Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 104: Miss You


__ADS_3

Harapan yang sejati adalah dimana keyakinan terus bersemayam dalam doa dan cinta yang besar. Membawa pada tujuan yang penuh kehangatan. Dalam kemesraan yang terjalin karena sebuah kerinduan yang tertahan. Tak peduli ada dusta yang terpendam, jika dengan percaya akan meruntuhkan segalanya, maka berusahalah menjadi pendengar yang baik dan mencoba menganalisis dengan sempurna. Claudia merasa ada yang tidak beres selama suaminya pergi dan kini Egnor sudah kembali. Bagaimana kelanjutan kehidupan rumah tangga serta reputasi mereka?


...


"Nyonya, biarkan aku membantumu, aku yang menemani Tuan Egnor sampai ke sini," kata Della menawarkan bantuan pada Claudia yang melingkarkan tangannya pada leher Egnor.


"Ya, aku berterima kasih, biarkan aku yang mengurusnya. Ini suamiku!" Ucap Claudia bermaksud menyuruh Della pergi tetapi Della tetap di sana dan menatap Egnor panik.


Dari kejauhan Kate melihat Della yang tampaknya seperti dirinya. Menyukai seorang pria yang bahkna tidak mau melihatnya.


"Cih, Dellarosa, advokat wanita berbakat kepercayaan Benedict! Baru kali ini kau memunculkan wajahmu dan beraninya bersaing dengan wanita barbar seperti Claudia! Cinta bertepuk sebelah tangan! It's oke, ini santapan sedap! Aku tidak perlu mengotori tanganku untuk membalaskan sakit hatiku pada Egnor dan Claudia!" Kate berdecih pelan dan meninggalkan rumah duka. Ini semua sudah merupakan drama yang memuakan baginya. Dia tidak perlu menyaksikannya.


Sebuah tempat tidur berjalan sudah datang menghampiri kerumunan yang mengitari Egnor, Claudia dan Della. Dion dan Frank juga para perawat menaiki Egnor ke tempat tidur berjalan tersebut menuju UGD. Viena dan Grace memapah Claudia untuk mengikuti Egnor. Della pun tak tinggal diam. Dia juga mengikutinya.


"Kak Egnor, kau harus baik baik saja kak!" Claudia terus berucap mendampingi suaminya. Tampak Claudia menoleh ke arah Della yang menautkan kedua tangannya juga cemas terhadap keadaan Egnor.


"Grace, kau kenal wanita itu?" Bisik Claudia bertanya. Claudia menerka pasti orang hukum karena juga pergi bersama Egnor. Claudia tidak tahu kalau ada seorang advokat wanita walau tak menutup kemungkinan pekerjaan ini juga dilakukan seorang wanita.


"Tidak Clau, mungkin Frank kenal," jawab Grace juga memperhatikan Della.


Mereka pun tiba di ruang UGD. Egnor harus dibersihkan dan diperiksa terlebih dahulu dan semua harus menunggu di luar. Tak berapa lama kemudian, Gabriel datang. Dia khawatir terhadap tuannya sehingga tidak mengindahkan perintah Egnor untuk langsung pulang atau ke apartemennya.


"Nyonya Jovanca," panggil Gabriel. Claudia menoleh ke arah panggilan statusnya juga mereka semua yang menunggu Egnor. Della melihat Gabriel. Dia merasa tidak bagus jika Gabriel mengetahui dirinya di sini. Dia akan gagal memainkan hati Claudia. Lebih baik dia pergi. Della segera pergi meninggalkan tanpa ijin dan kata kata.


"Gabriel?" Panggil beberapa orang yang mengenalnya. Frank segera menghampiri Gabriel.


"Kau selamat, Gabe?" Frank memeluk Gabriel.


"Ya, Tuan Leonard, tapi Joe?" Tutur Gabriel menarik diri dan menundukan kepalanya.


"Ada apa dengannya, Gabe? Dia juga selamat kan? Di mana dia? Tunangannya terus bertanya kepadaku dan Grace!" Tanya Frank mencari cari keberadaan Joe di belakang Gabriel.


