koi Emas datang itu malah lebih bagus. Pasukan Klan Naga Hitam yang sudah di persiapkan akan langsung melawan mereka. Rey tahu perkembangan kelompoknya dan yakin akan bisa bertahan dari serangan apapun. Dengan kekayaan, Jack sudah menyiapkan semua hal jika perang besar pecah.


Lalu jika soal Nick, maka Rey sendiri yang akan membunuhnya jika sampai melihat wajahnya di JTown. Setelah perbincangan singkat itu Rey berpamitan dan pulang bersama Lita.


Di tempat lain...


Orang berjumlah ratusan terlihat sedang bersiap siap seperti akan berperang. Banyak dari mereka menggunakan senjata semi otomatis. Di dalam sebuah ruangan seorang pria duduk santai sambil menatap layar tab. Tiba tiba seorang wanita masuk ke ruangan itu. Melihat orang yang sedang ditunggunya datang, Tony Banks yang merupakan tangan kanan terbaik Klan Koi Emas langsung tersenyum dan bicara.


"Roxy, akhirnya kau datang!"


Wanita yang baru datang itu hanya diam dan berjalan mendekat. Lalu berbisik di telinga Tony.


"Kapan kita mulai? aku sudah mulai bosan, bos besar juga malah masih tidur."


"Kita mulai besok, sesuai rencana seluruh JTown harus kita kuasai."


"Apa kau yakin? Bukankah di sana ada lima kelompok yang katanya kuat?"


"Kuat? Apa menurutmu orang orang ketinggalan jaman itu bisa mengalahkan kita?"


Malam itu, saat Rey tertidur pulas, kegelapan mengerikan akan datang padanya kapan pun.

__ADS_1


__ADS_2