
"Clau? Ada apa denganmu?" Tanya Kate terbata. Dia memberanikan diri bertanya pada Claudia yang menyambutnya dengan sedikit acuh dan ketus.
"Tidak ada apa! Aku hanya mengatakan padamu kalau mulai detik ini, aku sudah kembali bekerja dengan suamiku! Lagi pula kau ini apa Kate? Untuk apa setiap hari kau datang kemari dan membawakan pria beristri ini makan siang?" Claudia kembali bertanya dengan nada tingginya dan kini melipat tangannya di depan dadanya.
Kate merasa Claudia agak sombong dan sangat memerintahnya. Dia tidak bisa diperlakuan seperti ini. Apalagi di depan Egnor, membuat harga dirinya jatuh.
"Oh maaf Nyonya Claudia yang terhormat. Aku membawakan makan siang juga karna ada sesuatu yang harus dibicarakan. Mengenai kasus pemerintahan ini yang tak kunjung habisnya. Aku juga tidak mau terus kesini, sangat merepotkan ku!" Decak Kate mencoba melawan dan menyalahkan pernyataan Claudia.
"Sudah berapa lama kasus itu hah? Jangan jangan kau memang menggunakan alasan ini untuk mendekati suamiku kan? Kau suka dengan suamiku kan? Jawab!!" Bentak Claudia kini menunjuk Kate dan satu tangannya lagi kembali menolak pinggangnya.
"Bicara apa kau?! Mengapa kau jadi seliar ini Claudia? Aku wanita tau diri dan aku tahu kalau kak Egnor mencintaimu, aku tahu dan kau tenang saja, aku tidak akan merebutnya. Heng, mudah bagiku menyingkirkan wanita simpanan sepertimu! Simpanan Richard dan juga kak Egnor sebelum dinikahi resmi. Apalagi Clau, dengan pendidikan mu tidak ada apa apanya, kau salah bersaing denganku!" Balas Kate juga menunjuk Claudia dengan sedikit sindiran sehingga makin tersulut lah emosi Claudia.
Claudia tampak geram.
"APA KAU BILAAANGG?!!! SEENAKNYA SEKALI MULUTMU ITU!!!" Teriak Claudia dan dia berjalan menghampiri Kate. Dia hendak memberi pelajaran pada Kate, namun ketika dia henda melintas dekat meja kerja Egnor, suaminya itu segera menahannya. Dia melingkarkan tangannya mendekap erat pinggang istrinya.
"Clau tenang lah .." bisik Egnor pelan namun Claudia tidak mengindahkannya.
"Kau yang tidak tahu malu! Kau ini berpendidikan tinggi ya ku akui tapi prilakumu sungguh sungguh NOL!! Kau yang paling rendahan! Seperti tidak ada laki laki lain di dunia ini saja. Egnor suamiku dan dia akan menjadi milikku, kau tahu?!" Bentak Claudia kemudian sambil terus menunjuk nunjuk Kate dan berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Ya, karna kau terus mengejarnya dan merayunya kan? Aku juga bisa melakukan hal yang kau lakukan! Jangan lupa, aku ini bekerja di dunia hukum seperti suamimu! Kita sederajat, sedangkan kau!?" Decak Kate melihat Claudia dari atas sampai bawah dengan angkuh.
Kata kata Kate ternyata sontak membuat Egnor merasa Kate sangat sombong. Dia lalu menoleh ke arah Kate dan menatapnya sangat tajam.
"KATE JOYLINE! APA MAKSUDMU DENGAN KATA KATA SERENDAH INI? aku tidak menyangka kau akan mengatakan ini pada istriku? Jadi selama ini kau memang ingin memilikku?"
Semua terkejut. Egnor membuka suaranya. Frank sudah diam sejenak. Sudah lama sekali dia tidak pernah mendengar bentakan atasannya. Bentakan ini semata mata karna dirinya tidak suka seseorang mengatai istrinya, wanita yang paling atasannya itu cintai.
"Eh, bukan kak, aku hanya .." Kate terkejut dengan bentakan Egnor padanya sehingga membuatnya salah tingkah, namun Claudia yang malah memotongnya.
