
Saat mereka memasuki mansion itu, mereka merasakan kekaguman yang luar biasa dengan dekorasi seluruh ruangan mansion ini yang begitu luas.
"Waah, nyaman sekali." kata Cameron menggandeng tangan Vonta saat berjalan menuju ke ruang tamu.
Lee terpana dengan apa yang di lihatnya, tanpa sadar dia membuka mulutnya dengan lebar dan bola mata yang melebar juga saat melihat dekorasi yang penuh seni di dalam ruangan mansion ini.
"Apakah aku bermimpi?" gumam Lee melihat sekeliling.
"Silahkan duduk, jangan sungkan, anggap saja rumah kalian juga." kata Rey santai.
Hitomi menuju ke ruang belakang untuk memberitahu bibi agar menyiapkan minuman untuk tamu yang di bawa oleh Rey.
"Hey kak, sudah pulang." kata Yuri berjalan ke arah Hitomi yang baru keluar dari dapur.
Hitomi mengangguk dan tersenyum.
"Mana Rey?" tanya Yuri melihat sekeliling.
"Dia di ruang tamu sedang bersama teman temannya." jawab Hitomi berjalan ke arah ruang tamu.
Yuri mengikuti Hitomi ke ruang tamu.
"Hey Lee!" seru Yuri menyapa Lee dan berjalan ke arah Rey.
"Eh? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Lee menatap Yuri.
"Hah? Kenapa memangnya kalau aku ada disini? Bukankah ini rumah pacarku." jawab Yuri polos.
"Apa!? Jadi kalian tinggal bersama?" seru Lee heran.
"Ya begitulah." jawab Sabrina yang baru datang dari arah ruang santai.
"Eh? Kau juga di sini!" seru Lee yang makin heran dengan apa yang di lakukan oleh Rey.
"Kalau begitu, mana Fafa?" lanjut Lee melihat sekeliling.
"Dia pulang ke rumahnya tadi siang, dia bilang ayahnya akan datang malam ini, jadi dia pulang dulu." jawab Sabrina duduk di samping Rey.
Vonta dan Cameron saling bertukar pandang saat melihat adegan dimana Rey memiliki beberapa wanita bersamanya.
"Sayang, kau sudah pulang rupanya."
Tiba tiba wanita cantik lainnya keluar dari ruang santai dan menghampiri Rey. Rey menoleh dan mengangguk sambil tersenyum.
"Perkenalkan, ini Xena." kata Rey memperkenalkan Xena kepada tiga temannya.
Lee semakin bingung dengan semua ini ketika melihat beberapa wanita yang memanggil 'sayang' kepada Rey.
"A-apa dia juga salah satu wanitamu?" tanya Lee menatap Rey dengan nada gugup.
"Ya, benar." jawab Rey santai.
Vonta dan Cameron kembali bertukar pandang saat mendengar apa yang di katakan oleh Rey.
"Jadi, be-beneran kau mempunyai lima wanita?" tanya Lee terbata bata.
"Hahaha, memangnya kenapa?" jawab Rey tertawa karena melihat ekspresi wajah Lee yang penuh keterkejutan.
Lee menggelengkan kepalan dengan rasa tidak percaya.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini?" tanya Lee.
Vonta dan Cameron tidak mengucapkan sepatah kata apapun, mereka hanya melihat semua ini dengan terbengong bengong.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Yuri menatap Vonta.
"Ah, tidak, tidak ada apa apa." jawab Vonta gugup.
Mereka beriga merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di hadapan mereka. Mungkin ini satu satunya kejadian aneh yang pernah mereka lihat di kehidupan mereka.
"Apakan ini mimpi?" gumam Vonta dalam hati menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana bisa mereka begitu akrab satu sama lain? bukankah seharusnya mereka bersaing untuk menjadi yang pertama? Ah, lupakan sajam lagian itu semua bukan urusanku." kata Cameron dalam hati menatap para wanita Rey, Cameron pun menggandeng tangan Vonta dengan erat, berharap lelakinya tidak seperti itu.
"Apakah kalian semua tinggal bersama?" tanya Cameron kepada Hitomi.
"Ya begitulah." jawab Hitomi mengangguk.
"Kami semua tinggal bersama dan tentu saja dengan kamar yang berbeda. Hahahaha." seru Yuri bercanda.
Mereka tertawa getir dengan ucapan Yuri. Tentu saja tidak percaya begitu saja. Bibi datang membawa beberapa botol wine yang cukup istimewa.
"Terima kasih, bi." kata Hitomi.
Bibi membungkukkan badan dengan hormat dan kembali ke ruang belakang.
"Wah, enak sekali kehidupanmu." kata Lee kagum kepada Rey.
"Hey, Rey, kapan kau akan mengajariku?" tanya Lee semangat dengan pertanyaan yang sama setiap hari.
"Bukankah aku sudah memberitahumu." kata Rey santai.
Vonta menggelengkan kepalanya saat mendengar kata kata Lee.
"Ah, masih seperti itu, sulit sekali." jawab Lee geleng geleng kepala.
"Hahahaha..." Vonta tertawa dengan lepas.
Yuri, Sabrina dan Xena kembali ke ruang santai bersama, hanya Hitomi yang duduk di samping Rey untuk menemaninya di ruang tamu.
Mereka mengobrol dengan asik hingga akhirnya mereka berpamitan untuk pulang. Rey dan Hitomi mengantar mereka ke depan mansion.
[Apa kau punya rencana untuk mereka bos?]
"Tidak tahu. Ngapain kau tanya, kau kan bisa baca pikiranku." jawab Rey dalam hati.
***
"Sayang, aku tidak habis pikir dengan para wanita itu." kata Cameron yang sedang duduk di samping Vonta di dalam mobil.