"Jenasah yang akan kalian makamkan adalah jenasah Joe," jawab Gabriel menghapus air matanya yang tak sadar keluar.


Semua di sana menutup mulutnya. Claudia yang juga tersentak menghampiri Gabriel.


"Benarkah, Gabe?" Claudia meyakinkan dengan memegang bahu Gabriel.


"Iya Nyonya! Tuan Egnor meminjamkan jasnya dan ketika aku hendak mengambil pelampung untuknya ketika kejadian itu, kami sudah terpental masuk ke dalam kapal yang sudah hampir tenggelam. Joe terhantam sebuah kabin loker sehingga terbawa masuk ke dalam kapan yang lebih dalam. Tuan Egnor tidak bisa meraihnya karena air semakin tinggi dan ombak terus meng-ombang ambingkan kami semua. Kami gagal menyelamatkan Joe," Gabriel menjelaskan dengan sesenggukan.


Claudia kembali meneteskan air matanya. Ternyata ini yang terjadi. Claudia tidak tahu kalau Joe sudah bertunangan.


"Di mana tunangannya, Frank?" Tanya Claudia kemudian.


"Dia masih menunggu kabar, Clau," jawab Frank.


"Beritahukan padanya kalau tunangannya telah meninggal dan siap dikebumikan. Tanggung semua pemakamannya dan berikan kompensasi pada keluarganya!" Perintah Claudia pada Frank. Dia sangat mengerti perasaan wanita yang menjadi tambatan hati Joe.


"Memang begitu yang dikatakan Tuan Egnor, Nyonya," tambah Gabriel mengingat perkataan tuannya ketika di pulau.


"Sebaiknya kau juga beristirahat, Gabe! Kau sudah berjuang!" Claudia menepuk pelan bahu Gabriel.


"KAK GABRIEL!!" tiba tiba Mytha memanggil kakaknya itu. Gabriel langsung menoleh mengetahui suara adiknya yang sudah ia rindukan. Mytha tadinya hendak menemani Lina, adiknya Lisa untuk menemui kakaknya.


Mytha segera berlari ke arah Gabriel yang sudah membuka tangannya menyambut adiknya. Mereka berpelukan.


"Kau selamat kak, aku benar benar takut kau pergi meninggalkanku menjemput mom and dad!" kata Mytha sudah menangis dalam pelukan kakaknya.


"Aku berusaha hidup walau sulit, Mytha! Semuanya tidak mudah! Sangat berat sampai aku ingin menyerah tetapi Tuan Egnor selalu menyemangatiku untuk mengingat dirimu!" saut Gabriel mengecup puncak kepala adiknya.


"Tuhan beserta kalian kak!" tutur Mytha menarik dirinya memandang Gabriel.


"Kau baik baik saja selama aku tidak ada kan?" selidik Gabriel memegang salah satu pipi adiknya.


"Ya kak, Nona Lisa begitu baik padaku, khususnya Tuan Richard yang selalu membuatku tersenyum di saat aku takut kehilanganmu! Juga Kak Lina. Aku selalu tidur bersamanya kak." Mytha berbalik menoleh ke arah Lina. Gabriel juga melihat Lina.


Mytha lalu menarik tangan kakaknya untuk berkenalan dengan Lina.


"Kak Lina, ini kakakku! Hanya dia yang kupunya!" Mytha memperkenalkan Gabriel dengan Lina. Lina tersenyum. Gabriel hanya mengulurkan tangannya sedikit terperangah. Tak kalah cantik dengan Lisa menurutnya.


Mereka berjabat tangan.

__ADS_1


"Terimakasih sudah menjaga adikku selama ini," ucap Gabriel masih menatap Lina.


"Tidak perlu sungkan, dia sudah seperti adikku," kata Lina tersenyum.


Grace yang merupakan teman Lina ikut mendekat.


