
Sementara itu, Vonta dan ayahnya berusaha untuk meminta maaf kepada ibu Cameron, tapi ibu Cameron bersikeras untuk melaporkan Vonta kepada pihak kepolisian.
Meskipun Vonta dan Cameron berlutut di hadapan ibunya, ibunya tidak menghiraukan mereka dan tetap pada pendiriannya membawa ke jalur hukum.
"Ibu, aku mohon pada ibu, ini bukan kesalahan Vonta, ini benar benar kesalahanku." kata Cameron sambil menangis memohon kepada ibunya.
"Sebaiknya kau tutup mulutmu!" seru ibu Cameron marah.
"Pergi ke kamarmu dan jangan keluar!" teriak ibu Cameron dengan keras.
"Tidak bu, aku mohon, jika ibu menghukum Vonta maka aku akan pergi dari rumah ini!" seru Cameron sambil menangis.
PLAK!
"Bagus! Kurang ajar! Dasar tidak tahu diri! Jadi selama ini kau ibu besarkan dengan segala kemewahan yang telah ibu perjuangkan hanya untuk membantah ibumu!" teriak ibu Cameron sambil menampar putrinya.
"Hentikan nyonya, baiklah, jika anda menginginkan saya untuk di hukum, maka saya tidak akan mengelak atau melawan anda, tapi anda harus berjanji pada saya untuk tidak menyakiti Cameron." kata Vonta sambil berlutut di hadapan ibu Cameron.
"Hahaha, kau kira aku akan luluh dengan kata katamu, aku bahkan merasa tambah jijik melihatmu di hadapanku!"
"Dengar! Aku akan menghapus semua keluarga Porter kalian yang sangat miskin itu dari kota XTown hingga habis tak tersisa!" seru ibu Cameron jijik melihat kedua orang yang ada di depannya.
"Nyonya, tolong jangan seperi ini, saya tidak mau kalau masalah ini berdampak kepada seluruh keluarga Porter." kata ayah Vonta sambil membungkuk dan memohon ke arah ibu Cameron.
***
Di tempat lain,
Rey dan ketiga gadisnya tiba di kampus dan berniat untuk mencari Cameron di sana.
"Bos! Kau datang juga rupanya." seru Lee berlari ke arah Rey.
"Ada apa Lee? Apa sudah ada kabar?" tanya Rey.
"Tidak, bukan itu, aku tadi menelpon Cameron tapi ponselnya tidak aktif, lalu aku sudah mencarinya di sini tapi teman sekelasnya bilang kalau Cameron hari ini tidak masuk kelas." kata Lee sambil terengah engah.
"Hm? Cameron juga tidak ada?" tanya Rey menyipitkan matanya.
"Iya bos." jawab Lee.
"Hm, sepertinya Vonta sedang dalam masalah, baiklah kalau begitu, setelah ini aku akan mencarinya." kata Rey santai.
"Baik bos!" seru Lee.
Rey membawa ketiga gadisnya berbalik ke arah tempat parkir kampus.
"Sayang, sebenarnya ada apa dengan Vonta?" tanya Fafa sambil menggandeng tangan Rey.
"Aku juga belum tahu." jawab Rey tenang.
__ADS_1
***
Di MegaCore Tech,
Hitomi dan Lita sedang mengadakan rapat dadakan untuk membuat jebakan para serangga yang akan masuk ke perusahaannya.
Semua karyawannya mulai mengerti dengan hasil rapat hari ini.
"Sialan! Kenapa ada orang yang membenci perusahaan ini." kata salah satu staf yang sudah cukup lama bekerja di sana.
"Jika sampai perusahaan ini hancur, maka kita juga hancur, maka dari itu mari kita bekerja sama untuk mengungkapkan dalang di balik semua ini." seru temannya.
"Ya, aku setuju, kalau begitu ayo kita bicarakan dengan semua karyawan yang bekerja di sini." kata seorang manajer.
Mereka segera bubar dan mulai memberitahukan kepada seluruh karyawan di perusahaan ini dengan cepat. Para karyawan itu saling bertukar pandang dan kaget saat mendengar penjelasan dari para staf kantor ini.
Mereka saling berbicara satu sama lain dan membahas tentang semua ini.
***
Di puncak gunung yang jauh,
Allen masih berusaha untuk keluar dari gua itu, perlahan dia mulai mendekati pintu gua dengan cara berjalan mengikuti dinding gua secara hati hati.
Gurunya mengetahui kalau Allen sedang berusaha untuk keluar dari gua itu.
"Allen, jika kau ingin sembuh secara total maka kau harus tinggal di goa itu selama tiga hari tanpa makan dan minum." seru pria tua itu santai.
"Ya, aku tidak kemana mana, aku sengaja membawamu ke dalam gua ini agar kau bisa merenungi semua kesalahanmu."
"Jika kau tidak menyadari kesalahanmu, maka pintu gua ini tidak akan terbuka selamanya." seru pria tua itu berbohong.