"Kenapa memangnya dengan mereka?" tanya Vonta.
"Mungkin Rey memang menarik dan kaya, tapi yang aneh di pikiranku itu, kenapa para wanita itu sangat bahagia tinggal bersama saingan mereka. Bukankah mereka seharusnya bersaing untuk mendapatkan cintanya Rey." kata Cameron mengerutkan kening.
Yang tidak mereka ketahui kebenaran tentang Rey, selain memang Rey tampan dan kaya, dia laki laki yang bertanggung jawab dan adil dengan semuanya. Jika Cameron sampai tahu dan mengenal Rey lebih dekat bisa jadi malah dia ingin menjadi bagian dari mereka juga.
Vonta juga heran dengan semua yang dia lihat tentang kehidupan Rey.
"Ah, apa aku bisa seperti itu." kata Lee dengan perasaan campur aduk ketika mengetahui kehidupan Rey yang menurutnya begitu indah.
__ADS_1
"Dia menarik, kaya dan di kelilingi dengan wanita cantik. Aku jadi merasa iri sekaligus kagum dengannya." lanjut Lee sambil mengendarai mobilnya dengan santai.
"Ah, sudah ah! Lupakan saja, sebaiknya aku bekerja keras untuk mendapatkan uang yang banyak!" seru Lee semangat.
***
Rey dan Hitomi berjalan menuju ke ruang santai untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Sayang, bolehkah malam ini aku tidur denganmu?" tanya Yuri menggandeng tangan Rey.
"Tidak!" jawab Rey menatap Yuri dan menggelengkan kepala.
Yuri mengangguk dengan patuh walaupun ada sedikit rasa kecewa dengan jawaban dari Rey.
"Aku tidak akan tidur denganmu tapi aku akan tidur bersama kalian semua." kata Rey menatap para wanitanya.
Mereka senang saat mengengar kata kata Rey.
"Baiklah, ayo kita tidur." kata Rey berjalan ke lantai tiga.
Para wanitanya mengikuti Rey dengan gembira, mereka semua sudah terlalu merindukannya. Oleh karena itu, ketika Rey mengajak mereka untuk tidur bersama mereka merasa bahagia. Bibi hanya tersenyum melihat tingkah laku tuan mudanya itu dan menggelengkan kepalanya heran.
Rey berbaring di tempat tidurnya yang luas di ikuti oleh para wanitanya yang semangat.
"Hah? Kenapa kalian membuka pakaian?" tanya Rey.
"Ah? Bukankah kita akan tidur bersama?" tanya Yuri polos.
"Hahahaha."
Mereka tertawa saat mendengar dengusan Yuri yang sangat polos. Rey menarik para wanitanya untuk masuk ke dalam pelukannya.
Mereka semua bergembira bersama di atas ranjang yang besar itu. Bahkan mereka sesekali bercanda satu sama lain, melihat mereka di atas ranjang secara bersamaan seperti melihat anak kecil yang sedang bermain dengan manja.
Rey mencium bibir Hitomi dengan lembut, sementara yang lain sibuk menciumi tubuh Rey dari atas sampai ke bawah.
Rey menarik tangan Xena dan mencium bibirnya yang merah dengan lembut. Dia merasa sibuk dengan kegiatannya sampai tangannya ikut sibuk untuk melayani para wanitanya dengan adil.
Adegan itu seperti adegan film dewasa, dimana seorang pria di kerumuni oleh beberapa wanita di atas ranjang.
Rey mengganti Xena dengan Yuri dan menariknya ke atas, sehingga Rey bisa mencium bibir Yuri dengan lembut.
Setelah puas dengan Yuri, kini giliran Sabrina yang menggantikan posisi Yuri di atas sana. Sabrina dengan ganas mencium bibir Rey dengan semangat. Rey membalas ciuman itu dengan lembut.
Rey mendengar suara hati para wanitanya yang sepertinya sudah tidak tahan dengan pemanasan yang di berikan olehnya. Rey segera memuaskan para wanitanya satu persatu.
Hitomi yang menjadi ratunya, mendapat giliran pertama untuk di puaskan. Hitomi menaiki perut Rey dan memasukkan ekor naga Rey ke dalam sarang indah Hitomi dengan perlahan.
Hitomi menggoyangkan pinggulnya naik turun secara teratur, sementara para wanita yang lain menciumi tubuh Rey yang sedang berbaring dengan santai.
Rey meremas bukit Hitomi dengan gemas membuat Hitomi merasakan kenikmatan yang tiada duanya. Hitomi mempercepat iramanya dengan tarian di atas perut Rey yang kekar.
Erangan kenikmatan mulai terdengar dari mulut Hitomi. Hitomi mencium kembali bibir Rey sambil menggoyangkan pinggulnya dengan irama yang teratur.
Hitomi berteriak tertahan saat dia mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara. Hitomi terkulai lemas di atas tubuh Rey tanpa mengeluarkan ekor naga Rey yang berada di dalam sarang Hitomi untuk beberapa saat.
Xena yang mengetahui jika Hitomi sudah mencapai puncaknya segera membantu Hitomi dan menggesernya ke samping Rey.
Xena mencium bibir Rey dengan cepat dan mulai menuntun ekor naga Rey yang masih keras dan besar itu untuk masuk menuju sarang Xena.
__ADS_1
Sisa cairan milik Hitomi tadi membantu ekor naga Rey secara mudah mulai masuk ke sarang Xena dan disertai erangan kenikmatan dari mulut Xena.
Xena segera menaik turunkan bantalan duduk alami nya dan mulai menciumi leher Rey. Rey memegang dan meremas bantalan duduk Xena dengan gemas dan membalas ciumannya dengan lembut.