"Hay Lina, sepertinya kau dan Mytha harus mengantar Gabriel ke ruang perawatan karena dia juga perlu diperiksa," kata Grace kemudian. Mytha mengangguk dan menggiring kakaknya menuju ke ruang pemeriksaan Lisa. Lina juga mengikutinya setelah memberi salam pada semuanya.


Claudia dan yang lainnya masih menunggu Egnor. Viena sudah memberitahukan Johanes dan Anne yang tadinya sudah menunggu di pemakaman. Pemakaman kembali diundur karena keluarga Joe belum menemuinya.


Johane dan Anne benar benar bersyukur dan segera menuju ke rumah sakit.


Sekitar sepuluh menit kemudian akhirnya Lisa keluar. Dia sudah selesai memeriksa Egnor dan sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan dengan segera.


"Aku ingin masuk, Lisa, suamiku sudah sadar kan?" pinta Claudia juga memastikan suaminya.


"Dia hanya tertidur, Clau. Aku sudah memeriksanya. Dia sangat lelah. Tekanan darahnya rendah dan sedikit mengalami dehidrasi. Asam lambung meningkat karena kekurangan banyak asupan nutrisi. Aku sudah mengalirkan vitamin dan cairan melalui selang infus. Untuk sementara harus menggunakan selang oksigen untuk menormalkan sistem pernapasannya. Kau bisa menungguinya di dalam. Untuk yang lainnya harap bersabar sampai di ruang perawatan," kata Lisa menjelaskan hasil observasinya.


Semuanya menghela napas lega. Egnor baik baik saja. Sangat wajah jika Egnor mengalami sekelumit masalah kesehatannya. Viena dan yang lainnya menunggu di luar ruang gawat darurat sementara Claudia memasuki ruangan untuk menghampiri suaminya. Dia mendekat perlahan dan suaminya sudah tamlak lebih baik dari sebelumnya. Egnor sudah dibersihkan dan mengenakan pakaian pasien rumah sakit.


"Kak Egnor, aku benar benar merindukanmu! Kau juga kan? Aku akan merawatmu kak," kata Claudia meraih tangan Egnor dan mengecupinya. Egnor memang tampak tertidur pulas. Setelah puluhan hari ia lewati akhirnya dia bisa menikmati tidur yang tenang karena dia sudah melihat istrinya.


Ketika Claudia menarik tangannya hendak menanyakan ruang perawatan Egnor, Egrnor malah menahan tangannya.


"Clau, aku kembali, honey," kata Egnor mengigau. Sepertinya Egnor masih terbawa dirinya menembus traffic jam untuk menemui Claudia. Claudia tersenyum. Dia kembali mendekati suaminya dan memeluknya. Dia mengecup kening Egnor berkali kali juga pipinya.


"Aku percaya kau kembali, kak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi! Maafkan aku! Aku tidak mau tersiksa seperti ini lagi!" Bisik Claudia. Akhirnya Claudia menunggu sampai perawat yang mengatakan padanya. Dia terus memegang tangan Egnor dan memandang wajah tampan suaminya. Claudia sampai tersenyum membayangkan ribuan kata kata manis bertanggung jawab ala pengacara cintanya jika sudah pulih nanti. Egnor pasti tidak akan membiarkan dirinya meninggalkan tempat tidur. Harus terus bersamanya sampai hasrat dan rindunya tersampaikan.


Tak lama suster datang memberitahu kalau kamar rawat sudah siap. Egnor segera dipindahkan dan diikuti oleh Claudia dan lainnya. Egnor masih tertidur. Mereka menunggu di dalam ruangan yang sama.


Sementara itu Kate di dalam mobil melihat Della keluar dari rumah sakit. Dia segera keluar dari mobil untuk menemui Della. Belum saja Della masuk ke dalam mobil, Kate sudah menyapanya.


"Kate? Kau Kate Joyline kan? Apa kabar, lama tak bertemu?" Della mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Kate.


"Hay Della, ternyata kau masih ingat denganku?" saut Kate tersenyum melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Tentu, kau yang selalu mengurus surat menyurat kan? Ada apa menyapa ku?" selidik Della sedikit memicingkan matanya.