"Guru! Aku tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa juga aku harus merenung!" seru Allen sambil meraba raba dinding gua yang sangat gelap itu.
"Kalau kau tidak melakukan kesalahan, pintu gua ini tidak akan tertutup saat aku membawamu ke dalamnya." seru pria tua itu sambil mengelus jenggotnya.
"Apa!" seru Allen kaget.
"Sebaiknya aku pergi agar kau bisa merenungkan semua kesalahanmu dan segera bertobat." kata pria tua itu berbalik dan pergi.
"Guru! Tolong aku! Tolong lepaskan aku guru! Aku tidak melakukan kesalahan!" teriak Allen keras.
Allen tidak mau mengakui kalau dia sudah melakukan banyak kejahatan bahkan tidak jarang dia tidak segan membunuh orang hanya demi uang.
Pria tua itu pergi dengan perasaan yang sangat menyesal karena telah mengajarkan ilmu bela dirinya kepada Allen.
"Guru! Guru! Tolong jangan pergi!" teriak Allen sambil berjalan perlahan dengan perasaan yang sangat ketakutan.
***
__ADS_1
Di sebuah kantor milik Pirates Group, seseorang sedang duduk dengan kedua kakinya di atas meja dengan santai. Tiba tiba pintu ruangannya di ketuk.
"Tuan, bolehkan aku masuk?" tanya penasehatnya sambil mengetuk pintu ruangannya.
"Ya."
Penasehat itu masuk lalu membungkuk hormat.
"Tuan, aku sudah menyimpan orang di setiap perusahaan milik Rey." kata penasehatnya.
"Baguslah. Hahahaha!"
"Panggilkan para sekretarisku ke sini!'
"Baik tuan." jawab penasehatnya.
Penasehat itu segera keluar dari ruangan itu dan memanggil ketiga sekretaris untuk segera menghadap kepada bos besarnya. Ketiga sekretaris itu segera datang ke depan bosnya dengan hormat.
"Tuan, ada apa anda memanggil kami?" tanya salah satu sekretaris itu sambil membungkuk hormat.
"Sebaiknya kau keluar!" seru orang misterius ini menunjuk penasehatnya.
"Baik tuan." jawab penasehatnya patuh.
Setelah penasehat itu pergi dan menutup pintu dengan rapat, orang misterius ini tersenyum tipis.
"Sampai kapan kalian mau membungkuk?"
"Maaf, sayang." seru ketiga sekretaris itu serempak dengan lembut.
Ketiga sekretaris itu sebenarnya adalah wanitanya orang misterius ini, dia sengaja menyuruh mereka bertiga untuk memata matai penasehatnya, maka dari itu, saat di hadapan orang lain, mereka bertiga bersikap layaknya pekerja pada umumnya agar tidak di curigai penasehatnya.
"Kemarilah, aku sudah lama tidak bercinta dengan kalian bertiga."
"Hm, aku juga sangat merindukannya sayang, setiap hari aku harus menemani penasehatmu yang busuk itu kemana mana!" seru salah satu wanitanya yang menjadi asisten penasehat itu.
"Aku tahu dia sangat menjijikkan, jika kebobrokannya telah terungkap, aku tidak akan segan untuk membunuhnya." kata orang itu santai.
Tiga tahun yang lalu, sebelum pengusaha misterius ini mengambil posisi perusahaan yang masih di bawah kepemimpinan ayahnya, orang misterius ini sama halnya dengan Rey sebagai bujangan yang masih hidup dengan sederhana.
Tapi tiba tiba ayahnya meninggal dunia tepat di ruangan yang sekarang menjadi ruangannya. Ayahnya di racun menggunakan sianida, sebuah racun yang cukup untuk membunuh ratusan orang sekaligus dengan cepat.
Racun itu di masukkan ke dalam botol air mineral kemasan oleh seseorang. Maka dari itu, saat dia mengambil alih perusahaan ayahnya, secara kebetulan dia mulai menemukan jejak pembunuh ayahnya yang semakin dekat.
Kecurigaan terhadap penasehatnya bukan tanpa alasan, saat dia memutar cctv nya, tidak ada orang lain sebelum kejadian itu selain penasehatnya sendiri yang mengunjungi ayahnya.
Bahkan penasehat itu membawakan dua botol minuman kemasan ke dalam kantor ayahnya itu, sehingga dia mencurigai penasehatnya sebagai pelaku utama dalam rencana pembunuhan terhadap ayahnya.
Saat polisi menyelidiki kasus ayahnya, polisi mengatakan bahwa ayahnya terkena serangan jantung, tapi salah satu bawahan ayahnya menemukan dua botol minuman kemasan yang salah satunya mengandung racun sianida.
__ADS_1
Bawahan itu memberitahukan kepada si misterius ini tentang rekaman cctv itu, tapi sekarang bawahan itu telah menghilang begitu saja setelah memberitahukan semua yang dia ketahui di hari itu, kemungkinan bawahan itu sudah di bunuh oleh orang yang sama.