"Diam kau! Kau memang mau merebut suamiku! Jangan kau seenaknya menilai nilai kehidupanku ya?! Kau tidak tahu akar semuanya dan kau tidak tahu gayaku, prilaku ku, kau tidak tahu, meskipun aku anak yatim piatu tapi aku mempunyai nilai nilai kehidupan yang tinggi melebihi pendidikanmu yang tidak berkelas ini!!" Decak Claudia terus menunjuk nunjuk Kate.
"Sudah diamlah!" Ucap Egnor tiba tiba lalu membalikan tubuh Claudia dan dia mencium bibir Claudia tepat di depan Frank dan Kate.
Claudia terkejut namun dia tidak bisa menarik dirinya. Kecupan Egnor padanya sangat lembut dan mendalam. Tatapan matanya menyiratkan kalau pria ini akan selalu mempunya cinta untuk wanitanya. Egnor seperti ingin merasuki tubuh Claudia agar wanitanya tenang dan nantinya tidak memikirkan perkataan buruk yang keluar dari Kate. Claudia sedikit tersenyum lalu ikut membalas kecupan bibir suaminya .
Frank menundukan kepalanya bingung harus melakukan apa. Sementara Kate memegang mulut dan dadanya. Apa maksud Egnor melakukan ini di depannya. Tak berapa lama, Egnor menyudahi pergulatan kecupan itu.
"Apapun yang orang katakan tentangmu, kau tetap satu satunya di hatiku Clau! Sekarang diamlah, jangan berteriak teriak lagi! Kepalaku pening! Nanti kau harus memijatku!" Ujar Egnor masih mengelus lembut bibir Claudia dengan ibu jarinya.
Dia lalu menoleh ke arah Kate setelah berhasil membuat istrinya bungkam.
"Kate, pulanglah, besok kita bicara. Mulai sekarang kasus pemerintahan ini akan Moses yang datang padamu atau Grace juga bisa menemaninya. Jika sudah ada tindakan dan penyelidikan, aku yang akan turun ke lapangan bersama asisten pribadiku. Claudia." Kata Egnor pelan pada Kate.
"Kak, aku bisa jelaskan maksud ucapanku .." kata Kate masih berusaha menjelaskan dan tidak membuat Egnor salah paham.
"Sudah Kate, pulanglah! Aku tidak mau dengar ribut ribut lagi. Baru saja aku berbaikan dengan istriku ini. Pulanglah!" Tambah Egnor lagi memohon dengan wajah lelahnya.
"Ba, baiklah, maaf menganggu kalian." Kata Kate menundukan kepalanya dan meninggalkan ruangan Egnor. Dia agak sedih karna Egnor tidak mendengarkan penjelasannya. Namun, sepertinya dia harus mengalah dulu karna kalau tidak Egnor akan semakin membencinya. Lagi pula, dia berpikir, dia bukan siapa siapa Egnor. Wajar saja jika dia membela istrinya.
"Clau, katanya kau mau menyiapkan makan siangku?" Tanya Egnor pada Claudia yang masih terpaku di sana. Dia masih tidak percaya kalau suaminya membelanya bahkan menciumnya.
"Ah iya kak, tunggu sebentar!" Ujar Claudia menormalkan semua hati dan raganya. Dia lalu berjalan hendak menuju pantry.
"Em, aku juga mempunyai lebih untuk mu Frank!" Tambah Claudia memberitahu.
"Oh, i, iya Clau, te, terimakasih!" Saut Frank terbata karna masih terkejut dengan kejadian di depan matanya ini.
Egnor lalu kembali ke kursi putar nya dan Frank masih di belakang kursinya.
"Em, Tuan, apa kau tidak curiga kalau istrimu sedang hamil?" Bisik Frank tiba tiba membuat Egnor langsung mendongakan kepalanya menatap bawahannya itu.
"Kenapa kau mengatakan seperti itu?" Selidik Egnor agak penasaran.
"Begini Tuan, aku akan memberitahumu selagi Claudia masih di sana." Tutur Frank lagi lalu mengubah posisinya berada di sebrang tuannya.
"Tuan, kau jangan marah ya? Sebenarnya, Grace sedang hamil." Kata Frank pelan dan sebenarnya dia takut mengatakan ini pada tuannya.
