Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 40: Fatal


__ADS_3

"Claudia? Kau meminum wine?" Tanya pria itu memasuki kamar apartemen setelah menutup rapat apartemennya. Dia meletakan paper bag besar itu ke sofa lalu menghampiri Claudia.


"Jangan mendekat! Kau siapa? Kau tidak tahu ini sangat menenangkan ku hah?" Kata Claudia memundurkan tubuhnya sampai ke dinding yang terdapat jendela itu.


"Bicara apa kau?! Kau sudah mabuk kan? Kemarikan wine nya!" Kata si pria terus mendekati Claudia.


"Tidak!!! Suruh dulu Egnor pulang, maka aku akan memberikanmu wine dan juga semua tubuhku!" Saut Claudia sarkas.


"Aku Egnor, kau ini apa? Sini wine nya?!!" Bentak pria yang ternyata suaminya. Pandangan Claudia sungguh tak jelas dan samar samar. Dia tidak tahu siapa siapa lagi. Di pikirannya hanya Egnor dan Egnor.


"Egnor? Coba, biar kuperhatikan. Kau? Kau benar Egnor hah?" Claudia masih memastikan karna pandangannya kini menjadi samar samar. Kepalanya berat. Seluruh tubuhnya kian memanas.


"Kau ini tidak bisa minum wine!" Kata Egnor.


Akhirnya Egnor berhasil meraih tubuh Claudia dan juga wine yang Claudia pegang.


"Lepas! Sepertinya kau bukan Egnor! Sana kau!" Claudia menghempaskan tubuh Egnor dan Egnor benar benar bingung. Claudia lalu berjalan menjauh dari Egnor menuju kamarnya hendak tidur. Namun, ketika sampai di sofa, dia malah terjatuh dan tak sadarkan diri.


Egnor pun langsung menghampirinya. Seluruh tubuh Claudia panas. Wajahnya memerah dan sekitar pelipisnya menetes beberapa kringat.


"Sial!!! Dia pasti sudah banyak meminum wine sampai tak sadarkan diri begini!" Decak Egnor dan kini dia mengangkat tubuh Claudia menuju ke kamar.


Egnor menghubungi dokter pribadinya seperti biasa untuk datang ke apartemennya. Nampaknya, obat yang diberikan sudah habis diminum Claudia.


"Egnor, egnor, egnor, pulanglah kak. Suamiku. Egnor egnor .." kata Claudia memanggil manggil Egnor dalam tidurnya. Tubuh Claudia semakin panas. Egnor mendekatinya dan memegang dahinya.


"Ssshhh!! Panas sekali!" Sungut Egnor.


"Claudia, sayang! Aku sudah pulang! Maafkan aku maafkan aku, kau menjadi frustasi seperti ini!" Kata Egnor mengecup kening istrinya sebelum dia ke dapur mengambil air hangat untuk mengompres Claudia.


Lagi lagi dia mendengar namanya disebut terus menerus. Egnor manjadi merasa bersalah. Benar kata Grace, Claudia selalu berhalusinasi membayangkan dirinya akan pulang. Dia juga terheran, mengapa dia bisa setega ini pada istrinya. Dia mengingat ketika kemarin Claudia meminta pelukan darinya tapi tidak ia berikan. Dia malah masih mengatai Claudia yang sudah meminta maaf padanya.


"Claudia! Jangan seperti ini, sadarlah Clau!!" Kata Egnor menempelkan dahinya pada dahi Claudia sambil berkata kata penyesalan.


Tak berapa lama, dokter datang. Dokter segera memeriksa. Dia memeriksa lambung dari Claudia karna sepertinya agak bermasalah. Dokter mengernyitkan alisnya. Suhu tubuh Claudia panas melebihi yang sudah sudah ia periksa. Tekanan darahnya tidak normal dan wajahnya pucat pasi.


"Tuan Egnor! Sebaiknya, anda membawanya ke rumah sakit. Kondisi tubuhnya begitu lemah. Sepertinya lambungnya iritasi. Aku masih harus mengobservasinya. Dia harus diberikan asupan makanan karna sepertinya akhir akhir ini dia kekurangan gizi dan makanannya tidak seimbang. Entah dia kurang makan atau aku curiga dia meminum obat dengan perut kosong. Dan karna wine ini juga yang membuat tubuhnya semakin demam dan lemah. Oh iya, satu lagi Tuan, Nyonya Claudia mengalami depresi. Jadi keadaan pikiran dan tubuh tidak stabil. Saya benar benar menyarankan untuk segera anda rawat intensif selama beberapa hari di rumah sakit. Jangan sampai terlambat karna akan berakibat fatal!" Kata sang dokter selesai memeriksa Claudia. Kondisi tubuh Claudia memang lebih buruk ketimbang waktu ia memeriksa sebelumnya.