"Selamat datang kembali, ternyata kau selamat dari tragedi itu ya?" kata Kate dengan wajah sedikit acuh.


"Sepertinya kau menyukainya?" Kate memastikan.


"Ya, aku baru menyadari kehebatannya," jawab Della menaik turunkan bahunya.


"Wah, apa kau memiliki hubungan serius dengannya?" Kate sedikit membungkukan tubuhnya.


"Tidak begitu, dia begitu keras kepala, dia terlalu memuji muji istrinya. Masa dia bilang istrinya lebih indah dari bintang! Cih, bullshit!" Decak Della sebal.


"Ya, sepertinya kau tidak bisa mengalahkan Claudia jika kau hanya mendekatinya dengan cara rendahan untuk menjadi temannya," ujar Kate memulai aksinya.


"Maksudmu?"


"Kau harus sedikit lebih berani! Katakan hal yang tidak terjadi tetapi seharusnya terjadi. Setidaknya hal rasional yang seharusnya kalian lakukan di pulau tetapi tidak benar terjadi." Kate mendelikan alisnya. Della semakin bingung.


"Kemari, akan kuberitahu sesuatu!" Kate lalu membisikan sesuatu pada Della dan terguratlah seringaian lebar nan licik ala Della.


...


Sore itu kembali turun hujan mengguyur pusat kota Honolulu. Mereka semua masih menunggui Egnor yang belum kunjung bangun. Viena, Dion, Frank, Grace, Johanes, dan Anne setia menemani Claudia. Mereka juga ingin mengetahui keadaan Egnor. Lisa mengijinkan mereka semua karena Egnor hanya tertidur. Dia memang membutuhkan waktu istirahat yang panjang untuk memulihkan tenaganya.


Viena sudah menyuruh Claudia untuk tidur di tempat tidur penunggu pasien tetapi dia tidak mau. Claudia mau jadi orang pertama yang suaminya lihat. Sepertinya hujan begitu deras sampai terdengar dari dalam rumah sakit. Dion, Frank dan Grace pergi mencari minuman di cafe bawah restoran. Frank juga masih mengurus jenasah Joe, jadi dia masih memantau keadaan rumah duka. Grace sudah memberi kabar pada Moses tentang semua yang terjadi. Begitu juga Dion yang memberi kabar pada Lexa dan Leon. Lexa dan Leon begitu senang ketika mendengar kembalinya ayah angkat mereka.


Akhirnya Egnor tersadar dari tidur panjangnya. Sepertinya dia sudah benar benar puas. Seluruh letih dan sakitnya telah terbayarkan. Namun, masih ada yang kurang. Dia belum menyalurkan apa yang sudah menjadi bayang bayangnya selama satu bulan setengah ini ketika matanya terpejam. Istrinya tentu saja. Egnor mengerjapkan matanya dan menggeliatkan tubuhnya. Tangannya seperti tertibkan sesuatu yang ternyata kepala istrinya. Claudia menungguinya sampai tertidur. Egnor tersenyum sedikit beranjak.


Bersamaan dengan itu, terdengarlah petir yang begitu menggelegar. Claudia tersentak dalam tidurnya .


"Kak Egnor! Jangan pergi kak!" Pekik Claudia mendekap sekitar daerah dada Egnor. Egnor kini telah terduduk. Dia mengelus lengan istrinya.


"Claudia ... Aku sudah bangun. Honey, bangunlah," panggil Egnor di atas puncak kepala istrinya. Claudia sedikit menggeliatkan tubuhnya.


Suara petir kembali terdengar dan Claudia semakin memeluk suaminya. Egnor tersenyum dan begitu bahagia. Dia bisa kembali dan merasakan pelukan istrinya. Egnor juga memeluk Claudia sebelum kembali membangunkannya. Dia mengecup pangkal kepala Claudia dan perlahan mendongakan wajahnya agar terlihat olehnya.