Brak!
Egnor memukul meja dan berdiri. Frank sudah mengelus dahinya. Dia tahu, sangat tahu kalau atasannya ini tidak suka jika tidak sesuai aturan. Frank menyadari, dirinya tidak tegas dan terlalu bertele tele. Frank juga bersalah pada Egnor karna dia sudah berjanji akan menikah Grace secepatnya namun nyatanya sampai sekarang, sampai Grace hamil, Frank belum juga meresmikannya baik dari kepercayaan maupun hukum.
Claudia terkejut dan menoleh ke belakang. Dia segera menghampiri Egnor dan Frank.
"Ada apa sayang? Frank, kau kenapa?" Tanya Claudia memegang lengan Egnor dan merasakan keterpurukan Frank karna suaminya.
__ADS_1
"Pria busuk ini menghamili Grace tapi dia belum menikahinya!" Umpat Egnor yang selalu berusaha menanamkan aklak dan moral baik bagi bawahan yang sudah seperti saudaranya sendiri.
"Tuan, kau tenanglah! Aku akan menikahinya, aku berjanji!!" Tutur Frank berusaha menenangkan tuannya. Tuannya adalah orang satu satu nya yang mempercayakan tugas besar pada Grace. Orang yang mengambil Grace dari tempat panti asuhan untuk memiliki derajat yang lebih tinggi.
"Sudah berapa kali kau mengatakannya padaku hah?!" Tanya Egnor menunjuk nunjuk Frank.
"Iya Tuan iya, tenanglah dulu. Oke, bulan depan aku akan menikahinya, aku tidak berbohong lagi!" Balas Frank meyakinkan dan memastikan pada tuannya agar meredakan emosinya dulu.
"Aku yang akan menjadi wali Grace! Jangan kau dengarkan ayah tirimu yang tidak bermoral itu! Aku punya hartamu untukmu Frank, jangan kau terpengaruh padanya dan ibumu! Kalau kau mencintai Grace, nikahi dia, SECEPATNYA, kau mengerti tidak? Kalau ibumu tidak mau menjadi walimu, biar Claudia yang menjadi walimu! Kau ini menyusahkan sekali!" Decak Egnor lagi tegas.
"Iya Tuan!" Jawab Frank yang kini sudah duduk, menautkan tangannya dan menunduk.
Claudia tidak bisa membantu Frank karna dia juga merasa dalam hal ini Frank yang salah karna belum meresmikan Grace.
"Oh Lord, Frank! Jadi Grace tidak enak badan karna sedang mengandung?" Tanya Claudia memastikan.
Frank mengangguk. Dia tampak sedih dan bersalah pada Grace.
"Mengapa kau menyembunyikannya? Inilah sebabnya Grace juga jarang masuk kata Kak Egnor?" Tanya Claudia lagi yang mulai mencemaskan temannya.
"Iya Clau! Dia terus muntah muntah dan tidur sepanjang hari. Nanti kau bisa menengok nya." Jawab Frank jadi merindukan kekasihnya itu.
"Sudah kau bawa periksa?" Selidik Egnor.
"Sudah Tuan!"
"Sudah ayo makan dulu, mengapa kau terus berdiri kak?" Saut Claudia mendudukan Egnor lagi.
"Makanlah kalian dulu, biar aku menghubungi Grace sebentar." Kata Claudia lagi yang sangat penasaran dengan kondisi temannya itu.
Claudia lalu menuju ke mejanya untuk mengambil ponselnya menghubungi Grace. Dia juga sedikit merindukan temannya itu.
"Hey, jadi kenapa kau bisa bilang Claudia hamil?" Bisik Egnor kemudian melupakan kekesalannya pada bawahannya ini karna cukup penasaran dengan pernyataannya. Pernyataan Frank membuat Egnor agak berbangga diri karna dia akan menjadi seorang ayah.
"Emosi Grace meluap luap padaku Tuan! Dia juga sering memarahi ku. Dia sering menangis ketika pagi hari karna takut aku akan meninggalkannya. Bagaimana bisa aku meninggalkannya sementara dia mengandung anakku?" Jawab Frank pelan sambil terus menyuap makannya.