Egnor mengusap dahinya. Dia sudah benar benar keterlaluan. Selama ini mereka bersama setiap hari bertemu, namun kali ini benar benar beban bagi mereka. Claudia sampai berpikir yang macam macam. Semua keinginan, kasih, cinta dan hasratnya tertunda hanya karna kemarahan Egnor yang sebenarnya bisa dibicarakan baik baik. Bisa di pertimbangkan oleh Claudia agar dia tidak mengulanginya lagi. Namun, Egnor malah menganggapnya benar benar seperti tawanan, seperti tersangka yang mana Claudia melakukannya demi hubungan mereka. Claudia hanya ingin bersama dirinya. Itu saja sebenarnya.


Akhirnya Egnor membawa Claudia ke rumah sakit. Claudia ditempatkan Egnor di kamar perawatan super VIP agar mendapatkan pelayanan yang maksimal. Egnor sudah menghubungi Frank dan Grace. Claudia sudah diobservasi di ruang gawat darurat dan dilarikan ke ruang ICU. Namun, tak lama tekanan darah Claudia menjadi normal sehingga bisa dipindahkan ke ruang perawatan meskipun dia masih tak sadarkan diri dan sering mengingau.


Frank dan Grace mendatangi Claudia, namun ketika mereka hendak masuk, mereka bertemu dengan Richard dan Kevin yang melintasi kamar Claudia.


"Hay Frank!" Sapa Kevin


"Tuan Ricardo? Kevin? Kalian? Mengapa ada disini?" Tanya Frank menghentikan langkahnya dan menundukan kepalanya memberi hormat. Grace juga menundukan kepalanya. Richard tersenyum.


"Biasa, menghadiri seminar dan merupakan pembicara amal, jadi kami kemari memberikan motivasi secara sukarela." Jawab Kevin.


"Kalian, kenapa kesini? Tumben sekali tunangan mu ikut, Frank?" Tanya Richard yang mengetahui kalau Grace selalu di kantor.


"Ah iya, kami hendak menjenguk istri Tuan Egnor. Dia sedang sakit." Jawab Frank agak menoleh ke ruang rawat Claudia.

__ADS_1


"Oh iya? Dimana dia di rawat? Sakit apa?" Tanya Richard lagi agak terkejut.


"Ehem, entahlah, sepertinya terlalu lelah." Jawab Grace muram.


"Heng, terlalu lelah menghadapi sikap tak jelas tuan mu ya?" Kevin berdecih membuat Grace mengernyitkan alisnya. Dan kini Grace seperti pernah bertemu dengan Kevin.


"Kau jangan sembarangan! Istrinya sakit karna tidak bisa meminum wine namun tidak sengaja meminumnya!" Grace menimpali tak terima dengan omongan asal Kevin yang sangat tidak sesuai.


"Oh, begitu ya? Aku jadi ingat seseorang Kevin." Richard bergumam.


"Ya, mantan istrimu juga pernah begitu kan?" Saut Kevin.


Richard mangangguk.


"Baiklah Tuan Ricardo, Kevin, kami harus menemui mereka. Lain kali kita bisa makan siang bersama." Kata Frank kemudian.


"Kau benar sekali Frank! Sebenarnya aku ingin melihat nyonya kalian itu tapi aku masih harus mengisi acara." Kata Richard sedikit menyesal.


"Iya tidak apa apa Tuan, nanti kami sampaikan pada Tuan Egnor."


"Oh iya, untung saja aku tidak melupakannya. Frank, tolong sampaikan pada Tuan mu kalau bulan depan akan ada reuni angkatan ku dan angkatan tuanmu. Semoga dia bisa hadir karna semua mahasiswa berprestasi waktu itu diminta untuk memberikan kesan dan pesan." Kata Richard kemudian.


"Baiklah, nanti akan kusampaikan."


"Nanti akan kuberikan undangannya Frank." Tambah Kevin.


"Oke. Kami menunggunya. Baiklah, kami permisi Tuan, Kevin?" Kata Frank ijin memasuki kamar rawat Claudia. Grace pun mengikutinya.


Sementara Richard agak penasaran dengan istri dari Egnor dan sebenarnya dia penasaran, siapa wanita yang dapat membuat hatinya luluh. Pasalnya, Egnor seorang yang tidak dekat dengan wanita manapun. Dia tidak selalu dingin dengan setiap wanita.


"Semoga ketika reuni, seniormu itu membawa istrinya sehingga kita bisa mengetahui wanita seperti apa yang mampu menghancurkan si kutub utara Tuan." Kata Kevin membuat tuannya tidak mati penasaran.


"Ya, semoga saja. Nampaknya Egnor begitu mencintainnya. Dari caranya menunggunya dan dia pasti sedang memegang tangan istrinya Kevin." Kata Richard melihat punggung Egnor.


"Ya benar, ayo Tuan, kita hampir terlambat."


Richard mengangguk dan meninggalkan rumah sakit itu bersama asistennya.


...


"Egnor. Pulang kak.."


Lagi lagi Claudia mengingau. Egnor yang tertidur di sofa entah karna batin atau cinta mereka yang begitu kuat, Egnor langsung membuka matanya.


"Claudia? Kau sudah sadar belum?" Tanya Grace yang terus menanggapi Claudia jika terus mengingau. Grace dan Frank terus menunggui Claudia karna menyarankan Egnor beristirahat terlebih dahulu.