__ADS_1


"Claudia, aku sudah bangun," kata Egnor lagi dan Claudia sudah mulai terbangun. Dia membuka matanya perlahan dan begitu terperangah dengan tatapan suaminya yang begitu menenangkan jiwanya.


"Kak Egnor, kau sudah bangun?" Kata Claudia. Egnor mengangguk dan menunjukan senyumnya. Claudia tak dapat menahan diri lagi. Dia berdiri dari duduknya lalu mendekatkan wajahnya pada suaminya dan merekapun bercumbu. Claudia melupakan kalau di sana ada keluarga Egnor tapi mereka semua masih terlelap.


Kedua bibir itu saling bergulat melepaskan kerinduan mereka. Egnor sedikit mengangkat tubuh Claudia sampai Claudia tidak menyadari kalau dirinya sudah berlutut di atas tempat tidur Egnor dan merangkul seluruh kepala Egnor. Mereka masih merasakan bibir mereka. Saling bertukar rasa nikmat yang terpendam selama ini.


Cuaps!


Terdengar decak saliva mereka saling melepaskan.


"I Miss you, sir!" Tutur Claudia mengusap wajah suaminya.


"Miss you too, honey!" balas Egnor tersenyum lebar.


Mereka kembali berpelukan dan Egnor mengarahkan Claudia untuk tidur bersamanya terlebih dulu.


"Clau, aku mau pulang ke apartemen kita malam ini," kata Egnor sedikit memiringkan tubuhnya berbisik percis di telinga istrinya. Tubuh Claudia sedikit bergetar. Rasanya dia sangat merindukan desisan dan suara suaminya yang sungguh merangsangnya. Namun, Claudia harus mementingkan kesehatan Egnor terlebih dahulu.


"Tidak kak! Kau masih harus dirawat. Keadaanmu belum pulih benar." Claudia mencoba memberi pengertian suaminya.


"Aku sudah tidak sabar!" bisik Egnor lagi dan meniup kecil telinga Claudia.


Claudia tersenyum mendengar kata kata singkat itu. Entah mengapa meskipun singkat dan sederhana, banyak makna yang terkandung di dalamnya serta membuat dirinya bergidik. Claudia tahu apa yang diinginkan suaminya. Dia mendongakan kepalanya menatap Egnor.


"Kau masih lelah kak, kau butuh asupan yang cukup," kata Claudia tapi dengan tatapan manjanya.


Egnor menggeleng.


"Kenapa menggeleng?"


"Aku hanya membutuhkanmu! Kau asupanku yang paling berpengaruh," bisik Egnor lagi dengan sangat lembut. Egnor semakin memiringkan tubuhnya agar dapat melihat istrinya. Tangannya sudah mulai masuk ke dalam selimut dan mencuri sebuah cengkraman lembut pada salah satu buah dada Claudia di dalam selimut sana.


"Kak Egnor?" pekik Claudia sedikit mendesah.


"Pokoknya, aku ingin pulang malam ini!" Egnor memaksa.


Egnor dan Claudia saling bermesraan sampai tidak sadar kalau Viena dan Johanes sudah bangun dan memperhatikan mereka dengan senyum yang lebar. Viena dan Johanes akhirnya melihat kembali kebahagiaan pada wajah Claudia begitu juga atas kembalinya Egnor.


...


...


...


...


...


Skip dulu, pipi ku pegel narik pipi terus mau dielus Egnor juga wakakakka πŸ˜‚πŸ˜‚


Aku jangan dilirik tajem y Clau, nanti aku buat terdampar lagi lho Egnor nya sama akkkoohh (KABORRR FANS GARIS KERAS AKAN TIBA SESAAT LAGI😁😁)


.


Next part 105


Ulah apa lagi yang akan dilakukan Kate dan Della?


Apakah Claudia dan Egnor dapat menghadapinya?


Kapan Egnor akan kembali beraksi?


Banyak pekerjaanmu bang, semangatzz!!


.


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❀❀


__ADS_2