"Hem, sepertinya kau benar. Ya, Claudia terus membentakku kemarin dan dia membuatku tidur di luar, Frank!" Decak Egnor masih dengan nada rendah dan menyantap makannya.
Uhuk uhuk! Seketika Frank terbatuk mendengar penuturan Egnor yang sangat bukan jati dirinya.
"Berlebihan kau! Minum ini!" Saut Egnor mendekatkan air mineral pada Frank. Frank lalu meminumnya sambil memukul pelan dadanya.
"Kenapa?! Hanya dia yang bisa! Kau jangan menyebarkannya kemanapun!" Ancam Egnor melototkan matanya.
"Claudia wanita luar biasa. Dia bisa meruntuhkan gedung pencakar langit dalam waktu beberapa jam! Daebak! Dia memang cocok menjadi istrimu Tuan!" Kata Frank seraya memuji sekaligus meledek tuannya.
"Diam!"
"Oke jadi Tuan, kau mengerti maksudku kan?" Kembali Frank meyakinkan tuannya.
"Ya ya aku paham. Baiklah aku akan mengantisipasinya." Ujar Egnor mulai memikirkan perlahan.
"Bagus Tuan!"
Dan setelah tak berapa lama Claudia berbicara pada Grace, dia kembali pada Frank dan Egnor yang sudah lebih dulu makan. Claudia ikut makan bersama. Sesekali Egnor melirik Claudia membuat hatinya bergetar dan terkadang tersipu. Egnor meliriknya karna memperhatikan perbedaan istrinya dengan sebelum sebelum nya. Dia merasa memang bentuk tubuh Claudia agak berisi dan wajahnya semakin bersinar. Matanya sayu seperti lelah dan Egnor meyakinkan dirinya bahwa sepertinya benar istrinya ini hamil. Dia harus membuat Claudia memeriksakan dirinya.
Ketika sudah waktunya pulang, Egnor mengulurkan tangannya pada Claudia yang hendak mengikuti suaminya pulang. Claudia agak tersentak dengan prilaku Egnor yang tiba tiba begini.
"Memang harus bergandengan tangan?" Tanya Claudia dengan tatapan menggoda.
"Iya harus! Susah sekali hanya bergandengan saja!" Decak Egnor yang akhirnya meraih paksa tangan istrinya itu.
Mereka menuruni gedung dengan bergandengan tangan. Biasanya mereka hanya berjalan berdampingan saja. Tapi, ini membuat Claudia senang. Suaminya sudah kembali seperti biasanya meskipun masih sedikit dingin dan melakukan seenaknya. Semua mata langsung mengarah kepada Egnor dan Claudia ketika keluar dari lift. Mereka melihat atasan mereka yang biasanya sendiri atau dengan Frank kini bergandengan tangan dengan istrinya. Terdengar bisik bisik para karyawan yang membicarakan kemesraan Egnor yang sulit diumbar. Meskipun Egnor menggandeng tangan Claudia, namun aura dingin yang terpancar pada Egnor tetap terlihat karna dia berjalan dengan tatapan tajam namun terus menggandeng tangan istrinya.
Ketika mereka sampai di lobby dan hendak menuju ke basement parkir, Egnor seperti melihat dari kejauhan Richard dan Kevin yang keluar dari lift lain. Mungkin dia sehabis menemui Frank karna Frank sempat bercerita kalau Richard hendak menemuinya ingin membicarakan masalah kepemilikan sebuah gedung yang disengketakan. Gedung itu milik Richard. Dan, Richard juga bertitip pesan ingin bertemu dengan Egnor namun lagi lagi Egnor belum bisa. Egnor masih memendam emosi. Dia ingin semuanya lebih tenang terlebih dahulu.
Tiba tiba Egnor berpikir dengan apa yang pernah Claudia katakan tentang mempertahankan istrinya. Claudia tidak menyadari Richard dan Kevin yang keluar dari lift. Dia hanya agak bingung yang tiba tiba Egnor sekarang merangkulnya dan berjalan dengan cepat.
"Kakak, pelan pelan, kau ini kenapa hah?" Selidik Claudia yang bingung dengan perlakuan aneh suaminya sejak insiden dia bertengkar dengan Kate.