Egnor menghampiri Grace dan Claudia di sana.


"Sudah Grace, aku saja." Kata Egnor bertukar posisi dengan Grace. Dia lalu kembali meraih tangan Claudia dan mengecupinya.


"Claudia, aku sudah pulang. Sadarlah. Aku di sini." Kata Egnor lagi dan lagi. Grace dan Frank sangat prihatin. Mereka berdua juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini.


Tak berapa lama suster dan dokter datang. Mereka hendak memberitahukan hasil observasi Claudia.

__ADS_1


"Selamat malam Tuan Egnor. Saya hendak memberitahukan hasil observasi Nyonya Claudia. Seperti dugaan saya dia mengalami depresi ringan. Apalagi karna wine yang ia konsumsi kemarin membuat dirinya semakin lemah. Namun ketika sadar nanti, anda bisa menghiburnya dan ini tidak terlalu besar pengaruhnya asal Nyonya Claudia bisa menerima penjelasan yang ada. Dan, untuk demamnya berasal dari iritasi pada lambungnya. Sebaiknya lebih mengontrol jadwal makannya Tuan. Jangan lagi dengan perut kosong lalu mengkonsumsi obat. Saya berharap sebentar lagi Nyonya Claudia akan sadar. Baik, jika sudah sadar tolong segera konfirmasi pagi suster untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sudah jelas Tuan?"


Egnor hanya mengangguk tanpa melepas pegangan tangannya dan tatapan nya pada Claudia. Sementara Grace dan Frank yang mengucapkan terimaksih. Egnor masih memandangi Claudia di sana. Entah dia menyesal atau tidak. Perasaannya sungguh berkecamuk. Dia jadi mengingat ketika adiknya juga mengalami depresi yang bahkan sangat berat. Padahal dulu dia bertekad tidak akan menyakiti wanita, namun malah ia menyakiti orang yang ia cintai. Dia takut jatuh cinta lagi namun kenyataannya dia menemukan cintanya yang kini terkapar tak berdaya.


"Clau, maafkan aku. Bangunlah, aku tidak akan seperti ini lagi. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Setiap hari kita akan bersama, bahkan Clau jika kau bangun, aku akan membawamu ke ayah dan auntyku. Ke depan abu dupa ibuku. Aku akan menikahimu. Kita akan mengadakan pertunangan, pemberkatan suci yang kau inginkan. Dan kita akan mengadakan resepsi terbesar di Honolulu ini. Semua akan tahu siapa wanita yang dapat mencuri setiap napasku. Tapi, aku mohon bangunlah dulu. Lihat, aku sudah pulang dan aku akan memakan semua yang kau masakan untukku. Hem, tampaknya kau senang sekali memasak. Em, begini, aku akan membangun sebuah restoran atau toko roti atau semacamnya, kau bekerja saja disana. Setiap pagi aku akan mengantarmu dan setiap sore aku akan menjemputmu. Tidak akan kubiarkan dirimu sendiri seperti ini LAGI. Tapi, bangunlah. Aku mohon." Kata Egnor yang tanpa ia sadari, dia sudah menangis.


Grace menjadi sangat tidak tega. Belum pernah dia melihat tuannya sesedih ini. Mungkin Frank pernah karna selalu bersama Egnor, namun Frank juga merasa ini adalah keterpurukannya yang paling mendalam.


"Tuan, apa kita perlu mencari minuman dulu?" Frank menepuk bahu Egnor.


"Tidak! Aku mau disini saja!"


"Baiklah, kami yang akan membelikannya." Kata Frank lagi dan dia membelikan minuman bersama Grace keluar dari kamar svip itu.


Egnor masih memikirkan bagaimana membuat istrinya terbangun. Hanya ini yang ada dipikirannya. Dia ingat ketika dia penuh amarah pada Claudia ketika bertemu lagi setelah 8 tahun, Claudia meredakannya dengan sebuah kecupan bibir.


"Claudia, mungkin ini bisa membuat matamu terbuka." Kata Egnor ketika memastikan anak buahnya pergi. Dia lalu beranjak. Dia menatap di atas wajah Claudia sangat dekat sampai dia mengecup bibir Claudia.


"Kak Egnor pulanglah.." bersamaan dengan Claudia mengigau lagi sehingga bibir mereka saling berpaut.


"Aku sudah pulang, bangunlah istriku."


Dan seketika itu juga mata Claudia terbuka dan mereka saling berpandangan.


...


...


...


...


...


Lah lah, dah kek snow wet aja lu clau 😂😂🙊🙊


Map map biar ga baper bangat . Aku soalnya uda nangis lagii di samping palanya anakku yg mo tidur itu si egnor bilang uda pulang uda pulang 😭😭


.


Next part 41


Semua kembali terungkap


Kartu AS mu akan berada di tangan suamimu, Claudia 😊😊


.


Jangan lupa LIKE KOMEN cintaakuuu .. kalian semua dukungann akuu 😍😍


Kasih RATE dan VOTE didepan profile novel


Kasih TIP juga boleh 😁😁

__ADS_1


.


Thankyouu for read and LAFYOUUU 💕💕


__ADS_2