"Aku lapar, aku ingin cepat pulang!" Decak Egnor menjawab pertanyaan istrinya.
"Iya tapi tidak usah cepat cepat seperti ini!" Tutur Claudia berusaha mengimbangi pergerakan suaminya.
Dan ketika Claudia terus menggerutu tentang suaminya, Richard dan Kevin akhirnya mendengar mereka. Richard menoleh juga Kevin kepada Egnor yang sedang merangkul Claudia dengan erat.
__ADS_1
"Selamat siang Tuan Egnor, Nyonya Claudia." Kata Kevin memberi salam sambil membungkukan tubuhnya.
"Halo Kevin, Richard. Kalian kenapa bisa di sini?" Balas Claudia menanyakan keberadaan mereka berdua. Sementara Egnor hanya tersenyum tipis.
"Aku baru saja bertemu Frank, Clau!" Jawab Richard tersenyum manis dan bersahabat.
"Ehem!" Egnor berdehem karna kalimat yang diucapkan Richard terdengar sangat akrab.
"Hay Egnor, apa kabar mu? Mengapa di saat seperti ini aku bisa bertemu denganmu ya?" Seru Richard terkekeh.
"Kebetulan!" Jawab Egnor singkat tanpa melepaskan rangkulannya pada pundah Claudia dengan sangat erat.
"Em, sebaiknya kita bisa bertemu berbicara berdua agar tidak canggung seperti ini. Atau jika kau punya waktu sekarang, bisakah kita bicara?" Tanya Richard yang merasa ini waktu yang tepat, karna sepertinya Egnor juga tidak emosi lagi.
"Mungkin! Aku terlalu sibuk. Juga harus mengurusi istriku. Sekarang sepertinya tidak bisa!" Jawab Egnor memalingkan wajahnya.
"Kak, kalau kau mau berbicara dulu dengan Richard, silahkan saja, aku bisa menunggu di sofa lobby." Kata Claudia menyetujui ajakan Richard agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi.
"Tidak, tidak bisa! Bukankah kita mau memeriksa kehamilanmu? Aku sudah membuat jadwal dengan dokter kandungan terbaik di Honolulu ini, Clau!" Kata Egnor membuat Claudia tercengang dengan perkataan suaminya.
Richard dan Kevin juga tersentak di sana dan terpaku tidak bicara apa apa. Khususnya Richard. Hatinya mulai bergetar dan retak, bagaikan kaca yang sudah sekian lama dibuat mengkilat kini sudah tergores gores.
"Kehamilan?" Claudia mendongakan kepalanya memastikan pada suaminya.
"Iya, kau kan sedang hamil!" Gumam Egnor menaik turunkan alisnya.
"Tapi aku, aku .." balas Claudia hendak menjelaskan kondisinya, tapi Egnor memotongnya..
"Sudah ayo! Sudah dulu ya Richard, Kevin!" Kata Egnor lagi mendorong tubuh istrinya menjauhi Richard dan Kevin.
Richard dan Kevin saling berpandangan. Richard pun melihat kepergian Egnor dan Claudia dengan hatinya yang sepertinya memang sudah tidak memiliki kesempatan lagi mendapatkan mantan istrinya itu.
...
...
...
...
...
Kekanak kanakan yang mengagumkan tuan pengacara, gemes pengen di cun deh 😘😘
membuatku ingin tertawa namun hati berdesir , heeemm ... 🤔🤔😍😍
.
Next part 50
Omo!! Uda episod 50 wakakak ..
Kayak butuh perayaan gak sihh? 😁😁
Ini dulu dah, hamil ga nii Claudia? 😝😝
.
Baeklah biar adil untuk menperingati hasil kontrak babang EGNOR ❤ CLAUDIA ..
aku bagi bagi pulsa deh ..
Pasti ada syaratnya nii si vii
Yalah 😝😝
Next episod sebelum episod 50 aja deh 😁😁
Ditunggu ya ..
.
Dan jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaa
Kasih RATE dan VOTE juga di depan profil novel 😍😍
__ADS_1
.
Akhir kata selamat membaca and i love you ..❤